System Play Store

System Play Store
96. Pabrik kayu


__ADS_3


Sebuah pabrik kayu di bawah kaki gunung tengah beroperasi mengolah kayu yang diambil dari gunung tanpa izin. Tetapi penebangan liar bukan satu-satunya tindakan kriminal yang dilakukan ditempat ini.


Para pekerja di pabrik sebagian besar adalah anak-anak dibawah umur dan banyak dari mereka terlihat begitu lemas seakan tidak diberi makan selama beberapa hari.



Mereka juga terlihat begitu kelelahan karena terus bekerja hingga malam hari. Kekerasan sudah menjadi hal biasa ditempat ini, para pengawas tidak dengan memukuli para pekerja yang ketahuan sedang beristirahat.



Bruk! Seorang anak terjatuh saat membawa batang kayu besar di punggungnya. Dia begitu kelelahan setelah bekerja keras selama berjam-jam, seorang pengawas melihatnya kemudian berteriak keras memintanya melakukan pekerjaan.



Namun karena anak itu tidak kunjung bangun, pengawasan itu pun tidak segan melayangkan tendangan berkali hingga mulutnya mengeluarkan darah.



Anak itu ingin berdiri agar tidak lagi mendapatkan siksaan, namun tubuhnya sudah tidak dapat bertahan, hanya untuk menggerakkan jari Saha anak Itu sudah tidak sanggup.



Pada akhirnya penyiksaan itu berakhir setelah pengawas itu lelah menghajarnya.



“Dia sudah rusak.” pengawas itu berkata dengan nada ketus, “Ini sudah yang ke enam kalinya Minggu ini. Aku harus membeli yang baru.”



Pengawas itu sama sekali tidak mengaggap anak-anak yang dia pekerjakan sebagai manusia yang sama sepertinya. Melainkan dua hanya menganggap mereka sebagai alat yang bisa diganti jika sudah rusak.



Anak itu yang masih terkapar diseret kakinya menuju tempat pembuangan, tempat dimana terdapat puluhan jasad anak-anak yang bernasib sana sepertinya.



Di dalam gedung pabrik seorang pria setengah baya melihat semuanya melalui jendela kaca. Sikapnya tidak berbeda jauh dengan para pengawas yang menyiksa para pekerja.



Dia tidak peduli dengan anak-anak yang menderita di depan matanya.



Gofar pemimpin Genk Karbon yang kini menjadi penguasa pabrik kayu di bawah gunung Gede. Merasa bosan dengan apa yang dia lihat di luar, Gofar pun kembali ke meja kerjanya.



“Permintaan dua ribu batang kayu dari sekte Gogo Gread. Ahahaha sungguh ironis.”



Gofar menemukan jika ada banyak permintaan kayu dari berbagai pihak berpengaruh. Ini adalah sebuah kesempatan untuknya memperluas koneksi dengan pihak yang berkuasa.



Gofar percaya jika para pelanggan puas maka masa depannya akan terjamin. Memiliki koneksi dengan para penguasa akan sangat menguntungkan untuk bisnisnya.



“Tempat ini layaknya surga. Semua orang sedang bertarung satu sama lain untuk memperebutkan kekuasaan, tidak ada yang peduli dengan seluruh hutan di gunung ini. Aku bisa dengan bebas mengambil sebanyak yang aku inginkan.”

__ADS_1



Pria itu begitu bahagia karena kehidupannya sebagai ketua gank kecil sekarang berubah drastis. Semuanya berkat bencana tiga bulan lalu yang membuat sistem pemerintahan dunia hancur. Akibatnya kini peraturan hanya ditentukan oleh mereka yang memiliki kekuatan.



Gofar juga memiliki keinginan untuk memperkuat Genk nya. Karena itulah dia bekerja keras untuk mendapatkan banyak pendukung, dan berusaha menghasilkan banyak uang. Karena tanpa uang dia tidak bisa melakukan apapun.



“Aku pikir perlu menambah jumlah budak ...” Gofar tengah memikirkan cara untuk meningkatkan jumlah notifikasi pabriknya.



“Tidak itu ide yang buruk. Harga para budak terus saja nsik semakin mahal, belum lagi masalah makanan yang harus disediakan untuk anak-anak tidak berguna itu.”



Dibandingkan menambah jumlah pekerja, Gofar justru memilih untuk memperkerjakan pekerjanya semakin keras. Dia benar-benar tidak peduli dengan apapun selain mimpinya menjadi seorang penguasa.



Tok tok tok! Suara ketukan terdengar dari balik pintu.



“Siapa itu, dan apa keperluan mu?.”



Gofar tidak mengijinkan orang yang mengetuk pintu untuk masuk, melainkan mengintrogasi nya lebih dahulu. Itu menang kebiasaan pemimpin Genk Karbon yang tidak percaya pada siapapun.



“Bos, ini saya Tania.” suara perempuan terdengar dari balik pintu. Mendengar itu Gofar mempersilahkan Tania untuk masuk.




“Aku tidak memiliki masalah apapun dengan suamiku, jadi hubungan kami baik-baik saja.” wanita itu bersikap dengan sangat tenang seakan sudah mendengar lelucon Gofar ribuan kali.



“Kontak dengan para Hunter di gunung telah terputus, juga tidak ada kabar dari Sarif.”



Wajah Gofar segera berubah menjadi serius setelah mendengar informasi dari sekertaris nya. Dia baru saja teringat dengan sosok yang akan menjadi penghalang baginya menguasai seluruh hutan di gunung ini.



“Para goblin itu....” giginya mengerat menunjukkan kekesalan yang begitu besar.



Gofar telah kehilangan banyak anak buah saat mencoba masuk lebih dalam. Monster area bawah memang kuat namun bisa dikalahkan oleh anggota Genk Karbon, tetapi lain halnya dengan para Goblin.



Goblin tidak mengizinkan siapapun memasuki wilayahnya, perilaku yang sama seperti hewan. Awalnya Ghofar berpikir mengalahkan goblin akan menjadi pekerjaan yang sangat mudah.



Setiap anggota Genk Karbon bahkan sangat senang karena berpikir bisa bermain-main dengan hidup para Goblin.

__ADS_1



Tetapi tidak ada yang mengira jika para Goblin mampu memberikan perlawanan. Pasukan Goblin layaknya prajurit dalam medan perang, pergerakan mereka terkoordinasi dengan sangat baik, memanfaatkan alam untuk melawan Genk Karbon yang unggul dalam jumlah dan perlengkapan.



Beberapa kali pertempuran terjadi, namun semua yang didapatkan oleh Gofar hanyalah kegagalan. Semakin lama jumlah anggota Genk Karbon semakin berkurang membuat keadaan semakin tidak menguntungkan untuknya.



‘Tetapi mereka tetaplah goblin yang bodoh. Hanya dengan kata-kata manis mereka bersedia melakukan gencetan senjata. Dengan uang dan waktu yang aku miliki, aku bisa mendapatkan lebih banyak anggota dan persenjataan yang lebih kuat.’



Gencetan senjata berarti penghentian konflik untuk sementara waktu. Gofar menganggap menyetujui perjanjian seperti itu di saat keadaan dia atas angin adalah tindakan yang sangat bodoh. Jika itu dirinya, Gofar pasti akan melenyapkan semua musuhnya tanpa ampun.



“Jadi Sarif terbunuh, huh?.”



“Kita belum bisa mengkonfirmasi hal itu, tetapi alat pemantau pada tubuhnya semuanya telah dimatikan.”



Setiap anggota penting di Genk Karbon memiliki alat pendeteksi yang berguna sebagai alat pelacak sekaligus alat pemantau kesehatan maupun keadaan mental penggunaannya.



Tania berniat menjelaskan bagaimana keadaan Sarif sebelum dia menghilang. Tetapi telephon miliknya berbunyi, setelah melihat nama pemanggil, Tania segera mengangkatnya.



Gofar sempat merasa tersinggung karena Tania berani mengangkat telepon saat berbicara dengan bosnya, namun Gofar segera memaklumi ketika tahu jika yang menelfon Tania adalah seseorang yang sangat penting.



“Ini sebuah kabar baik. Sepertinya kultus Gogo Gread menyetujui tawaran yang kita berikan, mereka sudah mengirim pasukan terlatih dan akan segera tiba perang nanti.”



Sekertaris itu sangat senang dengan kabar yang dia dapatkan. Sedangkan Gofar langsung berdiri dari tempat duduknya, dia sangat senang karena akhirnya bisa membalaskan dendamnya pada para Goblin.



“Aku akan membuat mereka menderita dengan menjadikan semua goblin sebagai budak.”



Gofar berpikir jika menjadikan ras goblin sebagai budak maka dia akan semakin untung karena tidak perlu membeli budak manusia. Terlebih lagi dia tidak perlu takut dengan orang-orang gila yang menyebut diri sendiri sebagai pahlawan.



“Hem? Apa itu?.”



Dari jendela, Gofar melihat banyak cahaya berterbangan menuju puncak gunung. Karena penasaran Gofar melihatnya melalui teropong dan menemukan jika itu adalah balon udara.



Melihat kejadian itu membuat Gofar panik, dia takut jika ada perusahaan lain yang ingin ikut mengambil kayu dari gunung ini. Sifat rakusnya mendorong Gofar untuk menguasai seluruh gunung untuk dirinya sendiri.


__ADS_1


“Tidak akan aku biarkan orang lain mengambil sedikitpun bagian dari kue yang sudah menjadi milikku.” Dia berniat untuk mengerahkan semua pasukan bantuan dari sekte Gogo Gread malam ini juga.


__ADS_2