System Play Store

System Play Store
119. Anak-anak Imut


__ADS_3

Tania keluar dari dalam dunia gelap melalui bayangan gedung pabrik dengan langkah gemetar. Setelah melompat keluar dari bayangan, dia jatuh terhuyung-huyung ke tanah. Tubuhnya terasa lemah, kelelahan akibat kehilangan banyak energi sihir.


Kondisi seperti ini tidak asing bagi Tania, karena kemampuan pengendalian bayangan yang dimilikinya sangat boros energi sihir sehingga dia hanya bisa menggunakan kemampuannya sebanyak dua kali dalam sehari, jika melebihi batas itu, Tania akan kehilangan kesadaran.


Saat ini, Tania telah menggunakan semua kesempatannya untuk menggunakan kemampuannya. Pertama, saat dia menggunakan bayangannya sendiri untuk menyerang Aurelia, dan yang kedua, ketika Tania melarikan diri dari Aurelia dengan memasuki dunia bayangan.


Wanita itu merasa ketakutan karena tidak bisa menggunakan kekuatannya sampai hari berakhir. Itu berarti selama beberapa jam ke depan, Tania hanya akan menjadi seorang wanita biasa yang tidak dapat melindungi dirinya sendiri.


Tania sangat berharap untuk tidak bertemu dengan monster di tengah perjalanannya melarikan diri dari Aurelia.


"Aurelia, monster itu sangat berbahaya," gumam Tania sambil berlari menuju hutan belakang pabrik. Rencananya, Tania ingin melarikan diri ke kota. Namun...


"Aaaagh!" tiba-tiba, Tania merasakan rasa sakit yang tak tertahankan dari perutnya. Seketika itu, Tania teringat akan cacing dari Aurelia yang telah masuk ke dalam tubuhnya melalui bagian pentingnya.


Tania merasakan ribuan makhluk hidup bergerak di dalam tubuhnya, menyebar ke seluruh tubuhnya. Wanita itu merasakan sakit luar biasa, seolah-olah semua tulangnya dihancurkan dan organ dalamnya digerogoti.


Dalam penderitaan yang tak terkira, Tania terkapar, berguling-guling di atas tanah sambil mencoba menahan rasa sakit. Mulutnya tersedak seolah ada sesuatu yang merayap naik melalui tenggorokannya, darah mengalir dari matanya, telinganya hingga pori-porinya.


Rasa sakit yang tak tertahankan membuat Tania berpikir bahwa mungkin mati adalah pilihan yang lebih baik. Dia terkapar, menatap langit, tubuhnya tidak dapat bergerak, bahkan hanya menggoyangkan satu jari saja Tania tidak mampu.


Rasa sakit masih terasa, merambat hingga ke kepala. Darah mengalir dari matanya seperti air mata, dia berharap rasa sakit ini segera berakhir, meskipun itu berarti kematian.


Groooooar! Terdengar raungan keras dari arah yang sebelumnya dituju oleh Tania, tempat yang seharusnya merupakan area pembuangan sampah, tempat Genk Karbon membuang sampah dan menguburkan para budak yang telah rusak.


Tania yang hanya bisa menggerakkan bola matanya melirik ke arah sumber suara, ingin melihat monster apa yang bisa mengeluarkan raungan mengerikan.


Namun, Tania sangat terkejut ketika melihat sebuah bukit tumbuh perlahan dari area pembuangan. Tetapi setelah beberapa saat, Tania menyadari bahwa itu bukanlah bukit, melainkan makhluk mengerikan yang terbuat dari berbagai hal yang menakutkan.

__ADS_1


***


Tulang, potongan tubuh, mayat hingga daging yang membusuk menyatu direkatkan oleh cacing menjadi bentuk yang sangat abstrak. Terlihat begitu mengerikan di mata Tania.


Seketika, wanita yang sebelumnya pasrah akan kematiannya berubah pikiran dan berharap bisa diselamatkan. Dia merasa telah melihat makhluk dari dalam neraka muncul ke permukaan bumi.


Bumi bergetar saat makhluk abstrak raksasa itu bergerak. Tania yang sangat ketakutan hanya bisa menutup matanya, bahkan tidak bernafas karena takut suara nafasnya akan membuat raksasa mengetahui lokasinya.


Meskipun mencoba dengan sebaik mungkin untuk menyembunyikan dirinya, Titan abstrak masih bisa melihat Tania yang terkapar.


Tania merasa ketakutan saat ribuan mata yang terletak di berbagai lokasi tubuh Titan abstrak menatapnya. Dia berpikir bahwa mungkin makhluk itu akan memakan dirinya seperti sampah yang diberi nyawa. Namun, tak disangka, Titan hanya berjalan melewatinya.


Dalam kebingungan, Tania teringat perkataan Aurelia sebelum masuk ke dalam dunia bayangan. Makhluk yang menjadi penyebab hancurnya Genk Karbon itu memberikan waktu satu bulan pada Tania.


Selama satu bulan, Aurelia tidak akan memburunya. Apakah alasan itu yang membuat Tania diabaikan oleh Titan abstrak?


Jika itu kenyataannya, wajah Tania semakin pucat. Dia menyadari bahwa dia tidak sekuat Aurelia yang bisa menciptakan makhluk sebesar Titan abstrak.


Tanpa memikirkan apa yang sebenarnya terjadi, Tania segera bangkit dan berlari menjauh dari pabrik menuju kota. Namun, rasa lapar yang terus menghantui membuatnya kerepotan dalam perjalanan.


***


“Hentikan!” Teriak keras Endar ketika melihat burung gagak yang dia banggakan perlahan dimasukkan ke dalam mulut Big Jek.


Meskipun saat ini nyawanya tengah terancam, tapi Summoner itu justru lebih khawatir dengan keadaan binatang sihir yang nasibnya sudah jelas berakhir di dalam perut Big Jek.


“Semuanya mundur!.” seru Yoga yang akhirnya memilih untuk melarikan diri.

__ADS_1


“Apa yang kau lakukan, cepat suruh semua pasukan untuk mengeluarkan gagak api-ku dari dalam perut zombie itu!.” bentak Endar yang kemudian dibalas dengan hantaman dari Yoga.


“Bajingan! Apa kau tidak melihat situasi kita saat ini!.” Yoga begitu marah karena Endar masih bisa bersikap begitu egois saat keselamatan semua orang sedang dipertaruhkan.


“Aku tidak akan meninggalkan gagak api!.” ucap Endar dengan hidung berdarah.


“Terserah!.” tetapi Yoga yang masih sayang pada nyawanya sendiri memilih untuk mengabaikan Endar yang dia anggap sudah tidak waras.


Tetapi tentunya Aurelia tidak akan membiarkan calon kelinci laboratoriumnya lolos begitu saja. Dia memberikan perintah pada dia zombie ciptaanya untuk menangkap setiap anggota sekte Gogo Gread.


Guoooh! Big Jek meraung, terjadi perubahan pada tubuh zombie itu setelah mengkonsumsi gagak api. Di punggung Big Jek sekarang terdapat kepala gagak yang keluar dari dalam kulit.


Kepala gagak yang sebelumnya ada di punggung Big Jek bisa dipindahkan ke bagian lengan. Gagak itu kembali hidup meskipun hanya tersisa kepalanya saja, menyatu dalam tubuh zombie.


Semburan api dimuntahkan dari kepala gagak yang telah menggantikan lengan kiri Big Jek, menjadikannya sebuah senjata pelontar api. Terakhir belasan lengan zombie muncul di punggung Big Jek.


“Lihat, sekarang dia mirip seperti Godrick, hanya kurang mahkota dan penampilan memukau ala bangsawan.” kata Aurelia.


Kobaran api dari kepala gagak membuat para kesatria berlarian menyelamatkan diri masing-masing. Sementara itu Titan abstrak melempar ribuan cacing ke arah pasukan Gogo Gread.


Gyaaas! Teriak salah satu kesatria membuat keadaan semakin horor. Saat terkena oleh cacing yang Titan abstrak sebar, dengan cepat tubuh korban akan menjadi begitu menyakitkan tubuhnya terasa remuk.


Dan itulah yang saat ini tengah terjadi, belasan orang mengalami mutasi setelah terkena cairan dari Titan abstrak. Mereka dengan cepat dikuasai oleh cacing parasit.


Jalan ke depan di hadang oleh Big Jek, sedangkan bagian belakang dihalangi oleh Titan abstrak. Mereka semua sudah terkepung sekarang, tidak akan ada yang bisa melarikan diri.


“Anak-anak yang imut ." Ungkap Aurelia yang sedang menyaksikan penyucian terhadap anggota sekte Gogo Gread.

__ADS_1


Pertempuran berlanjut dengan penuh ketimpangan, semua pasukan yang dikirim oleh sekte Gogo Gread tidak akan kembali ke kota, mereka telah menyatu menjadi prajurit mutan Aurelia.



__ADS_2