System Play Store

System Play Store
59. Benteng Pertahanan


__ADS_3

“FIREBALL”


Teriakan para Wizard saat melancarkan serangan bola api terus terdengar disertai suara berisik puluh ribu semut yang berusaha memanjat tebing.


Jarak antara pasukan semut raksasa dengan puncak tebing sudah begitu dekat. Jika keadaan tidak berubah diperkirakan kurang dari lima menit serangga-serangga itu akan mencapai posisi kami berada.


Seandainya itu terjadi maka kami semua akan tersapu bersih kurang dari sepuluh detik. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi cemilan para semut pemarah itu.


Dengan gigi rahang besar seperti gunting baja, mungkin tubuhku akan tercabik-cabik menjadi potongan kecil. Membayangkan apa yang bisa terjadi membuatku merinding ketakutan.


Tetapi tidak sedikit aku berpikir untuk mundur karena rencana Arang sudah matang, dan aku percaya padanya.


Aku percaya pada temanku.


***


Pasukan semut semakin dekat ke permukaan, melihat itu membuat kaki pasukan Goblin menjadi gemetar ketakutan. Bahkan ada diantaranya yang berpikir untuk melarikan diri, namun Goblone segera memberikan hukuman menyakitkan bagi bawahnya yang berani meninggalkan barisan.


Sebelumnya Goblone sudah pernah menghadapi semut raksasa bersama majikannya. Dia berhasil menghabisi belasan monster itu sebelum mengalami evolusi.


Dengan kekuatan yang ia miliki setelah evolusi ditambah senjata tombak Unicorn membuat Goblone merasa dirinya bisa melawan seratus pasukan semut seorang diri.


Meskipun begitu melihat banyaknya pasukan semut kali ini yang jelas puluhan kali lebih banyak dari yang dia lawan sebelum sudah cukup membuat nyali Goblone menciut.


Tetapi sekali lagi dia tidak akan mundur, rencana yang dibuat majikannya begitu sempurna. Sebanyak apapun semut yang datang, pertempuran ini sudah ditentukan pemenangnya.


***


Berdiri di tepi tebing Arang membuat pasukan semut yang merangkak naik. Tatapannya begitu rendah, seakan menganggap semua semut dibawah kakinya sama sekali bukan sebuah ancaman baginya.


“Aurel, kau bisa memanggil mereka sekarang.” ucapnya.


Itu adalah pertanda jika rencana pertempuran dengan pasukan semut akan memasuki fase kedua. Aku pun segera melakukan tugasku dengan mengeluarkan Clan Castle.


Sebuah miniatur aku keluarkan dari mulut Avatar cacing. Miniatur benteng yang semula berukuran 6×6 cm dengan cepat membesar menjadi sebuah bangunan setinggi 2,5 meter.


“Kita butuh Baloon sebagai pengebom dan para Builder.”


Dengan cepat aku mengatur pasukan untuk dilatih. Namun butuh waktu hingga latihan selesai, sedangkan pasukan semut sebentar lagi akan mencapai puncak tebing.


Para Wizard dan Archer berusaha keras untuk menyerang para semut, tetapi itu hanya memberikan sedikit tambahan waktu. Meskipun menyadari keadaan saat ini begitu berbahaya, wajah Arang masih memperlihatkan kepercayaan diri yang tidak tergoyahkan.


“Builder siap.” ucapku.

__ADS_1


Senyum Arang melebar mendengarnya.


“Segera kerahkan pasukan Builder!.”


“Siap!.”


Mendapatkan perintah langsung, aku segera mengeluarkan semua Builder dari dalam Clan Castle. Meskipun para Builder bukan pasukan petarung, tetapi mereka memiliki peran penting dalam rencana.


Aku kembali mengeluarkan sesuatu dari mulut, namun kali ini dalam jumlah yang sangat banyak. Puluhan ribu batu berbentuk kotak aku keluarkan untuk digunakan Builder membangun sebuah benteng.


Rencananya kami akan bertarung di dalam benteng yang Builder buat menggunakan balok batu. Rencana yang sangat sederhana sekaligus sangat beresiko.


Setelah keluar dari Clan Castle, semua Builder segera mengambil balok lalu mulai menyusunnya. Dengan kecepatan yang menakutkan mereka mulai membuat sebuah benteng tanpa perlu melihat desain benteng yang Arang persiapkan.


Itu semua bisa terjadi karena terdapat koneksi aneh antara aku dengan para Builder.


Dari hasil penelitian Arang tentang pasukan kelas off Klan yang dia teliti, terdapat kesimpulan jika semua pengetahuan dan pengalaman satu tentara akan dibagi kepada setiap pasukan yang lainnya.


Seperti contoh seorang Barbarian mendapatkan pelatihan berpedang, maka Barbarian lainnya pun mendapat pengetahuan yang sama meskipun tidak pernah berlatih.


Pengetahuan itu juga tidak akan hilang meskipun seluruh Barbarian dimusnahkan, karena Barbarian yang baru selesai dilatih akan mendapatkan pengetahuan dari Barbarian sebelumnya.


Fitur tersebut berlaku untuk seluruh pasukan tipe petarung Kelas off Klan.


Meskipun Builder merupakan karakter npc yang tidak memiliki kemampuan bertarung, Builder memiliki peran sangat penting dalam game. Tanpa mereka, player tidak mungkin bisa meningkatkan level Town Hall dan bangunan pertahanan.


Begitu juga dengan Kelas off Klan versi dunia nyata. Para Builder memiliki kemampuan pemahaman sangat baik dan belajar dengan sangat cepat.


Tetapi itu semua belum seberapa dibandingkan kemampuan untuk bisa menerima perintah melalui pikiran, semacam telepati tetapi lebih dari itu.


Bayangkan saja kau melihat sebuah rancangan rumah, lalu tiba-tiba ingin membangun rumah dari rancangan yang sebelumnya kau lihat. Tetapi tanpa diarahkan semua anak buahmu sudah mengerti apa yang harus mereka lakukan.


Tanpa melihat rancangan rumah yang kau lihat sebelumnya, mereka sudah memiliki gambaran tentang rancangan itu.


Seperti itulah kemampuan para Builder, mereka seakan bisa mengetahui isi kepalaku sehingga tidak perlu bertanya Benteng seperti apa yang ingin dibangun, karena sebelumnya aku sudah melihat rancangan Arang.


“Mereka bahkan bekerja lebih baik dari yang aku perkirakan.” Arang memuji bagaimana para Builder berkerja.


Benteng yang Builder bangun bahkan dianggap lebih baik dibandingkan dengan sketsa yang Arang buat. Ada beberapa bagian yang ditambahkan untuk memperkuat pertahanan dan mempermudah pasukan untuk menyerang musuh.


Kurang dari lima belas menit, benteng yang terlihat begitu kokoh selesai dibangun oleh tiga puluh Builder. Meskipun itu adalah pencapaian yang luar biasa, tetapi tidak ada waktu untuk perayaan.


Pasukan semut telah mencapai puncak tebing, kami pun secara perlahan mulai mundur dan masuk kedalam benteng untuk berlindung.

__ADS_1


Pasukan semut mencoba merobohkan dinding benteng tetapi usaha mereka sia-sia. Gigi rahang para semut yang bisa meremukkan batu bahkan tidak sanggup menggores dinding yang terbuat dari balok batu.


Master Builder terlihat bangga dengan kekokohan benteng yang dia buat bersama Builder lainnya.


Meskipun dikepung oleh ratusan ribu pasukan semut, benteng ini tidak akan bisa ditembus. Tetapi bersembunyi di dalam benteng tak tertembus bukanlah rencana kami.


Ding!.


[Pelatihan Baloon telah selesai]


Notifikasi sistem terdengar di kepalaku, bersamaan dengan itu bangunan Clan Castle bersinar lalu sebuah balon udara keluar dari atap yang terbuka. Satu persatu balon berterbangan, memberikan pemandangan indah bagikan lampu lampion yang menghiasi langit senja.


Pasukan Baloon terbang di atas lautan semut raksasa, sedangkan serangga-serangga itu tidak tahu apa yang akan dilakukan para skeleton di dalam Baloon.


Hingga perintah serangan dari Arang terdengar begitu keras, membuat para skeleton di dalam Baloon menjatuhkan bom secara serempak, membombardir lautan semut secara bertubi-tubi.


Dampak kerusakan yang dihasilkan oleh serangan bom Baloon adalah kerusakan area. Sangat efektif untuk memusnahkan musuh dalam jumlah besar seperti pasukan semut.


Arang tertawa terbahak-bahak ketika ledakan dan jeritan para semut terus terdengar. Dia lebih terlihat seperti seorang iblis yang menikmati kehancuran dan penderitaan dibandingkan seorang utusan Dewa.


Rencananya berjalan dengan sangat baik, jika terus berjalan seperti ini maka tidak akan ada yang perlu dikhawatirkan, kemenangan jelas berada di pihak kami.


Jika semut-semut itu memiliki kecerdasan pasti mereka akan memilih untuk mundur dibandingkan tetap berusaha menerobos benteng yang tidak tertembus, sedangkan di udara pasukan Baloon terus membombardir.


Tetapi sepertinya kami yang terlalu meremehkan pihak lawan.


Disaat kami berpikir jika para semut tidak memiliki cara untuk mengatasi pasukan Baloon, tiba-tiba salah satu Baloon jatuh tanpa sebab. Ledakan besar terjadi di area jauhnya Baloon, memperlihatkan awan jamur naik ke atas.


Semua orang terkejut dengan kejadian itu, tetapi apa yang kami lihat selanjutnya lebih menakutkan.


Dari dasar tebing, pasukan semut bersayap berterbangan hingga menutupi langit dengan jumlah mereka yang tidak masuk akal.


“Oh, yang itu diluar perkiraan ku.” ucap Arang dengan tawa canggung.


Kemenangan perang yang awalnya hampir berada di dalam genggaman tangan, tiba-tiba berbalik 180 derajat menjadi begitu berbahaya ketika lawan akhirnya mengeluarkan pasukan rahasianya.


“Tetapi bukankan ini semakin menarik?.”


Dengan landscape langit sore diwarnai ledakan besar akibat puluhan Baloon yang dijatuhkan, aku melihat senyuman dibibir Arang.


Senyuman penuh percaya diri, seakan keadaan saat ini bisa dia balikan dengan mudah.


“Saatnya untuk terbang.”

__ADS_1


***


__ADS_2