System Play Store

System Play Store
115. Zombie


__ADS_3

Puluhan mobil berhenti di depan gerbang pabrik yang tertutup. Biasanya ajan ada penjaga di gerbang yang akan membukakan gerbang untuk para tamu, namun kali ini keadaan di pabrik sangat berbeda dari yang mereka perkirakan.



Seorang anggota sekte dengan penampilan seperti sekarang penyihir dengan jubah kecoklatan, turun dari mobil untuk mengecek keadaan. Menggunakan kemampuan seorang Summoner, Penyihir itu memanggil binatang sihir berupa gagak bermata merah.



Terjalin ikatan antara Summoner dan binatang panggilannya, sekarang penglihatan gagal dan di penyihir terhubung, apapun yang dilihat oleh gagak akan bisa dilihat oleh Penyihir.



Dengan kata lain saat ini gagal bermata merah adalah Drona yang dikendalikan oleh penyihir.



Kwaak! Gagak terbang tinggi untuk melihat keadaan sekitar pabrik. Melihat melihat melalui penglihatan gagal dari atas langit, penyihir dibuat terkejut saat menemukan di bagian belakang pabrik terdapat belasan mayat dengan kondisi mengenaskan.



“Ndra, apa yang kau lihat?.” anggota sekte lainnya turun setelah melihat penyihir bertingkah aneh saat melakukan pemantauan.



Pria yang bertanya adalah Yoga, seorang kesatria yang memiliki kedudukan setara dengan Toni, namun sebagian pengikut sekte percaya jika Yoga jauh lebih kuat meskipun usianya lebih muda dari rivalnya.



Sedangkan penyihir yang melakukan pemantauan bernama Endra, salah satu eksekutif sekte Gogo Gread. Keduanya adalah satu tim tingkat atas yang hanya bergerak jika ada masalah besar yang perlu segera di selesaikan.



Saat ini nama baik sekte Gogo Gread sedang dipertaruhkan sehingga tanpa segan mereka segera mengerahkan pasukan terbaik untuk menangani masalah tersebut.



Awal dari semua masalah adalah ketika pemimpin sekte menyombongkan kekuatan sekte Gogo Gread pada pemimpin sekte lainnya pada pertemuan yang diselenggarakan oleh wali kota.



Pemimpin sekte mengatakan jika seluruh wilayah gunung akan menjadi miliknya, tetapi perkataannya itu segera ditertawakan oleh para undangan yang merupakan penduduk kota asli.



Mereka berkata jika menguasai gunung adalah tindakan yang terlalu mengada-ada, warga beranggapan jika tidak mungkin ada yang berani memasuki wilayah itu karena keberadaan penjaga gunung.



Merasa ditertawakan pemimpin sekte pun mengatakan jika sekte Gogo Gread akan menjadi sekte pertama yang menaklukkan gunung Diraksa. Jika itu tidak terjadi maka pemimpin akan membubarkan sekte Gogo Gread.



Semua orang terkejut dengan perkataan pemimpin sekte, terutama anggota dan para eksekutif. Pernyataan pemimpin dianggap terlalu gegabah, namun pemimpin memiliki alasan melakukan itu.



Sebelum pesta dia telah mengirim pasukan Toni untuk menaklukkan gunung Diraksa, dia telah memberkahi prajurit itu sehingga kekuatannya akan meningkat.



Dia berpikir esok nanti akan ada kabar gembira yang dia dengar dari Toni, namun seperti yang sudah diketahui jika misi itu telah berakhir dengan kegagalan. Bukannya kabar baik, yang pemimpin sekte dapatkan justru sinyal permintaan bantuan dari Toni.

__ADS_1



Tidak ingin sekte dibubarkan, pemimpin pun mengerahkan pasukan dalam jumlah besar untuk menaklukan gunung.



Keputusan itu menyebabkan banyak anggota sekte yang tidak suka dengan sikap pemimpin mereka, karena seakan pemimpin hanya melempar tanggung jawab pada anggota dan menyuruh mereka untuk menyelesaikan masalah yang telah dia perbuat.



Namun dengan alasan misi penyelamatan Toni, membuat banyak anggota sekte bersedia untuk menjalankan misi eksplorasi gunung.



Endra menjelaskan jika banyak mayat di bagian belakang pabrik.



“Dari seragam yang dikenakan bisa disimpulkan mereka adalah karyawan pabrik. Melihat kondisi beberapa mayat yang tercerai berai, bisa disimpulkan jika pelakunya adalah monster atau binatang mutasi."



Pria berjubah penyihir itu mencoba menganalisa situasi. Namun Endra mendalami kebingungan lantaran dia tidak menemukan bekas cakaran maupun gigitan binatang buas, tetapi justru hantam dari benda tumpul.



“Mungkinkah pelakunya adalah manusia yang menggunakan senjata atau bahkan pukulan tangan kosong?.” Yoga memberikan pendapatnya.



Tetapi Endra menggelengkan kepala sebagai balasan, “Aku tidak bisa membayangkan orang gila mana yang bisa melakukan hal mengerikan seperti itu.”




“Ya, kita tidak akan mendapatkan apapun jika tetap berdiri di sini.” Yoga menatap jendela lantai dua pabrik di mana dia dapat menemukan sebuah wanita tengah menatapnya dari balik jendela.



“Tidak salah lagi, dia adalah sekertaris Gofar pemilik tempat ini sekaligus pemimpin Genk Karbon.” ucap Endar.



Endar melanjutkan. “Informasi yang aku dengar, wanita itu saat ini sedang disekap oleh pelaku pembantaian.”



“Benarkah?.” Yoga menatap Tania, “Dia tidak terlihat seperti seseorang yang sedang ditahan,”



“Ya, sepertinya pelakunya membiarkan wanita itu bebas karena merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” bala Endar.



“Cih, pelakunya tipe yang mabuk akan kekuatan ternyata.” ucap Yoga sinis, baginya orang yang merasa dirinya lebih kuat dari orang lain begitu mendapatkan kekuatan sihir adalah manusia yang sebenarnya tidak begitu kuat.



“Dia pasti tidak pernah bertemu dengan orang yang lebih kuat darinya. Itu membuatnya sombong dan berpikir tidak ada seorangpun bisa menghentikan tindakan bodoh yang dia lakukan.”

__ADS_1



Yoga berkata demikian karena sudah menghadapi banyak manusia yang mabuk akan kekuatan dari energi sihir. Manusia memang senang saat merasa dirinya lebih baik dari manusia lain. Saat mereka berada di atas secara perlahan sisi kemanusiaan akan lenyap karena mereka berpikir lebih baik dari manusia biasa.



“Biar aku tunjukkan pada pemula itu seperti apa kekuatan sejati!.” Yoga mengambil pedang besar dari dalam mobilnya.



Pedang besar yang seharusnya digunakan dengan dua tangan dia bawa begitu mudah.



Zraak! Dengan satu ayunan pagar besi yang tertutup terbelah, Yoga mengayunkan pedangnya beberapa kali lagi sehingga gerbang itu menjadi potongan-potongan besi.



“Heng.” Yoga mendengus dengan bangga setelah mendemonstrasikan kekuatan yang dia miliki.



Setelah gerbang terbuka rombongan sekte Gogo Gread pun memasuki wilayah pabrik, mereka bermaksud memarkirkan kendaraan di belakang pabrik, mereka justru mendapati keadaan yang mengerikan.



“Apa-apaan!.” Yoga terkejut saat melihat beberapa orang dengan keadaan terluka parah berjalan menghampiri rombongan mereka.



“Apa mereka zombie?.” kata Endar. Saat menatap dengan seksama, Endar menyadari adanya keanehan, “Tunggu, bukankah mereka adalah mayat yang sebelumnya aku lihat melalui penglihatan gagak?.”



“Sungguh? Apa ini artinya orang yang membunuh mereka memiliki keahlian mengendalikan mayat?.” Yoga menatap para zombie dengan senyum sinis.



“Bisa jadi.” balas Endar, dia merasa khawatir dengan kemampuan pembunuh yang bisa mengendalikan mayat hidup. Memikirkan bagaimana kekuatan jahat seperti itu digunakan oleh orang jahat.



“Apa yang perlu dikhawatirkan, mereka hanya mayat hidup yang membusuk.” Yoga berpikir mayat hidup tidak lebih kuat dari Goblin.



Meskipun ada banyak keanehan dengan zombie yang mereka hadapi kali ini dengan zombie biasa, sepertiku tahan akan sinar matahari dan tentakel aneh yang tumbuh di tubuh zombie itu, namun semua itu tidak dipedulikan.



Mereka mengaggap jika keanehan itu hanya pengaruh dari kemampuan menghidupkan mayat milik di pembunuh.



Endar memerintahkan anak buahnya untuk melawan para zombie. Dan seperti yang dikatakan oleh Yoga jika zombie-zombie itu sangat lemah, mayat hidup yang berjalan begitu lembat hanya bisa membiarkan tubuh mereka ditembaki.



Setelah membuat zombie tidak berdaya, Endar pun memerintahkan bawahannya untuk menangkap di pembunuh. Dia berharap bisa menggali informasi tentang kekuatan pengendali mayat yang pembunuh itu milik.


__ADS_1


Namun tanpa mereka sadari zombie yang dianggap telah dikalahkan justru masih bertahan, saat anggota sekte lengan, serangan kejutan dari makhluk Undead itu menyebabkan banyak korban berjatuhan.



__ADS_2