
Setelah Aurelia tertidur, Arang terus bekerja bersama pasukannya membuka lahan. Dua jam setelahnya peningkatan Town Hall akhirnya selesai diupgrade.
Menggunakan otoritas Co leader, arang membeli beberapa bangunan terutama bangunan pengumpulan sumberdaya.
Semua pekerjaan selesai ketika mata hari tepat di atas ubun-ubun. Berkat penambahan satu Camp tentara, sekarang batas pasukan telah mencapai 70 pasukan.
“Tentara Giant membutuhkan 5 kapasitas pasukan, itu setara dengan lima tentara lainnya. Tapi semua itu sepadan dengan kekuatan dan ketahanan yang dia miliki.”
Arang membawa tiga Giant sehingga jumlah pasukan yang bisa dia buat hanya tersisa 45 kapasitas pasukan.
“Selanjutnya goblin. Meskipun kecepatan berlari mereka begitu menakjubkan, tapi kekuatan mereka dalam pertempuran sangat lemah. Aku pikir hanya akan membawa lima diantara mereka untuk membawa barang.”
Lima goblin bergabung dalam pasukan. Berikutnya Arang melatih lima belas Barbarian dan sepuluh Archer, sehingga hanya menyisakan 15 kapasitas yang akan digunakan untuk melatih pasukan penjaga.
Seluruh pasukan telah bersiap, Arang memulai penjelajahannya memasuk lebih dalam area hutan.
***
Goblone keluar dari bola monster. Saat melihat sekitar, dia melihat pasukan arang berdiam diri di hutan.
“Di mana dia?.”
Goblone mencari Arang, namun tidak ada satupun Archer yang bersikap seperti perempuan itu. Hingga dia sadar jika salah satu goblin membawa Poket Ball.
Melihat itu Goblone pun langsung tahu jika saat ini Arang sedang mengendalikan goblin itu.
“Kau ambil ini.” Goblin itu memberikan belati pada Goblone.
“Hari ini kita akan belajar cara untuk menjadi Assassin.”
Bukan hanya Goblone yang diberi belati, tetapi lima goblin lainnya pun mendapat senjata yang sama.
“Semua pasukan selain Goblin bersiaga di area ini. Jika ada monster yang mendekat hingga jarak 100 meter segera habisi.”
__ADS_1
“““Oooh!.”””
Semua pasukan memasang wajah waspada. “Bagus.” ucap Arang singkat, setelahnya dia pun mulai mencari monster yang akan dijadikan target latihan para goblin.
Arang memejamkan mata berusaha merasakan area sekitar, menggunakan keahliannya persepsi dia berusaha mencari keberadaan monster. Namun...
“Hem... aku merasakan sesuatu tapi itu bukan monster.”
Merasa penasaran arang pun segera menuju lokasi yang menarik perhatiannya. Para goblin mengikuti di belakang bersama Goblone yang kesulitan mengejar.
Hingga Arang sampai ditempat yang ia tuju, di sana dia melihat sebuah tanaman yang memancarkan cahaya redup berwarna kebiruan.
“Blue Moon Herb!.”
Arang begitu terkejut dengan apa yang dia temukan. Itu adalah tanaman yang dia katakan sebelum pada Aurelia.
___________________________________________
[Blue Moon Herb]
Keterangan: Herbal yang digunakan sebagai bahan pembuatan Mana Potion.
___________________________________________
“Ini semakin baik saja.”
Dengan hati-hati Arang mengambil bunga herbal bulan biru dengan menggalinya hingga akar.
Cara yang dia lakukan sebenarnya salah, karena seharusnya Arang hanya perlu memetik batang bunga tanpa harus menggali hingga akar, itu dilakukan agar herbal bisa tumbuh kembali .
Namun Arang berniat menanam herbal itu di lahan subur sehingga ia perlu mengambil tanam itu dengan akarnya.
Setelah mendapatkan satu herbal. Arang kembali mencoba fokus mencari bunga lainnya, tetapi sayangnya Arang tidak merasakannya lagi.
__ADS_1
Meskipun kecewa, arang bisa memahaminya. Tanaman herbal sihir merupakan item langka, bisa mendapatkan satu saja sudah termasuk beruntung.
“Baiklah, sudah saatnya kembali ke rencana awal.”
Pasukan itu kembali bergerak, namun kali ini yang mereka tuju adalah seekor monster yang tengah mencari makan di hutan seorang diri.
Itu adalah seekor rusa berbulu hitam legam dengan bintik memancarkan sinar kekuningan. Sana sekali tidak terlihat seperti rusa pada umumnya, itu dikarenakan pengaruh dari debu meteor yang membuat binatang menjadi bermutasi.
Arang meminta para goblin untuk memperhatikannya. Goblone yang masih kelelahan dengan nafas terputus-putus setelah berlari mencobanya menyusul, dia berusaha menahan nafas dan tetap tenang.
Goblin Arang mengendap-endap tanpa suara, menaiki pohon lalu menunggu hingga rusa hitam itu lewat tepat dibawahnya.
Rusa tidak sadar jika nyawanya sedang terancam, hingga suara dedaunan menarik perhatiannya. Tetapi semua sudah terlambat, seekor goblin melompat dari dahan pohon tepat diatasnya dengan belati terhunus.
Jrasaa! Belati itu langsung menusuk tengkorak kepala rusa membuatnya begitu kesakitan. Arang dengan tubuh Goblin segera melompat mundur namun belatinya dia tinggalkan masih tertancap di kepala rusa.
“Sangat disayangkan aku tidak dapat membunuh rusa itu dalam satu serangan." ucap Arang saat berhasil menjauh tanpa ada serangan dari Rusa, "Kekuatan goblin menang sangat lemah, mungkin ini bisa diakali dengan equipment yang lebih baik.” imbuhnya.
Meskipun dia tidak dapat mengalahkan rusa dengan satu serangan. Tetapi tujuannya untuk memberikan pembelajaran pada para goblin telah sukses dengan sempurna.
Para goblin mengikuti cara yang dilakukan Arang, mengendap-endap dengan cukup baik lalu menyerang area vital seperti leher mata dan kepala.
“Uwaaa!.”
Hingga tiba giliran Goblone, terjadi sebuah insiden dimana goblin itu mendapatkan serangan.
Rusa hitam yang marah karena terus dijadikan sasaran latihan hendak membunuh Goblone, tetapi beruntung Arang segera memasukkan Goblone kembali kedalam Poket Ball.
“Dasar idiot.” ucap Arang pada bola monster di tangannya.
Merasa jika sudah cukup pelatihan. Arang pun mengakhiri penderitaan rusa hitam dengan memotong lehernya menggunakan belati.
***
__ADS_1
(Bersambung)