System Play Store

System Play Store
Arc 3 : Kota yang Terkotak-kotak eps 124: Godaan di Hutan yang sepi


__ADS_3

Aurelia berjalan di trotoar pinggir jalan, perhatiannya sibuk dengan menu Sistem Play Store yang menampilkan berbagai tugas harian.


Tugas yang pertama dari Memanen di Bulan, tugas dari game ini adalah bekerja di ladang seperti menanam benih, menyiram tanaman, atau melakukan pemanen. Aurelia telah menyelesaikan misi ini sebelum meninggalkan desa. Sebagai hadiah, dia mendapatkan benih gratis dan beberapa koin emas.


Tugas kedua dari game Cacing kelaparan (Hungry Worm) yang mengharuskan Aurelia makan apapun dalam jumlah tertentu. Tugas yang sangat mudah karena Aurelia hanya perlu mendapatkan pasir maupun batu untuk dimakan. Hadiah dari misi ini adalah sejumlah exp dan koin emas.


Tugas harian yang telah diselesaikan selanjutnya adalah dari game Polout 76, tugasnya sangat sederhana karena Aurelia hanya perlu berkomunikasi dengan 10 orang yang berbeda. Hadiah dari menyelesaikan misi game ini adalah sebuah Blue print kosong.


Blue print adalah item tingkat langka yang masih belum diketahui kegunaannya. Saat ini, Aurelia memiliki dua item blue print. Sistem mengatakan jika Blue print berguna untuk seorang teknisi yang ingin merancang sebuah mesin, atau seorang penempa yang sedang merancang senjata baru.


Sekarang tersisa dua misi harian yang belum Aurelia selesaikan, yakni misi dari kelas off Klan dan Zeus Slot.


Tugas harian kelas off Klan adalah mendapatkan sejumlah inti monster, sebenarnya Aurelia bisa saja memerintahkan pasukan cacing untuk menyelesaikan ini, namun Aurelia tidak melakukan itu karena ingin melakukan perburuan dengan tangannya sendiri.


"Tugas yang terakhir, anggap saja tidak ada," ucap Aurelia yang sama sekali tidak tertarik menjelaskan tugas harian dari game judi online Zeus Slot. "Serius, orang bodoh mana yang berpikir bisa menang dalam permainan ini," lanjutnya. Tugas harian dari game Zeus Slot memang mengharuskan Aurelia memenangkan permainan.


Untuk menyelesaikan tugas harian kelas off Klan, sebenarnya Aurelia tidak perlu mempersiapkan apapun. Kekuatan fisiknya sebagai robot Terminatrix saja sudah cukup untuk mengalahkan monster di hutan.


Namun, Aurelia ingin melatih kemampuan bertarungnya. Ada beberapa senjata sihir yang dia dapatkan dari dalam tubuh Naga Geni yang Aurelia belum sempat gunakan. Sedangkan Master Sword, yakni pedang pahlawan yang Aurelia dapatkan dari usus Naga Geni, telah diberikannya pada Aurelia sebagai hadiah.


"Aku menyesal memberikan Arang pedang itu," ungkap Aurelia. "Semenjak Arang mendapatkan pedang itu, latihan yang dia berikan semakin keras," wajah Aurelia menjadi pucat setiap kali mengingat bagaimana Aurelia menghajarnya habis-habisan saat melakukan latihan.


"Aku merasa dia tidak sedang melatihku, tetapi justru sedang merundungku," meninggalkan desa Wesiabang membuat Aurelia terhindar dari penyiksaan Arang. Kenyataan itu cukup membuatnya terhibur, meskipun dengan resikonya Aurelia tidak akan bertemu dengan adiknya untuk sementara waktu.


"Baiklah, mari berburu," dengan membawa sebuah senjata, Aurelia memasuki hutan untuk berburu.


Aurelia melayang di udara menggunakan fitur Hoverboard. Melintasi hutan, gadis itu mencari monster yang akan digunakan sebagai lawan berlatih.


"Kenapa hutan ini sepi sekali?" Aurelia bingung lantaran tidak menemukan satupun monster atau binatang buas setelah mencari cukup lama.


[Sistem menemukan tanda-tanda pertarungan di dekat area player]


Mendengar informasi dari sistem membuat Aurelia berpikir jika mungkin pertarungan itu dilakukan oleh pemburu yang bertarung melawan monster.


Karena penasaran, Aurelia memutuskan mendatangi tempat pertarungan tersebut, namun yang Aurelia dapati hanyalah sebuah arena yang dipenuhi oleh mayat dalam keadaan mengerikan.


Tubuh monster-monster itu tidak utuh, sebagian besar menghilang dengan bekas gigitan seakan diterkam oleh makhluk buas.

__ADS_1


"Hemmm..." Aurelia menatap salah satu mayat yang tubuhnya sebesar kerbau, namun memiliki lubang besar di perutnya. Darah yang melumuri cakar monster itu menarik perhatian Aurelia.


***


Ding!


[Analisis DNA]


Terdengar notifikasi saat Aurelia menjilati darah yang diambil dari cakar mayat monster. Setelah memeriksa lokasi kejadian, Aurelia menyimpulkan bahwa malam sebelumnya terjadi pertarungan dahsyat di tempat tersebut yang merenggut nyawa puluhan monster.


Dari darah yang sudah mengering, Aurelia dapat memperkirakan waktu kejadian. Berdasarkan hasil penyelidikan lapangan, Aurelia menyimpulkan bahwa sosok yang melawan semua monster hanyalah seorang manusia.


"Jika dugaanku benar, pelakunya pasti adalah..."


Ding!


[Proses analisis selesai]


___________________________________________


Ras: Mutan


Level: 39


Keterangan: Seorang wanita berusia 31 tahun dari keluarga mafia Sedina. Ia dianggap telah mengecewakan keluarganya karena kekuatan yang dimilikinya setelah bencana besar hujan meteor yang mengubah dirinya secara drastis. Dalam pandangan keluarganya, Tania dianggap sebagai ancaman. Oleh karena itu, kakaknya yang sekarang menjadi pemimpin klan mafia Genk Karbon membuangnya. Namun, nasibnya tak kunjung membaik ketika ia bertemu dengan Penjaga Gunung.


___________________________________________


"Aku sudah curiga bahwa wanita berkacamata itulah yang menjadi dalang di balik pembantaian ini." Aurelia merasa yakin bahwa Tania adalah pelaku dari pembantaian ini, karena hanya dia seorang yang mampu melawan semua monster ini sendirian.


"Tapi apa yang terjadi dengan latar belakang Tania? Keluar dari keluarga mafia, kekecewaan keluarga, dan pengasingan. Seperti kisah latar belakang karakter pendukung dalam sebuah cerita." Aurelia tertarik dengan layar belakang Tania.


"Tapi yang lebih penting, mengapa aku dianggap sebagai pembawa kesialan bagi Tania?" Aurelia merasa marah karena hanya saat bertemu dengannya, Tania dianggap sedang sial.


Selanjutnya, Aurelia meminta sistem untuk memindai sekitar dan mencari mayat yang ditinggalkan oleh Tania. Kemungkinan wanita itu terluka setelah pertempuran semalam dan sedang bersembunyi untuk menyembuhkan diri.


Setelah melakukan pemindaian area, sistem menemukan beberapa mayat dengan jarak yang agak berjauhan. Kondisi mayat-mayat tersebut tidak sebrutal yang ditemukan di tempat pertarungan sebelumnya.

__ADS_1


Melihat kondisi mayat di tempat lain, Aurelia berpendapat bahwa Tania hanya sedang berjalan-jalan setelah memuaskan diri dengan memakan mayat monster di tempat pembantaian.


[Dilihat dari jejak mayat yang ditinggalkannya, sistem berasumsi bahwa target sedang menuju kota.]


Itu merupakan tujuan yang sama dengan yang dimiliki oleh Aurelia.


"Hm, sepertinya tidak akan ada binatang yang bisa aku buru." dengan perasaan kecewa, Aurelia memasukkan kembali pedang yang ingin dicobanya ke dalam dimensi penyimpanan.


***


Aurelia melanjutkan perjalannya seperti biasa, berjalan kaki dengan santai dipinggir jalan yang sepi. Merasa bosan lantaran tidak melakukan apapun selain berjalan, membuat pikiran Aurelia mulai mendengar bisikan jahat.


{Coba saja, siapa tahu menang}


Gadis itu akhirnya membuka game yang sebelumnya sangat dia hindari. Setelah membuka game itu, Aurelia segera disambut dengan berbagai ajakan yang sangat mengiurkan.


{Kekayaan instan}


{Dijamin cuan}


{Gacor kang}


Seakan terkenal Genjutsu marketing, pikirkan untuk mencoba bermain judi online semakin kuat hingga Aurelia tidak dapat melawan rasa penasarannya.


[Selamat datang player baru!]


Sistem game Zeus Slot segera menyambut kedatangan Aurelia.


[Sebagian player baru anda akan mendapatkan bingkisan newbie]


Meskipun mendapatkan hadiah gratis karena telah menjadi player baru, Aurelia sama sekali tidak merasa senang. Dia tahu jika hadiah itu hanya sebuah umpan yang diberikan agar player mau bermain.


Setelah dibuka, Aurelia mendapatkan beberapa Cp yang merupakan mata uang untuk bermain di game ini. Cp yang dia dapatkan bisa digunakan untuk bermain sebanyak 10 kali. Tanpa ragu Aurelia berniat untuk menghabiskan semuanya.


Terdapat beberapakali permainan yang disediakan seperti Mesin Pacinko, permainan poker, roda keberuntungan dan sebagian.


Aurelia memutuskan untuk bermain pada permainan yang tidak terlalu mengandalkan keberuntungan seperti Mesin Pacinko dan Rollet, karena itu dia pun memilih untuk bermain Kartu.

__ADS_1


__ADS_2