
Pagi harinya, aku ingin segera menunjukkan Bunker yang telah ku buat semalam. Namun muncul notifikasi penyelesaian upgrade Barak yang membuatku berhenti.
“Akhirnya aku bisa melatih Pasukan udara terkuat.”
Aku membayangkan bisa menaiki punggung naga laku terbang di langit. Itu pasti akan sangat menyenangkan. Aku pun segera membuka menu game kelas off Klan untuk melakukan pelatihan pasukan, namun tiba-tiba...
“Naga!.”
"Desa diserang!."
Teriakan dari luar terdengar hingga ke dalam kamarku. Itu pasti para warga yang terkejut melihat kemunculan naga dari dalam barak.
“Perasaan aku baru saja melatih Naga. Sedangkan waktu pelatihan naga adalah 30 menit.”
Meskipun merasa aneh, tetapi aku tidak begitu mempermasalahkannya. Hingga aku melihat sendiri keadaan di luar yang begitu kacau, seluruh unit pasukan bersiap bertempur, sedangkan para warga desa masuk ke dalam Town Hall.
Beberapa penduduk desa terjatuh saat mereka berlari memasuki town hall, keadaan pun menjadi semakin tidak terkendali yang diakibatkan banyak warga berebut untuk masuk ke dalam Town Hall.
“Eehh... bukankah ini terlalu berlebihan?.”
Aku merasa bersalah melihat semua warga yang menjadi begitu ketakutan. Meskipun aku tidak melakukannya dengan sengaja, tapi tetap saja aku merasa bertanggung jawab.
‘Tapi ini aneh, kenapa mereka terlihat begitu ketakutan dengan naga yang jelas-jelas tidak akan menyerang. Apa mungkin naga yang mereka lihat adalah Naga yang berbeda?.’
Groooooar!.
Raungan keras terdengar dari langit, saat melihat asal suara aku pun menemukan jawaban dari semua pertanyaan di kepalaku.
Ular naga panjangnya tidak kepalang, meliuk-liuk di atas langit, terbang dengan tenang menuju kearah desa. Aku berharap monster itu hanya lewat, tetapi harapan itu segera sirna begitu Naga mulai membuka mulutnya.
“Masalah apa yang membuat seekor Naga melakukan serangan pada desa ini?.”
Naga mengumpulkan energi di mulutnya, kemudian setelah energi berkumpul dan membentuk bola, Sang Naga pun menghembuskan nafasnya dengan begitu kuat sehingga melontarkan bola energi di mulutnya.
Kepalaku berdengung begitu keras menandakan bahaya sedang menuju kerah ku. Bahaya yang dimaksud tidak lain adalah bola energi yang dihembuskan oleh Naga.
Jika bola energi menghantam tanah maka desa akan musnah, bahkan gunung pun berpotensi mengalami kerusakan besar akibat ledakan yang begitu besar.
“Tidak! aku tidak akan membiarkan desa ini di hancurkan!.”
Secepat mungkin aku menggunakan Avatar cacing, dengan menggunakan kemampuan [Eating time] seluruh bola energi yang ditembakkan oleh naga aku hisap masuk kedalam mulutku.
Naga melotot menatapku, dia terlihat marah saat melihat desa yang seharusnya lenyap dalam ledakan oleh satu serangannya tapi justru masih bertahan.
Nafas Naga yang merupakan serangan pamungkas dari ras Naga lenyap tidak bersisa, semuanya seperti sebuah lelucon. Jelas saja keadaan itu memancing kemarahan makhluk mitos yang terkenal angkuh dan sangat mudah marah tersebut.
Sementara itu...
__ADS_1
“Ughhh, perutku....”
Tiba-tiba aku merasakan perutku terbakar, rasanya seperti baru selesai makan sambal ekstra pedas.
[Energi yang dimakan tidak bisa sepenuhnya terserap. Disarankan untuk segera melakukan pelepasan]
Dari informasi yang aku dengar dari notifikasi, dapat aku simpulkan jika rasa perih di perutku disebabkan oleh bola energi yang telah aku telah. Kesehatan Avatar cacing mulai berkurang secara perlahan, jika dibiarkan aku akan terbunuh oleh api yang berada di dalam tubuhku.
Tidak ada pilihan lain, aku pun segera melepas Avatar cacing (log out). Tubuh Avatar cacing yang tidak aku kendalikan mulai mengeluarkan asap dari mulut, lalu api mulai keluar dari pori-pori hingga akhir seluruh tubuh cacing yang baru saja berevolusi terbakar habis.
“Lia!.”
Suara Arang terdengar begitu keras, wajahnya menatap Avatar cacing seolah tidak percaya. Aku dapat merasakan kemarahan dan kesedihan dari Arang, apakah dia mengira jika Avatar cacing yang terbakar adalah diriku yang sebenarnya?.
“Hufff, begitu rupanya. kau berhasil membuatku terkejut.” ucap Arang sembari mengusap air mata yang hampir terjatuh.
Sepertinya dia sudah menyadari situsnya.
“Arang! Naga siapa itu, kenapa dia menyerang desa ini?.” aku yang mengawasi seluruh area desa dengan kemampuan edit kelas off Klan, segera melempar pertanyaan pada Arang.
“Lah, mana aku tahu. Ku pikir Naga itu milikmu.” Arang terlihat kebingungan.
“Bagaimana bisa aku memiliki hewan peliharaan seperti itu.” balasku.
“Yah, kali saja kau mendapatkan benda aneh lainnya dari gacha.” Arang memberikan alasan yang sangat masuk akal.
Tapi tidak begitu, hari ini aku belum menggunakan tiket roda keberuntungan. Lalu kalau bukan arang, naga milik siapa ini?.
[Quest harian telah diatur ulang]
“Misi Haria? Di saat seperti ini?.” aku merasa kesal pada sistem yang memberikan misi di saat genting.
Ular Naga yang marah akhirnya bergerak mendekat. Melihat serangan akan datang Arang pun segera mengganti tubuhnya dari Villager menjadi Healer. Menggunakan sayap malaikat itu arang segera terbang untuk menghadapi Naga.
Pertarungan sengit terjadi di langit, arang terus menggunakan sihirnya untuk melawan Naga. Pasukan yang berada di bawah pun tidak tinggal diam, semua orang bekerja sama melawan naga untuk melindungi desa.
Ular naga marah karena makhluk rendahan yang menghuni desa mulai melakukan serangan balik. Mata sang Naga menatap seekor nyamuk yang memancarkan sinar terang terus mencoba mengganggu nya dengan sihir cahaya yang membutakan.
"Makhluk-makhluk menyedihkan itu mencoba melawan untuk bertahan, namun semuanya percuma di depan sang Naga Geni yang agung".
Semua serangan yang diberikan oleh Arang tidak sedikitpun memberikan pengaruh.
Meskipun pasukan Healer memiliki keunggulan dalam kapasitas energi sihir, tetapi karena pada dasarnya pasukan Healer adalah tipe support membuatnya memiliki kelemahan sangat fatal yakni rendahnya daya serang.
Jenis Pasukan yang memiliki serangan kuat adalah Baloon dan Wizard, namun kedua pasukan itu memiliki kekurangan yakni Balon memiliki serangan lambat sedangkan Wizard tidak bisa terbang.
Kedua jenis pasukan itu tidak mungkin bisa digunakan untuk melawan seekor Naga.
__ADS_1
“Apa yang harus aku lakukan?.” Arang tampak putus asa.
Merasa bosan melihat usaha Arang yang tidak memberikannya dampak apapun, Naga Geni akhirnya kembali melakukan serangan. Kali ini dia hanya memutar badannya, tetapi akibat dari tindakan itu menciptakan pusaran angin yang begitu kuat.
Atap-atap rumah warga berterbangan akibat angin topan, bahkan Arang pun tidak bisa mempertahankan diri, dia yang tengah terbang di langit dengan mudah terseret oleh pusaran angin hingga akhirnya terhempas ke tanah.
“Arang!.” aku dengan panik menghampiri tempat Arang terjatuh.
Seluruh tubuhnya terluka, kulitnya tercabik-cabik seolah telah diterkam oleh bintang buss, sepertinya angin yang digunakan oleh Naga bukanlah angin biasa.
Lalu yang lebih parahnya lagi salah satu sayap Healer yang Arang gunakan telah patah, membuatnya tidak dapat terbang lagi.
Gurararara!.
Raungan keras kembali terdengar, seakan Naga itu tengah menertawakan usaha Arang yang sia-sia. Mendengar itu membuatku begitu marah hingga asap mulai keluar dari seluruh tubuhku.
[Apakah sudah waktunya Gear 2?]
“Lia tunggu! Kau tidak akan bisa menang melawan nya!.” Arang segera menghentikan ku saat aku baru saja berniat untuk melakukan lompatan.
“Aku hanya akan mengulur waktu.”
Arang berniat mengatakan sesuatu namun dia segera berhenti setelah melihat wajahku yang begitu tegas.
“Apa rencana mu? Jangan bilang kau ingin kami meninggalkan desa ketika kau sedang bertarung.”
Entah apakah dia khawatir padaku atau hanya karena dia tidak ingin meninggalkan desa ini.
“Itu adalah rencana terakhir.” jawabku tegas.
Tatapanku kembali tertuju ke langit, Naga biru kembali membuka mulutnya lalu mengumpul energi yang akan digabung menjadi bola api. Dia berniat menggunakan serangan Nafas Naga sekali lagi.
“Lima belas menit lagi, pasukan jenis baru akan datang. Aku yakin kau bisa melawan ular sawah itu menggunakan pasukan tersebut.”
Aku mulai melakukan proses ancang-ancang untuk melompat.
“Selama itu aku akan berusaha untuk menahannya.”
Blar!
Lompatan yang begitu kuat hingga terjadi ledakan besar di tempat aku Sebelumnya berada. Tubuhku meluncur dengan kecepatan tinggi menuju Naga. Menggunakan teknik yang diberikan oleh Master Builder, aku pun melakukan serangan pertama.
[Thor Hammer!]
Jdaaar!
Kepalan tangan yang dialiri listrik mengenai dagu Naga dengan begitu kuat, hingga mulut yang terbuka lebar itu tertutup. Akibatnya bola api yang sebelumnya hendak disemburkan ke arah desa justru meledak di dalam mulut Naga.
__ADS_1
***