
\[Note: kesalahan di chapter sebelumnya. Seharusnya Builder Hall bukan Builder Base\]
\*\*\*
Cukup lama arang meneliti robot T-X, di mulai mencatat sesuai pada kertas yang Aurelia beli di toko game.
Hingga satu jam pun berlalu.
Ding!
\[Town Hall diupgrade ke level 4\]
Notifikasi memberitahukan jika upgrade Town Hall telah selesai. Karena hanya Aurelia yang bisa mendengar suara sistem, dia pun memberitahu Arang tentang itu.
{Sungguh!. Yay, Akhirnya pasukan baru}
Arang terlihat begitu senang karena bisa melatih pasukan jenis baru. Dia seakan tidak sabar dengan pasukan seperti apa yang terbuka di Town Hall 4.
Meskipun Aurelia tahu jenis pasukan seperti apa, tetapi dia tidak akan memberitahu Arang karena tidak ingin merusak kejutan.
Arang kembali meneliti robot T-X, sedangkan Aurelia mulai melakukan upgrade pada Barak, Camp dan Laboratorium. Juga seperti yang diberitahukan oleh sistem sebelumnya jika akan ada bangunan baru yang terbuka.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
\[Builder Hall\]
Keterangan: Tempat tinggal para tukang (kuli).
Efek bangunan:
(1) Mempercepat upgrade bangunan 5%.
(2) Meningkatkan Hit poin seluruh bangunan termasuk menara pertahanan sebesar 10%.
(3) Meningkatkan kecepatan perbaikan seluruh tipe bangunan sebesar 20%.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
Aurelia tercengang dengan efek yang diberikan hanya oleh level satu bangunan Builder Hall. Dan itu masih bisa dinaikkan lebih jauh.
Semakin tinggi level Builder Hall maka semakin cepat waktu upgrade bangunan, namun meningkatkan level bangunan level tinggi pun akan semakin lama.
Jadi tidak terlalu berpengaruh.
Justru yang paling menarik perhatian Aurelia adalah efek peningkatan hit poin pada setiap bangunan. Seperti yang diketahui setiap bangunan memiliki kesehatan.
Jika kesehatan mencapai nol karena mendapatkan serangan maka bangunan itu akan hancur. Dengan efek dari Builder Hall ini membuat kesehatan setiap bangun menjadi lebih tebal.
Setelah melihat kegunaan dari Builder Hall, arang pun tidak ragu untuk membelinya, meskipun harganya membuat kepala arang terasa sakit akibat kehilangan banyak energi sihir.
“Barang berkualitas menang tidak usah ditanyakan harganya.”
Beruntung Arang masih memiliki 7000 energi sihir, dia menggunakan semua untuk ditukarkan menjadi koin emas. Mendapatkan 3000 koin emas setelah menjual 6000 energi sihir, arang akhirnya bisa mendapatkan Builder Base.
Energi sihir yang terkuras membuatnya agak mengantuk, tapi dengan 1000 energi sihir Arang masih bisa bertahan.
“Baiknya aku taruh di Nava yah?.”
Arang mencari tempat untuk membangun Builder Hall. Pada akhirnya dia memutuskan untuk membangunnya di belakang pabrik agar para Builder bisa dengan mudah mengakses semua bangunan.
\[Builder Hall berhasil di bangun\]
__ADS_1
Dimulai dengan sebutan pondok rusak, waktu pembangunan berdurasi 1 jam. Tidak ingin menunggu Aurelia tanpa ragu menggunakan Universal Speed up.
Ding!
\[Builder Hall selesai diperbaiki\]
Setelah selesai diperbolehkan pondok rusak itu terlihat lebih baik dan sepertinya sangat nyaman untuk ditinggali.
“Howaa.”
Seorang pria tua dengan kumis tebal keluar dari dalam Builder Hall. Dia kemudian melakukan peregangan seakan baru saja bangun dari tidur panjang.
Beberapa orang lainnya keluar dengan wajah berseri-seri, senyum di wajah mereka begitu lebar dan tidak akan pernah pudar.
Para Builder segera berangkat menuju bangunan yang sedang diupgrade, mereka mulai melakukan pekerjaan mempercepat waktu peningkatan bangunan.
Sedangkan pria tua yang pertama kali keluar dari Builder Hall setelah selesai melakukan pemanasan, dia kemudian berjalan menuju pabrik.
{Hem?}
Arang menyadari keberadaan pria tua yang memasuki pabrik. Melihat temannya penasaran, Aurelia pun segera memberitahu identitas dari pria tua itu.
“Arang perkenalkan, dia adalah Master Builder, master dari para builder.”
{Master Builder?. Pasukan seperti apa dia?.}
“Dia bukan pasukan.”
Dengan singkat Aurelia menjelaskan tentang tugas seorang Builder di game kelas off Klan versi aslinya, hingga perubahan yang terjadi pada versi System Play Store.
{Meningkatkan kecepatan upgrade!. Woah, mereka benar-benar sangat berguna!}
Master Builder melihat-lihat keadaan pabrik, sesekali dia menggelengkan kepala seakan tidak senang saat melihat kerusakan pada pabrik. Namun terkadang dia menjadi antusias saat melihat tumpukan besi yang dulunya merupakan alat produksi pabrik.
“Uwoooaaah!.”
Mata Master Builder berbinar-binar begitu melihat tubuh robot T-X yang sedang Arang teliti.
{Umm, apa yang sedang dia lakukan?}
“Mungkin sedang melakukan inspeksi. Sistem mengatakan jika pabrik ini bisa dipulihkan oleh para Builder.”
{Memperbaiki reruntuhan ini?, Woah itu keren.}
Master Builder menganggukkan kepalanya, sepertinya dia telah puas melihat tubuh robot T-X. Dia pun mendekati Arang.
“Apa kau bos nya?.” tanya Master Builder.
{Eh... bos? Apa maksudmu kepala desa (Chief)?
“Benar, tapi kau tidak terlihat seperti kepala desa. Apa kau seorang Archer?.”
“Em... aku...”
Arang sulit untuk memberikan jawaban. Dia tidak tahu bagaimana menjelaskan tentang keadaan kepala yang sebenarnya.
“Tidak apa, aku percaya badannya.”
{Kau yakin?}
“Sangat yakin.”
__ADS_1
{Baiklah}
Arang kemudian masuk kebagian dalam pabrik, terdapat sebuah pintu yang terkunci, setelah membukanya terdapat brankas di dalam ruangan tersebut.
Arang melihat pintu keluar untuk memastikan jika tidak ada seorangpun selain Aurelia yang tahu tentang kombinasi kunci untuk membuka brankas.
Begitu brankas dibuka potongan kepala Aurelia terlihat di dalamnya.
Sniiifffff.... Haaaaahhhh
Kepala Aurelia menghirup dalam-dalam udara.
“Setelah sekian lama, udara terasa sangat segar.” ucapnya.
Dia begitu senang saat akhirnya bisa keluar dari dalam berangkas besi. Arang membawa kepala Aurelia untuk ditunjukkan pada Master Builder.
“Uwaaa...”
Master Builder terkejut saat melihat kepala Aurelia masih bisa berbicara meskipun tanpa badan.
“Jadi kau kepala desa nya?.”
“Bukan, tapi aku adalah bosnya.”
“Ahahaha, sebuah lawakan yang cukup bagus untuk sebuah kepala.”
Master Builder pun menjelaskan tentang proyek restorasi pabrik. Arang dan Aurelia terus memperhatikan, hingga percakapan ketiga berlangsung selama berjam-jam.
Bukan hanya rencana restorasi pabrik yang menjadi pembahasan, Arang dan Master Builder terlibat dalam perdebatan serius tentang tubuh robot T-X.
Arang berencana untuk memotong kepala robot T-X yang nantinya akan diganti dengan kepala Aurelia. Tapi Master Builder tidak setuju dengan ide tersebut karena jika kepala T-X di lepas maka salah satu fitur penting yang robot itu miliki akan menghilang.
{Aku akui anda memiliki pengetahuan yang lumayan tentang Robotik}
“Ahahaha, lumayan huh.”
Keduanya berdiskusi sambil meminum kopi. Jika Aurelia dalam keadaan normal pasti dia sudah ikut menikmati kopi bersama keduanya
Tapi sungguh disayangkan karena kondisi tubuhnya saat ini membuatnya tidak akan merasakan nikmatnya makan dan minum lagi.
{Hemm}
Arang menyadari jika Aurelia sedang merasa sedih, wanita itu pun membelai kepala tanpa rambut Aurelia untuk menghiburnya.
“Kami pasti bisa memecahkan masalah ini dan membuatmu bisa kembali menikmati hidup. Aku berjanji padamu.”
Arang begitu serius saat mengatakan janjinya, mendengarnya membuat Aurelia menangis karena terharu.
Master Builder tersenyum ketika melihat kedekatan Aurelia dan Arang. Melihat pantulan dirinya pada kopi hitam, Master Builder mulai merancang sebuah blue print di dalam kepalanya.
Blue print yang akan mengabulkan keinginan Aurelia menjadi seperti manusia lagi.
Ding!
\[Pasukan selesai di latih\]
Sementara itu di luar, dua pasukan tipe baru keluar dari dari barak.
\*\*\*
(Bersambung)
__ADS_1