
Galang duduk di pantai sambil Pplmenikmati pemandangan pantai yang indah. Suasana begitu sejuk dan tak ada seorang pun di sana. Di kejauhan tengah laut, Galang melihat swbuah kapal kuno dengan layar sedang menuju ke arahnya. Makin lama kapal itu makin mendekat dan akhirnya berhenti agak di tengah.
Ada puluhan perahu kecil diturunkan dan puluhan prajurit dengan senjata pedang menaiki perahu menuju pantai di mana Galang duduk. Setelah menaikkan perahu ke darat, prajurit-prajurit itu pun berjalan menuju Galang.
Dua orang berpakaian prajurit lengkap itu berlutut dengan hormat saat bertemu Galang. Pakaian mereka terbuat dari sutera berwarna perak. Mereka juga memakai baju zirah. Di kepala mereka terlihat seperti ikat kepala terbuat dari emas.
Ada sekitar dua puluhan prajurit berada di belakang mereka juga ikut berlutut mengikuti dua prajurit yang ada di depannya.
"Siapa kalian?" Tanya Galang dengan penasaran.
"Hamba adalah Panglima Kastil Naga dan dia adalah Panglima perang Kastil Naga, diutus unruk menjemput Anda!" Jawab seorang.
"Menjemputku? Apa maksudmu menjemputku? Apakah ada kesalahan mengenaliku?" Tanya Galang lagi.
"Tentu saja tidak, Yang Mulia! Anda adalah Raja kami di masa depan. Dan itu sudah tertulis dalam keabadian Kastil. Kami adalah pengikutmu selamanya." Jawab panglima lagi.
"Raja kalian? Kalian sedang bercanda denganku? Jangan sembarangan bicara!" Galang masih bersikeras menentang mereka.
"Yang Mulia, silahkan mengikuti kami untuk membuktikan ucapan kami." Jawab panglima masih dalam.keadaan berlutut.
Galang lalu berdiri, memandangi mereka dan kemudian berjalan ke arah perahu. Dua orang berjalan mendahuluinya untuk menurunkan perahu ke air. Mereka menuntuk Galang memasuki perahu yang lebih besar. Lalu dua panglima juga ikut naik ke perahu Galang.
Mereka akhirnya sampai di kapal dan kemudian meninggalkan tempat itu. Tiba-tiba kapal itu terbang dan dengan cepat menuju sebuah Kastil. Pemandangan itu benar-benar membuat Galang sangat terkejut.
Bagaimana mungkin kapal bisa terbang? Lalu, ada kastil di sini?
__ADS_1
Kapal itu turun dan mendarat di sebuah tanah lapang yang luas di dalam kastil. Galang masih terheran-heran dengan apa yang dilihatnya.
Mereka pun turun dari kapal dan berjalan menuju sebuah aula yang besar dan megah, ada ratusan prajurit yang berdiri dan samping kiri dan kanan membuat jalan di tengah. Sementara, di sebuah singgasana, duduk seorang Raja yang agung dan masih muda. sementara di sisi kiri dan kanan ada belasan jenderal perang yang mendampingi sang raja. Ketika Galang melewati barisan prajurit, semua prajurit itu beelutut.
"Galang, kamu sudah datang." Tiba-tiba raja yang duduk di singgasana berdiri dan menyambut Galang. Galang berfikir penah melihat orang di depannya. Tapi dia lupa di mana.
"Aku adalah Raja Naga Kesemhilan. Galang, kamu sudah menerima takdirmu dan kamu tidak bisa kembali lagi. Ini adalah jalan yang harus kamu tempuh sebagai seorang Raja Naga. Kamu akan menyelamatkan dunia ini dari kekacauan yang dibuat oleh manusia serakah."
"Dara sudah memiliki pelindung yang sangat kuat. Diana adalah malaikat yang dikirim untuk melindungi Dara." Kata raja itu.
Sedari awal, Galang memperhatikan raja itu, ternyata mirip dengan dirinya. Apakah ada manusia yang sama di dunia ini?
"Galang, ayo! Kamu harus segera melatih jurus Tujuh Bayangan Naga!" Lalu raja itu mengajak Galang ke sebuah halaman. Di sana hanya mereka berdua.
"Jurus pertama, Naga Penjaga. Jurus ini merupakan pelindung bagi kepentinganmu. Jika kamu menggunakannya, maka kamu bisa melindungi sebuah kota dari niatan jahat oleh orang-orang serakah."
"Jurus kedua, Naga Tidur, jurus ini walaupun kamu tidur, orang tidak akan bisa melukaimu, kamu seperti sadar akan bahaya dan bisa menghindari bahkan menyerang balik orang yang menyerangmu."
"Jurus ketiga, Auman Naga. Jurus ketiga ini bisa membuat sebuah batu hancur, bahkan batu sebesar apapu akan hancur jika menggunakan jurus ini."
"Jurus keempat, Naga Mengamuk. Jurus ini tidak akan bisa dibendung lagi. Orang yang beruaaha melawan tidak akan bertahan dengan serangannya. Kamu akan menjadi orang yang paling ditakuti."
"Jurus keliama, "Naga Penolong. Dalam keadaan diam, kamu tetap akan terlindungi dari serangan apapun yang tidak kamu sadari."
"Jurus keenam, Formasi Naga Emas. Dalam keadaan terdesak, tubuhmu akan mengeluarkan sejenis perisai pelindung yang berwarna emas, dan itu akan melindungi dari serangan lawan yang akan mengenai tubuhmu."
__ADS_1
"Jurus ketujuh, Naga Suci Mencari Jati Diri. Pukulan ini tidak mematikan, namun akan memusnahkan kekuatan lawan dan akan membuatnya tidak punya kemampuan beladiri lagi."
"Galang, kamu hanya perlu melatih gerakannya beberapa kali dan kamu akan menjadi manusia terkuat di bumi untuk membasmi kejahatan. Setelah melatih ini, kekuatanmu akan bertambah ratusan kali lipat dan kamu tak terkalahkan. Hanya gunakan jika kamu menghadapi lawan yang sangat kuat."
"Sekarang, kamu adalah Raja Naga Kesepuluh." Setelah Raja Naga Kesembilan mengucapkan itu, Galang pun berubah penampilan, pakaiannya kini seperti seorang raja.
"Terimalh pedang ini sebagai tanda bahwa kamu adalah seorang raja. Ini adalah Pedang Dewa Naga turun-temurun." Lalu Raja Naga Kesembilan menyerahkan sebuah pedang dengan sarung emas, gagang pedang itu terlihat memilili ujung kepala naga.
Galang menerima pedang itu dan menghunusnya. Saat itu pintu kamar Galang diketuk. Galang terbangun dan tekejut. Kini pakaiannya telah berganti seperti pakaian seorang raja. Di tangannya dia menggenggam pedang yang terhunus.
Galang membuka pintu dan di puar tampak Anton, Nenek Diah dan Kakek Li. Ketiganya langsung terkejut ketika melihat Galang yang sudah berbeda dari sebelumnya.
"Galang, apa yang terjadi?" Tanya Anton.
"Ceritanya panjang, Paman. Nanti aku akan menceritakannya." Jawab Galang lalu.memasukkan pedang itu ke dalam rangkanya.
"Galang, ada utusan dari keluarga Darmawan, bahwa Elena diculik dan tidak tahu dibawa kemana." Kata Anton, lalu ketiganya masuk ke dalam kamar Galang.
Sebelum menanggapi soal penculikan, Galang menceritakan kejadian yang baru dialaminya. Mulai dari dia tiduran sambil.membaca buku, hingga dia bangun dan memakai pakaian yang berbeda dan memegang pedang.
Ketiga orang itu jelas terkejut dan seperti tidak percaya jika rentetan kejadian tidak masuk akal. Tapi, Nenek Diah seperti mengetahui sesuatu.
"Galang, kamu benar-benar Raja Naga Kesepuluh. Aku pernah mendengar tentang hal itu. Buku itu adalah bukti bahwa kamu sudah menemukan takdirmu. Bertemu dengan buku itu merupakan takdir yang sudah ditentukan. Kamu akan menjadi penyelamat dunia dari keserakahan orang-orang jahat." Ucap Nenek Dia.
Anton dan Kakek Li manggut-manggut dan percaya dengan ucapan Nemek Diah. Galang pun mengangguk. Galabg ingin membuktikan kekuatannya. Itu yang pertama akan dia lakukan.
__ADS_1