
Senyum Goblone mengembang, dia tahu jika semua pasukan Goblin tidak akan berani menyerang seorang yang mengajukan tantangan duel pada pemimpin koloni.
Menghadapi situasi ini membuat pemimpin koloni menjadi begitu kebingungan. Dia tidak mungkin menghindari duel, tidak ada alasan untuk menghindarinya.
Dia bisa saja menolak duel dengan alasan Goblone bukan dari koloninya, tetapi semua Goblin di koloni tahu sosok goblin pertama yang meninggalkan goa.
“Jadi kau menginginkan kematian yang paling memalukan?.”
Tidak ada pilihan lain, pemimpin koloni pada akhirnya menerima tantangan.
Lautan goblin terbelah menjadi dua bagian saat mereka memberikan jalan bagi pemimpin koloni menuju ke area pertarungan.
Membawa sebuah tombak dimana ujungnya merupakan tanduk hewan sihir di tangannya, pemimpin koloni maju menghadapi Goblone.
Melihat tombak yang pemimpin koloni bawa mengingatkan Goblone saat pertama kali dia keluar dari goa.
Semua Goblin begitu senang saat melihat dunia penuh cahaya yang begitu berbeda dari tempat delap di bawah tanah.
Namun tempat indah itu lebih berbahaya dari goa gelap tempat mereka dilahirkan. Banyak goblin merasa ketakutan lalu kembali ke dalam goa, tetapi untuk para pemberani seperti Goblone, tanpa rasa takut akan tetap tinggal dan bertarung.
Musuh kuat yang pertama Goblone lawan bersama teman-teman adalah seekor kuda Unicorn. Petarung itu begitu menyulitkan untuk para Goblin, kekuatan unicorn begitu luar biasa karena hewan mutasi itu bisa menggunakan sihir. Sedangkan satu-satunya keunggulan yang goblin miliki hanya jumlah.
Puluhan korban berjatuhan di sisi goblin, pertarungan memakan waktu hingga delapan jam lamanya, hingga unicorn itu kehilangan seluruh energi sihir dan stamina, itu adalah kesempatan para Goblin untuk menenangkan petarung.
Goblone pada akhirnya mengakhiri pertarungan dengan Unicorn menggunakan batang kayu yang dia ambil sembarangan. hingga saat ini pemukul itu selalu dia bawa sebagai sengaja.
Kemudian setelah pertarungan, tanduk Unicorn yang menjadi senjata terkuat kuda sihir itu diambil sebagai piala kemenangan, hingga berakhir dijadikan sebagai senjata untuk pemimpin koloni.
“Pada akhirnya tombak itu akan berada di tangan yang seharusnya.” ucap Goblone yang menginginkan tombak unicorn menjadi miliknya.
“Berhentilah bermimpi bocah.” balas pemimpin koloni.
Meskipun pemimpin koloni mengetahui tentang kehebatan Goblone bahkan sebelum menghilang, dia sadar jika dirinya tidak mungkin mampu memenangkan pertarungan melawannya.
Tetapi tombak ditangannya memiliki kekuatan sihir yang begitu kuat, selama tongkat unicorn berada ditangannya tidak ada satupun goblin yang bisa mengalahkannya.
Begitulah yang dia pikirkan hingga.
Wuss...
Braak!
Begitu pertandingan dimulai, Goblone berlari begitu cepat untuk menyerang. Pemimpin koloni sempat beraksi dengan melakukan pertahanan, membuat pemukul kayu Goblone menghantam tombak unicorn.
“Ghaa!.”
__ADS_1
Pemimpin koloni berteriak saat terdorong mundur oleh serangan Goblone. Serangan berikutnya datang, tetapi pemimpin koloni sudah lebih siapa dari sebelumnya.
“Taring angin!.”
Pemimpin koloni mengeluarkan salah satu kemampuan dari tombak unicorn. Serangan tusukan tajam ke udara kosong, jaraknya begitu jauh dari posisi Goblone.
Jika dilihat oleh goblin awam pasti akan dianggap sebagai serangan yang cukup bodoh. Tetapi bagai yang mengetahui bagaimana tombak unicorn bekerja, mereka akan sadar jika serangan tersebut sangat berbahaya.
Goblone segera melompat kesamping seakan menghindari sesuatu yang tidak terlihat, dan benar saja pepohonan di belakang Goblone seketika berlubang seolah tertusuk sebuah tombak.
Taring angin adalah serangan tipe sihir yang mampu melakukan serangan angin tidak terlihat. Goblone ingat dengan benar berapa banyak kawannya yang terbunuh oleh serangan itu saat melawan Unicorn.
“Ahahaha... kau tidak akan bisa menyerang ku dari jarak sejauh itu!.”
Pemimpin koloni tertawa terbahak-bahak saat terus menyerang menggunakan sihir Taring Angin, membuat Goblone tidak bisa mendekatinya.
“Lebih baik kau menyerah dan mati terhormat dasar goblok bodoh!.”
Mendengar perkataan pemimpin koloni, Goblone hanya tersenyum mengejek.
“Siapa yang kau coba bodohi?.” balas Goblone, membuat lidah pemimpin koloni berdecak kesal.
Seluruh serangan sihir dengan mudah dapat Goblone hindari, hingga pemimpin koloni mulai merasakan kelelahan karena energinya terkuras akibat terus menggunakan sihir.
Dengan santainya Goblone berjalan mendekati pemimpin koloni yang terlihat begitu kelelahan dengan nafas terputus-putus.
Tetapi itu hanya sebuah trik. Saat jarak keduanya begitu dekat, pemimpin koloni segera menggunakan sihir lainnya.
“Seribu Jarum Tanduk!.”
Dalam sekejap ribuan tombak muncul dari udara kosong di sekitar Goblone, lalu menyerangnya secara bersamaan. Tempat dimana Goblone sebelumnya berdiri kini dipenuhi oleh tombak yang menusuk bumi.
“Ahahaha.... uhuk uhuk...”
Pemimpin koloni begitu senang melihat area Goblone berada kini tertutupi oleh ribuan tombak. Setiap goblin berpikir jika Goblone sudah pasti akan tewas oleh serangan itu.
“Tidak ada yang lain, hanya aku yang berhak menjadi pemimpin... Ahaha!.”
Dia begitu senang karena kenangannya akan memberikan pelajaran kepada para Goblin lainnya agar mereka tidak pernah memiliki pemikiran untuk melawannya.
Tetapi, apa benar demikian?.
__ADS_1
“Jika serangan seperti itu saja bisa membunuhku, makan selamanya para Goblin tidak akan bisa melihat dunia luar.”
“Apa!.”
Pemimpin koloni begitu terkejut saat mendengar perkataan Goblone.
Saat mereka melihat dari mana suara itu berasal, Goblone terlihat sedang berdiri di ujung tombak tertinggi.
Melihat Goblone masih hidup membuat pemimpin koloni merasa geram, dua hendak menggunakan sihir lagi namun tidak ada yang terjadi.
“Apa kenapa!.” pemimpin koloni menjadi panik karena tidak dapat menggunakan sihirnya lagi.
“Kau sudah kehabisan energi sihir, bodoh!.”
Goblone yang melompat segera mendarat tepat di depan pemimpin koloni. Dia segera merebut tombol Unicorn dari tangannya.
“Tidak, itu milikku.”
Pemimpin koloni berniat mengambil tombaknya, namun Goblone segera melayangkan tendangan ke perut, sehingga membuat pemimpin koloni yang telah kehilangan banyak tenaga seketika tersungkur.
“Seribu Jarum Tanduk!.”
Goblone menggunakan sihir yang sama, ribuan tombak menghujani pemimpin koloni yang terkapar di tanah. Namun tidak seperti Goblone, pemimpin koloni tidak mampu menghindar dari serangan itu.
“Gyaa!.”
Teruskan teriakan terakhir goblin yang telah kehilangan jabatan sebagai seorang pemimpin koloni.
Semua Goblin terdiam saat melihat akhir dari pertarungan. Pemimpin mereka telah kalah, lalu Goblone yang merupakan seorang penantang dengan ini secara resmi menjadi pemimpin yang baru.
Setiap prajurit goblin segera bersujud di di hadapan Goblone, tombak Unicorn di tangannya bersinar seakan menerimanya sebagai tuan yang baru.
“Nah, seakan tersisa acara penyambutan.”
Sebenarnya Goblone ingin sekali mendadak pesta untuk dirinya sendiri karena berhasil mendapatkan posisi pemimpin koloni.
Tetapi mengingat jika saat ini pasukan dari tuannya akan segera datang berkunjung, Goblone pun memilih untuk menunda pesta hingga kedatangan Arang.
\*\*\*
(Bersambung)
__ADS_1