System Play Store

System Play Store
112. Poin Kejahatan


__ADS_3

Tania terkejut tidak kepalang melihat di luar terjadi pembantaian massal terhadap anggota Genk Karbon yang dilakukan oleh sosok misterius berjubah kuning.


“Dari kekuatan yang ditunjukkan sudah bisa dipastikan jika dia adalah seorang yang telah dibangkitkan.” Tania terus mengawasi pergerakan gadis itu dari ruangan pemimpin Genk.


Dari pengamatannya, Tania menarik kesimpulan jika sosok berjubah kuning jelas bukan seorang pahlawan karena tanpa segan melakukan pembantaian meskipun kawannya sudah tidak berdaya.


“Apa dia berasal dari sekte sesat atau semacamnya?” Tania teringat kabar jika ada sekte yang memuja dewa jahat. Sekte itu sangat brutal dimana mereka sangat senang melakukan pembantaian terhadap warga desa pinggiran.


“Apa dia memang anggota sekte seperti itu? Atau ada alasan lainnya?.” Ingatan tentang pasukan yang dibawa oleh bosnya kembali terlintas di benak Tania.


Dia ingat jika Gofar berencana menaklukkan sebuah desa tempat para pengungsi tinggal sebelum menyerang koloni goblin. Tania berpikir mungkin saja sodok berjubah kuning adalah penduduk dari desa yang Gofar serang.


“Mungkinkah setelah membantai pasukan pemimpin Genk, dia berniat menghabisi semua anggota yang tersisa?.”


Semua alasan yang dia pikirkan terdengar masuk akal, meskipun dia ragu alasan terakhir menjadi kenyataan karena di dalam kelompok Gofar terdapat Toni dan pasukan elit dari sekte Gogo Gread.


Alasan kenapa Tania yakin jika pasukan Gofar masih selamat karena alat pendeteksi yang menunjukkan kondisi tubuh semua pasukan, dan sebagian besar menunjukkan tanda kehidupan meski dalam kondisi terluka.


Tania beranggapan jika pertempuran di desa atau koloni goblin berlangsung dengan sangat sengit sehingga menewaskan beberapa prajurit di kelompok Gofar.


Keadaan Gofar dan Toni juga terlihat buruk di monitor, tapi selama mereka masih selamat Tania merasa tidak perlu khawatir.


Masalahnya saat ini Tania sama sekali tidak bisa menghubungi pasukan Gofar. Tetapi sekali lagi Tania tidak mengambil pusing, dia berpikir mungkin saja pasukan Gofar saat ini sedang berada di wilayah dengan sinyal yang buruk.


“Lalu apa yang harus aku lakukan terhadap masalah satu ini?.” Tania menatap sosok misterius yang sedang menjejalkan sesuatu ke dalam mulut Big Jek.


“Apa apaan!.” Tania merasa merinding ngerti saat melihat gumpalan cacing dimasukkan ke dalam mulut Big Jek, melihat itu membuat Tania merasa mual ingin muntah.


Menyadari sosok misterius bergerak menuju pabrik setelah berurusan dengan Big Jek, Tania segera memerintahkan karyawan di dalam pabrik untuk menghadapinya.


Namun dengan cepat para karyawan terbunuh saat menghadapi sosok misterius di lobby. Setelah melihat pembantaian itu, karyawan lainnya yang mulai ketakutan memilih untuk kabur atau bersembunyi.


Melihat keadaan saat ini membuat Tania mulai khawatir, dia yakin cepat atau lambat sosok misterius akan datang menemuinya. Wanita itu sekarang hanya memiliki dua pilihan, menghadapinya atau kabur.


Kabur adalah pilihan paling memungkinkan untuk selamat, karena itu dia mulai mengemas barang-barangnya. Namun dia terdiam mengingat jika kecepatan berlari sosok misterius begitu cepat.


‘Apa aku bisa lari darinya?.’ pikir Tania yang mulai putus asa.

__ADS_1


Wanita itu berpikir mungkin ini adalah akhir darinya, hingga dia mendengar suara yang terdengar langsung di kepalanya.


{Jika kalian tidak nakal, aku pun tidak akan menghukum kalian}


Tania yakin jika suara itu berasal dari sodok berjubah kuning. Mendengar itu Tania akhirnya merasa lega, meskipun seharusnya dia khawatir jika apa yang dia dengar adalah jebakan.


“Jika yang dia inginkan adalah membunuh semua orang di pabrik ini, kami semua sudah menjadi mayat sejak lama. Namun dia tidak melakukannya, entah apa yang dia inginkan tapi aku akan menggunakan ini untuk meminta bantuan.”


Dari pada mencoba untuk kabur, Tania justru mencari bantuan. Dia mengumpat kesal ketika panggilannya pada pemimpin Genk Karbon tidak dijawab, hingga akhir dia memutuskan untuk menghubungi sekte Gogo Gread.


***


{Akal yang dimiliki manusia membedakan mereka dengan binatang. Biasanya akal membuat manusia menjadi lebih baik, tapi terkadang juga membuat mereka lebih buruk}


Aku tidak bisa mendeskripsikan kebingunganku saat memasuki ruangan yang dipenuhi oleh kandang. Berbagai binatang ditahan, bahkan manusia juga ada diantaranya.


Yang membuatku heran kenapa banyak diantara mereka terluka dengan bagian tubuh terpotong. Melihat dari luka tersebut aku bisa menyimpulkan jika itu adalah kesengajaan.


“Apa mereka terluka saat ditangkap?.”


“Hem? Ya aku juga berpikir demikian.”


Aku pikir pabrik ini bukan hanya tempat pengolahan kayu biasa. Melihat dari banyaknya hewan yang ditangkap membuatku berpikir mereka juga menjual monster satwa liar, baik dalam keadaan hidup maupun yang telah diambil kulit dan dagingnya.


Masuk lebih dalam aku menemukan ruangan yang menimpa kulit binatang dan ruang pembekuan dengan berton-ton dagi, aku tidak tahu daging apa didalamnya namun yang pasti jumlahnya sangat besar.


[Ada sebuah tempat pembuangan di belakang, sistem merasakan ada tanda kehidupan yang butuh pertolongan]


“Oh ya? Lalu apa yang harus aku lakukan?.” aku merasa tidak ada kepentingan khusus untuk menyelamatkan seseorang yang butuh pertolongan.


Tetapi... Perasaanku tidak enak jika membiarkan begitu saja seorang yang butuh pertolongan.


[Peringatan!]


Tiba-tiba suara sistem terdengar keras di kepalaku seakan ada sesuatu yang sangat gawat harus segera disampaikan.


[Player telah menumpuk banyak poin kejahatan]

__ADS_1


“Poin kejahatan? Apa maksudmu?.”


[Poin kejahatan (Evil poin) adalah sebuah konsekuensi yang didapatkan saat melihat perbuatan jahat]


Aku terkejut dengan penjelasan sistem, bagaimana mungkin aku mendapatkan poin kejahatan, aku merasa tidak pernah melakukan kejahatan apa pun. Saat aku melakukan komplain, sistem pun menjelaskan semua kejahatan yang telah aku lakukan.


[Kemarin malam melakukan pembantaian terhadap 22 manusia, lalu melakukan penyiksaan terhadap 48 tahanan. Kemudian baru dua puluh menit lalu membantai 24 manusia. Total poin kejahatan yang player milik sekarang berjumlah 512]


Sistem bukan hanya memberitahu semua kejahatan yang aku perbuat secara lisan, dia juga memperlihatkan rinciannya dengan jendela menu yang muncul di depanku.


Melihat semua informasi itu sontak membuatku marah, aku tidak terima dengan beberapa tuduhan yang menurutku bukanlah sebuah kejahatan. Seperti contohnya pembunuhan yang dilakukan pada para manusia di desa Buangan.


[Player mampu mengalahkan pasukan penyerang tanpa adanya korban nyawa. Namun player tidak melakukan itu dan justru melakukan pertempuran berdarah]


“Jadi kau ingin aku mengampuni mereka yang berani menyerang wilayah di dalam berlindung kami?.”


[Sistem menyadari niat player adalah demi keamanan, namun tetap saja pembunuh yang tidak diperlukan adalah sebuah kejahatan]


“Sungguh? Lalu bagaimana dengan mereka yang terbunuh karena bencana di hari hujan meteor. Apakah kematian ratusan juta manusia saat itu adalah sesuatu yang memiliki maksud tertentu sehingga diperlukan?.”


[.....]


Sistem terdiam selama beberapa saat, hingga ia kembali dengan jawaban yang tidak menjelaskan apapun.


[Pertanyaan player diluar kemampuan sistem untuk menjawab]


“Ya, tentu saja.” jawaban yang mudah untuk ditebak. Aku tidak mengungkit masalah tentang pembunuhan lebih jauh, karena saat ini yang lebih penting adalah efek dari poin kejahatan yang sudah aku kumpulkan.


[Anda akan menjadi Dewa jahat]


Hem, apa aku mendengar sesuatu tentang menjadi Dewa?. “Terdengar seperti sebuah masalah yang merepotkan.”


****


Bersambung.


[Jangan lupa kasih like guys]

__ADS_1


__ADS_2