
Semut bersayap tak terhitung jumlahnya terbang bagaikan kabur hitam yang menutupi cakrawala. Pasukan udara koloni semut datang bersiap memberikan serangan.
“Akhirnya sesuatu yang menyenangkan datang, aku sudah merasa bosan terus bertahan di balik tembok benteng.” ucap Arang yang masih tidak kehilangan senyumnya meskipun jumlah pasukan musuh begitu besar.
‘Aku penasaran bagaimana dia akan menangani ini.’
Sebuah pertanyaan yang sangat umum di benak setiap pasukan kami, bahkan aku sendiri berpikir hal yang sama. Bagaimana dia akan menangani pasukan terbang dalam jumlah begitu banyak?.
Tetapi tidak diduga rencananya sangat sederhana, meskipun aku tidak menyukai rencananya kali ini.
Hanya sepuluh menit waktu yang kami miliki sebelum pasukan semut terbang sampai ke tempat kami. Dalam waktu sesingkat itu banyak sekali yang harus kami lakukan, serangan dari para semut yang masih mencoba untuk mendaki tebing pun sangat mengganggu persiapan kami.
“Aku tidak mengira perang dengan para serangga ini akan begitu melelahkan.” ungkap Arang setelah melihat persiapan rencananya akhirnya selesai.
“Kau bisa mengatakan itu dengan mudah, sementara aku yang paling dirugikan di sini.” balasku.
“Ini adalah investasi, jika semuanya berhasil kau akan mendapatkan tubuhmu kembali.”
“Ugh, meskipun begitu.... cemilan ku...”
Percakapan singkat kami terhenti ketika master Builder memberitahu jika kendaraan terbang yang dia buat telah diselesaikan, mendengar itu Arang segera mengerahkan pasukannya untuk lepas landas karena tidak ingin seluruh langit dikuasai para serangga.
Sebuah kapal yang terbuat dari balok kayu terbang menggunakan bantuan 6 Baloon udara. Kapal terbang yang mampu membawa 50 pasukan diisi oleh Wizard, Archer dan Healer.
Sementara itu pasukan Goblin yang dipimpin oleh Goblone melindungi kapal terbang menggunakan Hoverboard.
Mengingat semua cemilan batu mulia yang aku simpan terpaksa di habiskan untuk membeli puluhan alat terbang itu membuatku tidak tahan untuk menangis.
“Sebaiknya mereka tidak merusak item mahal itu, atau aku akan menjadi sangat marah.”
***
Sosok berjubah putih berdiri di haluan kapal yang melayang di langit. Tatapannya tertuju pada awan hitam yang tidak lain adalah sekawan semut terbang dalam jumlah besar.
Senyum tergores di bibirnya, seakan sebentar lagi dia akan melakukan sesuatu yang menyenangkan.
Dengan satu kibasan tangan membuat jubah putih yang ia kenakan terlepas memperlihatkan seorang wanita dengan sepasang sayap di punggungnya.
__ADS_1
Cahaya yang bersinar dari kulitnya membuat sosok itu bisa disalahpahami sebagai malaikat. Dia membawa sebuah tombak dan perisai besar, kemudian tubuhnya dilengkapi dengan armor ringan untuk ketahanan namun seakan tidak akan mengurangi kelincahan.
“Perlindungan Surga!.”
Arang yang merasuki tubuh seorang Healer, menggunakan sihir cahaya untuk membuat perlindungan di sekitar kapal terbang.
Setelah memastikan sihir perlindungan bekerja, arang segera terbang menggunakan sayapnya menghadapi pasukan musuh, melihat itu Goblone dan pasukan Goblin mengikuti dari belakang.
Dikatakan langit gelap di malam hari membuat cahaya yang bersinar dari tubuh Healer menjadi sasaran para serangga. Tetapi itu justru yang Arang harapkan.
Disaat seluruh pasukan musuh terfokus padanya, pasukan Goblone akan lebih mudah melakukan serangan dari belakang dengan resiko yang lebih sedikit.
Arang seakan sudah menyadari jika pertempuran akan menjadi seperti ini, itu terbukti dari peralatan yang dia bawa lebih condong pada pertahanan.
‘Dia sudah mempersiapkan semuanya. Seorang veteran memang berbeda.’
Aku terus memperhatikan perempuan di atas yang terlihat begitu menakjubkan. Setiap ayunan tombak dari Arang memancarkan gelombang cahaya, menjatuhkan belasan semut terbang di setiap serangannya.
Pasukan Goblin pun memberikan kontribusi dalam pertempuran yang tidak bisa diremehkan. Mengikuti kordinasi Goblone, pasukan Goblin terbang secara perlahan mengurangi jumlah pasukan musuh.
Mayat serangga berjatuhan dari langit, namun jumlah mereka masih terlalu besar. Secara perlahan pasukan Arang di dorong mundur, hingga langit menjadi begitu gelap.
Ledakan sihir dan tembakan panah melindungi kapal terbang. Perisai shir yang sebelumnya Arang buat saat ini tidak dapat ditembus oleh para serangga, membuat keadaan di dalam kapal masih aman.
Tetapi tentunya keadaan seperti itu tidak akan bertahan lama, kami harus mencari solusi untuk keadaan yang bisa menjadi semakin berbahaya.
{Jumlah pasukan semut diluar perkiraan, ini sesuatu yang tidak terduga}
Arang menghubungiku lewat telepati. Dia mengeluhkan jumlah pasukan semut yang seakan tidak ada habisnya.
{Seakan Ratu mereka memiliki kemampuan untuk bertelur tanpa batas}
Meskipun keadaan seakan tidak menguntungkan untuk kami, tetapi aku tidak merasa sedikitpun kekhawatiran dari suara Arang. Itu membuatku penasaran dari mana asal kepercayaan diri yang ia miliki.
“Lalu bagaimana, apa kita perlu melakukan penarikan?.”
{Penarikan? Kau pasti bercanda, kita berada di tempat terbaik untuk melatih pasukan agar mereka menjadi lebih kuat}
__ADS_1
Aku sama sekali tidak bisa memahami jalan pikiran Arang, meskipun aku tahu jika menang makhluk mutasi akan berevolusi jika mereka bertarung dengan monster lain, tetapi bukankah apa yang mereka lakukan akan sia-sia jika semuanya terbunuh?.
{Sebenarnya aku tidak ingin bergantung pada kekuatanmu, tapi keadaan saat ini menjadi diluar kendali}
Ah, perasaanku menjadi tidak enak. Arah percakapan Arang terdengar seperti sebelumnya, saat dia memintaku menjual semua batu mulia yang aku simpan untuk membeli puluhan Hoverboard.
{Kali ini berbeda dari yang sebelumnya} ucapnya dengan buru-buru, dia pasti telah membaca pikiranku tanpa izin lagi.
{Aku tidak akan memintamu menjual cadangan baru mulia, setidaknya untuk sekarang}
‘Untuk sekarang.’ apa itu artinya dia berniat melakukan itu di lain waktu?.
“Lalu apa yang kau ingin aku lakukan?.”
Arang tidak segera memberikan jawaban, dia hanya menatap perisai yang melindungi seluruh kapal terbang kini ditutupi serangga. Tidak lama lagi perisai sihir itu akan hancur.
{Aku ingin kau menerobos}
Prang! Suara pecah menandakan perisai telah hancur, membuat ribuan semut raksasa membanjiri bagian dalam perisai.
“Sangat sulit untuk menenangkan pertarungan ini.”
Arang memberikan perintah pada Goblone untuk bersiap menarik diri. Diantara semua pasukannya, para Goblin dibawah komando Goblone adalah yang paling diperhatikan Arang.
Itu dikarenakan pasukan itu bukanlah troop yang bisa dibuat di Barak, sehingga kehilangan mereka adalah kerugian besar.
“Jangan khawatirkan yang lain, keselamatan pasukanmu adalah yang paling penting.” ucap Arang pada Goblone, Hob goblin itu pun mengangguk dengan tegas sebagai jawaban.
Pemimpin pasukan Arang kembali melihat medan perang, pasukannya berusaha menahan para serangga namun satu persatu dari mereka terbunuh. Dek kapal terbang yang semula dipenuhi oleh Wizard dan Archer, kini menjadi becek dikotori oleh cairan berwarna ungu.
“Jika pasukan dari Barak adalah makhluk asli, tentu pemandangan di dek akan jauh lebih mengerikan.”
Ketika wizard terakhir tumbang, para serangga yang tidak lagi terhalang segera menyerbu ke arah Arang. Goblone hendak memerintahkan pasukannya untuk melindungi tuannya, namun Arang segera mengingatkan rencana sebelumnya.
“Tubuh ini (Healer) tidaklah penting. Berbeda denganmu, kau harus tetap hidup.”
Perkataan Arang membuat Goblone terkejut. Tidak pernah dia sangka jika makhluk yang bahkan lebih lemah dari Goblin assassin seperti dirinya akan begitu dihargai oleh tuannya.
__ADS_1
Padahal sebelumnya dia berpikir jika pasukan Goblin lemah yang ia bawa hanya akan menjadi umpan dan perisai daging.
Tetapi pemikiran Goblone salah besar, dan itu merubah pandangannya terhadap Arang ke tingkat yang lebih tinggi.