
Keadaan kota awalnya tenang seakan tidak akan ada masalah yang terjadi di hari itu. Namun saat sore hari keadaan yang begitu damai tiba-tiba kembali menjadi penuh kekacauan ketika banyak warga yang melihat datangnya kabut hitam dari atas gunung.
Ketakutan warga terhadap awan bukan karena mereka menderita sindrom Nephopobhia, melainkan karena kesadaran mereka jika awan yang mereka lihat bukanlah sekumpulan uap air tetapi gerombolan serangga berukuran raksasa dengan jumlah yang tak terhitung.
Jika sekawan monster sebanyak itu menuju ke kota maka bisa menimbulkan bencana besar melebihi yang sudah terjadi sebelumnya. Takut akan bencana yang lebih besar dari hujan meteor dan kemunculan monster membuat para warga berniat untuk meninggalkan kota.
Namun sangat disayangkan mereka terlambat untuk meninggalkan kota lantaran matahari telah terbenam. dikarenakan ketika malam hari para monster akan lebih banyak bermunculan membuat keadaan menjadi sangat tidak aman. Setiap warga yang terjebak di dalam kota hanya bisa berharap agar sekumpulan serangga yang mereka lihat sebelumnya tidak menyerang kota hari ini.
Tetapi tidak lama kemudian suara Auman yang begitu keras terdengar dari arah gunung. Mereka yang memiliki keberanian segera mencari tahu sumber suara, terapi alangkah terkejutnya semua orang ketika melihat dari kejauhan terlihat sesuatu yang begitu panjang naik ke atas langit.
Apa itu sebuah tiang, seekor ular raksasa atau bahkan Naga, tidak ada yang tahu dengan pasti sosok apa itu. Yang jelas ketakutan semua orang semakin menjadi-jadi ketika makhluk itu menampakkan dirinya.
Semuanya jatuh dalam kebingungan, rasa takut yang timbul dalam jiwa, pertanyaan tak terjawab di dalam pikiran semuanya campur aduk hingga berubah menjadi kegilaan yang mematikan. Semuanya seakan percuma, seolah tidak akan ada masa depan untuk mereka.
Di tengah keputusasaan warga kota, angin tiba-tiba berubah arah, bertiup kencang menuju gunung, makhluk itu menghisap semuanya. Jutaan serangga yang memenuhi langit, pepohonan hingga bebatuan semuanya masuk kedalam mulut besar makhluk itu.
Atap rumah berterbangan hingga merobohkan beberapa gedung tinggi. Keadaan yang begitu mencekam bertahan selama sepuluh menit, tetapi kerusakan yang ditimbulkan sangatlah besar.
Meskipun demikian bukan hanya musibah yang dihasilkan oleh monster itu, saat angin berhenti bergejolak semua orang sadar jika jutaan serangga yang terbang di atas langit pegunungan telah menghilang.
Setelah kejadian itu banyak orang yang meyakini jika monster panjang yang sebelumnya mereka lihat di area gunung hanyalah monster biasa yang sedang mencari mangsa, namun tidak sedikit pula yang beranggapan jika sosok tersebut merupakan penjaga gunung.
***
“Lia apa yang kau lakukan dengan ponselmu?. kau sudah menatap alat itu selama berjam-jam.” Rani bertanya dengan heran.
Aku hanya menggelengkan kepala sambil terus memainkan ponsel, “Hanya melakukan daily misi pada game yang aku mainkan.” jawabku.
“Misi harian, tapi kenapa kau butuh waktu lama untuk menyelesaikan itu? Berapa banyak permainan yang kau mainkan?.” dia terus saja bertanya membuatku agak kehilangan fokus.
“Hanya satu.”
Jawaban singkat yang aku berikan justru membuat Rani semakin penasaran. “Whaaaat, bagaimana bisa misi harian bisa begitu lama untuk diselesaikan?.”
Rani mendekatkan posisi duduknya padaku untuk melihat permainan yang sedang aku mainkan.
“Bukankah itu Kisah Kesatria?. Aku pernah memainkannya, tetapi yang aku ingat Daily misi di game itu tidak begitu sulit untuk diselesaikan, mungkin hanya butuh 10 menit jika tidak ada penyerbuan bos.”
__ADS_1
Rani menatapku seperti seorang kakak yang mencurigai adiknya telah menyembunyikan sesuatu.
“Jelas kau sangat memahami sistem permainan ini.” aku yang masih fokus pada permainan hanya menanggapinya dengan singkat.
“Tentu saja, aku sudah memainkan game itu sejak tahun pertama perilisannya, loh.” ucap Rani dengan bangga. Aku merasakan sedikit kesombongan dari perkataannya.
“Iya deh sepuh. Aku sih cuma player newbie, tolong ajarin dong, puh sepuh.” balas ku dengan candaan.
“Heh! Aku sudah tidak memainkan game itu begitu lama, seharusnya player yang mengerti update terbaru sepertimu lebih tahu banyak bukan?.” Rani mulai merendah sampai ke inti bumi, seperti seorang sepuh sejati.
Meskipun memang game yang aku mainkan memiliki misi harian yang bisa diselesaikan kurang dari sepuluh menit. Tetapi yang membuatku begitu lama memainkannya tidak lain karena jumlah akun yang aku miliki.
“Li... Lima! Kau punya lima akun!.” Rani begitu terkejut setelah mengetahui alasanku begitu lama menyelesaikan misi harian.
“Kenapa kau membuat akun sebanyak itu? Apa kau berniat menjadi pengepul?.”
“Bukan begitu, aku hanya penasaran dengan karakter terbaru yang tidak bisa aku dapatkan di akun utama.”
Seperti game gacha pada umumnya, permainan ini sering menghadirkan karakter baru yang hanya bisa didapatkan dari memutar roda keberuntungan. Sering kali aku tidak memiliki jumlah koin yang cukup untuk melakukan putaran sehingga tidak memiliki pilihan lain selain membuat akun baru.
“Tapi jujur kau sangat luar biasa karena setiap akun yang kau miliki memiliki item langka dan pahlawan edisi terbatas. Aku yakin jika semua akun milikmu akan dihargai sangat mahal nantinya.”
“Aku juga berpikir seperti itu. Seandainya nanti aku tidak memainkan game ini lagi, maka aku akan menjualnya.”
Aku mengaggap seluruh akun game yang ku mainkan ada sebuah investasi, meskipun aku tidak yakin apakah masih banyak orang yang memainkan game ini.
Setelah menyelesaikan semua tugas harian, aku berencana melakukan putaran roda keberuntungan dengan harapan mendapatkan pahlawan terbaru.
Namun aku tidak berharap banyak dari keberuntunganku, karena sebelumnya sudah melakukan putaran sebanyak belasan kali akibatnya seluruh koni milikku hampir habis, tetapi setelah kehilangan begitu banyak yang aku dapatkan tidak sesuai ekspektasi.
“Jika ini juga gagal yang bisa aku lakukan hanya membelinya dengan kupon.”
Jariku menekan tombol spin langsung 10× yang kemudian memutar roda keberuntungan. Perasaanku dipenuhi oleh rasa cemas, Rani masih di sampingku juga terlihat penasaran dengan apa yang akan aku dapatkan.
Hingga akhir...
“Uwaaaa itu muncul, stempel itu...” Rani begitu gembira melihat sebuah tanda yang menunjukkan jika salah satu dari 10 putaran akan memberikanku hadis terbaik.
__ADS_1
Tetapi aku sendiri tidak begitu antusias dikarenakan sudah berulang kali mendapati keadaan yang sama, namun apa yang aku dapatkan seringkali meleset dari target ku.
10 kotak hadiah yang aku dapatkan berisi 5 hadiah tingkat langka dan 4 hadiah tingkat unik yang merupakan hadiah sampah. Hanya satu hadiah yang bisa dikatakan layak yaitu hadiah tingkat legendaris.
Box putih dengan siluet pelangi terbuka memancarkan cahaya terang hingga membuat layar ponselku hanya menampilkan cahaya putih, berikutnya diperlihatkan lima siluet di dalam kegelapan.
Melihat salah satu siluet adalah pahlawan yang aku inginkan membuat harapanku tumbuh semakin besar.
Sorot lampu bersinar di atas kelima siluet, bergerak bolak balik selama beberapa saat, siluet pahlawan yang mendapat sorotan lampu terakhir adalah apa yang akan aku dapatkan.
Dan pahlawan itu adalah...
{Selamat anda telah mendapatkan Gadis Android Pemalas, Mark 99}
Aku hanya terdiam dengan senyum kaku setelah mendapatkan perawatan yang tidak aku inginkan.
“Oh, kau mendapatkan Mark 99, Pahlawan DPS tipe Range terbaik. Selamat untukmu Andrian!.” Rani yang tidak sadar dengan kekecewaan yang aku alami justru memberikan ucapan selamat.
Tetapi jika dipikir-pikir lagi Mark 99 juga tidak begitu buruk. Saat ini aku tidak bisa melanjutkan misi utama karena lawan yang menghalangiku bertipe kegelapan, jika aku menggunakan Mark 99 yang bertipe cahaya maka menyelesaikan misi utama akan menjadi lebih mudah.
“Terkadang kita tidak akan mendapatkan apa yang kita inginkan, tetapi kita akan selalu mendapatkan apa yang kita butuhkan.”
Tiba-tiba Rani mengatakan sesuatu yang tidak bisa aku pahami. Temanku yang satu ini sepertinya terlalu banyak mendapatkan dokter dari para motivator yang disewa oleh perusahaan tempat kami bekerja.
Apakah dia tidak tahu jika para motivator itu dipekerjakan hanya untuk membuat para karyawan selalu patuh dan tidak mengeluh dengan apapun yang perusahaan lakukan?.
Tidak, Rani pasti menyadari hal itu. Tetapi sifatnya yang berpikir untuk menerima semua masukan bersifat kebaikan, membuat kepalanya dipenuhi oleh delusi.
Aku kembali menatap ponselku, memainkan kembali permainan menggunakan pahlawan Gadis Android Mark 99. Meskipun sebenarnya aku tidak begitu menyukai pahlawan tersebut karena terlalu kuat.
Bahkan karena terlalu kuatnya Mark 99, hampir semua player yang mengikuti turnamen akan membawa pahlawan itu dalam tim mereka.
“Aku ingin tahu bagaimana rasanya terbang dengan mesin jet di kaki dan menembakkan roket launcher yang muncul dari telapak tangan.” pikirku.
Selain kuat, desain Mark 99 juga sangat keren. Pantaslah dia mendapatkan peringkat teratas pada poling pahlawan paling populer.
***
__ADS_1
...Mark 99...