
Gary terdiam saat melihat jasad Soni yang tidak lagi memiliki kepala.
Arang merasa sudah cukup melihat, dia pun berniat untuk kembali ke pabrik karena dia yakin jika Aurelia saat ini sudah terbangun dari tidurnya.
Namun saat dia hendak meninggalkan tempat Itu, beberapa orang tua menghentikannya hanya untuk mengucapkan terimakasih karena telah mengalahkan para anggota Genk Karbon.
“Maafkan perilaku kasar nak Gary. Dia pasti sangat terpukul karena kehilangan kakeknya.” ucap salah satu tetua.
“Tidak apa, aku mengerti apa yang dia rasakan. Karena hal seperti itu juga pernah terjadi padaku.” Arang tersenyum saat mengatakannya, memberitahu jika dia tidak mengambil hati atas sikap Gary.
Melihat beberapa anak dan orang tua memiliki kondisi kelaparan membuat Arang tidak tega untuk meninggalkan mereka begitu saja. Dia pun mulai membakar beberapa daging dari hasil buruan.
Mencium aroma lezat dari daging panggang membuat banyak orang mulai mengelilingi api unggun yang dibuat oleh Arang. Tidak lama kemudian setiap orang mulai mendapatkan makanan.
Kecuali untuk Gary yang sama sekali tidak mendekati api unggun. Seakan pemuda itu tidak merasakan kelaparan .
“Aku menyarankan padamu untuk segera mengubur jasad kakekmu dan yang lainnya.”
“Huh!.”
Kehadiran Arang yang tiba-tiba ada disampingnya, membuat Gary agak terkejut.
“Selain demi menghindari mayat itu kembali hidup menjadi zombie. Juga itu adalah cara untuk menghormati mereka yang telah meninggal.”
Setelah mengatakan itu Arang menaruh daging panggang yang ia bawa di samping Gary, dia tidak peduli apakah pemuda itu akan memakannya atau tidak.
Terakhir sebelum benar-benar pergi, Arang menandai area sekitar dengan menabur bubuk membentuk lingkaran dimana area tengah adalah api unggun.
“Kalian akan aman berada di dalam lingkungan ini sampai pagi tiba.”
Setelah itu Arang benar-benar meninggalkan mereka. Meskipun banyak yang ingin mengikutinya, tetapi Arang melarang mereka melakukan itu.
__ADS_1
Dia khawatir jika ada yang menemukan area pabrik. Arang pun berdalih jika saat ini dirinya tidak memiliki otoritas untuk membawa pengungsi ke tempanya, sehingga perlu melakukan diskusi dengan petinggi.
“Aku perlu memberitahu ini pada pimpinan. Seluruh keputusan ada padanya.” ungkapnya.
Setelah beberapa percakapan singkat, Arang mengetahui tujuan kedatangan kelompok itu dan Genk Karbon adalah sama yakni mencari tahu tentang sesuatu yang dijatuhkan oleh pesawat pagi tadi.
Dia juga mendapatkan sedikit informasi tentang keadaan kota di bawah gunung.
“Memang benar jika ada pesawat yang memberikan suplai pada kami pagi tadi.”
Mendengar jawaban itu membuat semua orang berpikir jika Arang adalah bagian dari sebuah organisasi militer atau tentara bayaran yang kuat. Anggapan itu diperkuat oleh pesawat kargo yang digunakan untuk mengirim bantuan.
Masing banyak yang ingin ditanyakan, namun Arang tidak memiliki waktu untuk meladeni semua pertanyaan setiap orang. Dia harus secepatnya kembali, Aurelia mungkin sedang menunggunya.
\*\*\*
Area pabrik.
Tepat saat dia terbangun, pasukan Arang kembali ke area pabrik, tetapi tanpa pemimpin mereka. Dari laporan Goblone saat ini Arang sedang bersama para manusia.
Mendengar cerita Goblone, membuat Aurelia kembali teringat dengan mimpinya.
“Kota itu berada di bawah kaki gunung. Jangan bilang sarang monster juga sebenarnya ada di gunung ini.”
Digerakkan oleh rasa takut dan kekhawatiran, Aurelia mulai mengupgrade semua Barak dan Camp tentara secara gila-gilaan. Item Speed up dan Resource universal yang selama ini dia simpan untuk keadaan darurat pun digunakan hingga tidak bersisa.
\[Apa anda ingin mengupgrade Town Hall level 5\]
Dari Town Hall 3 langsung naik ke level 5 setelah Aurelia menggunakan semua sumberdaya bahkan energi sihir yang baru dia pulihkan. Akibatnya Aurelia terpaksa kembali tertidur karena kehabisan energi sihir.
Arang yang baru saja kembali merasa kebingungan dengan keadaan pabrik, banyak bangunan yang telah diupgrade sedangkan Aurelia masih tertidur.
__ADS_1
Dia merasa kekhawatiran Aurelia, namun tidak tahu apa yang membuat temannya begitu khawatir.
“Apa dia takut jika para manusia akan membawa masalah?, Tapi...”
Arang melihat jika tidak ada satupun Menara pertahanan yang diupgrade oleh aurelia, yang menandakan temannya tidak takut jika pabrik mendapatkan serangan.
“Hanya fokus mengupgrade pasukan, yang artinya dia ingin menyerang sebuah wilayah.”
Mata Arang melebar,
“Mungkinkah dia ingin menginvasi kota manusia di bawah gunung?.”
Entah bagaimana Arang bisa menarik kesimpulan demikian.
“Muehehe.... ahahaha....”
Arang mulai tertawa membuat Goblone yang melihatnya mulai merasa takut.
Tidak ada yang tahu apa yang ada dipikiran Arang saat ini, namun setelah tawa yang begitu mengerikan memperlihatkan wujud aslinya sebagai Dedemit.
Arang kembali memerintahkan pasukannya untuk bersiap melakukan perburuan malam.
“Dapatkan lebih banyak sumberdaya, kita harus mempersiapkan diri untuk penaklukkan!.”
Sepertinya ada sebuah kesalahan pahaman, namun tidak ada yang bisa dilakukan untuk meluruskannya. Aurelia masih tertidur tidak tahu apa yang sedang direncanakan Arang.
Setelah mencapai Town Hall 4 jumlah pasukan semakin bertambah banyak, ada satu tentara jenis baru, yakin seorang skeleton kecil yang membawa bom.
Melihat kemampuan skeleton kecil itu, Arang berpikir menguasai seluruh gunung bukanlah sesuatu yang mustahil.
\*\*\*
__ADS_1
(Bersambung)