
Menggunakan balon udara, Arang turun ke lereng gunung. Tatapannya tertuju pada area pabrik di mana sesosok monster raksasa sedang duduk jongkok menggambar sesuatu di tanah.
"Kali ini apa yang dia buat?" pikiran Arang penuh pertanyaan.
Melihat kedatangan rombongan balon udara yang dipimpin Arang, monster raksasa itu terlihat senang. Dia segera bangkit lalu mencoba meraih salah satu balon udara.
Tangan monster itu memanjang dengan cepat saat berusaha meraih balon udara. saking besarnya, ukuran telapak tangan yang dimiliki monster raksasa bahkan bisa menutupi seluruh armada balon udara, membuat Arang yang berada di bawahnya merasa seperti Raja kera yang akan digeprek oleh tangan Budha.
"Oke, aku akui jika ini agak menakutkan," masih berada di dalam balon udara, Arang terlihat tenang menatap telapak tangan yang telah menutupi langit.
Seluruh balon udara dipastikan akan hancur jika telapak tangan raksasa itu meraih mereka. Tetapi Arang tidak khawatir karena monster raksasa itu adalah makhluk yang diciptakan oleh sahabatnya.
"Goregor, hentikan!" terdengar teriakan seorang gadis yang sangat familiar bagi Arang. Segera setelah suara itu, telapak tangan monster raksasa terhenti kemudian ditarik kembali.
Monster raksasa bernama Goregor itu kembali berlutut seakan merasa sedih tidak dapat meraih balon udara. Sementara itu, seorang gadis dengan jubah kuning lusuh terlihat sedang menceramahi Goregor.
Meskipun ukuran gadis itu jauh lebih kecil dibandingkan Goregor, namun Monster Titan tersebut seakan patuh dan hormat padanya.
"Aurelia," gumam Arang yang sadar bahwa sosok di balik Jubah Kuning adalah sahabatnya Aurelia.
Setelah menangani semua pasukan sekte Gogo Gread, Aurelia memutuskan untuk memanggil bala bantuan dari Arang untuk menangani masalah yang tidak bisa diatasi oleh Aurelia yaitu masalah dengan para budak.
Sebelumnya, semua budak yang telah diselamatkan oleh Aurelia digiring ke dalam sebuah gudang. Mereka terlihat sangat ketakutan ketika berhadapan dengan Aurelia.
Penyebab ketakutan para budak yang sebagian besar merupakan anak-anak adalah karena kesalahan perhitungan Aurelia yang justru menggunakan pasukan zombie miliknya untuk menggiring para mantan budak.
"Apa mereka takut aku merubah mereka menjadi zombie?" pikir Aurelia. Merasakan komunikasi dengan para mantan budak tidak dimungkinkan, Aurelia pun akhirnya menghubungi Arang untuk membantunya.
"Lalu apa yang kamu rencanakan pada anak-anak itu?" tanya Arang. Dia yakin bahwa seaneh apapun temannya, Aurelia tidak mungkin tega merubah anak-anak menjadi monster mengerikan seperti yang terjadi pada pasukan Gogo Gread.
"Aku hanya ingin menawarkan pada mereka perlindungan di desa pengungsian," balas Aurelia.
Arang tersenyum lembut mendengar jawaban Aurelia, di dalam hatinya dia merasa begitu lega karena Aurelia masih memiliki sisi kemanusiaan.
"Kalau begitu biar aku yang mengurus mereka," ucap Arang yang kemudian segera pergi menuju gudang tempat Arang mengumpulkan mantan budak.
__ADS_1
Tapi Arang berhenti sejenak untuk meminta Aurelia menyembunyikan makhluk ciptaannya agar anak-anak yang ingin keluar dari pabrik tidak ketakutan melihat monster-monster itu.
Setelah Arang masuk ke dalam pabrik, Aurelia segera memerintahkan pada pasukan sekte Gogo Gread yang telah menjadi mutan untuk masuk ke dalam tubuh Goregor, begitu juga dengan Big Jek.
Pasukan berjumlah 97 mutan masuk ke dalam tubuh Goregor dengan cara menempelkan tubuh mereka ke dalam daging monster raksasa itu, mereka kemudian ditelan oleh daging atau diseret masuk oleh belasan tangan anak kecil.
Mereka semua menyatu menjadi satu.
"Sekarang bagaimana denganmu?" tanya Aurelia pada Goregor.
Goregor yang mengetahui bahwa Aurelia ingin dirinya bersembunyi segera meringkuk di tanah. Melihat tindakan Goregor membuat Aurelia tertawa terbahak-bahak karena berpikir monster raksasa itu seperti anak kecil yang tidak bisa bersembunyi sebaik.
Tetapi dengan cepat, tubuh Goregor membatu setelah menggunakan kemampuan cacing Little Ware Wurm, membuatnya terlihat seperti bongkahan batu raksasa.
"Wow, itu keren," puji Aurelia pada teknik kamuflase Goregor yang sangat menakjubkan.
Tetapi tidak sampai di situ, Goregor menggunakan kemampuan Wormplant untuk menumbuhkan berbagai tanaman di tubuhnya sehingga kini batu raksasa menjadi sebuah bukit kecil yang penuh dengan tumbuhan.
"Bravo bravo, anak-anakku memang luar biasa!" Aurelia sampai meneteskan air mata melihat kejeniusan Goregor.
***
Anak-anak merasa lega saat melihat tidak ada lagi zombie atau mutan yang berkeliaran di sekitar mereka. Namun, ketakutan seketika melanda mereka saat melihat kehadiran Aurelia.
Arang berusaha mendorong anak-anak untuk menghadapi Aurelia, sosok yang telah menyelamatkan mereka. "Jangan takut begitu, karena Nona Kuning sudah membantu kalian dengan memberikan makanan, mengobati luka-luka kalian, dan menempatkan kalian di tempat yang aman," ujarnya dengan penuh semangat.
Namun, anak-anak masih merasa ketakutan, meskipun mereka sebelumnya berniat untuk mengucapkan terima kasih kepada Aurelia.
"Sepertinya ini semua karena pengaruh karma buruk," celetuk Arang dengan serius.
"Apa? Karma buruk?" Aurelia penasaran dan bertanya.
"Tentu saja, bagaimana mungkin aku menjadi seorang utusan terkuat tanpa mengetahui tentang karma," jawab Arang dengan percaya diri.
Arang kemudian menjelaskan bahwa kemungkinan karma buruk Aurelia meningkat karena telah membunuh semua pasukan sekte Gogo Gread.
__ADS_1
"Ya, saat ini aku memiliki 138 poin Evil, atau karma buruk," tambah Aurelia dengan sedikit kekhawatiran.
Arang terkejut saat Aurelia mengungkapkan bahwa sistem play store dapat menampilkan jumlah pasti karma yang dimiliki seseorang.
"Ini tidak mungkin!" ucap Arang kaget.
Aurelia meminta Arang untuk melihat karma miliknya. Sementara Arang merasa penasaran.
"Hmm... kau memiliki karma positif sebesar..." Aurelia terdiam saat melihat statistik Arang pada layar hologram.
"Apa yang kau lihat?" Arang semakin penasaran melihat reaksi Aurelia.
"Aku tidak percaya ini nyata. Sistem, kamu tidak sedang bercanda, kan?" tanya Aurelia dengan wajah penuh keheranan.
[Tentu saja, yang Anda lihat adalah statistik NPC Arang tanpa kesalahan]
Aurelia tak bisa berkata-kata saat melihat jumlah poin karma positif Arang yang mencapai lebih dari satu juta. Aurelia memandang Arang dengan pandangan yang penuh kekaguman.
"A... apa ini?" Arang panik merespons perubahan sikap Aurelia yang tiba-tiba.
"Arang, apakah mungkin kau sebenarnya seorang dewa?" tanya Aurelia dengan serius.
Arang sama sekali tidak mengerti arah pembicaraan Aurelia. Dia tidak pernah menyangka bahwa mengumpulkan poin karma bisa membuat seseorang menjadi dewa.
"Aku tahu bahwa menjadi sangat baik atau sangat jahat bisa membuat seseorang naik ke tingkat Saint atau Sinful. Tetapi aku tidak pernah mendengar bahwa ada yang bisa menjadi dewa," tambah Aurelia.
Aurelia tahu bahwa Arang tidak sedang berbohong. Dia bahkan bertanya pada sistem, tapi tidak ada jawaban yang memuaskan.
Sistem berpendapat bahwa Arang mungkin menghadapi masalah dengan dewa yang dia layani sehingga tidak mendapatkan izin untuk naik ke tingkat dewa.
"Apa artinya menjadi seorang dewa tidak semudah hanya mengumpulkan poin karma?" Aurelia semakin penasaran.
Namun, karena hari sudah mulai petang, Aurelia memutuskan untuk menunda pertanyaannya. Setiap budak diangkut dengan menggunakan balon udara menuju desa Buangan.
Sementara itu, Arang memberitahu Aurelia bahwa jika ingin pergi ke kota, dia harus memiliki cara untuk menyamarkan aura jahat yang dimilikinya. Jika tidak, Aurelia hanya akan mendapatkan masalah dengan setiap sekte yang dia temui.
__ADS_1
"Sebagian besar sekte di permukaan memuja dewa yang baik. Jadi saat bertemu dengan kejahatan, mereka pasti akan berusaha menegakkan keadilan," jelas Arang.
"Aku rasa itu akan merepotkan," balas Aurelia dengan sedikit kekhawatiran.