System Play Store

System Play Store
104. Alam Naga


__ADS_3


Alam naga Besakih.


Sebuah istana yang dipenuhi dengan ornamen naga berdiri kokoh diatas ribuan pating naga yang menopangnya.


Namun tiba-tiba patung yang berfungsi sebagai salah satu pilar utama hancur tanpa sebab. Hancurnya salah satu pilar utama membuat istana naga bergetar hebat.


Tidur seekor naga terganggu begitu merasakan istana yang dia tempati bergetar. Tapi naga itu seakan tidak begitu mempermasalahkan kejadian tersebut. Meskipun guncangannya cukup kuat, dia hanya membuka salah satu matanya tanpa bergerak dari tempatnya.


Tatapan Naga itu tertuju pada satu-satunya pintu di ruangan tempat dia beristirahat, dia seakan sedang menunggu seseorang masuk melewati pintu tersebut. Naga seakan sudah mengalami situasi yang sama berkali-kali sebelumnya.


Getaran hanya berlangsung selama lima menit, setelah getaran berakhir seorang pria dengan tanduk, sayap, ekor dan sisik hitam di berbagai bagian tubuhnya masuk dari pintu yang sebelumnya naga perhatikan.


“Maaf atas ketidak nyamanan anda yang mulia Raja Naga Antaboga.” manusia reptil bersayap segera berlutut dari jarak seratus meter pada naga Pemalas yang terus menatapnya.


{Siapa dia?} Suara terdengar langsung dalam kepala manusia reptil.


Karena terlalu malas membuat Raja naga berkomunikasi dengan menggunakan kemampuan sihir telepati, alasan sangat sederhana Raja Naga terlalu malas untuk berbicara.


“Dia adalah naga Geni yang telah melayani istana naga dan Baginda selama 400 tahun lebih, tepatnya 489 tahun.”


Pria kadal memberikan laporan begitu detail, namun lawan bicaranya hanya menjawab.


{Oh} jawaban yang dengan jelas mengisyaratkan jika sang raja naga tidak tertarik dengan penjelasan manusia reptil.


Manusia reptil menundukkan kepalanya semakin dalam hingga wajahnya tidak bisa dilihat oleh Raja Naga.


Hancurnya patung naga yang menjadi penyangga istana Raja Naga menandakan jika model dari patung tersebut telah tiada. Dalam hal ini adalah naga Geni yang merupakan salah satu naga terkuat yang masih memiliki garis darah dari raja naga.


Sebelumnya naga Geni diperintahkan langsung oleh raja naga untuk menyelidiki kasus menghilangnya salah satu Monarc yang sedang membangun kekuatan di dunia bawah.


Mendapatkan perintah dari raja naga membuat Naga Geni sangat bersemangat, namun tidak ada yang tahu jika Itu adalah terakhir kalinya naga Geni terlihat.


{Pertama Monarc, dan sekarang salah satu pilar istanaku hancur. Sebenarnya ada apa dengan dunia kali ini?.}


Dengan maksud mengambil kekuatan Monarc yang telah dikalahkan oleh makhluk dunia bawah, Raja Naga justru kehilangan salah satu pilar istana.

__ADS_1


Meskipun dia tahu jika saat ini radiasi energi sihir di dunia bawah masih sangat tipis, sehingga naga Geni tidak menggunakan seluruh kekuatannya.


Tapi Raja Naga beranggapan jika itu bukan sebuah alasan yang bisa dia terima untuk mati ditangan para makhluk rendahan yang bahkan belum lolos fase kedua.


{Tidak berguna.}


Raja naga kembali menutup matanya, semua yang ingin dia dengar telah didengar, tidak ada lagi alasan untuknya membuang-buang waktu berharga yang seharusnya digunakan untuk hal lebih berguna yakni rebahan.


Namun pria kadal masih berlutut di depannya, membuat Raja Naga merasa tidak nyaman untuk kembali melanjutkan tidurnya.


{Apa ada hal lain yang ingin kau katakan?}


Intimidasi terasa begitu menekan hingga istana naga bergetar lebih kuat dibandingkan saat salah satu pilarnya hancur. Tetapi meskipun mendapatkan tekanan yang begitu kuat, pria kadal masih bisa bertahan.


{Naga Geni merupakan anak dari pangeran Naga Basuki dan Dewi Supreti yang membuatnya memiliki darah naga dan berkah Phoenix. Aku berpikir jika istana perlu mengirim tim pencari untuk mencari keberadaannya}


Mendengar perkataan pria kadal membuat Raja Naga kembali membuka matanya, sorot matanya masih menunjukkan ketidak tertarikan pada pembahasan yang dia dengar.


{Tentu, tidak ada yang boleh menggunakan mayat keluarga Kerajaan naga sebagai bahan material senjata tanpa izin...}


{Aku mengizinkan mu mengirim dua kesatria untuk mengambil bangkai naga yang tidak berguna itu. Kemudian gunakan bagian tubuhnya sebagai tikar atau keset, untuk mengenang kebodohan dari naga yang dikalahkan oleh makhluk lemah}


“Di.... dipahami yang mulia.” pria kadal bangkit dengan tubuh yang gemetar, dia dengan tergesa-gesa meninggalkan ruang peristirahatan raja naga.


Dalam pandangan raja naga dia melihat kadal yang sangat ketakutan akan amarahnya meninggalkan ruangan peristirahatannya dengan lari terbirit-birit. Namun sangat berkebalikan dengan yang sebenarnya terjadi.


Pria kadal bernama Susena itu memendam amarah yang begitu besar hingga tubuhnya bergetar akibat menahan gejolak batinnya. Dia marah pada Raja naga karena menganggap Naga Geni yang tidak lain adalah cucunya sendiri sebagai makhluk yang tidak berguna.


Setelah kematian kedua orang tuanya akibat dari kebodohan Raja naga, Susena merawat Naga Geni seperti anaknya sendiri. Dia merasa sangat bersalah karena dialah yang menyampaikan titah sang Raja Naga untuk turun ke dunia bawah mengambil Kekuatan Monarc.


Keluar dari istana naga, Susena di perlihatkan dengan pemandangan alam Besakih yang dipenuhi dengan kabut tipis dan tebing-tebing setinggi gunung dengan puncak ditutupi oleh pepohonan.


Melihat pemandangan itu membuat Susena teringat dengan masalah lalunya dengan Naga Geni, dimana anak angkatnya itu pernah hampir menghanguskan seluruh alam Naga dengan api miliknya.


Mengingat masa lalu hanya membuat hati Susena semakin terluka. Dia tidak kuasa menahan tangisnya, namun air mata yang mengalir dipimpinnya segera menguap dikarenakan suhu tubuh manusia kadal itu tiba-tiba menjadi sangat panas.


“Kau tidak perlu menyembunyikan kesedihanmu Jaka.” ucap seorang manusia kadal lainnya yang menghampiri Susena dengan senyuman lebar diwajahnya.

__ADS_1


“Namaku bukan Jaka.” balas Susena dengan sorot mata yang menunjukkan kebencian. Manusia kadal akan menduga jika Susena akan bersikap seperti itu padannya, namun senyuman diwajahnya tidak sedikitpun memudar.


“Ya aku tahu, tapi kau adalah seorang perjaka jadi aku akan memanggilmu Jaka mulai sekarang.”


Perkataan pria kadal itu tentu membuat Susena merasa kesal, tapi tidak ada yang bisa dia lakukan. Susena sadar jika pria itu hanya bermaksud membuatnya melupakan kesedihan yang sedang ia alami.


Raynar adalah seorang jenderal kesatria naga. Keduanya memiliki beberapa perselisihan sehingga membuat hubungan keduanya tidak begitu baik. Hal ini membuat Susena merasa kebingungan.


Awalnya Susena berpikir kedatangan Raynar untuk mengolok-oloknya, namun yang terjadi justru sebaliknya. Raynar tampak bersimpati dengan kematian anak angkat Susena.


Keduanya berdiri bersebelahan, menatap pemandangan alam Besakih yang sangat indah dalam keheningan. Hingga akhirnya Raynar memulai percakapan lebih dahulu.


“Aku telah mendengar jika Raja Naga memerintahkan membentuk pasukan pencari jenazah Naga Geni.”


“Kau sudah mendengarnya? Itu sangat mengherankan karena titah itu baru dibuat dan kupikir hanya aku yang mendengarnya.” balas Susena.


Raynar tertawa kecil lalu berkata, “Kau bertingkah seperti tidak tahu apa pun. Seluruh dinding dan lantai istana naga memiliki mata dan telinga, bahkan ruangan peristirahatan raja pun tidak lepas dari pengawasan para kesatria.”


“Dan mereka membicarakan informasi padamu? Aku mempertanyakan kesetiaan para pengawas itu.” sela Susena.


“Ahaha, seperti itulah pengaruh yang aku miliki saat ini.” Raynar terlihat bangga dengan jaringan informasi yang dia miliki.


“Lalu apa yang kau inginkan dariku?.”


“Ya, kau tahu jika aku memilih kuasa untuk memilih kesatria Nana yang akan diberangkatkan ke dunia bawah mencari jenazah Naga Geni.”


Tatapan Susena berubah menjadi begitu tajam. Raynar menawarkan bantuannya untuk mengamankan jenazah Naga Geni agar bisa dimakamkan dengan layak dari pada dijadikan item sihir.


“Untuk apa kau melakukan ini?.” tanya Susena.


Senyum lebar kembali diperlihatkan oleh Raynar, dia berbalik lalu mulai berjalan meninggalkan Susena.


“Ini adalah sebuah hutang Jaka.” ucapnya sebelum menghilang dalam kabut.


“Sudah kubilang namaku bukan Jaka.” ucap Susena kesal


Pria kadal itu kemudian pergi ke museum untuk menemui kedua orang tua Naga Geni yang telah dirubah menjadi item sihir bermaksud meminta maaf.

__ADS_1


__ADS_2