
Pagi harinya semua warga berkumpul di tengah desa untuk mendengarkan pengumuman tentang pemberian nama pada desa tempat mereka tinggal, sekaligus memberikan nama pada gunung tempat dimana desa berada.
Banyak yang merasa pemberian nama pada desa maupun gunung bukankah sesuatu yang begitu penting. Tetapi pemikiran seperti itu salah besar, banyak hal yang akan berubah setelah sesuatu mendapatkan namanya, terutama untuk mempermudah penggambaran sebuah tempat.
Diraksa dipilih oleh Arang sebagai nama gunung, sedangkan Wesiabang adalah nama desa yang diberikan oleh Aurelia.
Diraksa yang bermakna Dijaga menggambarkan jika gunung ini dijaga oleh penjaga gunung, Arang memberikan nama ini karena tidak memiliki ide lain. Meskipun Aurelia sempat tidak menyetujuinya karena tidak ingin lebih banyak orang menjadi pemujanya.
Sedangkan Aurelia menggunakan nama Wesiabang untuk desa karena sebelumnya desa mereka adalah sebuah pabrik pengolahan besi. Wesiabang sendiri bermakna besi merah mengibaratkan lelehan besi yang identik dengan pabrik baja.
Sorak-sorai dari penduduk desa bergema di seluruh desa, Gadis naga sangat senang dengan nama pemberian Master Builder yakni ‘Regalia’ namun arang juga menambahkan ‘Maharani’ sebagai nama belakang.
\*\*\*
Puluhan balon udara yang mengangkut penduduk desa, turun dari Desa Wesiabang menuju desa Buangan. Setelah keadaan dianggap telah aman para pengungsi kembali ke desa mereka.
Melihat Regalia ikut dalam perjalanan, Aurelia pun ikut membawanya. Arang berpendapat jika gadis naga ingin bermain dengan anak-anak sebayanya. Meskipun sebenarnya Regalia berusia kurang dari dua hari tetapi dia terlihat seperti gadis kecil berusia antara 7-8 tahun.
Sesampainya di desa Buangan, semua penduduk segera memperbaiki rumah besar dibantu oleh para Builder. “Jadilah gadis baik dan dapatkan banyak teman.” pesanku pada Regalia yang dibalas dengan senyuman mengemaskan dan anggukan kecil.
Aurelia menatap gadis itu menghampiri anak-anak yang sedang bermain. Dia pikir tidak akan ada masalah berarti karena Regalia memiliki kemampuan komunikasi yang sangat baik, bahkan Aurelia merasa kemampuan komunikasi Regalia lebih baik darinya.
“Aku bukan seorang introvert.” Aurelia menyakinkan dirinya sendiri.
Melihat sekitar Aurelia dapat melihat banyak pasukan yang ditugaskan untuk mengawasi Regalia, sebagian besar pasukan itu adalah goblin Assassin yang memiliki kemampuan bersembunyi.
Meskipun menjaga keamanannya penting, tetapi yang terpenting adalah membuat Regalia tidak merasa terganggu dengan pengawasan yang mencoba melindunginya.
“Baiklah, sudah saatnya.” mengalihkan pandangan, Aurelia menatap bagian bawah gunung di mana sebuah kota berada. “Hari baru petualangan baru.” ucapnya.
Jarak kota dengan gunung sejauh 50 kilometer, namun penglihatan Aurelia bisa dengan jelas melihat kota tersebut dari tempatnya saat ini. Dengan alasan mencari Dirga, Aurelia berniat turun untuk pergi ke kota. Tetapi sebelum perjalanan itu dimulai, ada satu tempat yang ingin dia datangi.
Hutan pemakan daging.
Ketika Aurelia memasuki hutan untuk mengambil herbal, dia mendapati adanya keanehan dari monster yang berada di hutan ini. Mereka tidak bersikap agresif pada dirinya, tetapi justru bersikap begitu ramah.
“Sebenarnya apa yang terjadi?.” Aurelia kebingungan saat kedatangannya disambut oleh para kuncup mawar yang sebelumnya sangat ganas.
Ding!.
__ADS_1
\[Setiap monster tanaman mengaggap player sebagai Dewa kesuburan karena telah meninggalkan cacing ditempat ini\]
Aurelia merasa Dejavu setelah mendengar penjelasan dari Sistem.
“Oh, bagus. Lebih banyak monster aneh mengaggap aku sebagai Dewa.” ucap Aurelia dengan nada yang tidak menyenangkan. Perasaannya selalu tidak nyaman saat mengetahui jika ada orang-orang aneh yang menganggapnya sebagai dewa.
Ding!. Arang mendapatkan notifikasi lainnya.
\[Salah satu Cacing telah mengalami mutasi\]
“Apa?.” Arang tidak pernah mendapatkan notifikasi seperti ini sebelumnya, dia tidak tahu jika cacing yang diproduksi dari kemampuan Avatar cacing Worm o War bisa mengalami mutasi.
Aurelia segera memanggil cacing yang telah bermutasi. Awalnya dia berpikir jika cacing akan datang dari dalam tanah, tetapi dugaannya keliru, cacing itu justru turun dari dahan pohon lalu segera melompat ke atas kepalanya.
“Apa yang terjadi padamu?.” tanya Aurelia setelah melihat rupa cacing yang sangat berbeda akibat mutasi.
Cacing yang awalnya adalah makhluk kecil menggeliat terlihat menjijikkan, kini telah berubah menjadi akar tanaman berduri, sedangkan bagian wajahnya berubah seperti penjepit berduri tajam. Dan yang terakhir ukurannya semakin besar menjadi sepuluh kali dibandingkan dengan ukuran cacing normal.
“Apa yang kau makan hingga menjadi seperti ini?.” Tanyaku penasaran. Namun cacing di tanganku terlihat murung seakan merasa menyesal.
Cacing kembali merasa senang setelah mendengar perkataanku. Binatang kecil itu kemudian masuk kedalam kulit lenganku, bersatu dengan koloni yang berada di dalam tubuhku.
Ding!.
\[Avatar cacing Wormplant telah terbuka\]
___________________________________________
\[Wormplant\]
Ras: Tanaman
Level: 1
Keterangan: Cacing yang bermutasi akibat terlalui lama menjadi parasit monster tanaman. Memiliki kemampuan untuk menghasilkan pupuk terbaik dari kotorannya.
Keahlian: (Compose)
__ADS_1
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
Hanya ada satu kemampuan yang membuatnya sebagai Avatar tingkat dasar sama seperti Big Mouth worm dan Worm Runner.
Melihat satu-satunya kemampuan yang dimiliki oleh Wormplant yakni pembuat kompos, membuat Aurelia berpikir jika cacing jenis ini akan sangat berguna untuk pertanian.
“Hasil dari panen sebelumnya telah dihabiskan untuk membuat hidangan pesta. Kali ini aku ingin melakukan pemanenan yang bisa menghasilkan uang.”
Semenjak mendapatkan game Bertani di Bulan, Aurelia belum mendapatkan sepeserpun uang dari pertanian miliknya. Dia berharap dapat merasakan manisnya penghasilan dari bertani di panen selanjutnya.
Untuk memastikan hasil panen menjadi lebih baik, Aurelia menetaskan ribuan cacing tanaman yang akan berkerja memberikan pupuk pada semua ladang miliknya.
Setelah mengerahkan ribuan cacing tanaman, Aurelia kembali menjadi pemanen herbal yang menjadi alasannya datang ke hutan pemakan daging.
Tetapi ditengah pemanenan, Aurelia teringat dengan keterangan Wormplant yang menyebutkan jika terjadinya mutasi diakibatkan cacing terlalu lama menjadi parasit monster tanaman.
“Kira-kira apa yang terjadi jika cacing menjadi parasit tanaman herbal?.” merasa penasaran, Aurelia akhirnya membiarkan beberapa jenis herbal untuk tetap tumbuh, lalu menempelkan cacing pada masing-masing tanaman herbal.
Dia berharap cacing-cacing parasit itu mengalami mutasi seperti Wormplant.
\*\*\*
Pabrik pengolahan kayu.
Tania duduk di kursi manajer yang seharusnya tidak ditempati oleh sekertaris seperti dirinya. Namun wanita berpenampilan rapi yang memperkuat citranya sebagai wanita kantoran, seakan tidak peduli jika seseorang melihatnya duduk di kursi Gofar.
Asap mengepul dari mulutnya, dia terlihat begitu tenang. Sedangkan tatapan Tania tertuju pada jendela yang mengarah langsung ke arah gunung. Dia mengaggap penandaan di depannya sangat indah sekaligus menakutkan.
Sudah lebih dari dua belas jam Tania kehilangan kontak dengan pasukan ekplorasi yang membawa Gofar. Dia berpikir mungkin terjadi masalah dengan alat komunikasi, misalnya masalah pada sinyal.
'Tetapi bukankah dua belas jam adalah waktu yang terlalu lama?.' Pikir Tania.
Wanita kantoran itu mulai berpikir jika bos dan timnya pasti mendapatkan masalah di dalam hutan. Meskipun sulit dipercaya jika akan ada masalah yang bisa menahan mereka karena salah satu prajurit terbaik sekte Gogo Gread juga ikut dalam ekspedisi
Tetapi untuk berjaga-jaga, Tania akhirnya melaporkan keadaan saat ini ke sekte Gogo Gread, dia berharap pasukan yang dipimpin oleh Toni memberikan laporan pada sekte mereka.
Namun hasilnya nihil, sekte Gogo Gread juga tidak mendapatkan kabar apapun sejak dua belas jam terakhir.
Di tengah kebingungannya, Tania sempat melihat sosok kuning berjalan ditengah tanggul pohon bekas penebangan. Sosok itu berjalan menuju pabrik tempatnya berada.
__ADS_1