System Play Store

System Play Store
90. Hutan Pemakan Daging


__ADS_3

Bearsatu berniat memakan tiga goblin yang entah kenapa tiba-tiba saja kehilangan kesadaran, namun aku segera menghentikan beruang itu.


"Aku tidak mengerti kenapa mereka menyerang ku, dan manusia juga terlibat."


Aku mengambil sisa makanan yang di sisakan oleh Sergio. Kepala manusia berjenis kelamin laki-laki, dari lukanya aku dapat menduga manusia ini mendapatkan serangan dari belakang.


“Aku tidak menyangka kau memiliki kemapuan menyergap yang bagus.”


Sergio melolong senang ketika mendapatkan pujian dariku. Sementara itu Bearsatu mengeram seakan merasa iri karena ingin mendapatkan pujian.


“Kau juga Bearsatu, bola bulu lembut ini sangat kuat hingga para Goblin bodoh itu tidak mampu bergerak ketika kau meraung.” pujiku sambil menekuk tubuh Bearsatu yang penuh bulu.


Setelah itu aku mengikat ketiga goblin dengan cacing lalu membawanya di punggung Bearsatu. Sedangkan aku beralih menunggangi Sergio yang telah memperbesar ukuran tubuhnya hingga seukuran kuda.


“Baiklah, mari kita lanjutkan.”


Bersatu dan Sergio berjalan beriringan. Di sepanjang sisa perjalanan aku terus memikirkan alasan kenapa goblin dan manusia menyerang ku. Jujur ini sangat menggangu pikiran, aku merasa tidak melakukan apa pun yang mengakibatkan seseorang membenciku.


“Apa ini ada kaitannya dengan Naga yang datang pagi tadi?.”


Arang mengatakan jika seekor Naga asli memiliki ikatan kuat dengan keluarganya, dan juga Naga seringkali dijadikan sebagai objek perwujudan dewa bagi beberapa sekte.


“Apa mungkin goblin dan manusia ini adalah tentara bayaran yang disewa oleh keluarga Naga Geni, atau mungkin saja mereka adalah pengikut dari sekte yang memuja Naga?.”


Tetapi rasanya itu mustahil karena baru juga beberapa jam lalu kami berhasil mengalahkan Naga Geni, bukankah tidak masuk akal jika keluarga naga maupun sekte mengetahui keadaan saat ini.


Dipikirkan sebanyak apapun aku tidak akan mendapatkan jawaban pastinya, karena itulah aku membawa tiga goblin yang masih selamat untuk nantinya diinterogasi.


“Lalu apa yang akan aku lakukan pada kepala ini?.”


Aku menatap kepala manusia yang berbalik menatapku dengan tatapan kosong. Aku berpikir untuk memberikannya pada Sergio, tetapi niat itu segera diurungkan dan memilih untuk menyimpan kepala manusia tersebut di dalam storage.


"Mungkin bisa lebih berguna nantinya.”


Aku agak merasa bingung dengan diriku yang begitu tenang melihat mayat manusia. Apa mungkin karena aku bukan lagi seorang manusia, yang membuat kemanusiaan pada diriku pun perlahan menghilang?.


Beberapa kali perjalanan kami dihadang oleh monster, namun semuanya bisa kami tanganin dengan mudah.


Kowaaak! Seekor burung raksasa terjatuh dari langit dengan beberapa luka tembak.


“Itu yang akan terjadi jika kau berani mencuri dariku.” aku turun dari langit lalu menyimpan bangkai burung tersebut ke dalam storage.

__ADS_1


Sebelumnya burung besar itu berniat mengambil salah satu goblin yang diikat di punggung Bearsatu. Namun aksinya berhasil aku gagalkan setelah melewati pertarungan sengit di udara.


Perjalanan kembali dilanjutkan, tetapi ada masalah lain yang mengganggu. Ada jalan bercabang di depan. Saat melihat peta aku menemukan jika jalan sebelah kiri lebih pendek dari jalan lainnya. Namun terdapat peringatan dari sistem tentang jalan ini.


[Jalur kiri mengarah ke hutan pemakan daging, terdapat banyak monster kuat tinggal di dalamnya. Saat ini belum ada seorangpun yang berhasil melewati jalan itu]


“Sarang monster lainnya!.”


Koloni goblin kemudian koloni semut raksasa, dan sekarang koloni lainnya ada di depanku.


“Gunung ini benar-benar penuh dengan monster.”


Aku penasaran dengan keanekaragaman binatang mutasi dan monster yang tinggal di gunung ini. Rasanya aku ingin membuat sebuah penelitian dan mencatat semua spesies yang ada di gunung ke dalam ensiklopedia.


Terlebih lagi saat melihat peta sistem, aku menemukan jika keseluruhan peta gunung baru terbuka kurang dari satu persen.


“Gila banget!.”


Bayangkan seberapa besarnya gunung ini, jika selama ini seluruh tempat yang telah aku kunjungi tidak mencapai satu persen keseluruhan wilayah gunung.


Tetapi dari rincian yang aku baca, keseluruhan poin eksplorasi bukan hanya tertuju pada besarnya wilayah yang aku jelajahi, melainkan bertemu dengan binatang dan tumbuhan juga akan menambah poin eksplorasi.


“Bukankah ini cukup menarik?.”


“Baiklah mari kita ngebolang!.”


Aku berseru dengan semangat sambil mengangkat kepalan tangan ke langit. Sergio dan Bearsatu ikut bersorak meskipun mereka tidak mengerti apa yang aku katakan.


Setelah menentukan tujuan kami pun kembali melanjutkan perjalanan, jalan yang kami ambil adalah jalan menuju hutan pemakan daging. Alasan kenapa aku memilih jalan ini karena ada banyak objek penelitian yang bisa menambah poin eksplorasi.


***


Hutan pemakan daging adalah hutan yang sangat lebat, bagian dalamnya begitu gelap karena sinar matahari tidak dapat menembus rimbunnya pepohonan. Sedangkan rumput liar tumbuhan hingga pinggul, menutupi seluruh jalan.


Aku merasakan atmosfer yang berubah drastis begitu masuk kedalam hutan ini. Seakan aku baru saja masuk kedalam dimensi yang sangat berbeda. Perasaan tidak nyaman seolah sesuatu akan menerkam ku dari belakang, atau makhluk kecil akan mengikuti dari semak-semak.


“Kurang dari lima menit aku masuk kedalam hutan ini, tapi aku sudah merasa begitu cemas.”


Ding!.


[Itu dikarenakan racun yang tersebar di seluruh bagian hutan]

__ADS_1


Tiba-tiba sistem memberitahu sesuatu yang mengejutkan.


“Ra... racun?.” dengan panik aku memeriksa keadaan Bearsatu dan Sergio, takut keduanya mengalami keracunan. Tetapi syukurlah keduanya terlihat baik-baik saja.


[Racun dari ilusionis Orchid yang tersebar di seluruh hutan mengakibatkan halusinasi dan menimbulkan rasa emas berlebihan. Sangat efektif untuk makhluk humanoid, tetapi tidak begitu kuat pada hewan maupun monster yang memiliki insting tajam]


Aku bersyukur setelah mendengar informasi lebih lanjut tentang efek racun yang telah tersebar di seluruh hutan. Lega rasanya mendengar jika kedua binatang itu tidak akan terpengaruh oleh efek racun di hutan ini.


Tetapi tidak demikian dengan tiga goblin yang terikat di punggung Bearsatu.


“Gugiyaaa!.” ketiga goblin terbangun di waktu yang bersamaan sambil berteriak, seakan mereka baru saja melihat mimpi buruk yang sama.


“Jadi itu yang akan terjadi jika terkena racun di hutan ini?.”


Aku terus memperhatikan ketiga goblin yang terus berteriak, suara keras dari ketiganya menarik perhatian setiap penghuni hutan pemakan daging. Sergio dan Bearsatu menggeram ketika keduanya sadar jika banyak monster yang berdatangan dari berbagai arah.


Menggunakan kemampuan analisa membuatku dapat melihat keberadaan para monster yang tengah bergerak kearah kami.


___________________________________________


[Kuncup Mawar merah]


Ras: Tanaman Karnivora


Level: 45


Keahlian: duri mawar, penyembuhan alami, cambuk berduri, racun, kamuflase.


___________________________________________


Poin eksplorasi bertambah ketika aku pertama kali bertemu dengan monster jenis baru.


“Mereka adalah monster jenis tanaman...”


Sebuah bola yang terbuat dari segumpal cacing aku masukkan ke dalam mulut ketiga goblin untuk meredam suara mereka.


“Mari kita lihat seberapa kuat monster penghuni hutan pemakan daging.”


Jdar! Petir meledak dari telapak tanganku ketika aku mengepalkan tangan. Entah kenapa aku merasa pertarungan membuatku sangat bersemangat.


***

__ADS_1



__ADS_2