
Setelah beberapa menit berpikir akhirnya Aurelia memilih untuk membeli Avatar cacing yang menurut nya memilliki kemampuan yang sangat berguna.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
\[Big Mouth Worm\]
Keterangan: Cacing mulut besar memiliki nafsu makan yang lebih besar dari cacing manapun.
Statistik:
Kesehatan: D\+
Serangan: E
Pertahanan: F\+
Stamina: E\+
Agility : E\+
Keahlian:
(1) Hungry insting : Kemampuan untuk merasakan makanan di sekitar.
(2) Big mouth : Mampu memperbesar ukuran mulut hingga sepuluh kali lipat.
(3) Eating Time : Saat staminanya berkurang pergerakannya semakin cepat.
Harga: 5000 gold
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
Meskipun cacing Big mouth tidak secepat cacing sebelumnya, namun keistimewaan cacing ini adalah kemampuannya untuk mencari makanan.
Selama cacing bisa makan maka akan mendapatkan poin pertumbuhan, poin pertumbuhan jika telah mencapai tingkat tertentu bisa membuat cacing berevolusi.
“Perlahan tapi pasti, aku pasti bisa membuat cacing ini menjadi semakin kuat. Hingga bahkan cacing sultan seharga 1 Jeti pun pun akan aku sikat... huahahaha.”
Aurelia mulai tenggelam dalam dunia hayalannya.
Ding!
\[Pembelian dikonfirmasi\]
“Ugh!.”
Aurelia merasakan mulai mengantuk ketika energi sihirnya disedot untuk membayar pembelian cacing. Namun dia masih bisa bertahan karena tidak semua energi sihirnya disedot habis hingga kering.
“Aku beruntung memiliki keahlian Recovery Mana yang membuatku bisa memulihkan energi sihir dalam waktu singkat.”
Selesai membeli cacing baru, Aurelia ingin segera menggunakannya, namun dia melakukan penyesuaian lebih dahulu mengganggu fitur kostumisasi.
“Setidaknya buat agar tidak terlalu menjijikkan.”
Meskipun dia mulai menyukai game Hungry Worm karena bisa berpetualang di dunia sebagai cacing, tapi rasa jijiknya pada hewan invertebrata tersebut.
“Setidaknya mari beri warna pink agar lebih imut.”
\[Author: perasaan warna cacing dari dulu memang pink\]
Cacing Bigmouth diganti warnanya menjadi pink.
__ADS_1
“Yaaa... bukankah ini jauh lebih baik?.”
“Oke, lupakan. Saat berevolusi nanti pasti akan berubah menjadi lebih imut, seperti Axolotl misalnya.”
Setelah selesai melakukan kostumisasi, Aurelia segera menggunakan Avatar. Seperti sebelumnya, penglihatannya kembali menghitam, saat kembali sadar dua sudah berada di dunia para serangga.
“Im Back.”
Kali ini dia berharap petualangannya lancar tanpa adanya gangguan seperti sebelumnya.
\*\*\*
Sudah hampir setengah jam Aurelia menggunakan tubuh cacingnya. Dia terus berkeliaran di bawah rerumputan yang tidak ubahnya seperti hutan baginya.
“Baiklah sekali lagi, ayo tunjukkan dimana keberadaan makanan lezat!.”
Dia mencoba menemukan makanan dengan kemampuan insting kelaparan cacing mulut besar. Ketika digunakan Aurelia dapat merasakan keberadaan beberapa objek sangat menarik perhatian.
“Tidak yang itu, aku sudah tahu jika itu hanyalah kotoran hewan.”
Kemampuan insting kelaparan akan menunjukkan lokasi makanan yang bisa di makan oleh cacing dalam jarak 10 meter dari Aurelia.
Namun masalahnya makan yang ditunjukkan oleh kemampuan itu lebih sering menunjukkan sesuatu yang sama sekali tidak akan bisa Aurelia makan.
Seperti contohnya kotoran hewan, serangga kecil, buah buduk hingga potongan daging zombie.
“Lagi!.”
Aurelia begitu kesal saat melihat ternyata makanan yang dia kejar hanya kotoran binatang lainnya. Kemampuan yang dia miliki untuk mengingat benar-benar buruk sehingga Aurelia terus melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang.
“Aku memang tidak pintar, tapi aku bisa bekerja keras.” karena itulah Aurelia bekerja di pabrik baja.
Ding!
“Ah, tidak!.”
Aurelia kehilangan stamina karena menggunakan keahlian insting kelaparan, tetapi tindakan biru tidak membuatnya menemukan makanan yang bisa dimakan.
Dia menjadi panik mana kala sistem memberitahu jika stamina yang Aurelia miliki telah habis. Gadis itu tidak ingin terbunuh untuk kedua kalinya karena tidak ada uang untuk membeli Avatar cacing baru.
“Apa yang harus aku lakukan!.”
Merasa putus asa, Aurelia terpaksa mencari di dalam Inventory, dia berharap bisa menemukan sesuatu yang bisa di makan.
“Koin emas?, Tidak gigiku tidak begitu kuat.”
Koin Emas disingkirkan, entah kenapa Aurelia memilih memakan mata uang toko game sebagai item pertama yang dia coba
“Kemudian benih tanaman?, Tidak ini terlalu sedikit bahkan tidak bisa menaikkan kesehatanku.”
Semakin banyak waktu terbuang, semakin tipis kesehatan Aurelia yang tersisa. Dia akan segera mati jika bar kesehatannya mencapai angka nol.
Aurelia terus mencoba banyak hal, hingga Resource pun dia buat cemilan. Tetapi semuanya tidak cukup untuk menghentikan rasa kelaparan Aurelia.
“Uwaaaa, apa yang harus aku lakukan sekarang!.”
Dengan panik Aurelia berputar-putar kebingungan. Kecepatannya berlarinya begitu tinggi karena efek dari Avatar cacing yang memiliki kemampuan meningkatkan kecepatan ketika sedang kelaparan.
“Ini tidak bagus, jika seperti ini terus maka semua Resource di dalam Inventory bisa habis.”
Semua yang dia makan hanya cukup untuk menahan agar kesehatannya tidak turun, tanpa cukup untuk membuatnya kenyang.
__ADS_1
Aurelia hampir saja menyerah dan membiarkan Avatar cacingnya mati kelaparan. Hingga dia teringat dengan bahasa makanan yang dia dapatkan dari roda keberuntungan.
\[Terra Dragon Egg\]
Dia merasa ragu jika bongkahan batu besar itu akan bisa dia makan. Tetapi karena tidak ada pilihan lain, Aurelia pun mulai membuka lebar-lebar mulutnya untuk menelan seluruh telur Naga dalam satu suapan
Glup!
Aurelia benar-benar melakukannya, dengan satu kali dia berhasil menelan seluruh telur Naga. Tubuh Avatar cacing yang dia gunakan menjadi begitu gemuk, efek buruk kelaparan pun telah sepenuhnya terhenti.
“Ufff, seperti aku butuh istirahat.”
Seakan telah selesai makan besar, Aurelia merasakan kekenyangan hingga tidak mampu bergerak. Hingga beberapa menit tidak terjadi apapun, pencernaan cacing terus memproses, stamina perlahan terisi hingga penuh.
Kemudian keanehan pun terjadi.
Ding!
\[Memulai pencernaan telur Terra Dragon\]
“Uwaaa!.”
Tiba-tiba Aurelia merasa rasa panas yang luar bisa di perutnya, panas itu mulai menyebar keseluruhan tubuhnya. Dia merasa sedang dipanggang dari dalam.
Semakin lama benjolan dari telur Naga semakin mengecil, namun hawa panas ditubuhnya justru semakin kuat.
Karena tidak tahan lagi Aurelia berniat untuk menghentikan permainannya, tapi dia tidak sisa melakukannya.
\[Tidak dapat keluar permainan ketika evolusi tengah terjadi\]
“Apa, evolusi?.” dia begitu terkejut karena tiba-tiba Avatar cacing yang dia gunakan sedang mengalami evolusi.
“Hanya dengan satu butir telur Naga yang aku makan?.”
Yap penyebab evolusi itu tidak lain adalah telur Naga yang Aurelia makan.
Karena merasa jika dirinya sedang dalam proses menjadi lebih kuat, Aurelia pun menahan diri sebisa mungkin. Dia berharap Avatar cacing yang dia gunakan mendapatkan kekuatan besar setelah evolusi selesai.
Seluruh tubuhnya terasa disobek-sobek, jaringan otot terputus, darah terus mengalir di setiap lubang pada tubuhnya.
Proses evolusi terasa begitu menyakitkan, Aurelia merasa seperti sebuah kepompong yang tengah mengalami proses metamorfosis menjadi kupu-kupu.
Sesuatu mulai keluar dari tubuhnya, dirinya yang baru melepaskan diri dari cangkang yang lama.
Perasaan kesakitan yang dia rasakan selama berjam-jam akhirnya berakhir, dia merasa sesuatu yang sangat luar biasa, seakan baru saja telah dilahirkan kembali.
Ding!
\[Proses Evolusi telah berakhir dengan Sempurna\]
“I'm Back, I'm Alive?.”
Satu jam tersiksa oleh proses evolusi membuat Aurelia seakan telah menghabiskan ribuan tahun dalam siksaan pedih.
Dia pun segera melihat statistik menu untuk melihat perubahan pada Avatar cacing setelah evolusi selesai.
Ghsp!
Dia tersentak kaget melihat hasil evolusi yang begitu mengejutkan sekaligus memuaskan.
\*\*\*
__ADS_1
(Bersambung)