System Play Store

System Play Store
98. Pergerakan Genk Karbon


__ADS_3

“Dalam waktu deka aku berencana untuk mengunjungi kota. Aku mungkin bisa mencari keberadaan cucu pak Sugeng jika memang dia ada di kota.”


“Itu adalah bantuan yang besar. Sudah tiga bulan tidak ada kabar dari Gibran, itu membuatku sangat cemas dengan keadaan anak itu.”


Pak Sugeng sangat berterimakasih karena aku berniat mencari keberadaan Gibran, cucunya. Dia pun memberitahuku beberapa hal penting yang mungkin bisa membantuku menemukan satu-satunya pemuda yang bisa mengajariku bermain Mining Craft.


“Hem?.”


Percakapan ku dan pak Sugeng terganggu ketika tiba-tiba aku merasakan peringatan bahaya dari beberapa cacing yang aku tinggalkan di desa Buangan.


“Lia ada apa?.” Arang segera ada keanehan yang terjadi setelah melihatku panik.


“Kita tengah diserang.” semua orang terkejut mendengar perkataanku. Arang meminta padaku untuk menjelaskan lebih banyak.


“Apa itu Naga lainnya?.” tanya Arang.


Dia begitu khawatir jika harus melawan naga lainnya di hari yang sama. Pertarungan melawan naga sebelumnya dan persiapan pesta pasti telah membuatnya begitu kelelahan.


Memikirkan banyaknya pekerjaan yang dia lakukan selama satu hari membuatku begitu prihatin padanya. Dan sepertinya dewa pun merasakan hal yang sama denganku, hingga membuat kesulitan tantangan kali ini dipermudah.


“Sekitar tujuh puluh manusia memasuki desa Buangan.” ucapku.


“Manusia?.” Arang kebingungan.


Sementara itu pak Sugeng menjadi panik mendengar penjelasan ku. “Mungkinkah mereka dari Genk Karbon?.”


Pria tua itu menduga jika kelompok yang memasuki desanya kali ini adalah kelompok yang sama seperti kelompok terakhir kali yang ingin merebut desa Buangan.


“Aku tidak tahu karena aku belum pernah bertemu dengan Genk Karbon sebelumnya.” jawabku.


Aku sadar jika pak Sugeng sangat khawatir dengan desanya, dia takut jika para penyusup menghancurkan rumah yang telah warganya tinggali selama tiga bulan terakhir.


Namun Arang meminta kepala desa itu agar tidak panik, karena khawatir kepanikannya menyebar ke warga sehingga beresiko menyebabkan kericuhan. Bapak Sugeng akhirnya bisa tenang setelah Arang berjanji akan mengerahkan pasukannya untuk merebut kembali desa.

__ADS_1


***


Gofar mengerahkan sebagian besar anak buahnya untuk melakukan penyerangan di malam hari. Perintahnya itu membuat keamanan pabrik menjadi sangat lemah. Jika ada musuh menyerang pasti seluruh pabrik akan dengan mudah dikuasai.


Namun Gofar merasa yakin jika tidak akan ada yang menyerang sebuah pabrik pengolahan kayu karena tidak ada apapun di dalamnya selain para budak dan beberapa penjaga. Gofar hanya fokus pada tujuannya saat ini yakni menguasai seluruh gunung.


Beberapa anggota Genk Karbon mengaggap jika pemimpin mereka sudah gila. Anggapan itu bukti tanpa sebab, karena semua orang tahu jika melakukan penyerangan di malam hari memiliki resiko tinggi, terlebih lagi lawan mereka adalah goblin yang merupakan monster dengan kemapuan penglihatan malam.


Keadaan yang gelap di malam hari pasti akan merugikan untuk pihak mereka, dan justru akan memberikan keuntungan yang besar bagi pihak lawan.


Seakan Gofar tidak belajar dari kesalahan di pertempuran sebelum sebelumnya.


Tetapi ada alasan kuat yang membuat Gofar mengerahkan pasukan di malam hari. Alasan itu tidak lain adalah bantuan dari sekte Gogo Gread yang mereka salah satu organisasi terkuat di kota pusat.


Dilihat dari manapun mereka adalah para pemburu monster profesional. Dengan kemampuan dan tubuh yang terasah, ditambah perlengkapan yang telah diberkahi membuat monster manapun tidak mungkin berani berhadapan dengan 20 Hunter sekte Gogo Gread.


Pemimpin Hunter sekte Gogo Gread adalah Toni, seorang kesatria berbaju besi dengan bersenjatakan sebuah kapak dua tangan. Toni adalah satu Hunter terbaik sekte tersebut.


Ada cerita yang menyebutkan jika Toni mampu melawan sepuluh Hunter seorang diri dengan tangan kosong.


“Ada yang aneh pada desa orang-orang terbuang.” salah satu anak buah Gofar yang merupakan pengintai memberikan informasi.


Informasi yang disampaikan anak buahnya membuat Gofar mengerutkan keningnya “Aneh? Apa yang kau maksudmu?.”


Pengintai itu mengatakan jika dia tidak menemukan aktifitas apapun di dalam desa. Bukan hanya manusia, dia bahkan tidak melihat sedikitpun penerangan yang dinyalakan seperti yang biasanya dia lihat.


“Seolah-olah desa itu telah ditinggalkan.” jelas pengintai Itu.


Dari penjelasan pengintai, Gofar berpikir jika penduduk desa mungkin meninggalkan desa setelah mengetahui jika akan adanya penyerangan. Gofar berpikir mungkin saja Sarif atau anggota Genk Karbon yang berhasil tertangkap mengatakan sesuatu pada para Goblin.


Menurut Gofar ini menjadi semakin masuk akal, sore tadi dia melihat balon udara terbang ketempat yang lebih tinggi. Dia berpikir mungkin itu adalah kendaraan terbang yang digunakan oleh penduduk desa untuk kabur.


“Tidak berguna, meskipun pergerakan kita telah diketahui oleh musuh, tapi tidak ada cara untuk menghentikan kita.” Gofar begitu yakin dengan kekuatan pasukannya.

__ADS_1


Dia tidak akan menyerah, mengejar seluruh warga desa dan para Goblin yang telah mempermalukannya. Seperti yang telah Gofar janjikan, mereka semua akan dijadikan budak olehnya.


“Hari ini semuanya akan merasakan pembalasan dariku.” senyum Gofar begitu lebar, dia tidak sabar mendengarkan jeritan keputusan warga dan kenikmatan saat menyiksa para Goblin.


Setelah perjalanan 30 menit dari kaki gunung, akhirnya rombongan berisi tujuan puluh orang itu sampai di desa Buangan.


Keadaan desa itu sama seperti yang diceritakan oleh Pengintai. Begitu sepi tanpa sedikitpun tanda kehidupan, seluruh area dipenuhi oleh kegelapan yang sangat berbeda dengan ingatan Gofar dua bulan lalu.


“Rumah ini....” kesatria Toni yang selalu diam sepanjang perjalanan akhirnya membuka mulutnya ketika melihat rumah besar ditengah desa.


Rumah yang terlihat aneh seolah dibuat menggunakan teknik pixel pada gambar digital. “Aku merasa nostalgia.” ungkap Toni.


Pemimpin Hunter dari sekte Gogo Gread itu memerintahkan pasukannya untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke desa goblin. Sementara itu Toni berniat melihat bagian dalam rumah besar.


Melihat Toni masuk ke dalam rumah besar, Gofar yang awalnya berniat membakar seluruh desa pun menunda niatnya. Dia juga merasa perlu beristirahat sebelum pertempuran.


Keadaan terasa begitu sunyi, hanya suara serangga yang terdengar disekitar desa.


Keadaan yang begitu tenang membuat beberapa orang mulai merasa keanehan karena selama perjalanan mereka tidak berpapasan dengan satupun monster. Padahal dari penjelasan yang mereka terima, gunung ini merupakan sarang dari monster-monster berbahaya.


Tetapi melihat sendiri keadaan gunung yang begitu damai hingga bisa ditinggali orang-orang buangan, membuat para Hunter sekte Gogo Gread berpikir jika telah terjadi sebuah konspirasi yang membuat tersebarnya informasi palsu tentang keadaan yang sebenarnya.


Gofar tertawa terbahak-bahak ketika tahu para Hunter mulai menyadari sesuatu. “Itulah kenapa tempat ini begitu berharga.” Gofar berkata dengan sangat bangga.


“Bayangkan, di luar sana monster bermunculan dengan bebas membuat manusia hidup dalam ketakutan. Tapi di tempat ini aman seakan tidak ada monster yang muncul, jika pun ada itu hanya moneter lemah seperti goblin.” pria paruh baya itu berbicara dengan menggebu-gebu.


Gofar mengatakan jika harga dari tanah digunakan ini akan sangat mahal dikarenakan keamanannya yang terjamin. Namun yang dia tidak ketahui adalah selama ini semua monster berbahaya telah diberantas oleh Ratu Goblin saat melatih Pasukannya.


Manusia serakah itu tidak akan sadar betapa berbahayanya gunung ini.


Istirahat berakhir, Toni memerintahkan pasukannya untuk bersiap melakukan perjalanan. Namun mereka segera dikejutkan dengan kemunculan seorang wanita mengenakan jas hujan berwarna kuning, tudung yang dia kenakan membuat wajahnya tidak mampu dikenali.


“Selamat malam tuan-tuan.” Tiba-tiba saja udara terasa semakin dingin setelah kemunculan wanita itu.

__ADS_1


Tidak ada satupun yang bisa melihat wajahnya, namun semua orang dapat merasakan jika wanita itu tengah tersenyum kearah mereka.


__ADS_2