System Play Store

System Play Store
56. Tujuan dari Ekspedisi


__ADS_3

Beranjak dari tempat pengungsian, aku beserta pasukan Arang berangkat mendaki gunung. Beberapa kali monster datang menghadang perjalanan kami, namun berakhir dengan begitu singkat.


“Anjing-anjing pintar, kau datang hanya untuk menjadi kelinci percobaan latihan ku, bukan.”


Lima ekor anjing yang sebenarnya adalah serigala datang menghadang perjalanan kami. Arang yang hendak mencoba kekuatan dari para Wizard pun merasa senang karena tidak perlu mencari monster luar sebagai target latihannya.


Namun aku merasakan sesuatu yang tidak nyaman seakan sedang diawasi. Mencoba untuk tetap waspada, aku memerintahkan para Goblin assassin dan Archer pemburu untuk bersiaga.


Penglihatan Archer yang tajam menemukan sesuatu yang bergerak di antara pepohonan. Penglihatan Archer segera ditransmisikan pada penglihatanku, sehingga aku pun tahu jika perasaan tidak nyaman yang selama ini aku rasakan ternyata berasal dari para serigala lainnya yang hendak menyergap kami.


‘Lima serigala itu hanya umpan.’ aku memberitahu Arang lewat telepati.


‘Sungguh?.’ balasnya singkat.


Arang tampak terkejut mendengar informasi dariku. Sepertinya para serigala menggunakan teknik perburuan yang berbeda dibandingkan saat pertama kali Arang melawan mereka sebelumnya.


“Itu bisa dimengerti. Efek dari radiasi meteor membuat semua makhluk hidup dapat berkembang, baik secara kekuatan maupun kecerdasan.”


Mendengar penjelasan dari Arang membuatku berpikir mungkin akan menjadi berbahaya jika para binar terus bermutasi dan menjadi lebih kuat.


Bagaimana jadinya jika mereka akhirnya bisa berevolusi menjadi begitu cerdas layaknya manusia?.


Aku tidak dapat membayangkan apa yang mungkin terjadi jika yang aku pikirkan menjadi kenyataan. Mungkin saja kedigdayaan ras manusia di dunia ini akan tergantikan oleh ras baru yang muncul akibat radiasi meteor.


‘Itu sangat menyulitkan.’


Tanpa sadar aku kembali tenggelam dalam pikiranku. Sementara itu Arang mulai melakukan penelitiannya pada pasukan Wizard dengan menggunakan para serigala sebagai kelinci percobaan.


‘Bagaimana dengan serigala yang sedang mengelilingi kita?.’ tanyaku.


‘Jangan khawatir, pasukan dari Goblone akan menangani mereka, juga para Archer dan Goblin Assassin disiagakan agar siap bertempur jika keadaan tidak terduga terjadi.’


Mendengar penjelasan dari Arang membuatku begitu kagum padanya. Cerita tentang bagaiman dia menjadi seorang utusan Dewa dengan melalui pertempuran tak terhitung jumlahnya, aku pikir cerita itu bukan sekedar lelucon.


Pasukan serigala yang menghadang segera berlari kearah kami. Tetapi tiga wizard berdiri di tengah dan mulai mengibarkan api di tangan mereka.

__ADS_1


Fireball!.


Ketiga Wizard melempar bola api yang dihasilkan oleh sihir secara bersamaan ke arah para serigala yang mendekat.


Bledam!.


Ledakan terjadi, api berkobar begitu dahsyat dengan tangisan para serigala yang terperangkap di dalam kobaran api.


Auuuu!


Suara lolongan serigala terdengar dari kejauhan menandakan para serigala yang sejak tadi menunggu di sekitar bersiap uy melancarkan serangan kejutan.


“Hemm...” Mendengar lolongan serigala seketika Arang tahu jika ada pemimpin dari para serigala yang sedang mengawasi dari kejauhan.


“Sangat menarik, aku penasaran apakah bisa pemimpin serigala ditaklukkan dengan Poket ball?.”


Perkataan Arang membuat Beruang yang menjadi tunggangannya mengeram seakan sedang marah. Namun begitu Arang memberikan Chop (pukulan tangan dengan gaya memotong pada kepala) beruang bernama Bersatu itu segera diam dengan suara penuh kesedihan.


Api hasil dari serangan para Wizard masih berkobar, sementara itu para serigala mulai menyerang dari berbagai arah. Arang masih tidak peduli dengan serigala itu, dia masih fokus dengan penelitiannya menentukan kekuatan pasukan Wizard.


“Musuh terlihat!.” seru Goblone pada anak buahnya, “Seranga!.” pasukan Goblin pun menghadapi para serigala. Pemimpin Goblin itu terlihat begitu bersemangat saat bertempur dengan serigala.


Mengetahui jika keadaan para Goblin semakin terpojok, aku pun berniat menurunkan para Archer dan Goblin Assassin. Tetapi Arang menahan rencanaku.


“Hanya mereka yang berhasil lolos dari masa sulit yang berhak mendapatkan karunia.” kata Arang.


Perkataan temanku itu membuat aku sadar jika pemimpin para Goblin tidak begitu ikut campur dalam pertarungan. Goblone seakan hanya menonton sambil sesekali memberikan sedikit bantuan.


Itu karena Arang meminta Goblone tidak banyak ikut campur dalam pertarungan karena ingin melihat kekuatan para Goblin.


Tetapi aku merasa bukan hanya itu yang Arang rencanakan. Aku merasa dia memanfaatkan para Goblin untuk sesuatu yang lain.


Perhatianku kembali ke pertempuran dimana jumlah lawan masih terus bertambah, tetapi pemimpin mereka hanya melihat tanpa memberikan bantuan. Akibatnya satu persatu pasukan Goblin mulai terjatuh.


Grooor!.

__ADS_1


Seekor serigala hendak menerkam seorang Goblin yang terpeleset akibat kelelahan. Tetapi serigala itu tidak dapat menjangkau targetnya kerena sebuah tombak dengan cepat menembus perutnya. Serigala langsung tewas oleh serangan Goblone menggunakan tombak Unicorn nya.


“Pasukan Goblin yang kau bawa tidak begitu buruk.” puji Arang setelah melihat pertarungan para Goblin bawahan Goblone yang telah berhasil mengalahkan seluruh pasukan serigala.


Meski kemenangan pertempuran kecil itu berada di pihak pasukan Goblin, tetapi kerugian yang dihasilkan juga besar. Banyak goblin yang yang terluka akibat serangan serigala, bahkan beberapa diantaranya tidak dapat bertahan lebih lama karena menderita luka fatal.


Tetapi Arang dan Goblone seakan tidak peduli dengan kondisi prajurit goblin yang terluka. Mereka terlihat begitu tenang meskipun para Goblin berbeda dengan pasukan yang berasal dari Kelas off Klan yang bisa diperbanyak dengan mudah.


Sikap tenang mereka bukan tanpa alasan.


Tiga perempuan dengan jubah putih mendekati para Goblin yang terluka. Saat mereka mengulurkan tangan kearah goblin, seketika cahaya bersinar dari telapak tangan mereka. Dengan kekuatan sihir penyembuhan luka yang diderita oleh pasukan Goblin dengan cepat dipulihkan.


“Luar bias, bahkan anggota tubuh yang telah hilang pun bisa dikembalikan.”


Aku merasa sangat takjub dengan kekuatan penyembuhan dari pasukan Heler. Melihat bagaimana lengan yang terpotong kembali tumbuh seperti dilahirkan kembali, membuat aku merasa seperti sedang melihat video time laps pertumbuhan bayi menjadi dewasa.


Arang tersenyum puas setelah melihat kemampuan penyembuhan pasukan Healer. Melihat senyuman itu aku pun sadar jika alasan Arang melarang Goblone tidak terlalu ikut campur dalam pertempuran bersama bawahannya adalah karena ia ingin menguji kekuatan pasukan Healer dengan menyembuhkan pasukan Goblin.


Jika Goblone ikut dalam pertempuran maka tidak banyak pasukan Goblin yang terluka, alhasil Arang mungkin tidak akan puas dengan hasil yang diberikan oleh pasukan Healer.


Menggunakan bawahannya sendiri untuk menjadi kelinci percobaan menurutku adalah tindakan yang begitu kejam, tetapi Arang seakan mengaggap itu adalah sesuatu yang wajar.


“Jangan menggunakan mindset manusia yang hidup di dunia yang damai, saat ini dunia sudah sangat berbeda. Kau harus bersikap kejam agar bisa bertahan.” ucap Arang setelah melihat kekhawatiran yang aku rasakan.


Mungkinkah dia benar.


Aku tidak tahu dunia telah menjadi seperti apa setelah bencana meteor.


Ketidak tahun itu membuatku sangat penasaran.


Karena itu aku ingin segera turun dari gunung untuk melihat kota.


Tetapi sebelum itu aku butuh sebuah tubuh yang terlihat lebih baik dibandingkan Avatar cacing. Tubuh robot T-X adalah opsi terbaik, tetapi butuh sebuah baterai untuk menggunakannya.


Karena itulah perjalanan ini dilakukan.

__ADS_1


Bukan hanya sekedar untuk balas dendam, tetapi juga untuk mencari sebuah inti yang akan dijadikan sebagai sumber energi.


***


__ADS_2