
"Melakukan banyak kejahatan bisa membuat seseorang menjadi Dewa?.” Aku menanggapi informasi dari sistem dengan gelak tawa. Jika itu benar, aku sama sekali tidak mengerti bagaimana konsep yang diterapkan pada dunia baru ini.
Jika konsepnya seperti ini mungkin sudah banyak dewa yang dilahirkan dari orang-orang jahat. Bahkan pemilik pabrik kayu ini aku yakin adalah dewa mengingat bagaimana mereka memperkerjakan anak-anak dengan begitu kejam.
Tetapi sepertinya kasus kejahatan hingga berakhir menjadi dewa hanya berlaku untuk entitas tertentu yang sangat langka sepertiku.
\[Kenaikan menjadi dewa hanya berlaku pada manusia atau entitas yang sudah mengalami kebangkitan (Awakening)\]
“Kebangkitan? Apa itu?.”
\[Awakening adalah proses saat suatu entitas menembus batasnya. Seperti seorang manusia yang akhirnya menjadi lebih kuat layaknya manusia super\]
Jika informasi sistem benar maka tanpa diragukan lagi aku memang sudah menjadi seorang yang terbangkitkan. Maksudku lihat diriku, aku hanya seorang robot dan cacing disaat bersamaan, kekuatanku tentu melebihi manusia biasa.
“Jadi bagaimana aku bisa menjadi Dewa?.”
Kenapa aku bertanya seperti itu?. Tentu saja karena aku ingin tahu cara untuk menjadi Dewa, siap yang tidak ingin menjadi Dewa?.
Ya itu aku.
Sistem play store menjelaskan jika membutuhkan 1.000 poin kejahatan maupun kebaikan agar aku bisa naik dari Yang Terbangun (Awakened) menjadi seorang Yang Melampaui (Transcend), setelah itu membutuhkan 3.000 poin lagi untuk menjadi seorang Yang Naik (Ascending).
Melihat hasil akhirnya, aku berpikir sistem Terlalu berlebihan saat memperingati ku, pasalnya untuk menjadi seorang Dewa harus melalui berbagai tahapan dengan mengumpulkan banyak poin kejahatan maupun kebaikan yang disebut juga karma positif dan karma negatif.
Total poin karma yang diperlukan untuk menjadi dewa yaitu sebesar 100.000 poin baik yang positif maupun negatif. Sedangkan saat ini aku baru memiliki setengah poin yang diperlukan untuk naik peringkat ke Yang Melampaui (Transcend).
“Apa akibatnya jika aku menjadi seorang Transcend?.”
\[Tergantung dengan jalan yang player pilih saat menjadi Transcend. Jika memilih mengumpulkan Karama baik maka player akan mendapatkan berkah ilahi dan disukai oleh makhluk Surgawi (Celestial). Sebaliknya jika memilih mengumpulkan karma jahat maka player akan dikelompokkan sebagai penjahat dan mendapatkan kutukan yang membuat player dipandang dengan negatif oleh masyarakat umum\]
Efek yang dihasilkan bagaikan bumi dan langit, yang satu mendapatkan berkah ilahi dan yang lainnya langsung dicap sebagai penjahat.
Setelah mengetahui bagaimana cara menjadi Dewa, aku pun berniat melakukan berbagai hal baik, bukannya aku ingin menjadi makhluk yang mengalami kenaikan (Transcend), melainkan untuk menyeimbangkan antara karma positif dan karma negatif.
Seluruh kandang aku buka agar binatang yang ditangkap bisa bebas, sedang anak-anak yang terluka aku sembuhkan dengan ramuan dan memberikan makanan pada mereka yang kelaparan.
__ADS_1
Melakukan semua itu membuat karma jahat yang aku miliki turun karena melakukan kebaikan.
“Sekarang hanya tersisa satu tempat lagi yang perlu aku bantu.”
Aku keluar dari pabrik kayu lewat jalan belakang yang mengarah langsung ketempat pembuangan sampah. Setelah berjalan sekitar 20 meter dari pabrik aku menemukan lubang besar.
Bau tidak sedap langsung menyambutku saat semakin dekat dengan lokasi. Aku tidak akan terbiasa dengan bau busuk meskipun sudah sering menciumnya.
“Sungguh mengerikan.” komentarku saat akhirnya menemukan sumber bau tidak sedap yang ternyata adalah lubang galian yang difungsikan sebagai tempat sampah.
Daripada disebut sebagai tempat pembuangan, aku berpikir akan lebih tepat jika tempat ini disebut sebagai kuburan masal lantaran banyaknya mayat yang mereka buang ditempat ini.
Bangkai binatang, tulang, daging busuk, potong tubuh dan mayat manusia semuanya bercampur dengan larva dan cacingan, membuatnya terlihat sangat menjijikkan.
Melihat keadaan di dalam lubang membuatku pesimis jika ada yang bisa selamat meskipun tinggal satu jam ditempat itu. Tetapi pendapatku terbantahkan.
“To...g...” terdengar suara meminta bantuan, dengan cepat tanpa memikirkan rasa jijik yang ku rasakan, Aku segera melompat ke dalam lubang untuk mencari sumber suara.
“Hey, di mana kau? Apa kau mendengar suaraku?.” luasnya lubang dan banyaknya mayat yang menumpuk membuatku kesulitan untuk mencari keberadaan orang yang masih selamat.
“Zombie?.”
Semoga dengan tujuh yang tidak lengkap mencoba menyerang ku, pergerakannya sangat lambat dibandingkan dengan serigala biasa, mungkin itu disebabkan karena zombie serigala kehilangan salah satu kakinya.
Brak! Aku menendang kepala serigala zombie hingga hancur saat monster itu mencoba menggigit kakiku. Tetapi sayangnya serigala zombie bukanlah satu-satunya monster yang akan menggangguku di dalam tempat sampah ini.
Setelah serigala zombie dikalahkan, lebih banyak zombie dengan berbagai bentuk mulai bangun dari tidur mereka.
“Aku pikir ini akan cukup memakan waktu.” aku berencana untuk mengalahkan semua zombie, tapi sepertinya itu bukan ide yang bagus.
\[Saran, player lebih baik segera mencari seseorang yang masih selamat karena para zombie tidak akan habis, monster itu akan terus bangkit karena lubang pembuangan memiliki aura negatif yang begitu kental\]
“Sungguh!.” aku tidak bisa membayangkan apa jadinya jika aku tidak mendengarkan penjelasan sistem. Mungkin aku akan menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk bertarung dengan lawan yang tidak akan habis.
Mengikuti saran sistem, aku menyebar cacing untuk mencari seseorang yang masih hidup sedangkan aku akan menunggu sambil menghabisi zombie sebanyak yang aku bisa.
__ADS_1
Tidak lama kemudian sebuah tangan yang ditarik oleh para cacing Keluar dari tumpukan mayat, aku segera menghabisi seluruh zombie yang sejak tadi mencoba membunuhku, lalu dengan cepat menarik tangan itu sebelum zombie lainnya dihidupkan.
Darah dan cairan lengket melapisi tubuh orang yang aku selamatkan, dia adalah seorang anak lelaki, aku berpikir dia dibuang setelah dianggap tidak berguna.
“To.... long ..” suara lirih meminta pertolongan keluar dari mulutnya, matanya setengah terbuka seakan memaksakan diri untuk tetap terjaga.
Aku menempatkannya pada pangkuanku lalu berkata “Tidak apa, sekarang semuanya baik-baik saja.” aku dapat melihat kelegaan di wajah anak itu setelah mendengar perkataanku, dia pun mulai menutup matanya secara perlahan.
Dia tahu tidak akan bisa bertahan, pada akhirnya dia menyerah dan meninggal diatas pangkuanku.
Aku terdiam menatap mayat di pangkuanku, wajahnya seakan menunjukkan senyuman, aku ingin tahu apa yang dia pikirkan sebelum akhirnya nyawanya dilepaskan.
Zombie yang terbangun semakin banyak, kini mereka mengelilingiku. Beberapa zombie bersikap ganas, mungkin mereka marah karena mengalami nasib yang sangat mengenaskan hingga berakhir di buang ditempat ini.
Ding!.
\[Mendapatkan 50 poin karma positif karena bersimpati terhadap nasib para korban perbudakan\]
Apa ini sebuah lelucon?. Entah kenapa aku merasa kesal saat mendengar suara notifikasi. Apakah karena aku tidak bisa menyelamatkan dia yang meminta bantuanku? Aku tidak tahu, perasaanku tiba-tiba menjadi marah tanpa sebab.
Ding!
\[Player sedang terpengaruh oleh kemarahan para Undead\]
“Terpengaruh?.”
Saat melihat sekitar aku mendapati para zombie hanya diam melihat ke arahku. Mereka tahu tidak ada kesempatan untuk menang melawanku, meskipun seluruh mayat di dalam tempat sampah ini dihidupkan hasilnya tidak akan berubah.
Kekalahan yang akan mereka dapatkan saat mencoba membunuhku hanya akan menambah penderitaan yang sudah mereka rasakan.
Namun sebagai yang telah mati dengan cara terburuk, membuat para zombie menjadi pendendam yang tidak akan bisa berdamai dengan mereka yang hidup.
“Hidup terkadang tidak adil, tidak akan ada yang bisa terbiasa dengan itu.”
Worm o War dalam jumlah banyak aku tetaskan ditempat itu, mereka semua akan menjadi benang yang akan menyelimuti seluruh zombie layaknya kepompong.
__ADS_1
Saat kepompong terbuka, makhluk mengagumkan akan terlahir ke dunia.