System Play Store

System Play Store
85. Tour Bunker


__ADS_3

“Kau menjadi semakin aneh.” Arang memberikan komentar terhadap bentuk Avatar cacing Worm o' War.


Setelah mengamankan Naga ke tempat penangkaran, kami saat ini tengah melihat-lihat area bunker yang sebelumnya memang ingin aku tunjukkan padanya dan master Builder.


Setiap orang yang ingin masuk ke dalam bunker diharuskan menggunakan seragam khusus yang merupakan baju paling ikonik dari game Polout 76. Baju anti radiasi tipe jumpsuit didominasi warna biru dengan corak emas di bagian resleting.


“Pakaian ini tidak disangka cukup nyaman.” ucap master Builder.


Pakaian khusus warga bunker disediakan secara gratis untuk setiap orang yang ingin memasuki bunker. Sepertinya sebanyak apapun orang yang ingin masuk ke dalam bunker, mereka akan tetap mendapatkan bagian pakaian tanpa takut kehabisan.


“Ini membuatku bertanya-tanya, dari mana asal baju-baju tersebut.”


Sebuah pertanyaan yang tidak akan terjawab, sehingga aku pun mengaggap jika semua terjadi karena sistem yang telah ditentukan.


Tour pertama kami di dalam bunker dimulai setelah semua orang masuk kedalam lift. Tempat pertama yang kami tuju adalah area hunian.


Area hunian di dalam bunker lebih mirip seperti apartemen dengan fasilitas minimum dimana dalam suatu kamar hanya tersedia satu tempat tidur, sedangkan kamar mandi dan toilet berada di luar.


Fitur ini mungkin akan berkembang jika aku mengupgrade level tempat hunian yang memungkinkan aku menambah kapasitas penghuni bunker.


Tetapi untuk saat ini aku tidak dapat melakukan itu karena keterbatasan biaya.


“Tempat ini jauh lebih nyaman dibandingkan dengan gubuk yang dibuat oleh builder.”


“Apa kau ingin mengatakan jika para Builder tidak bisa membuat rumah!.”


Master Builder seakan tidak terima anak buahnya diremehkan orang Arang.


“Tapi itulah kenyataan nya, kalian saja nggak mau report-repot bikin perabotan rumah. Setidaknya sediakan sebuah kasur agar rumah yang kalian buat bisa ditinggali dengan lebih nyaman.”


Kemarahan Arang juga tidak kalah dibanding Master Builder, dia menganggap jika pasukannya begitu berharga sehingga tidak tega melihat mereka tidur di lantai.


Eh, seburuk itu?. Aku pikir rumah warga di desa tidak ada masalah karena dari luar semuanya terlihat sangat nyaman untuk ditinggali. Tetapi apa yang tidak aku ketahui adalah fakta jika di bagian dalam rumah hanya ada kekosongan.


“Apa yang salah dengan tidur di lantai?, kami para Builder selalu tidur dilantai yang dingin.”

__ADS_1


Mendengar itu membuatku dan Arang menatap master Builder dengan tatapan ikan mati, kami seakan tidak percaya jika ada seseorang yang bisa mengatakan hal aneh seperti itu.


“Jika tetap seperti ini, lebih baik semua pasukan tidak diperbolehkan untuk tinggal di dalam rumah. mereka hanya boleh tidur di barak atau ditempat ini!.”


Arang mengatakan semua dengan sangat tegas. Meskipun banyak pasukan yang merasa tidak setuju dengan keputusan itu, tetapi mereka sadar jika Arang melakukan ini juga untuk kebaikan mereka.


Sebenarnya masalahnya sangat sederhana, jika saja Master Builder dan anak buahnya bisa membuat sebuah tempat tidur maka semua orang bisa tinggal di rumah impian mereka.


“Andai aku bisa membuat kasur dengan kemampuan Mining Craft....”


Kasur adalah salah satu fitur penting dalam game Mining Craft. Selain sebagai tempat istirahat, kasur juga berguna untuk mempercepat waktu dari malam ke siang, lalu yang paling berguna adalah sebagai senjata paling ampuh untuk melawan boss terakhir.


“Tetapi sayangnya aku tidak bisa membuat item yang sangat bermanfaat tersebut.”


Ini mengingatkanku pada pemuda yang telah membangun tempat tinggal para pengungsi. Tiga bulan lalu aku ingin belajar darinya, tetapi dia justru menghilang dengan meninggal sebuah surat yang mengatakan akan pergi ke kota.


Apa mungkin sekarang dia sudah kembali?.


Aku bertanya pada Arang mengenai pemuda itu, tetapi Arang mengatur dia tidak tahu. Selama tiga bulan terakhir dia tidak pernah mengunjungi tempat pengungsian, sebagai gantinya Arang memerintahkan para Healer dan Goblin untuk mengecek tempat Itu tiga hari sekali.


“Dari laporan yang aku terima, tempat itu saat ini menjadi area persinggahan para manusia yang ingin menjelajahi gunung.”


“Aku bisa mencari tahu keberadaan pemuda itu dari mereka nanti.”


Sepertinya rencanaku selanjutnya sudah ditentukan. Mencari keberadaan seorang pemuda agar aku bisa belajar darinya tentang sistem game Mining Craft.


Di dalam hunian, kami merasa ketenangan. Suara musik jazz dari pengeras suara membuat tubuh menjadi rileks. Keadaan ini membuat beberapa prajurit mulai mengajak lawan jenis untuk berdansa.


Melihat itu aku hanya bisa tersenyum karena tahu apa yang selanjutnya akan terjadi.


“Archer dan Barbarian, aku bisa memaklumi pasangan seperti itu, tetapi apa jadinya jika goblin dengan Healer?.” Aku hanya memperhatikan dengan segudang pertanyaan di kepalaku.


Selesai berdansa pasangan-pasangan itu kemudian masuk ke dalam kamar-kamar yang disediakan. Ini merupakan fungsi sesungguhnya dari fitur Hunian, dimana ditempat ini penghuni bunker akan mencari pasangan untuk berkembang biak.


Sebagian besar perkawinan terjadi karena perjodohan yang dilakukan oleh player. Itu artinya aku bisa dengan bebas mengawin silangkan semua prajurit tidak peduli spesies mereka berbeda dengan pasangannya.

__ADS_1


“Ini gila sih.”


Sekali lagi aku menemukan fitur menarik dari game yang aku mainkan. Arang berpikir hal yang sama denganku, kedepannya dia berencana melakukan penelitian percampuran antar spesies.


***


Setelah berada cukup lama di dalam fasilitas Hunian, kami pun melanjutkan Tour menuju fasilitas berikutnya. Letaknya tepat dibawah fasilitas Hunian sehingga kami hanya perlu turun satu lantai menggunakan lift.


Kantin (Diner), seperti namanya fitur ini berfungsi sebagai tempat pera penghuni mendapatkan makanan. Arang merasa senang saat melihat dapur memiliki fitur lengkap yang tidak ada di Town Hall.


Beberapa wanita yang masuk ke dalam dapur terlihat penuh syukur saat melihat peralatan di tempat itu, bahkan diantara ada yang hampir menangis.


Aku dapat merasakan tatapan mereka padaku jauh lebih hormat dari sebelumnya. Apa ini baik-baik saja?.


“Sekarang Villager dan Healer akan lebih mudah menghidangkan makan untuk semua pasukan.” ucapnya.


Ya, aku tahun bagaimana sulitnya para koki menyediakan masakan untuk semua pasukan di desa, karena aku sendiri pernah ikut memasak bersama mereka.


Jadi aku pikir tatapan mereka padaku hanya sebagai bentuk penghormatan tidak lebih. Tetapi apa benar demikian?


Setelah Penaklukan Naga Geni, penduduk desa semakin yakin jika aku adalah dewa perlindungan tempat ini.


Diriku yang sebenarnya tidak ingin menjadi seseorang yang menonjol merasa terganggu dengan keadaan ini.


“Apa karena aku hanya memiliki satu teman membuatku menjadi seorang introvert?.”


Ya, entahlah. Aku harap Arang bisa mengendalikan penduduk desa agar tidak mengaggap aku sebagai Dewa.


“Memangnya apa yang salah dengan itu?.”


Dia menatapku dengan heran seakan aku telah menanyakan sesuatu yang sangat aneh.


Apakah di kehidupannya yang dahulu sebagai utusan Dewa, Arang sudah sering melihat seseorang manusia dipuja-puja sebagai Dewa sehingga dia tidak mempermasalahkan keadaan desa ini?.


“Aku hanya merasa firasat buruk tentang semua ini.”

__ADS_1


***



__ADS_2