System Play Store

System Play Store
49. Ratu Goblin


__ADS_3

Arang berniat menangkap Enderdragon menggunakan Poket Ball. Namun rencananya ditolak.


“Tidak, aku harus membunuhnya afar bisa memakannya.”


“Eh, memakan?.”


Arang terdiam, detik berikutnya dia segera mengerti rencana Aurelia yang berniat memakan naga agar bisa mendapatkan kekuatannya.


“Sebaiknya kau tidak melakukan itu jika kau sudah memakan telur Naga bumi.”


Arang tiba-tiba berbicara dengan nada serius, melihat temannya seperti itu membuat Aurelia merasa khawatir.


“Memangnya kenapa, apa sesuatu yang buruk akan terjadi jika aku memakan dua naga yang berbeda?.”


Arang menganggukkan kepalanya lalu berkata, “Semua orang hanya bisa memiliki satu kekuatan naga, jika mereka memaksa untuk mendapatkan kekuatan naga lainnya maka orang itu akan langsung terbunuh.”


Arang menatap dengan serius saat berbicara, membuat Aurelia merasa ketakutan.


“Ke... kenapa?. Tanya Aurelia.


“Karena kedua naga akan bertarung di dalam tubuh orang itu yang hanya akan berakhir dengan ledakan dahsyat hingga tubuh orang itu lenyap tak berbekas.”


Itu adalah sebuah ancaman serius, sehingga membuat Aurelia memikirkan kembali rencananya untuk memakan telur Enderdragon.


“Tetapi sepertinya aku pernah mendengar cerita yang agak mirip dari manga tertentu.” pikir Aurelia.


***


Koloni Goblin.


Goblone duduk di singgasana menatap bosan pada seorang Goblin muda yang mengacungkan pedang kearahnya. Goblin itu adalah putra dari pemimpin yang telah Goblone bunuh dalam duel.


“Kau yakin ingin melawanku, bocah?.”


Dilihat dari manapun goblin muda itu hanya akan menemui ajalnya jika tetap ingin melawan Goblone yang sudah berevolusi menjadi Hob goblin. Belum lagi tombak unicorn miliknya begitu kuat, bisa digunakan untuk mengalahkan puluhan Goblin dengan satu jurus.


Intinya, siapapun bisa melihat jika goblin muda tidak memiliki kesempatan untuk memenangkan duel dengan Goblone. Tetapi karena dikuasai oleh dendam atas kematian ayahnya, goblin muda masih tetap berniat melakukan duel.


“Ya terserahlah.”


Goblin perempuan itu bangkit dari singgasananya, tekanan yang begitu berat seketika dirasakan oleh semua Goblin di ruangan itu. Goblin muda bahkan sulit untuk mempertahankan posturnya.

__ADS_1


Mati, goblin bodoh itu pasti akan mati, pikir setiap goblin saat Goblone mulai mendekati lawannya.


“Kemarilah, kau bebas menyerang ku.” ucap Goblone sambil memberikan sinyal untuk datang mendekat.


“Tidak, aku ingin kita berduel di depan semua orang seperti yang kau dan ayahku lakukan” balas goblin mudah.


Mendengar itu sontak Goblone terawat keras.


“Apa yang kau...”


Bam!.


Sebelum Goblin muda menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba Goblone berpindah di depannya dan langsung menghantam perut goblin muda dengan.


Udara dalam paru-paru goblin muda itu keluar karena satu pukulan membuatnya tidak dapat berkata-kata dan bereaksi.


Grab!


“Ugh!.”


Goblone mencekik leher pemuda itu lalu mengangkatnya hingga kakinya tidak lagi menginjak lantai.


“Gunakan otak kecilmu idiot. Kau pikir Ratu sepertiku memiliki waktu untuk meladeni permintaan bodoh mu?.”


Goblin muda tidak dapat mengatakan apa pun karena lehernya dicekik.


“Payah!.”


Dengan bosan Goblone melempar goblin tandannya dengan kuat hingga menjebol dinding rumah. Melihat tembok yang rusak membuatnya semakin kesal.


“Apa kalian pikir gubuk reyot ini pantas menjadi rumahku?.” ucap Goblone saat kembali duduk di singgasananya.


Seorang Goblin dengan rambut memutih yang memperlihatkan usianya, mendekat dan segera berlutut di hadapan Goblone. Dia adalah penasehat dari pemimpin koloni sebelumnya, Goblone membiarkan goblin tua bekerja dibawahnya karena tidak memiliki alasan untuk menyingkirkannya.


“Jika Ratu menginginkannya, maka kami akan membangun rumah yang lebih baik.” ucap tetua goblin.


Tubuh tetua goblin bergetar ketika tatapan Goblone tertuju padanya.


Goblone begitu ditakuti oleh setiap goblin di dalam koloni, bukan hanya karena kekejamannya yang tanpa ampun memberikan hukuman kejam pada para pemberontak yang mencoba melawannya.


Tetapi juga karena dua adalah goblin pertama yang berhasil berevolusi menjadi Hob goblin. Kekuatan yang dimiliki oleh Goblone bahkan bisa melenyapkan setiap goblin di koloni dengan mudah.

__ADS_1


Goblone memangku kepalanya dengan telapak tangan, sementara kakinya disilangkan. Posisinya saat duduk terlihat berwibawa, meskipun sulit untuk diakui tetapi semua Goblin sadar jika sosok Goblone begitu berwibawa hingga tidak berlebihan jika dia mengaggap dirinya sebagai seorang Ratu.


“Aku tidak ingin tempat tinggal yang begitu rapuh seperti tempat ini, aku ingin mendirikan sebuah benteng yang kokoh. Sehingga saat teman ku datang berkunjung, aku bisa membuatnya berkesan dengan Kerajaan ku.”


Goblone mulai membayangkan kerajaan goblin yang begitu megah di tengah hutan. Namun tertua goblin seketika menjadi menjadi pucat wajahnya, tidak mungkin dia bisa mengabulkan keinginan Goblone.


Mereka adalah goblin yang baru beberapa bulan keluar dari dalam goa, pengetahuan yang mereka miliki masih sangat terbatas. Rumah yang mereka bangun diciptakan dengan meniru rumah para manusia di bawah gunung.


Sekarang mereka diminta untuk membuat benteng yang mustahil dilakukan. Karena mereka bahkan tidak tahu arti kata ‘Benteng’ itu apa.


Goblone bukannya tidak tahu tentang keterbatasan pengetahuan yang rakyatnya alami. Dia sadar bahwa tidak bisa terlalu mengharapkan rakyatnya yang bodoh untuk mengabulkan semua keinginannya.


Karena itulah Goblone berniat mengajak beberapa goblin dengan kecerdasan yang cukup tinggi untuk bertemu dengan temannya agar mereka bisa belajar.


“Simpan rencana tentang pembangunan benteng untuk nanti. Sekarang bagaimana dengan pasukan yang aku inginkan.”


“Semu telah dipersiapkan pemi.... Ratu, mereka siap melayani kapanpun anda memberikan perintah.”


“Itu bagus sekali. Aku ingin mereka siap berangkat saat mata hari terbit besok.”


“Dipahami.”


Goblone bangkit lalu meninggalkan ruangan singgasana. Saat sedang menuju kamar Goblone teringat dengan tuannya yang selalu mengajaknya berburu di malam hari.


Perburuan dengan tuannya sangatlah berbahaya, sudah tidak terhitung berapa kali Goblone hampir terbunuh saat bertarung dengan monster yang jauh lebih kuat darinya.


Tetapi berkat semua itu Goblone menjadi lebih kuat dari Goblins manapun. Seluruh kesulitan yang dia hadapi adalah pemicu dari evolusi nya saat ini.


“Aku ingin sekali kami segera kembali berburu.”


Arang meminta padanya untuk meredakan pemberontakan yang terjadi di dalam koloni, karena itu tidak ada perburuan seperti biasanya. Padahal Goblone sangat ingin menunjukkan kekuatannya setelah evolusi pada tuannya Itu.


Sesampainya di kamar, Goblone segera berbaring di tempat tidur. Dia tidak sedikitpun khawatir dengan keamanannya saat sedang beristirahat karena beberapa goblin suruhan Arang akan menjaganya sepanjang malam.


Namun perhatiannya segera teralihkan saat merasakan tatapan seseorang di sudut ruangan.


“Ah, aku lupa tentang kalian.”


Goblone menatap beberapa manusia yang sebelumnya ditangkap dan dijadikan sebagai budak oleh pemimpin koloni sebelumnya.


Karena tidak memiliki kebiasaan untuk bermain dengan para budak, Goblone pun hendak membebaskan mereka. Tetapi tidak mungkin dia melepas mereka begitu saja di alam liar. Goblone akan membicarakan tentang nasib para manusia pada Arang nanti.

__ADS_1


***


Bersambung.


__ADS_2