
Jangan lupa biru kan jempolnya dan tinggalkan komentar setelah membaca.
***
Menggunakan kemampuan (Mutation) membuat anak cacing bermutasi menjadi tumbuh lebih besar, mereka berevolusi menjadi Big mouth worm, Runner Worm hingga Little ware wurm.
“Cukup disayangkan karena tidak biasa menetaskan Doom Crawler. Tetapi seharusnya dengan pasukan ini saja sudah cukup untuk menguasai seluruh bagian usus.”
Puluhan ribu cacing dengan berbagai tipe dan ukuran menyerbu pedang terkutuk, semuanya menyerang secara bersamaan ada yang menggunakan gigitan, semburan bisa beracun, bahkan ada yang menggunakan sihir tanah.
Pedang terkutuk yang mulai terdesak mencoba untuk melawan dengan berbagai serangan kuat, setiap tebasan dari pedang itu mengeluarkan cahaya terang seperti sihir yang digunakan Arang saat dia menggunakan tubuh Healer.
Melihat kekuatan dari pedang itu membuatku semakin tertarik untuk mendapatkannya. “Pedang itu pasti akan sangat cocok sebagai hadiah buat Arang.” pikirku.
Lapisan daging yang menutupi pedang mulai terkikis, hingga akhir pedang itu terjatuh meskipun masih ada sisa parasit yang menempel pada pedang.
“Hem, apa yang terjadi?.”
Aku heran saat melihat pedang itu berusaha menyerang pasukan cacing tanpa menggunakan kemampuan terbang dan tebasan cahaya.
[Sepertinya energi sihir yang tersimpan pada pedang ajaib itu telah habis]
“Begitu rupanya.”
Semua serangan sihir cahaya yang sebelumnya membuatku kerepotan semuanya bersumber dari pedang terkutuk, jadi ketika energi sihir pedang itu habis senjata itu pun menjadi pedang biasa.
“Bahkan untuk terbang pun tidak bisa.”
Aku terus menyaksikan parasit mencoba bertahan dengan begitu menyedihkan, hingga salah satu Little ware wurm datang untuk menelannya sekaligus dengan pedang ajaib.
Dengan ini pertarungan berakhir, semua anak cacing menatap kearahku seakan menunggu perintah selanjutnya. Aku sendiri terbang mendekati Wurm kecil yang sebelumnya berhasil mengakhiri pertempuran dengan parasit pedang terkutuk.
Ribuan cacing kecil menyatu membentuk sebuah tangan, Aku menggerakkan tangan itu untuk mengusap kepala Wurm kecil. Mengesampingkan mulutnya yang mengerikan, dia terlihat imut seperti ekor ular yang terpotong.
Anak cacing yang lain bergerak semakin dekat seakan mereka juga ingin mendapatkan usapan di kepala. Namun itu tidak mungkin aku lakukan karena jumlah mereka begitu banyak.
Ini terasa agak aneh saat aku merasa bersalah karena tidak bisa memberikan apa yang para cacing itu mau.
“Ya, mau bagaimana lagi, jika kalian ingin dipuji maka lakukanlah hal baik.”
Para cacing tidak mengerti apa yang aku katakan, hingga aku meminta Wurm kecil memuntahkan pedang yang telah dia telah. Pedang itu telah dibersihkan dari parasit namun menjadi kotor oleh cairan lengket dari perut Wurm kecil.
__ADS_1
“Apa ini emas? Sangat indah.”
Pedang berwarna emas begitu mengkilap dan ketika terkena cahaya akan memantulkan warna pelangi yang sangat mempesona.
[Pedang itu terbuat dari Orichalcum]
Penjelasan dari sistem membuatku sangat terkejut, tanganku bergetar karena tidak percaya jika ini adalah kenyataan.
Sebagai seorang gamer tentu aku tidak asing dengan logam ajaib bernama Orichalcum yang setinggi digunakan sebagai material pembuatan senjata tingkat tinggi.
“Senjata Orichalcum sungguhan! Wahaha, sebuah pedang yang terbuat dari logam fantasi itu nyata.”
Karena terlalu senang membuatku tanpa sadar menelurkan lebih banyak cacing kecil lalu menyatukannya menjadi sebuah tubuh humanoid yang sangat mengerikan.
Menggunakan kemampuan Analisa dari tubuh Terminatrix, aku pun menilai pedang Orichalcum.
___________________________________________
[Master of Sword]
Class : Relic
Rank : Legendaris
Atk + 150 (Dikurangi )
Regen Mana 10% (Dikurangi)
Keahlian: (Terkunci)
___________________________________________
Nama dari pedang ini agak familiar. Ini mengingatkanku pada game yang menceritakan tentang seorang pahlawan elf yang ingin menyelamatkan kerajaannya dan tuan putri cantik dari Raja iblis.
“Sebuah game RPG dengan cerita yang sangat klasik. Jika memang benar ini adalah pedang sama seperti yang pahlawan itu gunakan untuk melawan raja iblis, maka aku bisa membayangkan seberapa kuat pedang ini pada potensi penuhnya.”
Aku mengayunkan pedang tersebut beberapa kali namun tidak menghasilkan tebasan bercahaya seperti yang dilakukan oleh parasit. Meskipun aku mencoba mengalirkan energi sihir tetapi tetap saja tidak berpengaruh.
“Sepertinya karena aku bukan seorang pahlawan.”
Jika penggunanya bukan seorang pahlawan maka pedang tersebut hanya sebuah pedang biasa yang sulit dihancurkan.
__ADS_1
Meskipun demikian efek peningkatan regenerasi energi sihir yang aktif saat digunakan membuatku akan terus membawa pedang itu dibandingkan menyimpannya di dalam penyimpanan dimensi.
Zrat! Aku mengibas pedang dengan kuat sat menunjuk ke atas. Melihat aku melakukan itu membuat semua cacing bersiaga.
“Anak-anakku sekalian, jelajahi tempat ini dan sambil semua yang berharga!.”
Semua cacing segera membubarkan diri setelah mendapatkan perintah dariku. Mereka begitu bersemangat hanya karena ingin mendapatkan usapan di kepala, sedangkan aku merasa puas saat notifikasi terus berbunyi memberitahu jika banyak barang telah masuk kedalam penyimpanan dimensi.
Puluhan ribu cacing kembali menetas, mereka aku tugaskan secara khusus untuk mencari jalan menuju bagian terpenting dalam tubuh Naga yakni jantung.
Beberapa saat kemudian seluruh reruntuhan di dalam usus Naga telah dikosongkan. Tempat yang semula berantakan kini sudah dibersihkan, tulang tengkorak yang berserakan sepenuhnya menghilang, hanya tersisa puing-puing bangunan yang sengaja dibiarkan.
[Area jantung telah ditemukan]
Waktunya sangat tepat. Setelah mengambil seluruh harta Karun di tempat ini aku pun berniat untuk keluar dari dalam perut Naga Geni.
Aku kembali lagi ke area lambung, setelah itu memerintahkan cacing yang menunggu di area jantung untuk menyerang orang penting itu.
Suara auman naga terdengar keras memberitahu padaku betapa sakit yang tengah Naga rasakan saat puluhan ribu cacing menggerogoti jantungnya.
Luka dalam yang diderita Naga membuat darah memenuhi lambung dengan cepat, aku pun terbawa oleh lautan darah keluar dari dalam tubuh Naga Geni.
***
Desa dipenuhi dengan kegembiraan saat ancaman akhirnya bisa ditaklukkan. Meskipun demikian masalah masih belum selesai karena Naga yang telah membuat onar masih hidup.
Kami bisa saja membunuhnya sekarang selagi monster itu kehilangan kesadaran. Tetapi jika kami melakukan itu, ada kemungkinan masalah yang lebih besar akan datang di kemudian hari.
“Jadi apa yang harus kita lakukan padanya?.” tanyaku yang kini telah kembali menggunakan tubuh Terminatrix.
“Dia pasti akan mengamuk begitu bangun.” kata Arang sambil menatap Naga Geni.
Dia pun menyarankan aku untuk membuat sebuah tempat penangkaran di dalam tanah yang akan digunakan untuk mengurung Naga Geni. Aku pun segera membuat tempat penangkaran sesuai dengan keinginan Arang.
Proses pembuatan tidak menunggu waktu lama, hanya butuh sepuluh menit sudah aku berhasil membuat tempat penangkaran yang terhubung dengan bunker.
Setelah itu kami pun memindahkan Naga Geni ke dalam bunker bawah tanah dengan hati-hati. Enam Naga dari Barak dikerahkan untuk mengangkut Naga Geni.
Jika dilihat dari dekat Naga Geni memiliki ukuran yang begitu besar, meskipun begitu aku juga bisa menjadi lebih besar dari Naga Geni saat menggunakan Avatar cacing.
***
__ADS_1