
Saat pertama kali aku melihat kemunculan ular Naga di dalam film anime terkenal, sebuah pertanyaan muncul di kepalaku.
‘ Pertanyaan yang sangat remeh karena objek pertanyaan adalah sebuah karya fiksi, alhasil aku pun mengabaikan pertanyaan itu.
Hingga aku melihat ular Naga secara langsung dan itu adalah sesuatu yang nyata. Pertanyaan yang dahulu aku pikirkan pun kembali, 'Bagaimana makhluk itu bisa terbang tanpa adanya sayap?.’
***
Bau daging terbakar dapat tercium dari mulut ular Naga yang mengeluarkan asap. Monster raksasa itu tidak bergerak selama beberapa saat, mengambang di udara dengan sorot mata yang memutih.
Naga itu seakan tengah kehilangan kesadaran.
Sedangkan aku yang telah kehilangan data angkat mulai terjatuh, terjun bebas dari ketinggian ratusan meter.
“Uwaaaaa.... apa yang harus aku lakukan!.” Aku takut jatuh dari ketinggian ini akan membuat tubuhku hancur.
[Tidak perlu khawatir rangka Terminatrix terbuat dari titanium. Benturan biasa dari ketinggian ribuan meter bahkan tidak akan menyebabkan sedikitpun goresan]
Sistem memberikan informasi yang begitu bermanfaat sehingga aku tidak perlu khawatir dan membiarkan tubuhku jatuh dengan tenang.
“Aaaa... sudah lama aku ingin merasakan rasanya jatuh dari ketinggian seperti seorang penerjun payung.....”
BRAAK!
“Gufuuuu!.”
Sakit, meskipun tubuhku terbuat dari besi tanpa saraf yang seharusnya membuat aku tidak akan merasakan rasa sakit. Tapi pada kenyataannya aku dapat merasa seluruh tubuhku hancur begitu menghantam bumi.
“Sistem apakah kau yakin tidak ada yang mengalami kerusakan?.” Aku bertanya dengan datar, tatapanku terus terarah ke atas melihat ular Naga yang masih tidak menunjukkan pergerakan.
[Pengecekan telah dilakukan, hasilnya seluruh sistem pendukung dalam keadaan normal]
“Laku perasaan apa yang aku rasakan barusan.”
Aku berdiri dengan mudah, tubuhku baik-baik saja tanpa ada sedikitpun kerusakan. Meskipun sebuah kawah kecil tercipta ditempat aku mendarat sebagai bukti kuatnya benturan yang aku alami.
__ADS_1
Grooooaaar! Raungan itu kembali terdengar, namun kali ini terasa begitu berbeda.
Makhluk yang meras dirinya adalah ras paling kuat menjadi begitu marah lantaran untuk kedua kalinya serangannya digagalkan.
Bahkan kali ini jauh lebih parah dari sebelumnya karena seekor serangga berhasil melukai nya, hingga mengakibatkan Naga agung tersebut kehilangan kesadaran.
Kemarahan menguasai sang Naga. Tidak akan ada lagi permainan, kali ini dia akan menghapus desa itu dengan serangan yang tidak mungkin bisa ditahan.
Naga Geni bersiap untuk memutar tubuhnya yang akan berakibat terciptanya badai raksasa, lebih kuat dibanding yang dia gunakan untuk mengalahkan Arang.
“Kau pikir aku akan membiarkannya!.” aku bersiap untuk melakukan lompatan seperti sebelumnya, namun sistem segera menghentikan ku.
[Presentase keberhasilan menggagalkan serangan Naga adalah 0,1%]
“Apa, bagaimana bisa serendah itu.” aku tidak jadi melompat karena merasa akan gagal melancarkan serangan terhadap Naga.
Sistem menjelaskan jika Naga adalah monster yang sangat cerdas, serangan yang sama tidak akan berhasil. Naga itu pasti sudah mewaspadai keberadaannya.
Naga akan dengan mudah menghindari serangan yang aku berikan, dan semuanya akan berakhir seperti sebelumnya dimana Aku akan terjatuh lalu membentur bumi dengan begitu keras.
“Lalu apa yang harus aku lakukan untuk mencapai ular sialan itu dan menghentikannya menghancurkan desa?.”
Aku terdiam selama beberapa detik memikirkan saran dari sistem. Pikiranku bekerja begitu cepat, menghitung kemungkinan yang bisa terjadi jika aku mengikuti saran sistem untuk membeli papan terbangun.
Saat ini aku tidak memiliki cukup sumber daya untuk membeli Hoverboard. Aku bisa saja menggunakan sumber energi sihir untuk menutupi kekurangan-kekurangan, tetapi dengan resiko cadangan energi sihir yang digunakan untuk menggerakkan tubuh Terminatrix akan berkurang.
Cara lainnya adalah menggunakan kekuatan sihir tanah yang aku dapatkan dari telur Tera Dragon. Dengan kekuatan itu aku bisa menerbangkan sebuah balok tanah yang bisa aku gunakan untuk terbang menuju Naga.
Akan tetapi aku telah menghitung jika cara kedua akan menjadi lebih boros dibandingkan membeli Hoverboard.
“Tck, aku kembali melakukannya, terlalu banyak berpikir. Sudah jelas jika aku tidak memiliki pilihan lain!.”
Segera satu Hoverboard aku beli dengan sumber daya dan energi sihir. Hanya tersisa 70% energi sihir, aku berharap jika itu cukup untuk melawan Naga. Menggunakan Hoverboard aku segera terbang untuk menghentikan usaha naga yang ingin menghancurkan desa.
Sebuah senapan M4 aku ambil dari dalam Storage. Tembakan terus aku berikan saat mencoba terbang semakin dekat, tetapi sisi naga yang begitu keras tidak mampu ditembus oleh peluru biasa.
__ADS_1
[Saran, gunakan kemampuan (Analisa) + (Hecking) pada senapan M4]
Tidak ingin banyak berpikir karena membuang waktu, aku pun segera menggunakan kedua kemampuan tersebut pada senapanku.
Seperti yang terjadi saat aku menganalisa Battle Machine, senjata M4 di tanganku terlihat begitu transparan membuatku dapat mengetahui seluruh sistemnya.
Setelah mendapatkan seluruh informasi tentang senapan M4, aku sekarang bisa melakukan modifikasi pada senja itu menggunakan kemampuan peretasan (Hacking ).
Kulit lenganku mulai lumer menjadi liquid mental memperlihatkan kerangka besi titanium. Liquid metal kemudian melapisi senapan M4, lalu melelehkan senjata itu dan menggabungkannya dengan lenganku
“Apa ini efek dari kemampuan [Hacking]!.” aku terus menatap lenganku yang telah bergabung dengan senjata api.
“Ini sih gila!.”
Tidak ada waktu untuk kagum. Segera setelah M4 menyatu dengan lenganku, aku segera mengarahkan lenganku pada Naga.
Brrrrrrr! Hujan tembakan mengenai Naga. Ratusan peluru yang merupakan energi sihir memberikan dampak kerusakan. Ini membuktikan jika ketahanan kulit Naga dapat dilawan dengan serangan sihir.
Meskipun menggunakan serangan ini dapat membuat baterai energi sihir milikku cepat habis, tetapi aku tetap melanjutkannya sambil berharap agar energi sihir bisa bertahan hingga arang datang.
Raungan Naga yang marah akhirnya kembali aku dengar. Setelah menembakinya terus menerus pada bagian wajah, membuat Naga yang terganggu akhirnya melempar serangan topan ke arahku.
Aku senang topan itu tidak akan mengancam desa, tetapi akibatnya sekarang aku yang berada dalam masalah. Badai yang begitu kencang menarik ku ketengah pusaran angin.
Suara goresan terdengar terus menerus ketika bilah angin berusaha menyayat tubuhku. Jika tubuhku adalah daging pasti sudah menjadi daging cincang sesaat setelah memasuki tornado.
Cukup lama tubuhku melayang-layang di tengah pusaran tornado. Hoverboard yang baru aku beli telah rusak begitu parah akibat serangan bilah angin.
“Akan berbahaya jika aku lebih lama di tempat ini.”
Menggunakan kemampuan (analisa) dan (Hecking) aku berniat melakukan hal yang sama seperti yang terjadi pada senapan M4. Dan itu berhasil, Hoverboard meleleh setelah diselimuti liquid mental hingga akhir bergabung dengan tubuhku.
Naga merasa dirinya begitu bodoh karena menggunakan kemampuannya hanya untuk menghabisi seorang manusia yang begitu lemah.
Dia berpikir jika manusia yang terbang kearahnya dengan papan terbang sudah hancur menjadi butiran atom setelah dicabik-cabik oleh angin topan yang dia ciptakan.
__ADS_1
Tetapi keyakinan itu kembali terbantahkan saat melihat ratusan tembakan keluar dari tornado yang mengarah padanya. Itu berarti manusia itu masih hidup.