
Untuk membuat bunker aku perlu membersihkan seluruh batu yang berada di dalam area pembangunan. Aku pikir membangun Bunker akan instan karena harganya mahal. Tapi pada kenyataannya aku tetap diharuskan untuk bekerja.
Tetapi beruntung pekerjaan ini bisa ditangani dengan cepat menggunakan salah satu game yang aku miliki. Jika tidak aku pasti dengan cepat menyerah lalu akan melempar tugas ini pada para Builder.
“Mainkan game Hungry Worm!.”
Ding!
[Game Hungry Worm dimainkan]
Seperti biasa layar transparan muncul di depanku menunjukkan panel menu game Hungry Worm. Aku berniat segera menggunakan Avatar cacing yang sebelumnya aku gunakan saat pertempuran melawan koloni semut. Namun aku tidak dapat menemukan Avatar tersebut.
“Apa?.”
Ya, aku tidak bisa menemukan Avatar yang tiga bulan lalu aku gunakan. Hanya ada satu Avatar cacing yang merupakan Avatar pertama milikku.
“Kenapa menghilang?.” ini buruk, padahal Avatar cacing sebelumnya sangat nyaman digunakan.
Ding!
[Avatar Little Ware Wurm telah memenuhi syarat untuk melakukan evolusi. ]
Mendengarkan penjelasan dari sistem membuatku bernafsu lega. Hampir saja aku berteriak memaki-maki sistem play store karena khawatir Avatar cacing milikku hilang akibat bug.
Panel hologram kemudian berganti memperlihatkan Avatar cacing yang siap untuk melakukan evolusi. Terakhir kali aku ingat Avatar cacing masih level 17, tapi kini sudah naik hingga level maksimum.
“Tidak aku sangka memakan semut akan membuat levelku naik begitu cepat. Mungkin lain kali aku akan lebih sering berburu serangga berkaki enam itu.”
Sistem mengatakan jika ada dua cabang evolusi yang bisa aku pilih. Mendengar itu aku merasa bersemangat karena dapat memiliki akan menjadi seperti apa Avatar cacing yang aku gunakan.
Mengingat jika evolusi sebelumnya aku tidak diberi kesempatan untuk memilih, hingga hasil evolusi yang membuatku sangat kecewa karena Avatar yang aku dapatkan terlihat sangat mengerikan..
“Kali ini aku ingin Avatar yang keren, bukan seperti sebelumnya yang terlihat seperti lintah got.”
Dengan harapan tinggi aku pun melihat pilihan evolusi, dan seperti biasanya harapanku kembali dikecewakan. Entah kenapa sepertinya sistem sangat senang melihatku menderita.
“Ini bahkan lebih buruk dari yang sebelumnya.”
Pilihan pertama menunjukkan Avatar cacing dengan beberapa rahang besar di kepala, lalu terdapat kaki-kaki serangga di sepanjang tubuhnya.
Rahang di area kepala mirip seperti milik para semut, membuatku berpikir jika Avatar ini adalah hasil dari gabungan cacing dengan semut raksasa. Sedangkan tambahan kaki serangga membuat Avatar cacing ini lebih mirip kelabang.
Kemudian pilihan evolusi kedua.
Jujur sejak pertama kali melihatnya pilihanku sudah ditentukan. Avatar cacing yang satu ini seakan sudah kehilangan identitas sebagai cacing, namun lebih condong menjadi mirip serangga .
Penampakan Avatar dimana bagian kepalanya mirip seperti Ratu semut, memiliki enam lengan dan kulit hitam di bagian atas yang terlihat kuat. Avatar ini seperti gabungan antara Semut raksasa dan ular.
__ADS_1
Membandingkan keduanya jelas aku lebih memilih pilihan kedua karena terlihat lebih keren dan tidak begitu menjijikan. Jujur masalah utama yang aku hadapi saat menggunakan Avatar cacing adalah wujudnya yang begitu mengerikan.
[Apakah anda sudah menentukan pilihan evolusi?]
“Ya.”
[Apakah anda yakin dengan pilihan anda?.]
“Eh, ya?.”
[Apa anda benar-benar yakin dengan pilihan yang anda pilih?]
Ada yang aneh. Kenapa sistem terus bertanya saat aku sudah yakin dengan pilihanku, apakah ada sesuatu dengan pilihan evolusi kedua?.
“Maaf aku melakukan sebuah kesalahan.” ucapku dengan penuh penyesalan.
[Memilih evolusi pertama, benar?]
Sistem segera mengoreksi dengan begitu bersemangat.
“Ah, tidak juga. Aku tetap memilih evolusi kedua.”
[.........]
Tidak ada jawaban lagi dari sistem, aku tidak tahu kenapa kecerdasan dari teknologi yang tidak diketahui menjadi seperti itu. Sesuatu ada yang tidak beres tentang pilihan evolusi kedua, aku ingin tahu apa yang sebenarnya disembunyikan oleh sistem.
Masih tidak ada jawaban.
“Bisakah aku menemui manajer mu untuk komplain?.”
[Pilihan dikonfirmasi]
Akhirnya setelah tidak ada jawaban selama lima menit. Setelah terdengar suara notifikasi, layar hologram mulai bercahaya dengan sangat terang , setelah cahaya padam aku dapat melihat Avatar cacing milikku telah berubah menjadi bentuk evolusi keduanya.
___________________________________________
[Doom Crawler]
Keterangan: Penggabungan antara Death Worm dengan Penguasa serangga menciptakan makhluk yang menjadi lambang dari Malapetaka. DNA penguasa serangga membuatnya dapat menghasilkan keturunan dengan begitu cepat hanya dengan menggunakan energi sihir. Kemampuan yang dimiliki dari evolusi sebelumnya akan ditingkatkan
Keahlian:
(Hungry insting) (Big mouth) (Eating Time) (Ultra Growth) (Unlimited Growth) (Digging Expert) (Earthbender) (Omnivora) (Poison Breath) (Breeding) (Overseer)
___________________________________________
“.....”
__ADS_1
Saat pertama kali mencoba menggunakan Avatar cacing yang telah berevolusi, aku merasakan perasaan yang tidak menyenangkan.
Rasanya seperti kemarahan dan kesombongan yang menjadi suatu, tetapi perasaan itu hanya sekilas aku rasakan hingga semuanya kembali menjadi normal.
Saat jiwaku masuk ke dalam Avatar, aku cukup terkejut ketika menyadari jika Avatar cacing yang aku gunakan memiliki panjang tiga meter. Aku pun mencoba berdiri seperti ular, membuat separuh tubuh bagian depan terangkat dengan tingginya setara manusia dewasa.
“Baiklah sudah waktunya bekerja.”
Tanpa membuang lebih banyak waktu aku segera menggali ke dalam tanah. Kecepatan penggalian menjadi lebih cepat karena bantuan dari enam kali serangan yang membuatku bisa bergerak dengan lebih baik di dalam tanah.
Lubang besar dengan mudah aku buat, kedalam dari permukaan tanah sekitar sepuluh meter. Setelah itu aku mencoba kembali memasang Bunker sebelumnya.
Ding!
[Apa anda yakin ingin membuat Bunker di tempat yang telah ditentukan?]
Informasi yang diberikan oleh notifikasi menunjukkan jika tempo yang telah aku buat bisa digunakan sebagai tempat pembuatan Bunker. Aku pun segera mengkonfirmasi arena sehingga pembangunan akan segera dimulai.
Pertama-tama menentukan letak pintu masuk Bunker. Aku meletakkannya tepat di atas lubang besar yang aku buat dengan pintu menghadap desa.
Pintu bunker yang terbuat dari baja tebal terlihat begitu kokoh. Aku merasa aman saat pertama kali melalui pintu tersebut, meskipun di dalamnya hanya ada ruangan kosong yang sangat gelap.
Selain Bunker, aku juga mendapat paket player baru yang berisi 2 lift, 1 pembangkit listrik, 1 ruangan hunian, dan 1 dapur.
Lift merupak fitur paling penting di dalam Bunker. Tanpa adanya lift, player tidak mungkin mengakses fitur yang Bunker miliki. 2 lif yang aku miliki disusun secara vertikal membuatnya setara dengan rumah 2 lantai.
Selesai memasang lift sekarang aku bisa membuat ruangan yang aku inginkan. Ruangan pertama yang aku buat tentu saja pembangkit listrik, tanpa energi ruangan lainnya tidak akan bisa digunakan.
Ruangan pembangkit listrik aku letakkan dibawah pintu masuk, deru mesin terdengar di seluruh ruangan itu menandakan mesin pembangkit listrik sedang bekerja. Kemudian setelah satu menit berlalu lampu di dalam ruangan menyala menandakan jika energi listrik telah dihasilkan.
“Uuuu.... habis gelap terbitlah terang!.”
Aku begitu senang saat melihat lampu itu akhirnya dinyalakan. Setelah sekian lama akhirnya desaku dapat merasakan dialiri listrik yang menandakan dimulainya erat moderenisasi.
“Em, itu terlalu berlebihan. Tapi ya terserahlah.”
Aku terus tersenyum saat melihat lampu yang menyala. Setelah itu aku tinggal membuat fitur yang tersisa, dan akhirnya pekerjaan ku hari ini pun berakhir.
Tanpa aku sadari waktu telah lewat tengah malam, Aku pun segera kembali ke dalam kamar di balai desa untuk mengistirahatkan tubuh Terminatrix.
"Hari yang melelahkan, aku tidak sabar menunjukkan tempat itu pada Arang dan Master."
Akhirnya aku pun log out.
***
__ADS_1