System Play Store

System Play Store
43. DDW


__ADS_3


___________________________________________


[Little Ware Wurm]


Ras : Death Dragon Worm


Level : 1


Keterangan: Cacing tanah yang memiliki kemampuan untuk tumbuh dengan kecepatan tinggi. Memiliki garis darah Naga Bumi membuatnya dapat mengontrol bumil dengan leluasa menggunakan energi sihir, juga memungkinkannya untuk memakan tanah, batu dan ore sebagai sumber energi. Gabungan antara ras Death Worm dan Dragon Earth membuat makhluk ini memiliki kemampuan pertumbuhan tanpa batas.


Statistik:


Kesehatan: B+


Serangan: C


Pertahanan: B


Stamina: B+


Agility : C+


Keahlian:


(Hungry insting) (Big mouth) (Eating Time) (Ultra Growth) (Unlimited Growth) (Digging Expert) (Earthbender) (Omnivora)


___________________________________________


“Naga Cacing Kematian, bukankah namanya terasa agak berlebihan?.”


Hal pertama yang menjadi perhatian Aurelia adalah nama ras yang menurutnya terlalu kekanak-kanakan. Seakan seseorang yang memberikan nama ras pada Avatar cacing memiliki sindrom Chunibyo.


Tapi sebenarnya itu terjadi karena gabungan antara ras Death Worm yang merupakan garis darah asli dari Big Mouth Worm dengan garis darah Dragon Earth dari telur Terra Dragon.


Aurelia menyadari hal itu saat membaca keterangan Avatar cacing. Meskipun terdengar agak Cringe, tapi dia merasa nama ras itu cukup keren.


Berikutnya tentang statistik, Aurelia masih tidak paham tentang tingkatan kekuatan yang diklasifikasi dengan alfabet.


Dia tidak tahu seberapa kuat Serangan pada tingkat C dan seberapa tahannya Pertahanan tingkat B, itu karena dia belum memiliki kesempatan menggunakan Avatar cacing untuk pertempuran.


Hanya satu kali dia pernah berhadapan dengan musuh, namun pertemuan itu tidak bisa disebut sebagai pertempuran karena Aurelia langsung terbunuh tanpa perlawanan.


“Aku penasaran dengan apa yang akan terjadi jika aku bertarung dengan gagak itu dalam keadaan terbaikku.”


Saat itu Aurelia telah kehabisan stamina yang membuatnya tidak dapat bergerak. Gagak itu mengambil kesempatan untuk memakan Aurelia hidup-hidup.


Beralih dari statistik, Aurelia melihat banyak keahlian baru yang terbuka setelah evolusi. Dia tidak sabar untuk mencoba satu persatu keahlian tersebut.


Lalu faktor terakhir yang berubah dari Avatar cacing setelah evolusi adalah wujudnya yang semakin lebih besar. Ukurannya hampir sepuluh kali lebih besar dari sebelum evolusi.

__ADS_1


Perubahan ukuran tersebut cukup disayangkan oleh Aurelia karena dia mungkin tidak akan bisa lagi melihat dunia dari sudut pandang seperti sebelumnya.


Warna dari kulit cacing yang sebelumnya pink juga mengalami perubahan. Kini kulit itu lebih mirip seperti kulit ular yang dipenuhi didik dan corak putih bersisik tajam.


Seperti ular yang kepalanya terpotong, makhluk ini hanya memiliki duri tajam dengan rongga mulut besar.


Aurelia tidak tahu dimana letak matanya, atau mungkin cacing ini menang tidak memiliki mata sana sekali.


“Tetapi bagaimana aku masih bisa melihat?.”


Setelah puas melihat perubahan Avatar setelah evolusi, Aurelia akhirnya kembali menggunakan Avatar cacing untuk melanjutkan petualangannya.


“Saatnya Tes Drive!.”


Apa yang ditakutkan oleh Aurelia akhirnya benar-benar menjadi kenyataan. Akibat tubuh Avatar cacing yang membesar membuatnya tidak dapat melihat dunia para makhluk kecil.


Tetapi dia selalu bisa melihat dunia itu lagi dengan Avatar cacing yang lain.


***


Setelah game Hungry Worm dimainkan, seperti biasa kesadaran Aurelia kembali dipindah kedalam tubuh Avatar cacing.


Dia melihat hamparan Padang rumput yang luas. Saat melihat sekitar, Aurelia menemukan jika dirinya berada pinggir area tempat yang ditumbuhi oleh rumput liar.


“Apa setiap kali aku dipindahkan akan berada di tempat ini atau lokasinya selalu acak?.” Aurelia tidak dapat memastikan, karena baru kali ini dirinya dapat mengetahui tempatnya di pindahkan.


Hal pertama yang Aurelia lakukan adalah mengetes kecepatan. Dia berlari secepat mungkin tanpa menggunakan stamina.


“Uwoooo ini sangat luar biasa!.”


Aurelia dalam wujud aneh itu terus berputar-putar di sekitar area pabrik. Setiap pasukan Barbarian maupun Archer yang melihatnya tidak akan melakukan apapun.


Meskipun dia terlihat seperti monster ular tanpa kepala yang terlihat mengerikan sekaligus berbahaya. Mereka seakan sadar jika cacing aneh tersebut adalah Arang yang merupakan kepala desa.


Selain kecepatan, Aurelia juga merasa stamina miliknya lebih tahan lama. Sekarang dia tidak perlu buru-buru untuk mencari makanan.


“Dengan ini aku memiliki gambaran kasar tentang perbedaan tingkatan alfabet pada statistik.”


Selesai melakukan ujicoba kecepatan berlari, Aurelia sekarang berniat menguji kemampuan yang mengharuskannya menggunakan stamina.


Ini sangat tidak menyenangkan untuknya karena bisa-bisa keadaan sebelumnya di mana dia mengalami kesulitan Akibat kelaparan kembali terulang.


Tetapi Aurelia harus melakukannya, karena jika tidak bagaimana dia bisa tahu efek dari setiap keahlian.


“Yang pertama adalah Hungry insting, aku ingin tahu apakah ada perbedaan dari keahlian ini setelah evolusi.”


Setelah mengaktifkan keahlian Hungry insting, Aurelia dapat merasakan semua hal di sekitarnya menjadi begitu lezat. Entah kenapa ada dorongan yang membuat Aurelia seakan ingin memakan tanah.


“Ini pasti karena efek keahlian Omnivora.”


Keahlian Omnivora memungkinkan Aurelia bisa menekan apapun termasuk tanah dan batu. Karena rasa penasaran bagaimana rasa dari tanah dan batu bagi para cacing, Aurelia pun mencoba untuk memakannya.

__ADS_1


“Tanah dan batu tidak masalah, yang penting bukan kotoran.” ucapnya.


Satu batu kerikil masuk kedalam mulutnya, dua tidak merasakan apapun saat hanya mengulum di dalam kukunya, namun perbedaan terasa begitu mencoba mengunyah.


Krauk!


“Hem! Aku tidak mengira jika akan semudah ini.” Giginya dengan mudah mengunyah batu krikil. “Ini seperti kacang. Yah, cukup bisa diterima oleh mulutku.”


Dia kembali memasukkan beberapa butir kerikil untuk mencoba memperkuat cita rasa dari batu yang sedang ia makan.


Tapi dia segera beralih karena rasa batu menang tidak begitu kuat, meskipun dua cukup menikmati saat mengunyah batu yang terasa renyah.


Setelah baru, Aurelia mencoba memakan tanah. Kali ini dia langsung membuka lebar-lebar mulutnya untuk memakan tanah dibawah tubuhnya.


Krauup!


Pasir dan tanah dalam jumlah besar masuk kedalam mulutnya.


“Yang ini terasa seperti bubuk kacang.” Aurelia mencoba menelan seluruh tanah di mulutnya.


“Apa jika aku memakan adonan tanah dan air akan terasa seperti selai kacang di mulutku?.”


Ding!.


[Mendapat 1 Blok Tanah]


“Eh?.”


Tiba-tiba muncul notifikasi setelah Aurelia menelan tanah di mulutnya. Dia pun segera mencari tahu apa yang terjadi dan menemukan jika tempat dimana dia memakan tanah, sekarang terdapat lubang berbentuk kotak sempurna.


“Tunggu, mungkinkah ini efek game Mining Craft?.”


Aurelia mencoba untuk memuntahkan tanah yang telah dia makan, dan benar saja tanah itu telah berbentuk kotak.


“Muehehehe... sepertinya seru.”


Dia kembali menekan tanah berulang ulang hingga membuat lubang besar. Puluhan blok tanah telah masuk ke dalam tubuhnya namun Aurelia tidak sedikitpun merasakan kekenyangan.


Dia terus menggali hingga tanpa sadar telah masuk begitu dalam ke perut bumi. Semakin dalam dia menggali, insting kelaparan tiba-tiba aktif dengan sendirinya.


Aurelia dapat merasakan makanan lezat di mana-mana ketika berada di dalam perut bumi. Karena penasaran dia pun terus menggali mengikuti rasa laparnya menuju hidangan paling lezat.


Hingga akhirnya dia menemukan makanan yang membuatnya harus menggali ratusan meter dari permukaan.


Dan makanan itu adalah...


“Diamond!.” seru Aurelia dengan sangat bersemangat.


***


(Bersambung)

__ADS_1



__ADS_2