
Dari atas pohon, Arang menyaksikan pertarungan Goblone dengan Pemimpin koloni.
“Bukankah senjata itu cukup menarik?.”
Selama melihat pertarungan, Arang begitu terkesima melihat kekuatan tombak Unicorn yang merupakan sebuah senjata sihir.
Arang sama sekali tidak mengira jika para Goblin bisa membuat senjata seperti itu.
Dirinya juga memiliki pengetahuan untuk menciptakan senjata sihir, tapi saat ini arang belum bisa melakukannya karena masalah tubuh astral dan energi sihir yang ia miliki.
“Mungkin aku bisa mempekerjakan goblin yang memiliki keahlian pembuatan senjata sihir untuk bekerja di pabrik.”
Arang sempat berpikir untuk mengambil tombak itu, namun rencananya berubah karena merasa lebih menguntungkan jika memperkerjakan para Goblin untuk membuat senjata sihir.
***
Setelah berhasil mengalahkan pemimpin koloni, Goblone berniat memerintahkan setiap goblin untuk mempersiapkan penyambutan tamu penting. Namun terjadi keanehan pada dirinya.
“Ugh, kepalaku.”
Goblone merasakan sakit kepala yang teramat parah, penglihatannya pun mulai buram. Mencoba mencari tempat aman, Goblone segera berlari kearah rumah pemimpin koloni yang mulia sekarang akan menjadi kediamannya.
“Arrrg.. aarrg!.”
Sakit kepala yang tidak tertahankan mulai menjalar keseluruhan tubuhnya. Goblone segera masuk namun beberapa goblin segera mencegahnya untuk memasuki rumah pemimpin koloni.
“Minggir, aku adalah pemimpin koloni yang baru. Apa kalian tidak melihat senjata yang aku bawa?.”
Dengan kesal Goblone memerintahkan para penjaga untuk menyingkir. Para penjaga tertegun saat melihat tombak Unicorn di tangan Goblone, tapi mereka tetap tidak membiarkannya masuk.
“Bajingan, kalian sendiri yang meminta utuk segera menyusul pemimpin sebelumnya.”
Tanpa basa-basi Goblone segera mengeksekusi para penjaga. Serangan Goblone begitu cepat hingga para penjaga tidak sadar jika tubuh mereka telah puluhan kali di tusuk dengan tombak.
Empat penjaga goblin terjatuh tak bernyawa. Goblone yang emosinya begitu tidak stabil masuk kedalam rumah pemimpin koloni.
Di dalam rumah pemimpin koloni, Goblone mendapati banyak wanita dari berbagai ras dari Goblin sendiri, Beastman bahkan manusia.
Mereka adalah para pelayan yang sebagian besar merupakan budak, itu terlihat jelas dari tali yang mengikat di leher mereka seperti tali yang diikatkan pada hewan. .
Semuanya terkejut ketika Goblone yang datang bukannya pemimpin koloni.
__ADS_1
“Goblin busuk itu sudah mati, sekarang aku udah memimpin.” Goblone menunjukkan tongkat Unicorn.
Sebelumnya tidak akan ada yang percaya perkataan Goblone yang mereka tidak kenali, namun melihat tombak Unicorn membuat semuanya sadar jika perkataan Goblone bukanlah sebuah lelucon.
“Sekarang kalian keluar!.”
Semua wanita itu menjadi ketakutan karena intimidasi yang dikeluarkan Goblone, namun ada satu Goblin yang benar-benar marah hingga hendak menyerang Goblone.
“Akan ku bunuh kau!.”
Goblin kecil berlari membawa pisau ditangannya. Beberapa goblin wanita mencoba mengejarnya namun anak goblin itu terlalu cepat berlari. Goblone menghindari serangan dengan mudah, setelahnya dia melakukan serangan balik.
Baam!
Sebuah pukulan keras mengenai wajah goblin itu, mata anak goblin terbelalak saat merasakan rasa sakit yang begitu luar biasa diwajahnya hingga hidungnya patah membuatnya tidak sadarkan diri.
Goblin muda itu jatuh tidak sadarkan diri, kemudian beberapa goblin wanita segera mengerubunginya untuk melindungi.
“Kalian punya 10 detik untuk keluar dari rumah ini sebelum aku kehabisan kesabaran.”
Mendengar ancaman itu, tanpa mengatakan apapun seluruh goblin bergegas melarikan diri, mereka meninggalkan para budak yang masih terikat. Para budak begitu ketakutan karena khawatir pemimpin koloni yang baru akan membunuh mereka.
Tetapi Goblone sana sekali tidak memperdulikan mereka, dia segera mencari tempat yang aman untuk beristirahat. Rasa sakit di sekujur tubuhnya semakin parah hingga Goblone hampir saja kehilangan kesadaran.
Tiba-tiba suara yang begitu familiar terdengar di belakangnya.
“Master!.”
Goblone segera bersujud saat melihat Arang dengan tubuh Archer. Dia berusaha menyembunyikan rasa sakit misterius yang sedang dia derita.
“Tidak perlu menyembunyikannya, aku tahu apa yang sedang kau rasakan.”
“Ma.. maaf karena tidak begitu sopan memperlihatkan kondisi ku yang begitu buruk seperti ini.”
Goblone batuk berdarah beberapa kali karena mencoba menahan rasa sakit. Dia berpikir jika tubuhnya telah diracuni karena tiba-tiba saja tanpa sebab yang jelas dirinya sakit parah.
“Ini pasti pertama kalinya kau melakukan evolusi.”
Perkataan Arang menarik perhatian Goblone. Dia menatap tuannya seakan meminta penjelasan lebih lanjut.
“Saat seekor monster seperti mu memenuhi syarat tertentu maka akan terjadi peningkatan kekuatan secara eksponensial, yang berpengaruh pada perubahan tubuh bahkan cemas yang kau miliki.”
__ADS_1
Namun penjelasan Arang terlalu elit untuk dimengerti seorang Goblin seperti Goblone.
“Intinya kau akan menjadi lebih kuat setelah proses evolusi selesai.”
Goblone diam memikirkan perkataan Arang.
“Apa itu seperti yang terjadi pada pasukan tuan ku?.”
Goblone membicarakan tentang peningkatan kekuatan yang dialami oleh Barbarian, Archer dan Goblin setelah diupgrade di laboratorium.
“Benar, mudahnya seperti itu. Kau akan menjadi lebih kuat seperti pasukanku yang lain.”
Meskipun tidak sepenuhnya benar namun Arang lebih memilih untuk mengambil pendekatan untuk sederhana karena tidak ingin repot-repot berbicara hingga mulutnya berbusa, namun pada akhirnya goblin bodoh di depannya tidak mengerti satupun yang ia bicarakan.
“Kau hanya perlu beristirahat hingga sakit itu hilang, setelah itu kau akan terkejut dengan kekuatan baru yang kau miliki.”
Mendengar perkataan Arang, membuat Goblone sangat penasaran dengan kekuatannya setelah melalui proses evolusi. Tapi ada sedikit masalah.
“Jangan khawatir tentang keamanan tempat ini, aku akan mengerahkan beberapa pasukan Goblin dan Archer untuk menjagamu.”
Arang berkata seakan mengetahui isi kepala Goblone, dan mengerti apa yang membuatnya begitu khawatir. Goblone begitu berterimakasih karena tidak perlu khawatir ada goblin yang akan menyerangnya.
“Sekarang masuk dan jadilah monster kuat.”
Goblone yang sudah tidak tahan lagi dengan kondisi tubuhnya pun dengan patuh memasuki kamar dan segera beristirahat. Sedangkan di luar banyak goblin yang mulai berkerumun untuk melakukan balas dendam.
Tetapi seperti yang Arang janjikan, rumah itu dijaga ketat oleh pasukan Goblin dan Archer. Menghadapi para Goblin yang mengamuk, Arang maju seorang diri menghadang.
“Siapapun yang datang melewati jarak sepuluh meter dari rumah ini, akan dibunuh tanpa terkecuali.” ucap Arang.
Namun tampaknya tidak ada satupun goblin yang mendengarkan. Mereka trus berjalan tidak peduli dengan perkataan goblin asing yang belum pernah dilihat sebelumnya di koloni mereka.
Hasilnya puluhan goblin segera mendapatkan serangan anak panah dari para Archer yang bersembunyi di atas pohon maupun sudut gelap bangunan sekitar.
Arang menghadapi beberapa goblin secara langsung, namun pertarungan itu begitu cepat hingga author sulit menggambarkannya.
Para Goblin tewas hanya dengan satu serangan. Arang memenggal kepala setiap goblin yang ia bunuh untuk ditancapkan pada tombak di depan rumah pemimpin koloni.
Itu adalah sebuah peringatan.
Melihat semua Goblin yang hendak melakukan balas dendam dibunuh dalam hitungan detik membuat Goblin lainnya menjadi ketakutan. Mereka sama sekali tidak mengira jika Goblone yang telah mengalahkan pemimpin koloni memiliki pasukan yang begitu kuat.
__ADS_1
***
(Bersambung)