
___________________________________________
[Worm o' War]
Ras: Parasitic Worms
Level: 1
Keterangan: Worm o' War adalah makhluk yang tercipta dari gabungan koloni cacing parasit. Memiliki kemampuan reproduksi lebih cepat, serta dapat menelurkan parasit yang dapat menginfeksi makhluk hidup.
Keahlian:
(Nest) (Spawner) (Parasitic) (Control) (Mutate) (Overseer) (Fly)
___________________________________________
Seperti biasa setelah berevolusi akan anda perubahan yang terjadi, terutama yang paling menonjol dari perubahan tersebut adalah bentuk tubuh.
Jika sebelumnya bentuk Avatar sama seperti cacing pada umumnya, tetapi kini berubah menjadi bola benang yang kusut. Sangat menjijikkan saat aku tahu jika bola yang terbuat dari kumpulan cacing adalah Avatar yang harus aku gerakkan.
“Apakah ada sesuatu yang lebih mengerikan dari ini?.” jika memungkinkan aku lebih baik memilih untuk menyerah.
Tetapi meskipun rasanya tidak tertahankan aku harus berusaha untuk terbiasa menggunakan tubuh Avatar ini agar bisa keluar dari tubuh Naga Geni.
Worm o' War memiliki keahlian pasif yang memungkinkan untuk melayang di udara. Begitu pula dengan anak cacing yang memiliki keahlian sama.
Satu anak cacing keluar dari koloni bola benang, ia bergerak mengambang di lambung yang kini telah kosong. Anak cacing super kecil yang ukurannya kurang lebih satu helai rambut, melayang menuju lubang kecil menuju usus.
Dengan kemampuan Overseer aku dapat mengendalikan cacing kecil itu seperti yang Arang lakukan saat merasuki tubuh bawahannya. Setelah beberapa saat memasuki lubang, cacing akhirnya memasuki area usus.
“A.... apa ini?.”
Aku dikejutkan dengan keadaan usus naga yang begitu berbeda dari lambung. Setelah keluar dari lambung aku dikejutkan dengan pemandangan yang begitu berantakan, banyak bangunan hancur dan benda-benda logam berserakan di tempat ini.
“Tempat ini seperti sebuah reruntuhan. Apa aku benar-benar masih berada di dalam tubuh Naga, atau jangan-jangan tanpa sadar aku sudah keluar?.”
Keadaan tempat itu membuatku kebingungan. Jika dipikir lagi jalan yang biasa aku gunakan untuk keluar dari tubuh Naga antara mulut atau saluran pembuangan.
Karena aku saat ini menuju arah sebaliknya dari mulut maka jalan yang aku tuju adalah saluran pembuangan.
__ADS_1
“Keluar dari tempat seperti itu membuatku harga diriku sebagai seorang wanita telah hancur.” Meskipun sulit di terima tapi aku tidak memiliki pilihan lainnya.
Setelah memastikan area itu aman, aku pun bergerak dengan seluruh tubuh Avatar ku. Seluruh cacing yang bergerombol mulai bergerak secara bersamaan, membuat ku terlihat seperti awan yang dipenuhi rambut putih saat bergerak melayang.
Lubang kecil dengan mudah aku masuki hingga tidak berselang lama seluruh rombongan cacing masuk kedalam area usus.
Jika dugaan ku benar seluruh reruntuhan dan benda di tempat ini adalah sisa makanan yang dikonsumsi Naga Geni. Ketika sedang menyusuri area reruntuhan, perhatianku teralihkan pada pantulan cahaya di balik reruntuhan.
Karena penasaran aku pun berusaha mengambil benda mengkilat tersebut dengan memindahkan seluruh reruntuhan yang menguburnya ke dalam storage.
“Pedang?.”
Aku menemukan sebuah pedang yang tertutupi oleh lapisan daging. Ketika aku mencoba mengambilnya dengan menggunakan sekumpulan cacing, tiba-tiba....
“Huwaaaa!.”
Dari lapisan daging yang menutupi pedang itu tiba-tiba muncul belasan Padang mata yang menatap ke arahku. Pemandangan yang begitu horor tersebut membuat aku sangat terkejut
“Wat th pak is that!?.”
Pedang itu mulai melayang lalu segera terbang kearahku dengan kecepatan tinggi. Menyadari jika ada niat permusuhan dari pedang tersebut, aku pun segera menghindar.
Koloni cacing yang merupakan tubuh Avatar segera menyebar untuk meminimalisir kerusakan yang aku dapatkan.
Cacing kecil lainnya menetas secara otomatis untuk menggantikan cacing yang terbunuh. Sekarang jumlah cacing kecil kembali pada jumlah awalnya yakni 100.000, itu berarti pedang terbang itu harus membunuhku 100.000 kali agar bisa benar-benar membunuhku.
Tetapi kecepatan reproduksi yang aku miliki membuatku mustahil untuk dibunuh. Kecuali jika semua anak cacing terbunuh dengan satu serangan.
Zrat!
Tebasan pedang kembali mengarahkan padaku, namun dengan sengaja aku tidak menghindar dan membiarkan tubuhku terbelah, ratusan cacing kecil terbunuh oleh serangan tersebut.
“Hanya itu?.” ucapku saat menetaskan ratusan cacing kecil untuk menggantikan cacing yang telah mati.
Percobaan yang aku lakukan barusan bertujuan untuk memberi peringatan pada pedang terbang untuk menyerah dikarenakan serangan yang dia berikan tidak akan berpengaruh padaku.
Meskipun begitu pedang terbang masih tetap melakukan serangan seakan benda itu hanya diprogram untuk menyerang apa yang ada didepannya.
Aku yakin tidak ingin terus mendapatkan serangan akhirnya muak dengan pedang terbang.
“Bagaimana aku bisa mengalahkan pedang rusuh itu?.”
__ADS_1
[Player bisa menggunakan anak cacing untuk menyerang pedagang itu]
“Anak cacing, menangnya bisa spa mereka?.”
[Lapisan daging yang menutupi Pedang Terbang sebenarnya adalah parasit yang menggunakan pedang sebagai inang. Jika player bisa melenyapkan daging tersebut maka masalah bisa teratasi]
Aku memperhatikan penjelasan panjang dari sistem dengan seksama, yah pada intinya aku hanya perlu membersihkan daging parasit dari pedang tersebut untuk mengalahkannya.
“Eating time.”
Puluhan ribu anak-anakku menyerang serempak, pedang terbang berusaha melakukan perlawan namun usahanya sia-sia. Dalam waktu singkat seluruh bagian pedang telah tertutupi oleh cacing yang kemudian memakan daging parasit.
Keadaan seakan telah terkendali selama beberapa saat, namun semuanya kembali tidak menentu ketika cahaya mulai bersinar dari celah-celah kering cacing.
Cahaya bersinar semakin terang, hingga akhirnya terjadi sebuah ledakan yang menewaskan sebagian besar cacing ku.
“Apa parasit itu memilih melakukan serangan kamikaze?.” tanyaku penasaran.
[Tidak. Player harap berhati-hati karena parasit sekarang bisa menggunakan kemampuan dari pedang yang dihadirkan sebagai inang]
Berdasarkan dari informasi sistem, aku berasumsi jika pedang yang dijadikan inang dari daging parasit adalah pedang sihir.
“Ini sangat menarik, kira-kira berapa banyak yang bisa aku dapatkan jika menjual pedang itu?.”
[Tidak dapat memberikan penilaian dengan akurat karena pedagang itu saat ini tengah dalam kondisi terkutuk]
Didasarkan karena ingin mendapatkan banyak uang, aku pun berniat secara serius ‘Menyucikan’ pedang sihir dari parasit.
Aku menggunakan taktik seperti sebelumnya yakni dengan mengerahkan pasukan cacing adalah jumlah besar. Strategi ini terbukti ampuh karena pedang tersebut secara perlahan mulai dibersihkan.
Tetapi semakin sedikit parasit dari pedang tersebut membuat kekuatan pedang yang tersegel juga semakin terlepas. Itu membuat kesulitan pembersihan semakin sulit seiring berkurangnya parasit.
Zrat! Tebasan secepat kilat kembali mengenai Avatar yang aku gunakan. Dalam suatu tebasan itu membunuh 2000 anak-anakku.
“Ini berbahaya, aku harus mencari cara lain untuk membersihkan pedang itu selai membuat cacing kecil melakukan serangan yang tidak berarti.”
[Player dapat menetaskan Avatar cacing yang telah player buka].
“Nani?.”
Informasi yang baru aku dengar sungguh mengagetkan untukku. Bagaimana tidak, aku bisa menetaskan berbagai jenis cacing yang sudah aku bukan sebelumnya.
__ADS_1
“Apa itu artinya aku bisa menetaskan Doom Crawler?.”
***