
Boom!
Ledakan terjadi di sebuah area pegunungan. Teriakan pasukan Barbarian dan tebasan pedang bergema ditengah malam.
“Segera bersihkan. Kita akan menyisir area yang lebih tinggi.”
Duduk diatas Great Bear, Arang memberikan perintah pada pasukan goblin untuk membersihkan mayat zombie yang telah mereka buru.
Ratusan zombie tergeletak tidak bergerak, tubuh mereka tercerai berai karena serangan bom dari Wall Breaker, pasukan yang baru saja terbuka.
Area hutan yang berantakan menjadi bukti kekuatan pasukan tengkorak pembawa bom tersebut.
“Bukankah bom ini terlalu kuat?.” Arang menatap bom sebesar bola basket milik salah satu Wall Breaker.
Saat dia berusaha melempar bom itu sendiri, tiba-tiba bom menghilang lalu kembali ke tangan Wall Breaker.
“Tapi kekurangannya hanya Wall Breaker sendiri yang bisa menggunakannya.”
Meskipun tentara baru itu memiliki kekuatan yang dahsyat, tapi kekurangannya Wall Breaker hanya bisa melakukan serangan dalam jarak lima meter, itu membuat Wall Breaker harus lebih dekat dengan sasarannya.
Kesehatan Wall Breaker sendiri sangat tipis, sehingga bisa dengan mudah dikalahkan sebelum para tengkorak itu melempar bom yang mereka bawa.
Namun untungnya bom bukan satu-satunya keunggulan Wall Breaker, kecepatan berlari mereka juga tidak kalah dari para goblin. Itu membuat Wall Breaker begitu lincah di medan perang.
“Dan yang lebih baik dari apapun, tidak ada friendly fire.”
Boom!. Ledakan besar terjadi saat beberapa Wall Breaker melempar bom bersamaan. Sasaran mereka adalah kelompok zombie yang baru saja datang karena tertarik dengan suara ledakan.
Di tengah area ledakan, para Barbarian kembali setelah sebelumnya mereka menghadang pasukan zombie. Meskipun berada dalam area ledakan bom Wall Breaker, tapi mereka seakan tidak mendapatkan luka sedikitpun.
__ADS_1
Dari sini Arang belajar jika serangan dari pasukannya tidak akan bisa melukai sekutu.
Pasukan arang kembali bergerak. Gelapnya malam tidak sedikitpun menganggu pergerakan mereka. Keahlian bawaan Penglihatan Malam dari ras goblin membuat Arang dapat melihat dengan jelas di hutan yang sangat gelap.
Perhatian Arang tertuju pada bagian atas dimana para Archer tengah bertengger di dahan pohon. Mereka tengah mencoba belajar bergerak dari dahan ke dahan seperti yang dilakukan para goblin.
“Teruslah belajar. Kalian akan menjadi Archer hebat jika bisa bergerak cepat di dalam hutan.”
“Aye aye!.”
Para Archer membalas perkataan Arang dengan suara yang khas
Ketika pasukan bergerak semakin naik ke atas, Arang merasakan para monster yang berkeliaran semakin kuat. Bukan lagi zombie yang menyerang, tapi kali ini semut berukuran seekor anjing menyerang bagaikan banjir.
Jumlah semut tidak terkendali, sebagai besar Barbarian tewas digigit puluh semut, Giant bisa bertahan selama sepuluh menit, namun akhirnya para raksasa itu pun tumbang setelah seluruh tubuhnya ditutupi oleh semut.
Serangan dari Wall Breaker menjadi satu-satunya yang berguna. Tapi tidak bisa selalu diandalkan karena jeda serangan yang tergolong lama. Bom Wall Breaker tidak terbatas, tapi butuh dua menit untuk pengisian ulang.
Melihat kerugian yang lebih besar daripada keuntungan yang didapat, Arang pun memilih untuk mundur.
Dalam pertarungan melawan para semut, Arang kehilangan 20 Barbarian, 4 Giant dan 2 Wall Breaker. Para Archer yang bertarung di belakang tidak mendapatkan serangan.
Begitu juga goblin yang sengaja tidak dikerahkan karena Arang taku jika apa yang mereka bawa di dalam kantung para goblin menghilang saat goblin terbunuh.
Semut yang marah karena diserang, terus mengejar Pasukan Arang.
“Cih mereka seperti air comberan yang meluap.”
Ucap Arang begitu melihat jumlah para semut tidak terhitung terus mengejarnya, membuatnya seperti ombak hitam yang mencoba menenggelamkannya.
__ADS_1
“Aaaa... waaaaa!.”
Goblone yang berada di barisan paling belakang hampir saja terkena serangan semut. Dia telah kehabisan nafas hingga tidak kuat berlari lebih jauh, namun Goblone tidak mau mati sehingga dia tidak memiliki pilihan lain selain terus menggerakkan kakinya dengan cepat.
“Tidak ada cara lain. Giant gadang mereka!.”
Arang memberikan perintah pada para Giant yang tersisa untuk menghadang pergerakan para semut. 5 Giant yang tersisa segera berbalik menahan gelombang semut. Tubuh mereka seketika ditutupi oleh ribuan serangga hitam.
Para Giant hanya bisa menahan serangan semut selama dua menit, namun itu cukup untuk pasukan Arang mematikan diri hingga para semut kehilangan jejak.
“Uwaaaa, itu hampir saja. Tidak aku sangka ada sarang semut seperti itu di gunung ini. Akan sangat berbahaya jika mereka terus berkembang biak.”
Berhasil lolos dari para semut. Arang berniat untuk kembali ke pabrik, pasukannya sudah banyak berkurang dia perlu melatih pasukan yang baru.
“Mengajari mereka dari awal?. What a pain in the” a$$.”
Arang merasa jika akan sangat merepotkan melatih pasukan baru untuk belajar teknik yang telah dia ajarkan pada pasukan sebelumnya.
Tetapi Arang dasar ini semua terjadi karena kesalahannya. Jika dia tidak begitu percaya diri melawan para semut dalam jumlah besar sekali, mungkin pasukannya tidak akan mendapatkan korban sebanyak ini.
“Ini adalah pelajaran yang sangat berharga. Jangan pernah ketenagakerjaan alam.”
Arang mendapatkan pelajaran yang sangat berarti hari ini.
“Aku akan datang lagi dengan pasukan yang lebih kuat, ingat itu wahai semut-semut yang beraninya main keroyok!. ”
Tetapi dendamnya pada para semut tidak akan lenyap begitu saja.
\*\*\*
__ADS_1
(Bersambung)