Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Diana Vs Rocky 4


__ADS_3

Saat itu wajah Rocky tampak pucat. Dia memang yang menyerang Karmen dengan pisau. Namun digagalkan hanya dengan sebuah sumpit? Dan bukan hanya itu, Sumpit itu ternyata mampu menembus pisaunya.


Rocky memberi kode agar para tetua maju bersama. Para tetua memandang Roxky dengan tidak percaya. Mereka harus mengeroyok seorang perempuan? Walaupun mereka melihat kemampuan Karmen berada di atas mereka, namun mengeroyoknya akan membuat mereka kehilangan muka.


Namun karena Rocky memaksa, mau tidak mau para tetua maju bersama.


"Aku mengira yang namanya Tuan Rocky itu seorang yang pemberani. Ternyata cuma pengecut. Terdengar suara wanita dengan kekuatan tingkat tinggi. Semua orang mengira itu Karmen, tapi ternyata Karmen justru mencari-cari arah suara itu. Sementara oara tetua saat ini sudah berada di pamggung merasa sangat malu mendengar suara itu.


"Aku sama sekali bukan pengecut! Kalau berani keluarlah dan hadapi aku!" Teriak Rocky.


"Jika menantangku, sebaiknya ke panggung!" Suara wanita itu terdengar lagi.


"Baik!" Rocky lalu melesat ke panggung. Gerakannya sangat cepat dan kini sudah di atas panggung. Karmen dan para tetua mundur memberi ruang oada Rocky.


Di tempat lain, Diana lalu berdiri membetulkan syalnya, memandang ke arah Firman dan ayahnya, lalu berjalan dengan santai menuju panggung. Sebelum ke panggung, Diana memetik beberapa buah anggur yang ada di meja. Firman yang awalnya berani kurang ajar pada Diana kini nyalinya agak ciut. Orang ini berani melawan Rocky?


Orang-orang melihat itu dengan terkejut. Mengapa Diana maju?


Rocky yang melihat Diana berjalan dengan santai ke panggung terkejut. Mungkinkah suara itu adalah Nona Diana? Pikirnya. Di awal Diana datang, rencana Rocky adalah memberi semacam obat bius di minuman Diana. Namun, Diana tampak tidak ada reaksi apapun. Itu sebenarnya sudah membuatnya merasa terkejut.


Dan kali ini, Diana benar-benar sudah di panggung dan sedang berhadapan dengan Rocky.


"Rupanya Nona Diana punya kemampuan juga?" Rocky Gerung membuang kegugupannya.


"Bukankah Anda berharap aku tidak punya kemampuan?" Diana balik bertanya.


"Tuan Rocky, apakah Anda masih berharap bahwa Anda akan menguasai pasar pengadaan barang dan jasa dengan kelicikan Anda? Aku tahu bagaimana Anda mencoba berbuat curang saat melempar pisau ke arah Karmen. Lalu, pada minumanku, Anda ingin aku bereaksi dengan obat yang Anda berikan?" Kata Diana lagi, Kali ini wajah Rocky memerah karena malu dan marah.

__ADS_1


"Bagaimana dia tahu?" Pikir Rocky.


"Nona, apakah Anda bermaksud mempermalukanku?" Tanya Rocky.


"Bagaiama jika tadi aku yang meminum obat pemberianmu kemudian bereaksi? Apakah Anda merasa Anda tidak bersalah? Atau jika trmanku terkena lemparan pisaumu, apakah kamu merasa dirimu benar, Tuan Rocky?" Diana membeberkan kelicikan Rocky.


Wajah Rocky makin memerah karena malu dan marah. Diana memang sengaja memancing kemarahan Rocky agar dia bisa mempunyai alasan untuk menghabisinya.


"Para Tetua, serang orang ini!" Teriak Rocky dengan mata berkilat.


Para tetua yang tertegun karena Diana, mereka terkejut dengan teriakan Rocky yang meminta menyerang Diana.


"Dasar pengecut!" Teriak Diana. Lalu Diana yang sudah mulai emosi, menyerah para tetua yang sedang terkejut. Tangan kanan digerakkan, lalu buah anggur di tangannya pun melesat terbang ke arah para tetua seperti peluru.


Anggur-anggur itu mengenai tepat di bahu kanan masing-masih tetua. Mereka pun berteriak kesakitan dan kemudian memegangi bahu mereka. Tangan kanan mereka tidak bisa digerakan membuat wajah mereka pucat.


"Tuan Rocly, bagaimana bisa Anda menyuruh orang-orang itu menyerangku sementara kemampuan mereka tidak seberapa?" Diana pun mulai mengejek Rocky.


Di tempat lain, Jatmiko yang awalnya meragukan kemampuan Diana, kini dia baru mengerti mengapa Diana bersikeras datang memenuhi undangan Rocky. Orang-orang yang berada di ruangan itu, selain mengagumi Diana, mereka juga sangat ketakutan. Bahkan, mereka lebih takut pada Diana ketimbang Rocky.


"Tuan Rocky, aku ingin bertaruh denganmu. Kita bertarung sampai empat jurus. Jika dalam empqt jurus Anda bisa memukulku, maka semua perusahaanku akan menjadi milikmu. Tapi, jika Anda tidak bisa memukulku, maka aku akan mengambil alih aemua perusahaanmu. Bagaimana?" Diana menantang Rocky yang saat iru sedang menggerutu dalam hati.


"Nona, apakah...." Belum sempat Rocky meneruskan ucapannya, di tempat duduk.masing-masing, orang-orang meneriakan, "Bertarung! Bertarung!"


Wajah Rocky kini terlihat masam. Kepercayaan dirinya memang agak pudar saat ini setelah verhadapan langsung dengan Diana. Apalagi dua kali Diana menggagalkan rencananya.


"Baiklah, aku akan melawanmu. Jangan salahkan aku jika bertidak kejam pada seorang wanita." Katanya drngan kegetiran.

__ADS_1


"Tuan Rocky jangan sungkan." Balas Diana.


Kedua tangan Tocky bergerak, ada empat pisau terbang ke arah Diana. Sama seperti pisau yang menyerang ke arah Karmen, empat pisau itu terbang dengan sangat cepat ke arah Diana dan menyerang di titik-titik yang mematikan.


Diana tersenyum saat itu dan memegang syal di lehernya, melepaskannya, kemudian dengan cepat syal itu di kibaskan ke arah pisau. Saat benda-benda bertabrakan, empat pisau Rocky patah masing-mading menjadi dua bagian.


"Ini? Tidak mungkin!" Teriak Rocky. Wajahnya kini sepilutih kapas. Senjata andalannya tidak bisa menembus pertahanan Diana, jangankan bisa menembus, bahkan senjata pisau terbangnya patah dengan selembar syal.


Orang-orang pun kembali dikejutkan dengan apa yang terjadi. Membuat mereka takut pada Diana. Di tempat duduknya, Firman terlihat sangat gelisah. Dia bahkan pernah mengancam Diana dan menyinggung soal Rocky.


Di panggung, Rocky yang tidak ingin kehilangan muka dan juga tidak ingin kalah, kini menjadi tak terkendali.


"Aku akan membunuhmu!" Tetiaknya. Kemudian Rocki melempar lebih banyak lagi pisau ke arah Diana, pisau-pisau itu laksana anak panah yang lepas dari busurnya.


Sama seperti sebelumnya, Diana mematahkan pisau-pisau Rocky dengan syalnya. Rocky yang marah kemudian melompat, mengambil tongkat milik Paman Son. Dengan gerakan sangat cepat, dia lalu menyerang langsung Diana dengan tongkat.


Di tangan Rocky, tongkat itu lebih kuat dan lebih mematikan. Rocky memegang ujung tongkat, sementara ujung lainnya berputar-putar menuju Diana dengan cepat. Diana tidak bergerak dan hanya menyeringai. Ini membuat Rocky penasaran dan mempercepat serangannya.


Saat tongkat yang berputar itu hampir mengenai Diana, Diana menggerakkan tangannya, ujung tongkat telah dipegangnya. Kemudian, Diana menggerakkan tangan kiri memelintir tongkat. Tongkat itu berputar cepat membuat tangan Rocky yang memegang tongkat menjadi panas dan terlihat kepulan asap di tangan Rocky. Rocky pun melepaskan tongkat itu.


Diana berhasil merebut tongkat dan kemudian dengan cepat mengarahkan tongkat di leher Rocky yang tidak swmpat menghindar. Namun tongkat itu berhenti dan tidak sampai melukai Rocky.


Keringat dingin mengucur deras di sekujur tubuh Rocky. Jika mau, Diana dengan mudah membunuh Rocky. Namun itu tidak dilakukannya. Jika mau, makan tongkat itu akan menembus leher Rocky.


"Aku memberimu satu kesempatan untuk hidup. Jika di kemudian hari aku menemuimu masih menindas orang, maka aku tidak akan segan lagi." Diana memperingatkan Rocky.


"Sayu hal lagi, semua asetmu kini menjadi milikku. Dan aku secara langsung mengusirmu dari Kota S. Pemindahan aset akan dilakukan oleh pengacara perusahaan kami. Besok pagi, kaliam harus sudah meninggalkan Kota S." Lanjut Diana.

__ADS_1


"Tunggu saja pembalasanku!" Ucap Rocky. Lalu dia berjalan turun dari panggung diikuti oleh semua orangnya. Dan keesolan harinya, Rocky dan orabg-orangnya sudah meninggalkan Kota S dan sementara dia tinggal di kediaman keluarga Roy Adiguna.


__ADS_2