System Play Store

System Play Store
114. Tawaran Pekerjaan


__ADS_3

Dari kota pasukan sekte Gogo Gread tengah melakukan pawai menuju gunung Diraksa, mereka menanggapi laporan dari Tania yang meminta tambahan bantuan lantaran kejadian tidak terduga telah terjadi.



Namun ada keanehan lantaran jumlah pasukan yang dikerahkan dianggap terlalu banyak seakan mereka ingin melakukan pertarungan besar.



Banyak orang berpikir sekte Gogo Gread berencana mengambil alih gunung didekat kota, hal itu tentu membuat beberapa sekte besar merasa cemas karena takut sekte itu mengklaim seluruh gunung tanpa bisa dicegah.



Tetapi mengingat kejadian tiga bulan lalu ketika penjaga gunung menampakkan dirinya, membuat banyak orang yakin jika sekte Gogo Gread tidak akan bisa menguasai gunung itu.



“Apakah penjaga gunung menang sangat mengerikan hingga banyak orang berpikir tidak ada pahlawan maupun orang terpilih yang bisa menundukkan gunung itu?.” tanya seorang pria yang mengenakan jubah biru tua.



“Heng, mereka hanya melebih-lebihkan saja. Aku yakin jika penjaga gunung yang mereka lihat saat itu hanyalah ular Titanoboa berukuran raksasa. Aku bisa mengalahkannya dengan mudah.” balas pria berbadan kekar dengan sebuah palu besar di punggungnya.



Keduanya berjalan ditengah keramaian pasar, mendengarkan percakapan para pedagang dan penjual. Hingga keduanya memutuskan untuk mampir ke kedai teh untuk melanjutkan perbincangan.



“Kalau begitu kau juga akan mengirim pasukan ke gunung?.”



“Tentu saja, kau pikir aku akan membiarkan tanah tak bertuan itu jatuh begitu saja ditangan pria rakus seperti dia?. Saat ini adalah masa perkembangan sekte, kita membutuhkan banyak dana untuk melatih prajurit baru.”



Di dorong oleh keuntungan yang besar, semua orang berkuasa berniat mengerahkan pasukan mereka untuk memperebutkan gunung yang sampai saat ini masih belum sepenuhnya dijelajahi.



Hingga tiga bulan lalu masyarakat masih percaya dengan keberadaan sosok penjaga gunung yang membuat mereka takut mendekati wilayah tersebut, namun setelah datangnya para pendatang membuat ketakutan itu perlahan memudar.



Bagaikan sebuah kotak harta Karun yang tidak terkunci, banyak orang berbondong-bondong menuju gunung dengan harapan mendapatkan kekayaan dari area yang belum di eksplorasi.



Namun tidak ada seorangpun yang menduga jika pasukan sekte Gogo Gread ke gunung bukankah bertujuan untuk mengklaim wilayah. Melainkan sebagai respon terhadap panggilan darurat dari salah satu prajurit terbaik mereka.



\*\*\*



Aku menguap saat merasakan kantuk. Entah sudah berapa lama aku tidak merasakan begitu nyaman saat duduk diatas sofa yang sangat empuk.



“Tempat yang sangat nyaman, rasanya aku ingin mengambil semua yang ada di tempat ini dan membawanya ke desa ku.” ucapku ngelantur.



Tapi sepertinya perkataan yang aku lontarkan hanya untuk sebuah candaan, ditanggapi dengan serius oleh seorang wanita yang mendengarnya. Wanita berkacamata itu sekarang menatapku dengan penuh kecurigaan.


__ADS_1


‘Mungkin hanya perasaanku saja karena sejak kita bertemu pun dia menatapku seperti itu.’



Saat ini aku berada di dalam ruangan Direktur pabrik kayu, yang tentu saja direktur yang dimaksud sedang tidak ada ditempat karena saat ini dia berada di penjara bawah Tanah bunker.



Sebagai seorang sekertaris dan satu-satunya manusia dengan kecerdasan tinggi, wanita bernama Tania kini menjadi pemimpin untuk sementara waktu menggantikan direktur Sebelumnya.



Sebagai tamu aku disuguhi teh dan berbagai makanan ringan. Mereka benar-benar pandai memberikan jamuan, semua makanan ringan yang mereka tawarkan terasa enak.



"Ini adalah alasan yang bagus untuk tidak membunuh kalian semua." Ucapku sembari menatap sekeping kue kering dengan taburan kismis.



Setelah menghabiskan kue yang disediakan, aku beralih menikmati secangkir teh hangat. Tania menawarkan tambahan kue tetapi aku menolaknya karena sudah waktunya untuk berbicara tentang bisnis.



“Aku akan berkata jujur dengan mu, jika aku tidak suka dengan bisnis yang saat ini kalian jalankan.” kataku blak-blakan.



“Aku bisa melihatnya.” dia terlihat tenang meskipun aku sadar melihat getaran pada permukaan teh yang dia minum menandakan jika wanita ini sedang tertekan.



“Kalau begitu kau harus menutup pabrik ini.”




“Kenapa?.”



“Karena aku hanya karyawan, bukan kuasa ku menutup tempat ini.”



Aku tersenyum mendengar jawaban wanita itu, membuat si sekertaris merasa kebingungan. Matanya mulai kembali menunjukkan ketakutan seakan baru saja melakukan sebuah kesalahan fatal.



‘Apakah dia akan membunuhku setelah tahu jika aku bukan pemilik perusahaan ini?.’ mungkin butuh yang dipikirkan Tania saat ini.



Suara gemericik dari peralatan cangkir teh mulai terdengar semakin keras ketika getaran tangan Tania semakin kuat. Kepanikan yang selama ini dia sembunyikan tidak bisa lagi dia bendung.



{Tidak apa, aku tidak akan membunuh mu} ucapku langsung dalam pikirannya menggunakan sihir telepati yang aku pelajari dari Arang.



“Eh!.” Tania terkejut mendengar suara di kepalanya, namun secara mengejutkan kepanikan yang dua rasakan tiba-tiba lenyap, dia kembali tenang seperti saat aku pertama kali bertemu dengannya.



“Suka atau tidak, tempat ini tetap akan ditutup...” aku berhenti berbicara untuk berpikir, “..... tidak, bagaimana jika aku menggunakan tempat ini untuk membuka usaha.” aku bergumam sendiri, Tania hanya menatapku dengan curiga.

__ADS_1



Aku teringat kembali akan janjiku pada arang untuk membelikannya semua keahlian dari play store yang totalnya mencapai 4 juta koin emas. Saat ini aku sedang menabung yang sebagian besar pendapatanku berasal dari pertentangan.



Ribuan cacing Little Ware Wurm aku kerahkan untuk menambang material berharga di dalam perut gunung. Seluruh emas yang didapatkan dicetak menjadi koin emas.



Dalam satu hari setidaknya aku bisa mendapatkan 20.000 koin emas, sedangkan material lainnya aku simpan karena menjualnya di toko play store terlalu merugikan.



Arang juga memberikan saran yang mengatakan akan lebih baik untuk menggunakan material tambang sebagai bahan pembuatan item sihir maupun senjata, karena harga jualnya lebih mahal dibandingkan menjual material yang belum diolah.



“Itu dia,” aku bangkit dengan semangat 45. Hingga membuat Tania terkejut sampai-sampai dia menyemburkan teh dari mulutnya.



Wajah Tania menjadi pucat lantaran teh yang dia semburkan mengenai bajuku, dia takut itu membuatnya marah lalu dibunuh, tetapi aku sama sekali tidak peduli.



“Dengarkan, aku akan mengambil tempat ini dan menjadikannya sebagai toko...”



Ding!.



\[Anda belum menggunakan tiket roda keberuntungan harian\]



“The Hell!.” aku marah karena lantaran tiba-tiba sistem memberikan informasi yang sebelumnya sudah aku dengar, dan di saat yang sangat tidak tepat.



Tania terlihat kebingungan dengan perkataanku, dia tentu saja tidak bisa mendengar notifikasi sistem, sehingga mengira aku adalah seorang dengan gangguan kejiwaan yang sering berhalusinasi dan berbicara sendirian.



‘Toko Neraka? kira-kira apa yang akan dia jual?.’



Aku menawarkan pekerjaan pada Tania yang terlihat pintar dan sepertinya pandai mengurus keuangan. Namun wanita itu dengan cepat menolak karena masih memiliki kontak kerja dengan perusahaan genk Karbon.



“Jadi intinya aku hanya perlu melenyapkan pemilik perusahaan ini agar kau menjadi pengangguran bukan?.”



“Aku tidak mengatakan seperti itu, tapi yah cara itu mungkin akan berhasil.”



Di tengah pembicaraan keduanya, dari luar terdengar suara deru mobil dalam jumlah besar menuju ke arah pabrik. Menyadari jika bantuan telah datang membuat Tania sangat senang.



Ketika melihat jumlah pasukan sekte Gogo Gread, Tania berpikir dirinya akan diselamatkan dari teror gadis berjubah kuning. Namun disaat bersamaan kepompong yang Aurelia tinggalkan kini bersiap untuk bertranformasi.

__ADS_1


__ADS_2