System Play Store

System Play Store
44. Dilema Berlian


__ADS_3

“Lihat bintang,



mereka bersinar untukmu



Karena kau berwarna kuning.”



Begitu senangnya mendapatkan berlian hingga tanpa sadar Aurelia mulai bernyanyi. Dan dia juga tanpa sadar mulai mengunyah berlian yang telah ia temukan.



“Oh apa ini? Ini sangat enakan.”



Dia benar-benar tidak sadar dengan apa yang sedang dimakan, sampai Aurelia terkejut karena berlian yang dua temukan tiba-tiba menghilang.



“Tidaaak... huweee!.”



Menyadari jika berlian tersebut telah berada di mulutnya, seketika Aurelia menangis sangat keras



“Hem... ini enak.”



Tapi detik berikutnya rasa enak dari berlian yang ia makan membuat Aurelia begitu senang.



“Tidaaak... huweeeee.”



Dan dia kembali menangis lagi.



“Hemm... enak.”



Kemudian tersenyum lagi.



Mood Aurelia terus berubah-ubah sampai seluruh berlian di mulutnya lenyap tertelan. Sekarang yang tersisa hanyalah kesedihan yang mendalam.



“Uuuh... berlian ku.”



Dia tidak tahu harus merasa senang atau sedih. Di satu sisi dia merasa senang karena memakan berlian yang begitu enak, namun di sisi lain Aurelia merasa sedih karena kehilangan salah satu item langka.



Hingga semua kesedihan dan kegundahannya berakhir begitu notifikasi terdengar di kepalanya.

__ADS_1



Ding!



\[Mendapat 1 diamond ore\]



\[Mendapatkan 200 exp\]



\[Level Up\]



\[Level Up\]



\[Level Up\]



.........



......



...



\[Semua statistik meningkat selama 6 jam\]




“Muahahaha.... apa ini artinya aku bisa memakan berlian tanpa batas?.”



Ketika Aurelia mengambil berlian dari dalam Inventory, dia merasa jika berlian itu lebih kecil dari yang dia ingat. Tetapi tanpa terlalu peduli, dia pun mulai memakan berlian itu dengan hati riang gembira.



Ding!



\[Mendapat 1 diamond ore\]



\[Mendapatkan 100 exp\]



\[Level Up\]



\[Level Up\]

__ADS_1



\[Semua statistik meningkat selama 6 jam\]



Notifikasi yang seperti sebelumnya kembali terdengar, namun ada perbedaan dimana jumlah Exp yang didapat lebih sedikit.



“Uwaaaa... Ini benar-benar sangat enak.”



Aurelia memakan berlian layaknya anak kecil yang menikmati permen. Dia tidak dapat menjelaskan rasa berlian yang ia makan, terlalu enak hingga tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.



Untuk ketiga kalinya, Aurelia memakan berlian yang kembali diambil dari Inventory, tetapi...



\[Mendapat 50 Exp\]



\[Semua statistik meningkat selama 6 jam\]



Notifikasi kali ini lebih pendek dari sebelumnya. Melihat itu seketika tubuh Aurelia menggigil ketakutan.



Dia akhirnya sadar jika setiap kali memakan berlian akan menyebabkan batu mulia tersebut terkikis. Berlian hanya bisa dimakan hingga tiga kali sebelum akhirnya lenyap kedalam lambung.



“Huweeeee....”



Menyadari jika tidak ada lagi berlian yang bisa ia makan membuat Aurelia menangis seperti anak kecil. Tapi rasa nikmat dari berlian yang tersisa membuat perasaannya agak baikan.



“Uuhh... snift..” Aurelia menjadi ingusan karena terus menangis.



“Tidak berguna, aku pasti bisa menemukan berlian lainnya, setelah aku akan memakannya... Tidak, aku seharusnya menyimpan berlian itu lalu kemudian di jual, tidak aku pasti akan memakannya, tidak harus di jual.. dimakan, dijual...”



Dia mulai berdebat dengan dirinya sendiri. Hanya dengan catur bijih berlian yang dia makan membuat Aurelia begitu dilema.



Itu membuktikan betapa nikmatnya berlian yang dua makan, namun tidak dapat dijelaskan rasa sebenarnya dari berlian itu, hanya Aurelia saja yang tahu rasa dari sebuah berlian.



\*\*\*



(Bersambung)


__ADS_1


\[Author: para pembaca yang Budiman, author mau bertanya, menurut kalian lebih baik membaca dari sudut pandang Aurelia POV atau sudut pandang ke tiga (TP POV). Dah cuma bertanya itu saja, dan terakhir tolong buat jempolnya jadi biru yan. Bye\]


__ADS_2