System Play Store

System Play Store
38. Mining Craft


__ADS_3

Aurelia mencoba melakukan eksperimen dengan game barunya.


“Eee... mari kita anggap game cacing itu tidak pernah ada.”


Menyingkirkan game Hungry Worm ke daftar terakhir game yang akan dia coba, Aurelia pun segera mengaktifkan game Mining Craft.


Beberapa fitur baru terbuka di menu statistik. Pertama adalah menu Crafting yang memungkinkan Aurelia untuk menciptakan berbagai item.


“Meskipun aku hanya player kasual, namun setidaknya aku tahu beberapa bagian penting dalam game ini.”


“Hemm... untuk yang pertama mari kita mencoba membuat kapak.”


Mengambil beberapa potong kayu dari Inventory, Aurelia kemudian memasukannya kedalam slot Crafting. Kemudian muncul banyak pilihan item yang bisa dibuat menggunakan bahan dasar kayu.


“Kapak kayu tidak terlalu bagus, sangat mudah rusak dan memiliki kekuatan serang yang buruk. Mungkin lebih baik aku melebur besi lalu membuat kapak besi.”


Fitur kedu dari game Mining Craft adalah Furnec (Tungku) yang berfungsi untuk melebur bijih menjadi logam.


Namun ada masalah yang terjadi saat Aurelia ingin menggunakan fitur tersebut.


Ding!


[Terjadi masalah, anda tidak dapat menggunakan fitur Furnec]


“Apa, kenapa?.”


Aurelia sangat khawatir, tanpa fitur Furnec banyak item yang tidak bisa dia buat terutama item yang terbuat dari bahan logan seperti pedang dan armor.


“Sistem bisakah berita padaku kenapa fitur Furnec tidak bisa digunakan?.”


Ding!


[Fitur Furnec tidak bisa digunakan karena pabrik baja saat ini mengalami keruasuhan berat]


Jawaban dari sistem membuat Aurelia menjadi sangat kebingungan. Dia tidak mengira jika sistem game Minecraft memiliki kaitan dengan pabrik baja yang saat ini dijadikan sebagai Town Hall.


Aurelia mencoba menggunakan cara lain untuk menggunakan Furnec yakni membuatnya menggunakan fitur Crafting.


Menempatkan 9 batu di dalam slot Crafting, dia pun berhasil membuat satu tungku api.


[Berhasil membuat Furnec]


Sebuah alat berbetuk kotak terbuat sepenuhnya dari batu langsung masuk ke dalam Inventory. Aurelia segera mengeluarkan alat yang telah dia buat, lalu mencoba melebur bijih besi dengan bantuan seorang Barbarian.


Namun tidak ada yang terjadi, Furnec yang dia buat ternyata hanya tungku api biasa. Jika dalam game Mining Craft, peleburan bijih besi hanya akan memakan waktu kurang dari satu menit.


“Apa aku harus memperbaiki pabrik ini terlebih dahulu untuk dapat menggunakan fitur Furnec. tapi bagaimana caranya?.”


Aurelia yakin jika fitur Furnec di stat game Mining Craft memiliki fungsi yang sama seperti di game aslinya.

__ADS_1


Ding!


[Saran, setelah Town Hall mencapai level 4 akan terbuka fitur baru yaitu Builder Base tempat tinggal para tukang. Anda bisa memerintahkan para tukang untuk memperbaiki kerusakan pada Town Hall]


Dia begitu senang saat sistem memberikan solusi untuk masalahnya.


“Builder base?.”


Aurelia berpikir jika fitur Builder Base pada game Kelas off Klan sangat berbeda dengan yang aslinya. Di dalam game aslinya, Builder Base adalah desa kedua yang memiliki waktu malam hari begitu panjang sampai-sampai tidak ada siang hari sama sekali.


Waktu yang tersisa hingga Town Hall diupgrade ke level 4 hanya tersisa satu jam. Aurelia berniat menggunakan Universal Speed up untuk mempersingkat waktu upgrade.


Tetapi dia teringat dengan permintaan Arang tentang kelompok manusia yang dia temui di bagian kaki gunung.


Dikatakan jika kelompok itu telah dibuang dengan dalih melakukan misi pencarian khusus. Yang sebenarnya terjadi adalah mereka dikorbankan demi menghemat bahan makanan di pengungsian kota.


Mereka berharap jika kelompok misterius penghuni gunung bisa memberikan bantuan.


“Bantuan, huh?.”


Aurelia menatap keadaan pabrik yang rusak parah.


“Aku bahkan tidak bisa membantu diriku sendiri.”


Terlalu banyak pekerjaan yang harus Aurelia lakukan. Kecemasan tentang nasib dari temannya juga menjadi faktor utama dirinya begitu sibuk.


{Hemm....}


Arang yang mendengar pendapat Aurelia terdiam seakan memikirkan sesuatu. Hingga akhir dia memutuskan untuk membatu para manusia.


Mendengar jawaban Arang membuat Aurelia agak khawatir, dia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi para manusia setelah melihat keanehan tempat ini.


Sebuah tempat yang begitu aneh dimana banyak monster berkeliaran, tempat tinggal para raksasa dan juga dipenuhi oleh orang-orang dengan wajah yang mirip seperti hasil fotocopy.


“Jika aku menjadi mereka pasti akan mengaggap jika tempat ini adalah laboratorium organisasi jahat yang melakukan eksperimen pada manusia.” ucap Aurelia.


Arang juga khawatir jika nantinya muncul rumor aneh yang tersebar hingga kota. Karena dianggap terlalu mencurigakan dan meresahkan, pihak militer akhirnya memutuskan untuk pun menyerang tempat ini.


{Kau hanya terlalu Overthinking}


Balas Arang.


“Jangan meremehkan tindakan bodoh oleh mereka yang ketakutan karena ketidak tahun. Mereka bisa berpikir begitu jauh dengan tidak rasional. Mungkin mereka akan mengaggap kita sebagai biang kerok dari munculnya monster di seluruh dunia.”


{Aku mengerti dengan ketakutan mu}


Arang berkata jika dirinya akan berhati-hati. Lagi pula Arang sama sekali tidak berniat mengajak manusia-manusia itu tinggal di area pabrik. Dia hanya akan membuat mereka mendirikan rumah ditempat saat ini mereka berada.


Keamanan akan diserahkan pada para Goblin dan Archer. Arang melakukan semua itu karena ingin menjalin hubungan baik dengan para manusia yang pastinya akan sangat bermanfaat nantinya.

__ADS_1


“Aku mengerti maksudmu. Lagi pula aku juga ingin mencari seorang temanku yang mungkin berada di pengungsian.”


Aurelia pun menceritakan tentang Rani dan mimpinya yang begitu menakutkan. Mendengar cerita itu membuat Arang mengernyitkan dahinya.


Dari ciri-ciri fisik monster, Arang menyimpulkan jika itu adalah Orc. Monster humanoid dengan tubuh besar dan wajah babi.


{Sedangkan goa yang kau lihat dalam mimpi adalah sarang monster yang dinamakan sebuah Dungeon}


Senyum Arang melebar, melihat senyuman itu membuat Aurelia agak tidak nyaman sehingga dia pun bertanya apa yang membuatnya begitu senang.


{Kau ingi dengan ceritaku tentang Kubangan energi sihir bukan?}


“Tentu saja, kau baru menceritakannya beberapa menit lalu...”


Aurelia menghentikan perkataannya, dia mencoba mengaitkan Dungeon dengan kubangan energi sihir.


“Apa mungkin area Dungeon juga bisa dijadikan lahan pertanian tanaman sihir?.”


“Tepat sekali, jika Dungeon di dalam mimpimu adalah kenyataan, kita harus segera menemukannya sebelum terjadi Rampage.”


Mencari sarang monster, satu lagi kegiatan yang harus dilakukan oleh Arang. Itu membuat Aurelia agak tidak nyaman karena terus menambah beban kerja pada temannya.


Meskipun Arang sendiri mengatakan jika semua yang dia kerjakan sama sekali tidak terasa membebaninya, tapi jika memungkinkan Aurelia ingin membantunya.


‘Tapi bagaimana mungkin aku melakukan itu?.’


Aurelia teringat dengan robot T-X yang baru dia dapatkan, dia pun memperlihatkannya pada Arang dan berharap temannya itu memiliki solusi untuk membuat robot bisa dua gunakan.


{Kau ingin aku menjadikan robot ini sebagai tubuhmu yang baru?}


“Benar, katakan jika kau bisa melakukannya, kumohon.” Suara Aurelia terdengar begitu memelas.


{Ya, tentu saja aku bisa melakukan. Kau pikir aku ini siapa?.}


Arang membusungkan dadanya dengan bangga, dia bahkan mulai tertawa dengan sombong.


“Sungguh!, seperti yang diharapkan dari seorang penyihir hitam.”


{Muahaha... Tentu saja. Aku adalah utusan dewa terkuat dengan kecerdasan dan ingatan yang dikumpulkan dari ribuan duni san masa}


“Su... sugoooi.”


Arang mulai menangis karena setelah berapa hari hidup penuh keterbatasan, kini dirinya bisa kembali seperti manusia normal.


Tetapi apa benar bisa semudah itu?.


***


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2