System Play Store

System Play Store
127. Serangan Genk Motor


__ADS_3

Aurelia, atau yang saat ini sedang menyamar sebagai Aura, telah menyelesaikan pembuatan kaki palsu untuk kepala desa Ndalangili, Mulyadi. Namun, ketika Aura keluar dari bengkel pengolahan besi, dia terkejut melihat keributan yang sedang terjadi di desa.


Sebuah kelompok anggota Genk motor datang dengan suara mesin yang mengganggu dan klakson yang sangat menyebalkan. Pemimpin Genk itu adalah seorang pria tua berkacamata hitam dengan tubuh kekar, janggut dan rambutnya penuh uban, yang membuatnya terlihat garang dan mengerikan.


"Apa mereka adalah bandit lainnya?" gumam Aura sambil mengawasi keadaan dari atas atap rumah.


Aura melihat lambang roda dan tengkorak yang terbakar di jaket anggota Genk motor, membuatnya penasaran. Dia pun bertanya pada sistem mengenai lambang tersebut. Dengan kemampuan analisisnya, sistem menemukan informasi bahwa Genk motor tersebut bernama Klinting, sebuah kelompok pengendara yang terkenal sadis dan brutal.


"Genk motor macam apa itu?" tanya Aura.


Sistem kemudian melanjutkan penjelasannya. Genk motor Klinting merupakan pengabdi iblis jahat bernama Devil Driver. Mereka suka melakukan pembantaian terhadap orang sembarangan yang mereka temui di jalan, dan juga telah melakukan pembantaian massal di desa-desa terpencil.


[Mereka melakukan hal tersebut sebagai ritual pemujaan pada iblis Devil Driver. Ritual dimulai dengan upacara kematian yaitu menciptakan suara bising menggunakan mesin kendaraan dan klakson, dan setelah upacara kematian selesai, pembantaian akan dimulai.]


Aura mendengarkan penjelasan sistem dengan seksama, hingga perhatiannya beralih pada para warga yang melihat kedatangan anggota Genk Klinting dengan rasa khawatir dan penasaran.


Mereka tidak menyadari bahwa parade berisik yang sedang dilakukan oleh Genk motor akan berubah menjadi upacara kematian bagi seluruh penduduk desa.


"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Aura pada dirinya sendiri. Dia merasa kesal karena baru saja membantu warga desa untuk mengatasi karma buruk, namun sekarang dia terancam mendapatkan karma buruk yang baru.


"Jika aku membiarkan Genk motor itu membantai seluruh warga desa, maka aku akan mendapatkan karma buruk. Tetapi jika aku membantu warga desa, akibatnya tetap sama, aku akan mendapatkan karma buruk karena membantai anggota Genk motor tersebut."


Situasinya sangat membingungkan, dan Aura membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengambil keputusan. Sementara itu, upacara persembahan dari Genk Klinting kepada iblis Devil Driver hampir selesai.


Mulyadi keluar dari rumahnya setelah merasa terganggu dengan suara bising. "Kalian berhenti membuat keributan!" teriak Mulyadi dengan marah. Dia sangat kesal karena suara klakson anggota Genk Klinting yang berisik mengganggu tidurnya siang itu.


Salah satu anggota Genk Klinting memperhatikan Mulyadi, dan terdengar tawa cekikikan dari balik helmnya. Kemudian, dia memacu motornya dengan cepat menuju Mulyadi. Bukan hanya itu, anggota Genk tersebut juga menggenggam clurit berlumuran darah. Seketika, Mulyadi sadar bahwa dirinya dalam bahaya karena saat ini tengah menjadi target.


***


Vrooom! Dengan suara menggelegar, Genk Klinting muncul dengan sigap menggunakan motornya. Angin berhembus kencang saat anggota Genk itu memutari Mulyadi dengan motornya sambil tertawa terbahak-bahak, merasa yakin bahwa Mulyadi akan menjadi mangsa yang mudah.

__ADS_1


"Dia bahkan hanya berdiri diam, seberapa takutnya dia!" pikir pengendara motor itu dengan percaya diri.


Motor melaju dengan kecepatan kilat, tapi Mulyadi, dengan ketenangan yang tak tergoyahkan, menghindari tabrakan dengan keahlian yang luar biasa. Pengendara motor terkejut melihat betapa Mulyadi begitu mudah melakukan penghindaran, seorang cacat yang hanya memiliki satu kaki, berhasil menghindari serangannya yang berbahaya.


"Tapi kamu tetap tidak akan selamat!" pikir pengendara motor tersebut.


Dengan kecepatan yang tak terduga, pengendara motor itu melayangkan sabetan celuritnya dengan maksud memenggal leher Mulyadi. Namun, Mulyadi dengan lihai mengelak dan menghindari serangan tersebut. Dia menunjukkan kecekatan yang luar biasa, meskipun hanya menggunakan satu kaki. Pengendara motor itu terkejut dan berpikir bahwa Mulyadi tidak mungkin bisa menghindari serangan pamungkas kedua darinya.


"Kepalamu akan putus!" serunya dengan penuh kegembiraan.


Namun...


Trang! Suara benturan keras terdengar, mengagetkan pengendara motor tersebut.


"Nani!"


Mulyadi berhasil menahan serangan dengan menggunakan tongkat yang biasa dia gunakan untuk menopang tubuhnya. Meskipun berhasil menahan serangan combo tersebut, dampaknya membuat Mulyadi terjerembab karena kekuatan serangan yang begitu besar.


Melihat Mulyadi masih hidup, anggota Genk Klinting lainnya tertawa terbahak-bahak. Mereka merasa malu pada rekan anggota Genk Klinting tersebut karena pemuda yang mereka anggap lemah ternyata mampu menghindari serangan pamungkas yang sangat dibanggakan oleh anggota itu, karena telah digunakan untuk merenggut ratusan nyawa.


"Bangsat! Aku tidak percaya pria cacat seperti dia berani mempermalukan kami seperti ini!" geram salah satu anggota Genk Klinting, merasa terhina dan dipermalukan oleh Mulyadi.


Tetapi dia tidak akan membiarkan dirinya menjadi bahan ejekan begitu saja. Pengendara motor itu mempercepat laju motornya dengan niatan yang lebih serius. Kali ini, dia akan menyerang Mulyadi dengan segala kekuatan dan kemampuan yang dia miliki. Melihat itu Mulyadi bangkit kembali, tatapannya penuh ketegasan terhadap pengendara motor yang bersiap menyerangnya sekali lagi.


"Bukankah ini sangat menarik?"


[Apa Anda ingin tahu siapa yang akan memenangkan pertarungan antara Kepala desa Ndalangili dan anggota Genk Klinting?]


"Tidak perlu, karena hasilnya sudah sangat jelas."


Aura terus memperhatikan dari atas, dia merasa terhibur dengan pertarungan yang terjadi di bawah sana.

__ADS_1


[Apa Anda ingin mengaktifkan benih yang Anda tanam pada tubuh kepala desa?]


Mata Aura melebar mendengar pertanyaan sistem, kemudian senyumnya melebar. Dia tidak mengatakan apapun, perhatiannya kembali pada pertarungan yang terjadi di bawah sana.


Motor melaju dengan kecepatan yang mengerikan, Mulyadi berdiri tegak dalam kuda-kuda yang kokoh, meskipun hanya dengan satu kaki. Seperti sebelumnya, Mulyadi dengan keahlian yang luar biasa menghindari tabrakan dengan motor yang melaju cepat. Ketika sabetan celurit mengarah ke leher Mulyadi, dia tidak lagi menahan serangan, tetapi menghindarinya dengan lincah.


Tindakan yang berbeda ini memberikan kesempatan kepada Mulyadi untuk melakukan serangan balik. Namun, anggota Genk Klinting dengan cekatan berhasil menghindari serangan Mulyadi yang lemah dan lambat. Hasilnya...


Brak! Hantaman dari bagian belakang motor membuat Mulyadi terpental begitu kuat, tubuhnya menghantam tembok rumahnya sendiri hingga jebol.


["Seperti yang saya prediksikan."]


[.....]


Suara sistem dan Aura saling tumpang tindih karena keduanya berbicara hampir bersamaan.


Sistem berpikir bahwa Aura percaya kepala desa Ndalangili akan memenangkan pertempuran dengan kemampuannya sendiri. Dugaan itu didasarkan pada penolakan Aura untuk mengaktifkan benih cacing yang telah dia tanam pada Mulyadi.


Sementara itu, sistem yakin seratus persen bahwa Mulyadi tidak akan bisa memenangkan pertarungan karena dia tidak akan bisa menghindar dengan tepat atau memberikan serangan kuat dengan hanya menggunakan satu kaki.


Tetapi pada kenyataannya, Aura juga berpikir seperti sistem yang yakin bahwa Mulyadi tidak akan memenangkan pertarungan. Lalu mengapa Aura tidak mengikuti saran sistem untuk mengaktifkan benih cacing, tetapi justru membiarkan Mulyadi dikalahkan?


"Tidak semua orang menginginkan kekuatan, terutama jika kekuatan itu berasal dari sesuatu yang sangat menjijikkan," ungkap Aura.


Gadis berjubah kuning itu yakin seratus persen bahwa semua warga desa akan menolak kekuatan yang telah dia berikan pada semua penduduk desa yakni cacing parasit.


Karena itulah, daripada memaksa penduduk desa menerima apa yang telah dia diberikan, Aura berpikir lebih baik menunggu penduduk desa membutuhkan pemberian darinya.


“Naluri bertahan hidup manusia begitu kuat, mereka bahkan tidak akan segan mencium kaki iblis hanya untuk menyelamatkan diri mereka sendiri.”


Upacara kematian Genk Klinting hampir berakhir, Aura berpikir sudah waktunya dia bertindak.

__ADS_1



__ADS_2