System Play Store

System Play Store
26. Nice Try


__ADS_3

Setelah memastikan semua anggota Genk Karbon dilumpuhkan, Arang mendekati pemuda yang menjadi MVP dari kelompok pertama.


“Kau tidak apa-apa?.” tanya Arang sekedar basa-basi.


Namun...


“Menyingkir, apa kau buta hingga tidak melihat keadaanku saat ini!.” Namun Gary memberikan jawaban yang begitu kasar.


Arang cukup terkejut mendapati jawaban seperti itu dari seseorang yang baru dia selamatkan. Namun Arang dengan cepat memahami perasaan Gary ketika memperhatikan pria itu lebih lama.


Dengan tertatih-tatih Gery berjalan menghampiri para korban di pihaknya, salah satunya adalah Kakeknya sendiri yang terbunuh oleh tembakan Soni tepat di kepala.


‘Terlalu besar kesedihan akibat banyak orang terbunuh. Mungkin sekarang mereka tidak akan berterimakasih padaku karena semua ini .’ pikir Arang.


Sebagai seseorang yang pernah mengalami hal buruk, Arang sedikit memahami perasaan mereka yang baru saja mendapatkan musibah.


Dibandingkan berterimakasih, manusia yang sedang bersedih justru akan menyalahkan pihak penolong.


Mereka akan berpikir ‘Seandainya saja kalian datang lebih awal.’ dan menyalahkan nasib buruknya terjadi akibat tidak ada yang memberikan pertolongan dengan tepat waktu.


Arang tidak akan menyalahkan Gary karena bersikap seperti itu. Dia kemudian meminta pasukannya untuk kembali ke pabrik karena hari sudah mulai gelap, sedangkan Arang sendiri tetap bersama rombongan itu.


“Tolong, siapa saja tolong aku!.”


Soni menjadi satu-satunya anggota Genk Karbon yang masih selamat. Luka pada tangan dan kakinya akibat serangan panah membuat Soni tidak dapat bergerak.


Mendengar teriakan meminta tolong dari Soni membuat emosi Gary akhirnya tidak dapat ditahan. Dengan pemukul tulang di tangannya pemuda itu hendak menuntut balas atas kematian kakeknya.


“Kau sungguh ingin melakukan itu hanya karena dendam?.” tanya Arang.


“Kau pikir ada alasan lebih baik untuk membunuh seseorang selain balas dendam?.” Gary membalas pertanyaan Arang dengan balik bertanya.


Soni mulai tertawa saat melihat Gary mendatanginya dengan membawa tulang besar ditangannya.

__ADS_1


“Ahahahaha... uhuk uhuk...” darah di mulutnya membuat tawa Soni terhenti.


“Apa yang kau tertawa kan?.” kemarahan Gary semakin besar.


“Agh... ahaha... aku tahu apa yang kupikirkan. Tetapi sebaiknya kau tidak melakukannya, pecundang.”


Meskipun tahu jika Gary berniat membunuhnya, tetapi Soni masih bersikap tenang. Entah apa yang membuatnya begitu percaya diri.


“Memang kenapa jika aku melakukannya?.” dengan tatapan yang semakin gelap, Gary bertanya.


“Cih, tatapan seperti apa yang kau tunjukkan padaku, brengsek!. Berani kau menatapku seperti... giyaaa!.”


Tidak tahan dengan semua ucapan tidak berarti yang keluar dari mulut Soni. Dengan pemukul ditangannya, Gary menghancurkan kaki pria itu.


“Katakan, apa yang terjadi jika aku membunuhmu?.” Gary kembali bertanya dengan memaksa.


“Kau mati, kau akan mati bajingan.” umpat Soni.


Brak! Pukulan lainnya menghantam tangan Soni, meremukkan tulang lengan kanannya. Teriakan pria itu pun kembali pecah.


“Kau pikir aku takut dengan ancaman busuk mu itu?.” Gary terus memukuli Soni dengan membabi-buta.


“Fak Fak faaaaak, kau akan membayarnya brengsek. Semua keluargamu akan ku bunuh di depan matamu!.”


Seakan tidak ada rasa takut dalam dirinya, Soni terus memberikan ancamannya. Dia seperti tidak peduli dengan nyawanya sendiri. Semua yang ia katakan justru membuat Gary semakin marah dan menguatkan keinginannya untuk membunuh dirinya.


“Kau sudah melakukannya.” gigi Gary terjatuh, dia menahan ajarannya.


“Hah?.”


“Kau baru saja membunuh keluarga terakhir ku di depan mataku.”


Gary mengangkat tulang besar keatas kepalanya. Melihat itu Soni begitu panik karena sadar jika target pukulan selanjutnya adalah kepalannya.

__ADS_1


Soni tahu jika dirinya akan tewas seketika jika pukulan itu meremukkan kepalannya.


“Jika pecundang ini membunuhku, seluruh anggota Genk Karbon akan mengincar kalian semua. Kalian semua akan mati!.”


Sadar tidak bisa membuat Gary menghentikan aksinya. Soni berusaha membuat semua orang ketakutan, dia berharap mereka yang tidak ingin mati akan menghentikan Gary.


Tetapi meskipun takut dengan Genk Karbon, tidak ada seorangpun yang berani mengganggu Gary saat ini. Kemarahan pria itu justru lebih mereka takuti daripada Genk Karbon.


“Sialan!” sadar jika tidak akan ada yang bergerak menolongnya, membuat Soni mulai panik.


Setelah berulang kali berhasil menghindari kematian, Soni berpikir jika dirinya memiliki armor tidak terlihat yang akan melindunginya dari kematian.


Plot Armor yang dimiliki oleh para karakter utama dalam cerita novel maupun film.


Yap, pria itu berpikir jika dirinya adalah sang karakter utama di dunia ini.


Semenjak dunia berubah karena jatuhnya meteor, keyakinan Soni semakin bertambah kuat. Dia berpikir inilah saatnya dia bersinar, menjalani takdirnya untuk menguasai dunia.


Dia bergabung dengan Genk Karbon untuk memulai dari awal. Namun semuanya justru berakhir seperti ini...


“Apa aku memilih opsi yang salah?.”


Tatapan Soni tertuju pada pemukul tulang yang berayun ke wajahnya.


Lalu dia mulai tersenyum.


“Nice try, dikesempatan berikutnya aku akan masuk ke dalam pengungsian.”


Braak! Seperti tomat tumbuk, kepala Soni hancur berantakan. Tidak ada seorangpun yang tahu apa makna perkataan terakhirnya.


Bersamaan dengan kematian Soni, mata hari telah tenggelam di ufuk barat.


***

__ADS_1


(Bersambung)



__ADS_2