
Narotica: "Humu humu humu..." gumam Aura sembari menyentuh dagunya, dia telah mendengarkan cerita dari Mulyadi, pemuda cacat dari desa Ndalangili.
Setelah mendengar kisah kepahlawanan Tania yang tanpa pamrih menolong dan juga tanpa hati meninggalkan penduduk desa begitu saja setelah membantai bandit dan anggota sekte.
Aura berniat segera melanjutkan perjalanan menuju kota karena dia merasa tidak ada lagi yang perlu dilakukan di tempat ini. Namun sistem memperingatkan Aura jika karma negatif miliknya bisa naik jika membiarkan begitu saja orang-orang yang sedang membutuhkan pertolongannya.
"Sangat merepotkan," Aura menghela nafas panjang, dia merasa bukan kewajibannya untuk menolong penduduk desa ini. Tapi jika dia membiarkan mereka begitu saja, maka akan membuat karma buruknya bertambah yang nantinya bisa menyebabkan masalah lebih besar.
"Ya mau bagaimana lagi," Aura pun mengatakan pada Mulyadi jika dirinya berniat memberikan bantuan pada pendukung desa. Mendengar itu membuat semua warga yang memperhatikan Aura dari jauh merasa senang.
Mulyadi sangat berterima kasih pada Aura dan menerima niat baik gadis itu. Tidak ingin berlama-lama, Aura segera mengambil banyak persediaan makanan dari dalam storage, melihat banyaknya makanan yang muncul entah darimana membuat Mulyadi dan warga desa kebingungan.
"Kau tidak pernah melihat sihir penyimpanan dimensi sebelumnya?." tanya Aura dengan heran.
"Tidak, maaf tapi pengetahuanku tentang sihir begitu terbatas." alasan yang mudah dipahami, bagi warga desa seperti Mulyadi sangat sulit untuk mendapatkan akses informasi tentang kekuatan dari energi sihir.
Yang mereka ketahui mungkin hanya sebatas meningkatnya kekuatan fisik dan keahlian dasar. Mulyadi juga mengatakan sebelumnya dia tidak tahu menahu jika manusia bisa menggunakan sihir, dia pikir orang luar yang bisa menciptakan api setelah mengucapkan berbagai mantra hanya sekedar ilusi trik sulap.
Tetapi setelah kedatangan kelopak bandit Golok Berdarah, Mulyadi sadar jika kemampuan manusia yang telah mendapatkan kekuatan dari radiasi meteor, mampu melakukan banyak hal yang diluar nalar manusia biasa.
"Sihir, adalah kekuatan yang sangat menakjubkan bukan?." ucap Mulyadi.
"Begitulah," balas Aura singkat.
Setelah mengisi ruangan dengan persediaan makanan, Mulyadi meminta beberapa orang untuk membantu Aura membagikan makanan pada warga.
Bukan hanya pembagian makanan, Aura juga mendirikan sebuah posko kesehatan untuk merawat penduduk desa yang terluka akibat perlakuan kasar bandit golok berdarah.
__ADS_1
Semua warga desa berkumpul di balai desa untuk mendapatkan sembako dan perawatan kesehatan gratis. Aura menyerahkan pembagian makanan pada Mulyadi, sedangkan dia sendiri merawat warga yang sakit.
"Luar biasa, jariku yang hilang kini kembali seperti sediakala" seorang warga negara senang setelah mendapati jarinya yang putus kini bisa disembuhkan.
Setiap warga yang melihatnya begitu takjub, ini seperti sebuah keajaiban. Sebelum orang-orang berpikir dirinya adalah orang suci atau semacamnya. Aura segera memberitahu jika penyembuhan yang dia lakukan semua berkat Potion yang dia buat.
Mulyadi terus memperhatikan Aura terutama pada Potion yang gadis berambut pirang itu gunakan. Aura paham betul Kenapa Mulyadi memperhatikannya, pemuda itu pasti berpikir jika kakinya bisa dikembalikan dengan Potion miliknya.
Namun itu tidak akan berguna.
Setelah semua warga mendapatkan makanan dan pengobatan, Mulyadi mengutarakan permintaannya agar Aura menyembuhkannya yang telah kehilangan salah satu kaki.
Meskipun Aura mengatakan jika Potion miliknya tidak akan berpengaruh pada kaki Mulyadi, tetapi wanita itu tetap merawat pemuda itu. Dah hasilnya seperti yang Aura katakan, kaki Mulyadi tidak pernah kembali meskipun Aura telah menuangkan banyak Potion.
Hati Mulyadi hancur ketika mendapati kebenaran jika kakinya yang cacat tidak akan kembali normal. Tetapi itu belum berakhir, ditengah keputusasaan yang Mulyadi alami, Aura memberikan harapan baru untuknya.
Mulyadi merasa kaki palsu mungkin tidak akan terlalu berguna, namun jelas dia tidak bisa menolak kebaikan hati Aura. Pemuda itu menantikan kaki palsu buatan Aura, meskipun dia tidak menaruh ekspektasinya begitu tinggi.
***
Saat ini, Aura berada di dalam bengkel milik seorang warga, terpaku menatap layar hologram di depannya yang menampilkan sebuah blue print. Aura memiliki rencana untuk membuat sebuah kaki palsu menggunakan item tersebut.
Dengan bimbingan dari sistem yang cerdas, Aura mencoba merancang sebuah kaki robot. Namun, nilai kesenian yang rendah membuatnya kesulitan menggambar kaki robot yang menarik.
Setelah berpikir keras, Aura mengambil keputusan yang mengejutkan. Dia memutuskan untuk menyontek kaki robot Terminatrix sebagai model. "Apakah ini akan menjadi masalah?" Aura khawatir jika penggunaan rangka robot perempuan untuk membuat kaki palsu seorang pria akan menimbulkan kesalahpahaman.
Namun, semua kekhawatiran itu sirna ketika Sistem memberikan jaminan bahwa tidak akan ada masalah, memungkinkan Aura untuk dengan bebas menggunakan kakinya sendiri sebagai model.
__ADS_1
"Demi Tuhan, ini sempurna!" Aura memuji gambar kakinya dengan bangga.
Setelah gambar selesai, blue print memancarkan cahaya terang sejenak sebelum padam, menunjukkan perubahan pada gambar yang sebelumnya dibuat oleh Aura. Sekarang, gambar kaki robot yang Aura buat menjadi lebih detail dan menakjubkan.
"Inikah kegunaan sebenarnya dari blue print?" Aura tersenyum kagum melihat blue print kaki robot yang ia buat. "Sungguh menakjubkan."
Blue print menunjukkan cara untuk membuat item yang digambarkan di dalamnya. Setelah mempelajari cara membuat kaki palsu, Aura segera memulai pekerjaannya dengan semangat.
Langkah pertama adalah mempersiapkan bahan yang diperlukan. Meskipun hampir semua logam bisa digunakan sebagai material, Aura memilih dengan hati-hati, mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Sebagai contoh, besi adalah bahan yang kuat, tetapi memiliki kekurangan dalam konsumsi energi sihir karena konduktivitasnya yang buruk. Di sisi lain, bahan emas adalah konduktor energi sihir yang baik, namun memiliki kelemahan yakni rapuh dan lemah.
"Emas mungkin terlalu berlebihan, tapi besi terlalu biasa," gumam Aura dalam pikirannya.
Setelah berpikir keras, Aura mencapai keputusan yang brilian. Dia memilih kayu sebagai material utama untuk kaki palsu. Mengapa kayu? Karena Aura mengetahui tentang hutan raksasa yang memiliki pepohonan kuat dengan kayu sekeras besi.
Meskipun kayu tidak sebaik emas dalam hal konduktivitas, Aura yakin bahwa kayu masih lebih baik daripada besi dalam hal kekuatan dan konduktivitas. Setidaknya, itu akan memberikan kaki palsu yang seimbang.
Dengan bahan yang telah dipilih, Aura mulai bekerja dengan penuh semangat. Gerakan tangannya begitu cepat dan terampil, seolah-olah dia adalah seorang seniman terampil yang menciptakan karya seni yang hidup. Blue print menjadi panduan yang memberinya petunjuk yang jelas.
Kayu dipotong, dibentuk, dan dijadikan sebuah karya seni yang indah. Setelah kerangka kaki selesai, Aura menyadari bahwa prosesnya masih jauh dari selesai.
Proses paling menantang baru saja dimulai. Aura harus menciptakan mekanisme energi sihir yang tepat pada kaki palsu agar dapat berfungsi seperti kaki asli. Tantangan ini membutuhkan keahlian dan ketelitian yang luar biasa.
Aura menatap kaki palsu yang sedang dia buat dengan penuh kebanggaan dan rasa puas. Dia tahu bahwa ini adalah karya yang akan mengubah hidupnya, dia penasaran reaksi seperti apa yang akan sahabatnya Arang buat saat tahu Aurelia bisa menciptakan duplikat Terminatrix .
__ADS_1