System Play Store

System Play Store
88. Di sini juga!


__ADS_3

Pasukan Goblin dalam jumlah besar bergegas menuju pintu masuk desa. Mereka berpikir ada serangan yang datang karena mendengar suara auman dari Bearsatu.


Tetapi alangkah terkejutnya mereka saat melihat di luar pagar, beruang yang sering membantu para goblin saat ini tengah ditunggangi oleh seorang manusia berjubah kuning.


Tekanan intimidasi yang sangat kuat dapat dirasakan dari manusia itu.


Semua goblin menjadi kebingungan, apakah Bearsatu berhasil ditundukkan oleh manusia?


Jika iya lalu apa yang harus mereka lakukan?.


Sebagian besar prajurit goblin telah mengetahui kekuatan dari Berung mutan, tidak mungkin mereka bisa menang melawan monster itu beserta manusia yang lebih kuat di punggungnya.


Yang bisa menang melawan manusia kuning dan Bearsatu mungkin hanya Ratu mereka. Tetapi saat ini sang Ratu sedang melatih pasukannya di bawah gunung.


‘Apakah ini adalah penyerangan yang direncanakan?.’ para Goblin berpikir manusia kuning sengaja menyerang desa saat Ratu mereka sedang tidak ada.


‘Jika itu benar maka seseorang harus memberitahu sang Ratu, sementara itu kami harus bisa menahannya sampai Ratu kembali.’


Seakan pikiran para Goblin saling berhubungan, mereka tahu apa yang harus dilakukan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


Berbagai rencana dipikirkan di kepala mereka, hingga semua pasukan Goblin siap untuk mempertahankan desa dari serang manusia kuning.


Perhatian manusia kuning teralihkan pada goblin yang hendak kabur dengan Hoverboard. Menyadari kepergian pembawa pesan telah diketahui oleh musuh, membuat pasukan Goblin bersiap untuk memulai bentrokan.


Mereka berpikir manusia kuning pasti tidak akan membiarkan pembawa pesan memberitahu Ratu goblin tentang serangan di desa. Dia pasti akan melakukan segala cara untuk menghentikan pembawa pesan itu.


Tetapi manusia kuning justru diam, serangan yang para Goblin antisipasi tidak kunjung datang.


“Entah kenapa aku merasa suasana di sini agak tegang.” kata manusia kuning sambil membuka tudungnya, memperlihatkan seorang gadis manusia yang begitu cantik menatap mereka dengan kebingungan.


Kecantikan manusia itu begitu menyihir sehingga membuat banyak pasukan Goblin terpesona, akibatnya pertahanan mereka menjadi mengendur. Tetapi mereka segera kembali pada kewaspadaan ketika suara yang begitu keras terdengar dari dalam desa.


“Menyingkir! Kalian tidak sopan pada seorang utusan!.”

__ADS_1


Semua goblin yang memblokir pintu masuk desa segera membuka jalan untuk seorang goblin yang terlihat sudah begitu tua.


‘Sepertinya goblin itu memiliki pengaruh di desa ini. Apa mungkin dia ayah dari sang Ratu?.’ aku berusaha menebak identitas dari goblin tua tersebut.


Goblin tua menatapku kemudian beralih menatap Bearsatu dan Sergio. Setelah itu suara ‘Humu’ keluar ketika goblin tua mengelus janggutnya yang berwarna putih. Dia terlihat seperti seorang bijak. Aku bahkan tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan.


“Sudah sangat lama kami tidak mendapat tamu dari reruntuhan, selain para malaikat yang begitu dermawan.”


Reruntuhan?.


Aku yakin yang dia maksud adalah reruntuhan pabrik yang kini sudah dirubah menjadi balai desa. Jika dia bahkan tidak tahu keadaan desa saat ini maka sudah dipastikan goblin tua tidak pernah mengunjungi desa selama beberapa bulan terakhir.


“Kedatangan saya kemari hanya untuk menyampaikan pesan dari arang untuk Ratu Goblone.”


Semua goblin terkejut setelah mendengar perkataanku. Mereka akhirnya sadar jika kedatanganku bukan untuk melakukan penyerangan melainkan hanya sebagai pengantar pesan.


Menyadari kesalahan itu semua goblin penjaga segera berlutut di depanku. Entah karena ingin meminta maaf atau mereka sedang menunjukkan rasa hormat saat mengetahui aku membawa pesa dari Arang.


Tidak tahu yang mana, terapi yang jelas mereka menatapku dengan cara sama seperti para penduduk desa.


Kemudian goblin tua itu memberitahu jika saat ini Ratu Goblone sedang tidak ada ditempat.


“Kapan dia akan kembali?.” tanyaku.


“Sayangnya Ratu sering menghabiskan waktu tiga hari hingga satu Minggu lamanya saat melatih pasukan.”


Goblin tua terlihat dilema saat menjawab pertanyaan ku sembari menunduk begitu dalam. Dia terlihat begitu ketakutan ketika berhadapan dengan ku.


Apa goblin tua berpikir aku akan marah karena Ratu yang ingin aku temui tidak ada?.


“Sangat disayangkan karena aku datang kesini untuk memberikan undangan dari Arang.”


Kekhawatiran semua goblin semakin jelas terlihat, itu sudah cukup memberitahuku jika mereka memang sangat takut padaku.

__ADS_1


Keadaan ini membuatku bertanya-tanya bagaimana bisa mereka mengetahui jika aku adalah Penjaga gunung, apa seseorang dari desa yang memberitahu mereka?.


‘Mungkin itu adalah goblin Assassin yang bertugas melindungi desa ini.’


Tidak ingin melihat para Goblin terus ketakutan, aku mengatakan pada mereka jika goblin bukanlah makanan kesukaanku, tetapi itu justru membuat mereka semakin ketakutan.


‘Apa ada yang salah?.’


Aku sadar jika kata-kata yang aku gunakan justru membuat keadaan semakin rumit. Sekarang mereka mungkin berpikir jika aku pernah memakan goblin.


Tidak ingin membuat para Goblin semakin ketakutan, aku memutuskan untuk meninggalkan desa goblin. Dari informasi yang diberikan goblin tua, tempat latihan Ragu goblin dan pasukannya berada di dekat desa pengungsi. Aku pun berniat menemuinya sendiri.


Tetapi saat aku hendak pergi tiba-tiba goblin tua menghentikan aku hanya untuk memberikan sebuah kotak kayu.


“Ini adalah hadiah permintaan maaf kami karena memperlakukan anda dengan sangat tidak sopan.”


Awalnya aku ingin menolak hadiah yang aku dapat dari membuat orang lain ketakutan, karena hal ini tidak ada bedanya dari pemerasan.


Tetapi aku tidak memiliki pilihan karena jika menolak hadiah dari Goblin tua maka akan membuat para Goblin lainnya berpikir jika aku belum memaafkan mereka.


‘Mungkin mereka akan ketakutan terus menerus dan gelisah akan datangnya murka dariku.’


Tidak ingin masalah yang terjadi akibat kesalahpahaman ini tumbuh menjadi lebih besar, aku pun menerima hadiah dari Goblin tua.


Seekor cacing yang begitu panjang Keluar dari telapak tanganku, mengambil kotak hadiah lalu masuk kembali ke dalam tangan. Semua goblin terkejut saat melihat tanganku mengeluarkan seekor cacing. Tanpa memperdulikan keributan mereka, aku membuka kotak dari Goblin tua.


Mataku terbuka lebar saat menemukan beberapa berlian di dalam kotak itu. Melihat berlian mengkilap bercahaya tepat di depanku membuatku merasakan lapar yang tidak tertahankan.


Dalam ingatanku terekam jelas bagaimana rasa dari berlian, itu seperti permen dari surga. Aku mengaggap berlian merupakan makanan terbaik yang pernah aku makan. Tanpa sadar aku meneteskan air liur karena tidak tahan untuk menikmati berlian-berlian itu.


Satu berlian dimasukkan kedalam mulutku, begitu batu mulia itu menyentuh lidahku seketika tubuhku rasanya lumer.


“Eunakk!.” seakan tidak peduli dengan tatapan Semua goblin, aku mengekpresikan kebahagiaanku dengan tanpa beban.

__ADS_1


Setiap goblin heran melihatku memakan berlian, namun tidak demikian dengan goblin tua yang semakin yakin jika sosok gadis manusia di atas Bearsatu adalah Penjaga Gunung yang muncul tiga bulan lalu.


Setelah mengucapkan terima kasih, aku segera meninggalkan desa goblin, lantaran semua penduduk desa itu mulai memujaku dengan menyanyikan lagu-lagu aneh.


__ADS_2