System Play Store

System Play Store
40. Hungry Worm


__ADS_3

{Apa itu....}



Arang tercengang melihat sebuah balon udara terbang di langit. Pengendara dari balon udara tersebut adalah dua skeleton.



“Yap, itu adalah salah satu unit baru yang terbuka di Town Hall 4.” Aurelia menimpali dengan cepat.



{Wahaha, unit udara keren sekali!}



Dia begitu senang melihat unit udara pertama yang akan bergabung dalam pasukannya. Jika dia begitu senang dengan Bolon Udara, Aurelia tidak bisa mendatangkan bagaimana reaksi temannya saat tahu jika suatu saat nanti dia bisa memimpin pasukan Naga.



‘Mungkin dia akan menjadi gila jika itu terjadi sekarang.’ pikir Aurelia.



Arang segera merasuki salah satu skeleton yang mengendalikan balon, dia sangat senang ketika merasakan terbang di udara.



Kemudian giliran pasukan kedua diperkenalkan.



Dia adalah seorang pria dengan gaya yang begitu rapi, mengenakan jubah biru yang menjadi ciri khasnya sebagai seorang penyihir.



“Wizard siap melayani.”



Dengan sangat sopan wizard mencium punggung tangan Villager yang sedang dirasuki oleh Arang.



Satu lagi pasukan dengan kecerdasan tinggi masuk kedalam barisan pasukan arang, membuat pasukannya semakin bertambah kuat.



{Aku rasa sudah saatnya menemui mereka}



Arang membicarakan tentang para manusia yang dia temui kemarin. Dia dan arang sudah sepakat untuk membantu mereka mendirikan pemukiman di kaki gunung dan memberikan perlindungan dari monster.



“Aku mengerti.” Aurelia mencari sesuatu di dalam Inventory, “Ini dia yang kau minta.”



Dari Inventory Aurelia mengeluarkan banyak pakaian seragam militer. Rencananya Arang akan memberikan pakaian itu pada pasukannya sebagai penyamaran.



Seluruh pasukan yang ikut bersama Arang mulai menaiki Bolon. Hanya lima orang yang dapat menaiki balon membuat Arang harus memperbanyak pelatihan pada pasukan terbang itu.



Sepuluh balon mulai naik ke atas menuju ke kaki gunung. Arang melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan. Dia bahkan melihat ada goblin yang mengibarkan sapu tangan putih seakan pasukan itu tidak akan kembali lagi.



Setelah kepergian pasukan Arang, Aurelia kembali melanjutkan penelitiannya terhadap fitur game. Namun perasaan nya menjadi sangat tidak nyaman begitu sadar jika hanya tersisa game Hungry Worm yang belum dia mainkan.



“Apa aku benar-benar harus melakukannya ini?.”



\[Author: Yes, you should do that \]



“Ugh....”



Aurelia sadar jika ia pada akhirnya harus mencoba memainkan game cacing. Meskipun dia berpikir jika tidak mungkin game termurah akan memberikan manfaat besar padanya, tapi jika tidak dicoba Aurelia tidak akan tahu.



Sniiifffff.... Huuuffff!



Dia mencoba menguatkan diri sebelum mengaktifkan game. Hingga...



Ding!



\[Game Hungry Worm diaktifkan\]



“Eh!.”


__ADS_1


Aurelia begitu terkejut karena sistem mengaktifkan game Hungry Worm sebelum dia memberikan perintah. Seakan sistem bosan menunggu gadis itu melakukannya sendiri.



Latar menu berubah begitu game dimainkan. Arang melihat beragam pilihan cacing yang akan menjadi Avatar nya nanti. Melihat begitu banyak cacing di depan matanya membuat Aurelia merasa agak mual.



“Ugh... ini... ini penyiksaan yang sangat kejam.”



Dengan penuh keterpaksaan Aurelia memilih satu cacing secara acak. Dia tidak peduli dengan statistik cacing yang ia pilih, Aurelia hanya ingin semua cacing di depannya segera disingkirkan.



Seperti saat Aurelia memainkan game Kelas off Klan untuk pertama kalinya, penglihatan Aurelia menjadi gelap kemudian ketika dia kembali biasa melihat sudut pandangnya sudah berubah.



Dia melihat tanah, batu besar dan tanaman yang super besar.



“Tunggu. Ini bukan batu atau tanaman yang menjadi besar tapi aku sendiri yang menyusut.” Aurelia segera menyadari jika dirinya telah mengecil.



“Begini Kah rasanya menjadi cacing?. Arrgh... sudah cukup aku ingin berhenti, mana ada seorang perempuan yang ingin menjadi cacing. Kalo toke mungkin ada.”



Dia mencoba bergerak, tidak disangka pergerakan cacing ternyata cukup gesit. Dengan kecepatan tinggi Aurelia menyusuri area itu yang dia tidak tahu sedang berada di mana.



Hingga tiba-tiba sebuah sendal raksasa hampir saja menginjak tubuhnya.



“Bahaya!.”



Sendal seorang Barbarian akan menginjaknya.



“Aaaaa... menghindar!”



Aurelia meningkatkan kecepatan gerak lalu segera bermanuver menghindar.



“Hem?.”




“Fiyuh, itu hampir saja.”



Aurelia bersyukur karena terhindar menjadi cacing penyek.



“Ahahaha, tidak kusangka ini cukup menyenangkan.”



Ketegangan yang ia rasakan membuat adrenalin terpacu. Juga perasaan saat bergerak setelah sekian lama tidak memiliki tubuh meskipun saat ini dia hanya seekor cacing..



Aurelia mulai menikmati game ini lebih dari yang dia ekspetasi kan. Dia pun mulai mempelajari game Hungry Worm untuk melihat apa saja yang bisa dia lakukan dengan tubuh cacingnya.



Melihat lebih teliti, dalam sudut pandang Aurelia melihat ada tiga bar berbeda.



Bar pertama menunjukkan kesehatan berwarna hijau.



Bar kedua menunjukkan tingkat energi sihir berwarna biru.



Lalu bar terakhir menunjukkan tingkat kelaparan berwarna kuning.



“Uwaaa aku kelaparan!.”



Dia begitu panik saat melihat bar kelaparan telah berkurang dan hanya tersisa 5%.



“Bagaimana bisa menjadi serendah itu?.”



Ding!

__ADS_1



\[Stamina adalah sebuah Booster (Pemacu) yang berfungsi untuk meningkatkan kecepatan gerak\]



Tiba-tiba sistem memberikan jawaban. Mendengar penjelasan sistem, Aurelia pun mengerti jika staminanya berkurang begitu banyak karena sebelumnya dia telah tanpa sadar menggunakannya ketika sedang bersenang-senang berlari dengan cepat.



\[Berhati-hatilah jika stamina anda benar-benar habis maka secara perlahan kesehatan anda akan berkurang\]



“Setelah kau mengatakannya, aku mulai merasa lapar.”



Aurelia berniat mencari makanan, namun dia tidak tahu apa yang harus menjadi menu makan para cacing. Sistem pun kembali menjelaskan jika cacing suka makan makanan organik seperti daun, akar busuk, jamur dan serangga kecil.



“Apa serangga juga termasuk makanan organik?.”



Karena tidak ada jawaban dari sistem, membuat Aurelia merasa diabaikannya. Kemudian dia pun mulai berkeliling untuk mencari makan.



Meskipun di sekitarnya banyak sekali rumput liar yang membuatnya tergoda, tapi Aurelia tidak mau memakannya karena takut terkena diare akibat makan sembarangan.



Tetapi keputusan Aurelia membuatnya berada dalam masalah besar.



Kwook!



Seekor gagak tiba-tiba muncul di hadapannya.



“E... he... helo tuan Gagak.”



Melihat burung hitam dengan ukuran raksasa di depannya membuat Aurelia ketakutan. Terutama saat paruh gagal mulai terbuka berniat mematuk tubuh cacingnya.



“Hiyaaaaaa...”



Dengan cepat Aurelia menghindar. Dia berhasil melakukannya, tapi akibatkan seluruh stamina yang tersisa telah habis terpakai.



Ding!



\[Stamina telah habis, kesehatan akan terus berkurang hingga player mendapatkan asupan makanan\]



Setiap detiknya kesehatan Aurelia berkurang, dia juga tidak dapat bergerak cepat lagi. Sementara itu gagak Hitam masih memburunya.



“Ini buruk! Aaaah... aku akan dimakan!.”



Paruh gagal menangkap Aurelia dan langsung memakannya hidup-hidup. Penglihatan Aurelia menjadi begitu gelap saat memasuki tenggorokan gagak.



“Kwak!.”



Gagak terlihat senang saat mendapatkan makanan penuh nutrisi.



Sedangkan Aurelia sendiri.



YOU ARE DEAD



Sebuah tulisan penuh darah memenuhi sudah pandang Aurelia.



Dia telah mati.



\*\*\*



Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2