System Play Store

System Play Store
80. Tertelan


__ADS_3

Mohon dukungannya dengan memberikan like, komen dan vote.


***


Tubuhku masih tidak dapat digerakkan, sedangkan di depanku Naga Geni membuka mulutnya dengan begitu lebar, sangat lebar hingga dapat menelan tubuhku dengan begitu mudah.


Melihat situasi saat ini aku dapat melihat dua kemungkinan yang bisa terjadi padaku. Kemungkinan pertama Naga akan memakan ku bulat-bulat, dan kemungkinan kedua adalah Naga akan memanggang tubuhku dengan menyemburkan nafas apinya.


Dari kedua kemungkinan itu dua-duanya tidak akan berdampak baik untukku. Aku berharap Naga memilih untuk membakar ku, karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika monster itu menelanku.


Tetapi apa yang aku harapkan sepertinya tidak akan terkabul.


Hap! Dengan cepat semuanya berubah menjadi begitu gelap begitu mulut mengerikan di depanku tertutup. Udara berubah menjadi begitu panas dan aku merasa sedang meluncur diatas sesuatu yang licin.


Segera aku mengambil sebuah pedang besi yang dibuat menggunakan kemampuan Mining Craft lalu menusukkan pedang itu pada permukaan yang licin sehingga aku berhenti meluncur.


“Sebenarnya aku ada di mana? Tempat ini begitu gelap sampai aku tidak bisa melihat tanganku sendiri.”


Aku terus bertahan pada pegangan pedang yang semakin lama terasa semakin licin. Jika tetap seperti ini aku akan terjatuh l.


[Aktifkan fitur penglihatan malam?]


“Oh, aku tidak tahu ada fitur itu pada tubuh Terminatrix.”


[Ada banyak fitur lain yang tidak ditambahkan pada menu statistik, salah contohnya adalah penglihatan malam dan perbaikan otomatis]


“Sungguh? tapi kenapa?.”


[Karena fitur-fitur tersebut merupakan fitur pasif yang hanya akan aktif jika suatu kondisi telah terpenuhi]


Aku mengangguk kecil setelah memahami penjelasan dari sistem. Aku pun kemudian berpikir keadaan apa yang membuat fitur penglihatan malam tiba-tiba bisa diaktifkan.


“Apa mungkin karena tempat ini begitu gelap?.”


Penglihatanku seketika menjadi begitu cerah saat fitur penglihatan malam diaktifkan. Hal pertama yang aku lihat adalah sebuah dinding berwarna merah, dinding itu terlihat bergerak, atau lebih tepatnya berdenyut.


Dengan satu kali melihat keadaan sekitar sudah dapat ditebak jika aku saat ini berada di dalam tubuh Naga.


“Jadi Naga ini benar-benar memakan ku.”

__ADS_1


Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan di dalam perut Naga, pada akhirnya aku memutuskan untuk mencari jalan keluar.


Cara tercepat adalah melalui jalan yang aku lewati. Sepertinya tempat aku berada saat ini masih di area tenggorokan Naga. Sistem mengatakan aku masih memiliki memungkinkan untuk keluar jika aku berhasil mendaki hingga sampai ke bagian mulut.


Menggunakan dua pedang besi aku mendaki menuju bagian mulut. Darah mengalir dari tempat aku menancapkan pedang saat berusaha mendaki, Seluruh area bergetar setiap kali aku menusukkan pedangku.


“Apa kau merasa tersiksa, huh?.”


Aku dapat membayangkan betapa tersiksanya Naga saat merasakan sesuatu yang tajam menusuk-nusuk tenggorokannya dari dalam.


Keadaan ini mengingatkanku pada kejadian buruk di masa lalu, dimana aku pernah menderita oleh duri ikan yang tersangkut di dalam tenggorokanku. Keadaan itu terasa sangat menyiksaku, hingga aku tidak dapat berbicara seharian.


Tetapi beruntung nenek memiliki solusi ampuh untuk menyingkirkan duri di dalam tenggorokanku. Solusi itu sangat sederhana, aku hanya diberikan sekepal nasi yang harus dimakan secara utuh.


“Dan cara itu sangat efektif.”


Aku mengingat kenangan bersama nenek sambil terus mendaki menuju bagian mulut. Getaran di tenggorokan semakin kuat menandakan jika Naga Geni begitu marah karena rasa sakit yang dia rasakan di dalam tenggorokannya.


“Ahahaha, apa kau menyukainya?.”


Dengan sengaja aku menikam daging naga yang hendak menelanku secara bertubi-tubi hingga darah yang keluar membasahi sekujur tubuhku. Getaran semakin kuat dengan raungan yang begitu keras.


Dari atas jatuh bebatuan berukuran besar yang sengaja ditelan oleh naga untuk menyingkirkan aku dari tenggorokan. Melihat bebatuan tersebut aku dengan panik segera melepas kedua pedang yang masih menancap di dalam daging.


“Sial, apa yang harus aku lakukan?.”


Pintu telah ditutup oleh bongkah batu berukuran besar yang berjatuhan ke arahku. Satu satunya jalan yang bisa aku ambil hanyalah masuk ke dalam perut Naga.


Melewati tenggorokan aku akhirnya sampai di bagian lambung. Aku terperangah begitu memasuki area itu, karena yang pertama aku lihat adalah ruangan luas dipenuhi oleh air berwarna hijau.


[Harap berhati-hati karena asam lambung perut Naga begitu korosif hingga bisa merusak kerangka tubuh Terminatrix]


Mendengar peringatan dari sistem aku segera mengaktifkan kemampuan Hoverboard yang membuatku bisa melayang. Tidak lama kemudian bongkahan batu yang sebelumnya memaksaku untuk turun ke dalam lambung.


Bebatuan itu terjatuh ke kolam asam lambung yang dengan cepat melarutkan bebatuan. Melihat kecepatan pelarutan membuat aku berpikir akan sangat berbahaya jika aku sampai jatuh ke kolam.


Asam lambung mulai naik, aku harus segera keluar dari tempat ini sebelum tubuh Terminatrix mengalami kerusakan.


Tetapi saat aku berusaha naik menuju tenggorokan, tiba-tiba lubang yang menjadi satu-satunya jalan penghubung tertutup oleh daging yang begitu keras hingga pedang besi tidak mampu melukainya.

__ADS_1


Area lambung semakin dipenuhi oleh cairan asam, sementara tidak ada jalan keluar. Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan. Mungkinkah ini akhirnya?


" Akhir dari diriku, tenggelam dalam cairan asam yang berbau begitu busuk. Sungguh lelucon yang buruk."


Masih ada harapan, aku bisa menggunakan game Hungry Worm untuk berubah menjadi hewan parasit yang bisa hidup di dalam tubuh manusia yaitu cacing.


Apakah cacing juga bisa hidup di dalam lautan asam lambung seekor Naga?, Entahlah. Jika pun aku nantinya terbunuh, aku tetap bisa keluar dari permainan.


Itu adalah jalan pintas keluar dari tubuh monster ini. Tetapi apa yang terjadi jika aku bisa bertahan?.


Setelah aku log out pada tubuh Terminatrix, aku segera memasukkan robot itu ke dalam storage agar tidak rusak.


Setelah itu aku segera memainkan game Hungry Worm lalu menggunakan Avatar cacing pertamaku karena yang biasanya masih mengalami cool down setelah terbunuh oleh nafas Naga.


Berhasil melakukan login ke dalam tubuh Avatar cacing, aku segera menjatuhkan diri ke dalam kolam asam dan berharap terbunuh olehnya. Namun yang aku takutkan akhirnya terjadi.


“Seakan keberuntungan ku sudah habis.”


Tubuhku mengambang di tengah kolam asam lambung. Rasanya seperti terbakar dan tubuhku meleleh secara perlahan, namun notifikasi kematian yang aku harapkan tidak kunjung datang.


Ini sangat berbahaya, bagaimana jika aku terus terkurung di dalam lambung ini untuk selamanya?. “Tidak, aku tidak akan sanggup hidup di tempat yang memiliki bau mengerikan seperti ini.”


Aku mencoba melakukan segala cara untuk keluar dari dalam lambung, namun semuanya tidak berhasil. Hingga kesempatan itu datang ketika Telepati dari Arang terhubung ke kepalaku.


Seperti yang diduga Arang begitu khawatir dengan keadaanku. Dia benar-benar teman yang baik. Setelah menjelaskan keadaanku saat ini Arang pun berjanji akan segera mengeluarkan aku.


{Tunggu saja Lia, aku pasti akan mengkuliti dan mengeluarkan seluruh isi perut makhluk bodoh ini untuk menyelamatkan mu}


Perkataan Arang terdengar seperti seorang psikopat hingga membuatku cukup merinding.


Meskipun aku tahu jika Arang dan pasukannya bisa mengalahkan Naga Geni, tetapi aku tidak berdiam diri menunggu disaat mereka bertarung mati-matian untuk menyelamatkan aku.


“Sebuah kesalahan besar bagi siapapun yang dengan sengaja memasukkan sebuah parasit di dalam tubuhnya.”


Dari dalam aku akan membuat Naga ini merasakan penderitaan yang teramat pedih.


***


__ADS_1


__ADS_2