System Play Store

System Play Store
103. Khimeratologi


__ADS_3

Pintu lift terbuka memperlihatkan lorong bawah tanah yang baru saja di buat beberapa jam lalu. Dindingnya masih berupa tanah liat sehingga keamanan tempat ini masih dipertanyakan. Tetapi aku bisa menjamin jika goa ini sangat aman untuk digunakan.



Di sepanjang lorong terdapat lampu yang bersinar redup menerangi jalan setiap sepuluh meter. Keadaannya yang begitu sunyi, anya suara langkah kaki kami yang terdengar di dalam lorong, hingga suara gemuruh mulai terdengar menggema di lorong itu.



Grsuuur!. Suara itu terdengar seperti raungan binatang buas.



“Sepertinya ada sudah lapar.” kata Arang sembari tersenyum menahan tawa kearahku.



Ya, suara raungan itu datang dari perutku. Itu membuatku malu hingga aku dapat merasakan wajahku memerah hingga rambutku mulai mengeluarkan asap karena sangat malu.



Suara perut keroncongan merupakan alarm yang memberitahuku jika perutku sedang kosong. Jika diingat-ingat aku belum memakan apa pun sejak pagi.



Ada tiga goblin yang sempat mengisi perut Avatar cacing, tapi mereka aku muntah kan untuk diserahkan pada Goblone. Kemudian saat pesta, aku terlalu sibuk mengobrol dengan pemimpin desa Buangan sehingga membuatku lupa untuk menyicipi hidangan yang arang buat.



Lupa akan rasa lapar selama hampir seharian, ini pasti karena pengaruh dari tubuh Terminatrix yang memungkinkan aku tidak memerlukan makanan selama masih mendapatkan pasukan energi sihir.



Tetapi saat ini aku juga menggunakan Avatar cacing secara bersamaan yang disimpan di dalam kerangka robot. Itulah yang menjadi penyebab kenapa aku merasakan lapar.



“Uuhg!.” rasa lapar yang semakin parah membuatku merasa lemas. Menyadari kondisiku, Arang memberikan beberapa makanan yang dia simpan di dalam kantong dimensi.



“Nom nom nom...” tanpa ragu aku segera memakan semua yang arang berikan.



“Makanlah yang banyak, aku masih menyimpan persediaan makanan yang awalnya diperuntukkan untuk pesta. Tapi sepertinya aku membuatnya terlalu banyak.”



Arang memberiku banyak sekali makanan yang berbeda-beda, entah itu roti maupun makanan berkuah semuanya terasa nikmat. Dia sungguh wanita yang pandai memasak.



“Rendang!.” pandanganku segera tertuju pada salah satu olahan daging yang sangat menggiurkan. Aku ingin segera memakan rendang itu tapi melihat porsinya yang sedikit membuka memutuskan memakannya di akhir.



Kami kembali melanjutkan perjalanan saat aku terus memasukkan makanan ke dalam mulutku. Arang memberi nasehat jika makan sambal berjalan bukanlah perilaku baik.



“Kau mengingat aku pada nenekku.” katak ku sembari mengunyah opor ayam.



“Benarkah?.” balasnya dengan senyuman hangat.



Aku hanya membalasnya dengan anggukan kepala karena mulutku terlalu penuh.



Akhirnya kami tiba di depan pintu yang sangat besar. Di belakang pintu itu adalah tempat para tangan di tahan dan seekor ....

__ADS_1



Grouuuur....!



Suara raungan itu kembali terdengar namun kali ini lebih kerasa. Arang menatapku dengan mata lebar seolah sangat terkejut mendengar suara barusan.



“Itu bukan aku!.” dengan wajah merah padam, aku segera membantah jika suara perut keroncong barusan bukan berasal dariku.



“Oh ya?.” Arang tidak mempercayaiku.



Aku pun membelah diri dengan memperlihatkan perut yang agak membuncit karena banyaknya makanan yang aku makan. Tapi dedemit itu hanya tertawa cekikikan yang membuatku sadar jika telah dikerjai.



“Heng, lupakan aku sudah tidak mau makan-makan mu lagi.” ucapku dengan kesal.



“Whahaha, menangnya berapa usiamu sampai merajuk seperti itu hanya karena candaan?.” tawa arang semakin keras.



Pintu besar terbuka, kami masuk kedalam penjara, Arang terus menyodorkan hidangan rendang yang sangat menggoda ke wajahku, tapi aku membuang wajah sebagai balasan.



\*\*\*



Penjara bawah Tanah, tempat itu seperti tebing dimana setiap sisi dindingnya terdapat lubang yang dipagari oleh besi, di dalam lubang itu para tahanan ditahan.




“Ini hanya sementara waktu jadi tidak perlu tambahan fasilitas.”



Meskipun aku mengatakan seperti itu, tapi masalah utamanya para pekerja yang membuat penjara ini yakni para Wurm kecil tidak mengerti cara membuat saluran pembuangan. Yang mereka tahu hanya menggali. Sedangkan jeruji penjara semuanya dikerjakan oleh para Builder.



Arang menatap tiap penjara yang sebagian besar masih kosong. Dari 100 ruangan tahanan hanya ada 53 sel yang telah terisi. Para tahanan saat ini telah tertidur, kami dapat mendengar rintihan kesakitan dari para tahanan yang menderita terluka berat.



“Jadi apa yang akan rencana pada mereka?.” tanya Arang yang masih membawa sepiring rendah dengan maksud menggodaku.



“Aku ingin menguji beberapa skill yang belum pernah aku gunakan.” jawabku yang mencoba terlihat tetap tenang, meskipun aroma dari rendang yang begitu kuat terus menggelitik hidungku.



“Jika kau mau aku bisa mengajarimu cara membuat boneka yang lucu.”



“Boneka?.” aku penasaran apa yang Arang maksud dengan boneka.



“Kau tau, itu seperti mengutak-atik isi kepala seorang manusia dan membuatnya berpikir jika dirinya adalah seekor anjing.”

__ADS_1



“Kau bisa melakukan itu!?.” sungguh kemampuan yang luar biasa, aku ingin mempelajarinya.



“Mencuci otak adalah kemampuan yang sangat mudah.” ucap Arang dengan agak menyombongkan diri.



“Lalu apa yang menurut mu sulit,?.” Tanyaku.



“Menciptakan Dewa Iblis.” celetuk Arang.



“Hah?.” aku pikir salah mendengar, tapi ternyata tidak demikian.



Arang bercerita jika dia memiliki kemampuan untuk menggabungkan beberapa tubuh makhluk hidup menjadi satu.



“Bukankah itu sama saja dengan teknik kedokteran yang dinamakan dengan Transportasi?.” Arang tertawa terbahak-bahak mendengar perkataanku.



“Yang benar Transplantasi.” Arang menebarkan.



“Ya, terserahlah apa pun itu. Tapi apa hubungannya teknik itu dengan menciptakan Dewa Iblis?.”



“Aku bisa menggabungkan tubuh manusia dengan kuda dan menjadikannya Centaur, atau mengganti kepala manusia dengan kepala banteng dan menjadikannya Minotour. Semua Penggabungan itu bisa dilakukan dengan mudah dengan keahlian ku yang bernama Khimeratologi.”



Aku dibuat tercengang oleh penjelasan Arang. Jika benar dia bisa melakukan sesuatu yang sangat hebat seperti itu, maka bayangkan apa yang akan dia lakukan pada para manusia yang ada di dalam penjara.



“Aku pikir kau juga bisa membuat beberapa makhluk gabungan antara dua ras berbeda dengan mengawinkan mereka di hunian. Bukankah itu sangat menarik?.”



Arang mengatakan jika beberapa goblin dan Barbarian terlihat berkencan dengan Healer, dan pasukan jenis baru yakni Minion juga bersenang-senang bersama Villager maupun Archer. Para wanita langsung dipastikan positif begitu mereka keluar dari hunian.



"Kemampuan dari tempat itu sungguh luar biasa, dalam kondisi wajar perkawinan antar spesies sangat sulit mendapatkan keturunan, persentasenya sekitar 1 banding 10.000. banyak faktor yang harus mendukung untuk percaturan antara dua genetik yang berbeda."



Arang mulai berbicara dengan bahasa yang tidak bisa aku pahami.



Grouuuur!



Suara raungan kembali terdengar dan lebih keras dari sebelum-sebelumnya. Arang melirikku dengan senyuman lebar diwajahnya. Sepiring rendang ditawarkannya padaku.



"Sungguh itu bukan aku!.” aku berteriak dengan berlinang air mata.


__ADS_1


Demi nama nenekku yang telah kembali menjadi tanah, jika aku menemukan siapa pun yang telah membuat suara aneh itu, aku akan menjejalkan bola-bola cacing hingga perutnya meledak.



__ADS_2