System Play Store

System Play Store
92. Hutan Raksasa


__ADS_3

Terdapat beragam spesies monster tanaman di bagian yang lebih dalam hutan pemakan daging. Seperti misalnya tanaman di depanku saat ini, tumbuhan karnivora yang dikenal sebagai perangkap lalat, bermutasi menjadi monster mengerikan.


Mulut besar monster itu terbuka lebar memperlihatkan gigi besar dan tajam bak jebakan Beruang. Akar tanaman yang digunakan sebagai lengan hendak meraihku, namun dengan mudah aku patahkan dengan sebuah tembakan.


Tanaman karnivora menjerit kesakitan saat akarnya terluka, dengan marah dia berusaha meraihku dengan mulutnya namun panjang dari tubuhnya tidak dapat menggapai tempat aku berdiri. Jika saja aku berdiri satu meter lebih dekat pasti tubuhku sudah dikunyah oleh monster itu.


Bonk! Aku memukul tanaman karnivora dengan batang kayu, serangan itu sama sekali tidak menyakitkan tetapi cukup untuk membuat lawan menjadi kesal hingga marah.


Monster karnivora yang marah membalas serangan dengan membabi-buta. Belasan akar tanaman melayang kearahku bagaikan cambuk, tetapi semua itu masih belum cukup untuk mendaratkan satu pukulan padaku.


Refleks yang aku miliki dari hasil pelatihan bersama Arang, membuatku dapat melihat semua serangan dengan gerakan yang begitu lambat. Hasilnya semua serangan dari tanaman karnivora bisa aku hindari dengan mudah layaknya bermain lompat tali.


Sadar jika setiap serangannya sia-sia, tanaman karnivora yang sudah kelelahan akhirnya menyerah. Daun, akar dan batang monster itu layu dengan cepat seperti tanaman yang tidak disirami air selama beberapa hari.


Melihat kondisi menyedihkan monster itu membuatku mengurungkan niat untuk memusnahkannya.


Aku teringat dengan kata-kata bijak dari game yang pernah aku mainkan, ‘Pahlawan tidak akan melawan musuh yang sudah tidak berdaya’.


Juga Arang pernah berkata padaku jika tidak semua monster memiliki sifat perusak. Ini membuatku berpikir, jika monster tanam dibiarkan hidup kira-kira apa hal baik yang bisa didapat?.


Ding!


[Venus Dion, tanaman karnivora yang biasanya memangsa serangga hama. Jika player memusnahkan monster ini maka bisa dipastikan beberapa tanam di hutan akan musnah oleh hama yang tidak terkendali]


Penjelasan sistem membuatku semakin yakin jika membiarkan tanaman karnivora tetap hidup adalah pilihan yang tepat. Aku tidak mengira jika efeknya bisa berdampak sangat luas hanya karena satu spesies dimusnahkan.


“Seperti sebuah mesin, jika satu baut menghilang maka semua komponen tidak akan bekerja dengan semestinya.”


Belasan cacing aku kerahkan untuk memberikan nutrisi pada tanah tanaman karnivora itu. Cacing memberikan makanan berupa pupuk dengan kotorannya. Cara ini berhasil dengan sangat baik, dalam waktu singkat monster tanaman kembali sehat.


Tanaman monster diam menatapku seakan sedang kebingungan. “Hiduplah dengan baik dan terus makan serangga.” ucapku pada tanaman karnivora. Aku tidak yakin tanam itu bisa mengerti perkataanku. Tetapi aku melihat tanaman karnivora menganggukkan kepalanya...


Tidak... Aku pasti salah lihat.


Setelah melewati tempat dimana tanaman karnivora berada, akhirnya aku keluar dari hutan Pemakan Daging.

__ADS_1


“Dari informasi yang diberikan oleh goblin tua, seharusnya pasukan Ratu Goblin sedang berlatih di Huta ini.”


Begitu keluar dari hutan Pemakan Daging, aku dihadapkan pada hutan lainnya. Namun kali ini berbeda, seolah setiap hutan di gunung ini memiliki keunikannya tersendiri.


Jika hutan pemakan daging dipenuhi oleh semak, bunga liar dan berbagai jenis tanaman obat yang membuatnya penuh warna juga terlihat begitu eksotis.


Kali ini hutan di depanku terlihat begitu megah dengan pohon-pohon raksasa yang tumbuh hingga ratusan meter, menjulang tinggi bagaikan gedung pencakar langit.


“Hutan Raksasa.”


Memasuki hutan ini rasanya aku telah berpindah ke masa prasejarah ratusan juta lalu. Tumbuhan berbentuk aneh dengan ukuran raksasa, dan monster yang hanya bisa kau lihat pada film bertema dinosaurus.


Suara raungan yang begitu melengking terdengar sangat khas menyangkut saat masuk ke dalam hutan.


“Apa itu suara T.rex?.”


Didorong oleh rasa penasaran aku mengarahkan Sergio bergerak kearah sumber suara dengan dengan diikuti oleh Bearsatu. Seiring perjalanan, peta yang telah terbuka menjadi lebih luas, sekarang aku sudah mencapai 2% eksplorasi.


“Masih jauh dari kata komplit, tetapi yang terpenting aku menikmati prosesnya.”


Sedangkan jika titik biru menunjukkan entitas ramah seperti yang terjadi saat aku mengunjungi desa para Goblin, saat itu seluruh area desa dipenuhi oleh titik berwarna biru.


Dari situ aku sudah bisa menebak jika kumpulan titik biru di hutan raksasa adalah pasukan Ratu Goblin.


Tetapi bukan hanya titik biru yang ada di area tersebut. Ada beberapa titik merah yang menandakan entitas tidak ramah, satu diantara berada di tengah-tengah titik biru.


“Suara T-Rex yang aku dengar sebelumnya mungkin berasal dari monster yang sedang mereka buru.” pikirku.


Ketika sampai di lokasi dimana semua titik biru berkumpul, aku melihat pertarungan antara puluhan goblin melawan seekor kadal raksasa yang berdiri dengan dua kaki serta memiliki lengan pendek.


“Tidak salah lagi, itu adalah Tyrannosaurus.”


Seperti mimpi yang berubah menjadi kenyataan. Aku tidak menyangka bisa melihat makhluk prasejarah paling ikonik di dunia nyata. Ini bukanlah sebuah trik sulap maupun program komputer, dinosaurus di depanku adalah sesuatu yang nyata.


“Aku ingin mengendarainya.” mungkin akan terlihat keren jika aku melakukannya. Tapi sungguh monster itu terlihat begitu ganas seakan bisa meremukkan seluruh tulang jika sampai aku tergigit.

__ADS_1


Ada sekitar dua puluh goblin yang sedang bertarung melawan T-Rex, sedangkan Ratu mereka hanya berdiam menonton sambil sesekali memberikan instruksi.


Goblone terlihat sangat berbeda dari terakhir kali aku melihatnya ketika pertempuran melawan koloni semut.


“!”


Goblone segera menyadari keberadaan ku, saat dua mengalihkan perhatiannya padaku, aku hanya membalas dengan lambaian tangan mengisyaratkan jika tidak perlu menyambut kudan fokus pada pertempuran di depannya.


“Gugi rope buta!.” Goblone memberikan instruksi yang tidak bisa aku pahami untuk pasukannya.


Pasukan Goblin membalas dengan seruan serempak, mereka selanjutnya mengambil tali tambang yang akan digunakan sebagai tali pengikat untuk melumpuhkan T-rex.


Dinosaurus penguasa daratan prasejarah mencoba melawan dengan kekuatannya yang luar biasa. Beberapa goblin terlempar saat T-rex mencoba memberontak.


Melihat anak buahnya mengalami kesulitan, Goblone segera masuk dalam perempuan. Dengan satu hentakan kaki Goblone meluncur begitu cepat menuju T-rex.


Blar! Satu pukulan yang begitu kuat hingga membuat monster sebesar T-rex terjatuh tidak berdaya. Setelah T-rex berhasil dilumpuhkan semua goblin segera mengikatnya dengan tali.


“Itu adalah perburuan yang sangat menakjubkan. Apa yang akan kau lakukan dengan monster Itu? Persediaan daging untuk seluruh desa?.” tanyaku saat mendekati Goblone.


“Tidak, daging monster ini terlalu keras untuk dimakan. Aku berencana menjinakkannya dan melatihnya menjadi prajurit.”


“Uwahahaha, dia pasti akan menjadi prajurit yang tangguh jika kau berhasil menjinakkannya.”


“Sebuah kehormatan mendapatkan pujian dari Sang Penjaga Gunung.”


Ratu goblin berlutut di depanku diikuti oleh seluruh pasukannya. Keadaan yang sangat canggung karena aku sama sekali tidak terbiasa mendapatkan penghormatan setinggi ini.


Aku pun segera memerintahkan Ratu Goblin dan pasukannya untuk bangkit. Kemudian aku bertanya sesuatu yang sangat penting pada Ratu Goblin.


“Bagaimana kau sadar jika aku adalah Penjaga gunung?.”


“Itu sangat mudah, tiga bulan lalu penjaga gunung menampakkan dirinya. Kengerian dari aura intimidasi yang mulia berikan saat itu masih bisa hamba ingat hingga sekarang. Dan intimidasi yang sama dapat hamba rasakan pada diri yang mulia.”


Apa kemunculan ku saat itu begitu mengerikan hingga bisa diingat selama tiga bulan lamanya?. Ini sangat gawat karena akan menjadi masalah jika semua orang yang melihatku waktu itu, dapat mengenaliku sebagai penjaga gunung sosok monster yang sangat mengerikan.

__ADS_1



__ADS_2