System Play Store

System Play Store
79. Naga Ungu


__ADS_3

Arang terus melihat pertempuran yang terjadi di atas langit desa. Tangannya terkepal erat ketika dia mencoba untuk menahan diri untuk terbang membantu temannya.


“Aurelia sudah berkorban untuk mengulur waktu, aku harus percaya padanya.” ucap Arang lirih.


Pertarungan antara robot dan Naga berlangsung begitu timpang, meskipun Aurelia terlihat lebih banyak melakukan serangan, tetapi Naga yang dia lawan seakan tidak merasakan apa pun.


Sedangkan Aurelia begitu kewalahan menghadapi satu serangan dari Naga. Ketika arang pada akhirnya terhisap oleh tornado, membuat semua orang yang melihatnya menjadi khawatir.


Arang hendak mengepakkan sayapnya untuk menolong, namun Master Builder menghentikan Arang.


“Dia masih hidup, kau seharusnya lebih bersantai.”


Master Builder mengendarai sebuah robot setinggi tiga meter saat keluar dari pondoknya. Arang sebelumnya berpikir jika pria tua itu ketakutan dengan kemunculan seekor Naga sehingga dia tidak berani keluar dari pondok.


Namun wanita itu bersyukur karena apa yang dia piki ternyata salah. Master Builder membutuhkan waktu yang begitu lama dikarenakan dia perlu mempersiapkan Battle Machine miliknya.


“Apa benda itu benar-benar bisa berguna?.” tanya Arang penuh keraguan.


“Apa kau sedang menguji kesabaran ku!.” dan seperti biasa, tempramen master Builder benar-benar buruk. Dia menjadi begitu marah hanya karena Arang mempertanyakan kinerja dari ciptaannya.


“Kau lihat palu ini?.” dia menunjukkan palu besar yang menjadi senjata Battle Machine “Palu ini bisa menghancurkan kepala naga itu dengan satu serangan.” ucapnya dengan penuh percaya diri.


“Uwaaah, itu sungguh menakutkan.” meskipun perkataannya menunjukkan kekaguman, namun raut wajah Arang mengatakan sebaliknya.


Master Builder yang merasa diremehkan ingin menghardik Arang, tetapi suaranya tidak pernah terdengar karena raungan keras dari Naga kembali terdengar.


Saat itu ketika semua orang melihat ke atas, langit bersinar terang, kobaran api menggantikan Awan, langit telah terbakar oleh nafas Naga. Melihat itu kembali mengembalikan kekhawatiran arang terhadap Aurelia.


Waktu terasa berjalan begitu lambat, Aurelia berjuang mati-matian menghadapi Naga Geni. Langit yang sepenuhnya terbakar terasa begitu pana, seakan dia saat ini tengah berada di atas permukaan matahari.


Sistem memberitahu jika hawa panas yang dirasakan oleh Aurelia disebabkan oleh sihir yang menciptakan api tersebut. Itu artinya meskipun tubuh Terminatrix terbuat dari titanium yang begitu kuat, tetapi tidak akan tahan dengan serangan sihir.


“Itu sama halnya dengan sisik naga yang tidak akan tertembus oleh peluru biasa.”


Grooor! Raungan dari Naga Geni kembali terdengar, seketika Aurelia segera terbang dengan cepat menuju Naga Geni.

__ADS_1


Setelah sepuluh menit bertarung melawan ular raksasa itu, Aurelia berhasil mempelajari berbagai gerakan yang Naga Geni lakukan saat melakukan serangan. Dan dari semua informasi yang dia kumpulkan bersama sistem, Aurelia dapat melihat celah yang bisa dia manfaatkan untuk melakukan serangan balik.


Dua tembakan Aurelia arahku ke mata untuk menghalangi pandangan Naga Geni, puluhan tombak api yang merupakan sihir Naga Geni pun meluncur secara otomatis menuju Arang.


Dengan kecepatan dan kelihaiannya melakukan manuver, Aurelia dengan mudah menghindari seluruh tombak api yang mengarah padanya.


Lengan senapan kembali berubah menjadi tangan normal. Dengan muatan petir pada kepalan tangannya, Aurelia hendak menghantam kepala naga Geni.


[Thor Hammer!]


Terjadi ledakan petir begitu kepalan tangan Aurelia dibenturkan, namun gadis robot itu merasa ada sesuatu yang aneh. Suara, dia tidak mendengar suara raungan Naga yang kesakitan.


Asap tebal akibat dari ledakan perlahan menghilang, seketika Aurelia dibuat terperangah begitu melihat lapisan kaca transparan yang melindungi Naga Geni.


Lapisan kaca itu berhasil menghentikan pukulan Aurelia, membuktikan kekokohannya.


“Sihir perlindungan!.” Aurelia segera sadar jika lapisan kaca itu sama seperti sihir perlindungan yang digunakan Arang saat perang melawan koloni semut.


Tatapan Naga tepat di depan Aurelia. Tatapan yang begitu mengintimidasi hingga Aurelia tidak dapat menggerakkan tubuhnya, dia merasa seperti seekor tikus yang sedang ditatap oleh seekor ular.


‘Tidak ada jalan kabur’


‘Percuma melawan’


'Terlalu kuat’


'Ini akhirnya’


‘Menyerah’


‘Tunduk’


Beragam pikiran negatif dengan mudah merasuki kepala Aurelia. Naga Geni menyerang lawannya secara mental menggunakan sihir ilusi. Aurelia yang tidak memiliki perlindungan terhadap sihir jenis ini pun dengan mudah terpengaruh.


“Sihir perlindungan dan kini sihir ilusi. Sialan, sebenarnya naga dari mana itu!.” Master Builder menjadi begitu kesal melihat arang tidak bergerak sedikitpun setelah terkena Genjutsu Naga Geni.

__ADS_1


“Kita harus melakukan sesuatu!.”


Arang berniat untuk terbang, tetapi dia lupa jika sayapnya telah patah. Dia pun berniat untuk mengganti wadahnya dengan Healer yang masih bisa terbang, tetapi Arang berhenti ketika melihat pintu Barak mulai memancarkan cahaya.


Dia teringat dengan perkataan Aurelia jika pasukan jenis baru yang telah selesai dilatih akan memungkinkannya untuk melawan Naga Geni. Teringat akan hal itu Arang pun menunggu pasukan baru keluar dari dalam Barak.


“Memangnya apa yang akan muncul...”


Debum!


Getaran kecil dirasakan disekitar area manakala sebuah cakar raksasa keluar dari pintu Barak yang terbuka lebar. Cakar yang menginginkan semua orang pada sosok yang tengah meneror seluruh desa.


“Naga!.” gumam master Builder begitu pelan.


Semuanya hanya menatap dalam diam begitu sosok itu menunjukkan wujud aslinya.


Seekor reptil raksasa berkulit ungu dengan sepasang sayap di punggungnya keluar secara perlahan dari Barak. Dia menatap dengan heran pada semua orang yang menatapnya dengan berbagai perasaan yang tidak terjelaskan.


Keadaan menjadi hening selama beberapa saat, hingga akhir Arang memberanikan diri untuk maju. Naga memperhatikan Arang yang mendekatinya, tidak ada tanda-tanda penolakan, justru Naga mendekatkan kepalanya pada Arang menyambut wanita itu dengan ramah.


Arang membelai kepala naga dengan lembut, lalu mendekatkan kepalanya dengan kepala naga sembari berkata, “Bantu aku menyelematkan teman kita.” kemudian saat kedua kepala mereka saling bersentuhan Arang segera memindahkan jiwa kedalam Naga.


Ras Naga terkenal memiliki harga diri tinggi, mereka tidak akan membiarkan makhluk yang lebih rendah mengendalikan hidup mereka. Jika tidak mendapatkan izin, Arang yakin jika mustahil baginya untuk bisa merasuki tubuh Naga.


Namun berbeda dengan Naga di depannya.


Mata Naga itu terpejam, tetapi sesaat kemudian terbuka lebar dengan sorot mata yang lebih tajam. Dia meraung keras ke arah langit, sayapnya terbuka lebar bersiap untuk dikepakkan, membuat semua orang di sekitar mengambil beberapa langkah mundur.


“Follow me!.” ucap sang Naga yang kini telah sepenuhnya dikendalikan oleh Arang.


Dengan satu kepakan sayap Arang terbang menuju Aurelia dan Naga Geni, sementara itu empat Naga lainnya keluar dari Barak. Menggunakan kemampuan (telepati) Arang meminta para Wizard dan Archer untuk terbang menunggangi naga-naga itu.



***

__ADS_1


__ADS_2