System Play Store

System Play Store
102. Kelinci laboratorium


__ADS_3

Seekor Naga turun dari Desa Atas (Overvillage) diikuti oleh puluhan monster berwujud seperti anak kecil namun memiliki kulit biru kehitaman serta sebuah ekor di belakang, lalu sepasang sayap dan sepasang tanduk, membuat monster itu layaknya iblis.



Minion, pasukan baru yang terbuka setelah barak kegelapan selesai dibangun. Mereka adalah pasukan jenis udara yang menyerang dalam jarak dekat menggunakan cakar. Cara Minion bertarung membuat kedua lenga monster itu menjadi besar berotot seperti anak kecil yang diberi steroid.



Naga dan para Minion terbang menuju desa Buangan yang saat ini tengah dalam pertempuran. Pasukan Goblin menawan para penyusup manusia. Kedatangan naga dan Minion bukanlah sebagai batuan, mereka hanya pasukan pembersih yang akan membereskan kekacauan paska kerusuhan.



Blaaaar!



Ledakan besar terjadi ditengah desa Buangan, Naga yang tengah Arang rasuki melihat jika ledakan itu terjadi akibat bentrokan antara pukulan Bearsatu dan kemampuan Shield Dash dari manusia.



Akibat dari ledakan itu manusia kehilangan kedua lengannya sedangkan Bearsatu hanya mengalami patah lengan. Berhasil menenangkan pertandingan membuat Bearsatu ingin menikmati hadiah yang dia dapatkan yakin tubuh manusia yang kalah darinya.



Namun Aurelia segera menghentikan Bearsatu untuk menyelamatkan manusia tersebut.



Grour! Arang dalam wujud naga akhirnya sampai di desa. Tapi dia mendapatkan kesulitan saat menentukan tempat mendarat, Arang takut tubuh naga yang besar menghancurkan desa para pengungsi.



Pada akhirnya karena terlalu khawatir, dedemit itu memilih untuk melepas tubuh naga lalu segera beralih ke tubuh Healer yang sedang berjaga.



“Master!.” Goblone menyambut kedatangan Arang, dia sangat terkejut ketika melihat naga yang diikuti oleh para Minion untuk pertama kalinya.



“Kau bekerja dengan baik Goblone.” puji Arang. Tatapan wanita itu kemudian tertuju pada Aurelia yang menghampirinya sambil membawa manusia tanpa lengan.



“Mendapatkan sesuatu yang berguna?.” tanya Arang.



“Sepertinya...” Arang memberikan jawaban seakan dia tidak yakin. “Aku merasakan kekuatan mengalir dalam dirinya. Tapi sekarang kekuatan itu sudah menghilang dengan kedua lengannya.” Aurelia melanjutkan penjelasannya.



Gadis berjubah kuning itu melempar Toni yang konsinyasi sangat mengenaskan ke hadapan Arang. Toni menatap Arang dan Goblin, tatapannya kemudian terfokus pada Arang seorang karena hanya wanita itu yang tidak ia kenali.



“Ini pasti sakit bukan?.” Arang menurunkan tubuhnya untuk menyentuh luka pada kedua lengan pria itu.



Toni meringis kesakitan, air mata tidak berhenti mengalir ketika rasa sakit yang tidak tertahankan begitu menyiksanya.



“Tidak apa sekarang.... aku akan menghilangkan rasa sakit itu.” menggunakan kemampuan dari Healer, arang menyembuhkan luka Toni.


__ADS_1


Tubuh arang bersinar dan kedua sayapnya mengembang saat menggunakan sihirnya. Dalam pandangan Toni, Arang bagaikan malaikat yang datang hanya untuk menolongnya.



Namun dia teringat jika sosok malaikat di depannya begitu akrab dengan Ratu Goblin dan Gadi berjubah kuning. Itu berarti malaikat itu juga salah satu monster dari gunung ini.



“Apa yang akan kau lakukan pada mereka yang masih hidup.” tanya Arang.



“Aku Ingin menggunakan mereka sebagai kelinci laboratorium.” balas Aurelia.



Mendengar sesuatu yang begitu mencurigakan membuat Toni sangat takut akan masa depannya. Karena dia yakin jika dirinya juga akan menjadi salah satu kelinci naas tersebut.



“Kelinci laboratorium?.”



“Ya, masih banyak kemampuan yang belum aku coba. Aku berniat meneliti kemampuanku menggunakan mereka sebagai subjek pelatihan.”



Menyadari jika perasaan buruknya menjadi kenyataan, Toni pun mulai memberontak. Tetapi cacing yang mengikat tubuhnya begitu kuat hingga pria itu hanya bisa bergerak layaknya orang kejang-kejang.



“Oh lihat, dia pasti sangat senang mendengar jika akan menjadi kelinci laboratorium ku.” ucap Aurelia penuh kebahagiaan.




Arang telah mendengar apa yang terjadi selama perjalanan Aurelia memberikan undangan pada Ratu Goblin dan para pengungsi. Arang awalnya merasa aneh saat temannya itu mengatakan jika tidak merasakan sedikitpun rasa bersalah melihat manusia terbunuh di depannya.



Ada sedikit ketakutan pada diri Aurelia karena khawatir kemanusiaannya akan hilang. Untuk menghilangkan rasa takut itu, Arang mengatakan jika tidak ada yang salah menjadi monster di dunia yang telah berubah.



‘Aku tidak mengira perkataanku waktu itu akan membuat Aurelia menjadi sosok yang seakan tidak memiliki empati.’



Arang merasa telah membuka segel terakhir yang melepaskan sifat lain pada diri Aurelia. Sifat yang sebelumnya terbelenggu oleh norma dan sisi kemanusiaan.



‘Dia sungguh mengingatkan aku pada diriku yang dulu.’



Pasukan Minion membawa terbang mayat dan tahanan yang masih hidup menuju desa Atas. Para Goblin yang menjadi pemenang pun mengikuti menggunakan Baloon.



Melihat seluruh pasukannya telah di taklukkan, Toni hanya bisa pasrah, meskipun dia sangat takut dengan masa depannya menjadi kelinci laboratorium gadis misterius.



\*\*\*

__ADS_1



Pesta telah usai ketika pertunjukan pertempuran antara goblin melawan manusia berakhir. Setelah pesta, para tamu dibebaskan untuk pulang ke desa atau tetap tinggal hingga matahari terbit.



Sebagian besar warga goblin memilih untuk kembali ke desa, karena siang maupun malam bagi mereka sama saja. Para Goblin yang ingin kembali pun diantar dengan Balon udara.



Sementara itu semua pengungsi memilih untuk tinggal hingga pagi. Alasan dari ini bukan karena mereka takut akan gelapnya malam, tapi mereka khawatir jika Genk Karbon mengirim pasukan bantuan untuk menyerang desa Buangan.



Meskipun Arang yakin jika pasukan bantuan tidak akan pernah datang karena pemimpin mereka telah ditangkap. Tetapi Arang tidak akan mengatakannya agar para pengungsi tidak merasa keberadaan mereka menjadi beban bagi desa Atas.



Selama di desa Atas, para pengungsi akan tinggal di dalam bunker sektor hunian. Aurelia terkejut dengan ide Arang, dia khawatir jika efek dari fungsi Hunian akan berpengaruh terhadap manusia-manusia itu.



“Mereka hanya para lansia dan anak-anak. Bisakah kau bayangkan apa yang akan terjadi jika mereka terpengaruh efek Hunian?.” ucap Aurelia.



“Apa memangnya?.” jawab Arang penuh tanda tanya.



Wajah Aurelia begitu khawatir. “Tempat ini pasti akan digrebek FBI.”



“Hah, gimana?.” Arang semakin kebingungan.



Jika memungkinkan Aurelia ingin agar para pengungsi dipindahkan ketempat lain, namun masalahnya tidak ada tempat yang layak untuk menampung mereka di desa.



Saat ini tempat dengan fasilitas lengkap selain hunian adalah balai desa, tapi di balai desa tidak memiliki kamar sebanyak Hunian. Pada akhirnya Aurelia menyerah dan membiarkan para pengungsi tinggal di bunker.



Tapi beruntungnya pengaruh dari efek Hunian hanya berlaku pada mereka yang cukup umur. Semua anak-anak bisa beristirahat dengan aman di dalam sektor hunian tanpa merasa efek samping dari tempat itu.



Setelah semua masalah diselesaikan, Arang dan Aurelia menggunakan lift menuju bagian terdalam bunker. Tempat yang mungkin tidak akan ditunjukkan pada para pengungsi.



Tempat dimana semua anggota Genk Karbon yang selamat ditahan bersama dengan naga Geni.



Penjara bawah Tanah.



“Saatnya untuk bermain.”



\*\*\*

__ADS_1



__ADS_2