System Play Store

System Play Store
118. Langit yang Gelap


__ADS_3

Grooooaaar! Zombie Big Jek meraung setelah menelan semua zombie yang dia dapatkan. Tawa jahatnya bergema di seluruh tempat. Daging bakar yang baru masuk ke dalam perutnya membuatnya merasa puas seakan sangat menikmati hidangan yang begitu lezat.



Mendengar raungan itu, anggota sekte Gogo Gread merasa agak gemetar. Namun ada kejanggalan mereka menyadari bahwa raungan Big Jek terdengar berbeda dari raungan yang sebelumnya mereka dengar.



"Kurasakan firasat buruk. Kita sebaiknya mundur sekarang juga. Ada kemungkinan bahwa di hadapan kita ada zombie-zombie yang jauh lebih kuat," ungkap salah satu kesatria dengan ketakutan dalam suaranya.



Yoga setuju dengan pendapat kesatria itu, ia juga merasakan rasa takut merayap di dalam dirinya. Namun pendapat Endar berbeda. "Kenapa harus takut?" serunya dengan suara penuh keberanian. "Gagak api-ku akan membakar semua zombie ini menjadi abu, tak peduli seberapa kuat mereka!" tegasnya dengan penuh percaya diri.



Endar menjadi semakin sombong setelah berhasil memanggil gagak api. Api hitam membara membara di sekeliling gagak, mengelilingi tubuhnya dengan kekuatan yang menakutkan. Tidak ada yang bisa membantah bahwa kekuatan gagak api memang luar biasa, dan Endar menikmati setiap momen dari kekuatannya yang baru dia temukan.



Meskipun Yoga sulit menerimanya, dia tidak bisa menutupi fakta bahwa Endar menjadi lebih kuat darinya. Gagak api yang telah menjadi binatang sihir Endar, memberi bawahannya itu keunggulan yang tak terbantahkan.



"Fire Crowe, bakar zombie Titan itu!" perintah Endar dengan senyuman lebar, bahkan tanpa menunggu persetujuan dari Yoga. Gagak api itu menghembuskan nafas api , menyerang zombie Titan dengan kekuatan yang dahsyat.



Kekuatan yang diperoleh Endar dari gagak api membuatnya berpikir bahwa dia akan segera dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi. Dia yakin bahwa posisinya akan menjadi lebih baik daripada Yoga, dan dia tidak sabar untuk membuktikannya.



Yoga, seakan menyadari apa yang ada di pikiran Endar, mempererat pegangan pedangnya. Dalam hatinya, dia bersumpah untuk tidak akan membiarkan siapapun mendahuluinya.



Tidak ada seorangpun yang menyadari hal itu, tidak ada yang tahu apa yang ada di pikiran Yoga, kecuali seorang gadis berjubah kuning yang terus menyaksikan pertempuran dari kejauhan, matanya dipenuhi dengan kegembiraan, senyumnya melebar seakan tidak sabar ingin melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.



\*\*\*



Kobaran api melanda Big Jek, membakar tubuhnya dengan suhu yang sangat tinggi. Raungan kesakitan Big Jek dijawab dengan tawa sinis dari Endar.



"Lihatlah betapa dahsyatnya kekuatan Gagak Api, binatang sihir milikku," puji Endar dengan penuh kebanggaan.



Kegembiraan Endar semakin bertambah ketika raungan zombie Big Jek berhenti. "Apakah dia hanya bisa bertahan sampai di sini?" ucap Endar dengan sinis. Dia berpikir bahwa Big Jek telah mati terbakar habis.



"Ya, mau bagaimana lagi? Api dari Gagak Api milikku sangat panas sehingga zombie lemah seperti dia tidak akan bisa bertahan," ucap Endar dengan penuh kesombongan. Anggota sekte bersorak kagum atas kekuatan Gagak Api, kecuali Yoga.

__ADS_1



Groooooar! Raungan yang lebih kuat terdengar kembali dari Big Jek, membuat semua orang yang tadinya bersorak menjadi terdiam. Mereka merasakan tekanan yang sama dari raungan sebelumnya pada raungan Big Jek, sebuah isyarat bahaya yang mengancam.



Meskipun tubuh Big Jek terbakar, zombie itu masih tetap berdiri. Tiba-tiba terjadi keanehan saat api padam dengan cepat, seakan-akan terserap ke dalam pori-pori tubuh Big Jek.



Melihat hal tersebut, Yoga menyadari keanehan itu, tetapi Endar terlalu terpesona dengan kekuatan Gagak Api. Endar memerintahkan binatang sihirnya untuk menyerang kembali.



Nafas api kembali dilontarkan oleh Gagak Api, namun Big Jek dengan cepat membuka mulutnya lebar-lebar, menghisap semua api yang datang ke arahnya.



Setiap anggota sekte Gogo Gread terkejut melihat nafas api dari Gagak Api yang terserap sepenuhnya oleh Big Jek. Bahkan api yang sebelumnya membakar tubuh Gagak Api juga ikut terhisap masuk ke dalam mulut Big Jek.



Tanpa api, Gagak itu hanya berubah menjadi gagak hitam biasa. Yoga menyadari bahwa Gagak itu tidak akan bisa menang dalam pertempuran melawan Big Jek, jadi dia segera memerintahkan Endar untuk membatalkan sihir pemanggilan.



Namun Endar menolak, karena dia yakin Gagak Api yang kehilangan api masih bisa mengalahkan Big Jek.



"Gagak Api, serang dengan..."




Sebelum Endar sempat menyelesaikan perintahnya, tiba-tiba cacing-cacing besar melilit Gagak Api. Tentakel-tentakel itu adalah bagian dari Big Jek yang berniat melakukan serangan balasan.



Bum! Gagak besar itu terjatuh karena sayapnya terikat oleh tentakel, sehingga tidak bisa dibuka. Perlahan, tentakel cacing itu menyeret Gagak Api menuju Big Jek.



"Tidak!" teriak Endar ketika menyadari niat jahat Big Jek untuk melahap makhluk ajaib miliknya. Endar yang bingung meminta Yoga untuk memobilisasi pasukannya dan menghentikan rencana Big Jek.



"Tapi mengapa kamu tidak membatalkan sihir pemanggilan saja?" tanya Yoga. Namun Endar menjelaskan bahwa sihir pemanggilan hanya dapat dibatalkan ketika bintang sihir dalam keadaan bebas.



"Saati ini Gagak Api terbelenggu oleh tentakel cacing, jadi aku tidak bisa membatalkan sihirku."



Endar meyakinkan Yoga bahwa kekuatan Gagak Api adalah bantuan besar yang akan menjadikan sekte Gogo Gread sebagai yang terbaik di kota. Sedangkan kehilangan Gagak Api akan menjadi kerugian besar bagi mereka.

__ADS_1



Meskipun Yoga khawatir posisinya akan direbut oleh Endar, dia lebih prihatin dengan kemungkinan menghadapi masalah karena kehilangan potensi besar dari Gagak Api begitu saja.



Memperkuat sekte adalah tugas semua anggota, dan mereka harus melakukannya dengan segala cara, bahkan jika itu berarti menjadi anak tangga bagi anggota lain. Itu adalah kewajiban yang tak terbantahkan.



Inilah doktrin Sekte Gogo Gread.



Dengan terpaksa, Yoga mengumpulkan pasukannya yang tersisa untuk menyelamatkan Gagak Api. Mereka berjuang untuk memotong tentakel yang mengikat dan membebaskan gagak tersebut. Namun, tentu saja, Big Jek tidak akan membiarkan mangsanya diambil oleh orang lain.



Big Jek meludahkan cairan beracun ke arah pasukan Gogo Gread, tetapi serangan tersebut berhasil ditangkis oleh seorang kesatria dengan tamengnya. Cairan air liur Big Jek ternyata memiliki kemampuan korosif yang dapat melelehkan tameng sang kesatria.



"Monster ini!" umpat sang kesatria, yang sangat terkejut melihat tamengnya meleleh secepat itu, seperti es krim yang dilempar ke dalam bara api.



Lebih dari 80 kesatria terlibat dalam pertarungan, berusaha mencegah Big Jek memakan Gagak Api. Pasukan tersebut terbagi menjadi tiga kelompok, dengan kelompok pertama bertugas menahan serangan dari Big Jek, kelompok kedua berusaha memotong tentakel yang mengikat gagak, sementara kelompok terakhir berjuang untuk menahan tarikan cacing.



Jrasss! Akhirnya, salah satu cacing yang menarik tubuh gagak berhasil terputus. Rasa sakit yang dirasakan oleh Big Jek membuatnya meraung dengan keras, dan semua orang beranggapan bahwa raungan tersebut hanya merupakan ungkapan rasa sakit yang dialami oleh Big Jek.



Namun, mereka kemudian menyadari bahwa raungan tersebut sebenarnya merupakan cara Big Jek berkomunikasi dengan saudaranya.



Getaran kuat terasa di tanah seolah-olah ada gempa bumi yang terjadi. Semua orang menjadi cemas karena tiba-tiba suasana begitu mencekam.



Langit yang sebelumnya terang oleh cahaya tiba-tiba menjadi gelap. Ketika semua orang menatap ke atas untuk mencari tahu apa yang menyebabkan kegelapan itu, mereka dikejutkan oleh penampakan monster raksasa yang tingginya mencapai 60 meter.



Monster tersebut tampak seperti gabungan dari berbagai macam binatang dan tubuh manusia yang menyatu menjadi monster yang menakutkan.



Kepompong akhirnya pecah, dan gunung sampah berubah menjadi entitas yang sulit dipahami. Terlihat menakutkan, namun juga indah pada saat yang bersamaan.


***


[Author] Saya menggunakan bantuan Chatgpt untuk memperbaiki tulisan saya, terutama pada bagian penempatan tanda baca dan Typo. juga sedikit tambahan yang menurut saya membuat cerita menjadi lebih baik.


Bagaimana menurut pembaca, apakah cerita menjadi lebih baik, atau justru semakin ampas?. mohon berikan pendapat di kolom komentar.

__ADS_1



__ADS_2