System Play Store

System Play Store
48. Peringatan Arang


__ADS_3

Sudah satu hari berlalu semenjak Teddy membawa anak buahnya menuju gunung, namun hingga saat ini tidak ada kabar yang mereka laporkan pada markas pusat Genk Karbon. Hal ini tentu membuat tanda tanya besar di kepala pemimpin Genk.


“Apa yang membuat Mery begitu lama?.”


Gofar pemimpin Genk Karbon merasa janggal karena tidak biasanya Teddy tidak memberikan kabar apa pun setelah berjam-jam.


Biasanya pria besar itu akan melaporkan sesuatu meskipun itu adalah informasi tidak berguna setelah setidaknya dua jam sejak misi dijalankan. Tetapi kali ini tidak demikian, seakan ada sebuah masalah yang terjadi dengan pasukan Teddy.


Pemikiran jika pasukan Teddy dimusnahkan oleh monster melintas di kepala Gofar, namun pria itu segera menepisnya lantaran dia sangat memahami sifat Teddy.


“Pria itu tidak bodoh. Dia selalu memiliki cara untuk lari dari musuh yang tidak mungkin bisa dia lawan. Teddy bahkan tidak segan untuk mengorbankan anak buahnya agar dirinya bisa kabur.”


Tujuan Teddy membawa anak buahnya ke gunung yang diketahui menjadi sarang monster adalah untuk mencari tahu benda yang dijatuhkan pesawat beberapa hari lalu.


Tetapi sebenarnya alasan pencarian itu hanya sebuah kedok, karena sebenarnya Gofar tidak terlalu peduli dengan apa pun yang pesawat itu jatuhkan.


Tujuan utama dari diberangkatkan nya pasukan Teddy adalah untuk menangkap para pengungsi yang dikirim oleh pemimpin pengungsian. Setengah dari pengungsi itu merupakan anak-anak yang bisa mereka jadikan sebagai budak untuk nantinya dijual.


Mungkinkah Teddy mendapatkan masalah dengan para manusia buangan itu?. Tetapi Gofar kembali menggelengkan kepala, menurutnya hal itu juga tidak mungkin karena dari informasi yang dia terima, di dalam kelompok itu hanya ada satu orang yang patut diwaspadai.


“Tidak mungkin mereka akan kalah oleh seorang pemuda yang berusaha melindungi puluhan orang tua dan anak-anak.”


Pria itu mulai kehabisan akal memikirkan alasan pasukan Teddy tidak kunjung memberi kabar, hingga dugaan penghianatan mulai mencuat di pikiran Gofar.


Dia menduga jika Teddy berhasil menemukan benda yang dijatuhkan oleh pesawat, mungkin saja benda itu cukup bernilai sehingga Teddy tergoda untuk memilikinya seorang diri.


Memikirkan tentang penghianatan yang bisa dilakukan oleh anak buahnya membuat Gofar mulai dikuasai oleh kemarahan, meskipun itu hanya sekedar asumsi semata.


Dia pun memerintahkan beberapa anggota terlatih untuk mencari keberadaan Teddy beserta pasukannya.


“Jika dia terbukti berkhianat, langsung bunuh di tempat.” Perintah Gofar pada lima orang yang merupakan pemburu terbaik Genk Karbon.


***


Arang kembali seorang diri menggunakan balon udara, sementara itu dia sengaja meninggalkan pasukannya untuk berjaga di wilayah pengungsian.

__ADS_1


Gelapnya malam tidak bisa menutupi matanya yang saat ini sedang mengendalikan tubuh Goblin. Dari atas arang dapat melihat jelas arena pengungsian yang telah dia bangun bersama tentara dan para Pengungsi.


Meskipun hanya satu hari tetapi progres pembangunan wilayah sudah mencapai 60%. Itu semua berkat Gary yang mampu membuat rumah seorang diri, sehingga semua orang bisa mengerjakan sesuatu yang lain.


Selain rumah yang dibangun oleh Gary, fasilitas yang telah dibangun adalah sumur dan lahan pertanian. Meskipun sebenarnya keduanya adalah item yang dibeli oleh Aurelia dari toko game.


Berbagai benih telah ditabur di ladang, mereka mungkin akan terkejut bagaimana tumbuhan tumbuhan begitu cepat.


Kemudian fasilitas terakhir yang rencananya akan dibangun adalah tembok perlindungan yang mengelilingi area sekitar rumah. Namun karena keterbatasan waktu dan tenaga, tembok perlindungan tidak bisa dibuat hari ini.


Sat ini area pengungsian hanya dikelilingi oleh balok kayu yang dibariskan sejajar sebagai tembok darurat. Rencananya besok tembok akan dibuat lebih kokoh lagi.


“Arang, selamat datang!.”


Suara Aurelia terdengar begitu balon udara yang membawa Arang tiba di area pabrik.


“Aku kembali Lia.” Bakas Arang.


Lelembut itu pun melepas jiwanya dari dalam tubuh Goblin, lalu memasuki tubuh seorang Archer yang sedang berjaga di atas tower.


Menggunakan tubuh Archer, Arang masuk kedalam pabrik yang saat ini sudah diterangi oleh banyak sekali obor.


“Tidak, aku membuatnya menggunakan salah satu fitur game.”


“Begitu...”


Arang terus memperhatikan obor. Dia begitu penasaran dengan bahan bakar yang digunakan untuk menyalakan api pada obor.


Aurelia mengatakan jika obor dibuat menggunakan tongkat kayu dan batu bara, jadi bahan bakar api pada obor tersebut adalah batu bara.


“Itu mengingatkan aku pada semua item blok yang kau berikan siang tadi.”


“Oh, bagaimana menurutmu. Apa itu membantu?.”


“Sangat membantu. Karena semua blok yang kau berikan membuat semua orang sekarang tidak perlu tidur di alam liar yang begitu dingin. Mereka sekarang bisa tidur di dalam rumah yang hangat.”

__ADS_1


Mendengar jawaban Arang membuat perasaan Aurelia begitu senang karena akhirnya dia bisa menggunakan kemampuannya untuk menolong seseorang yang sangat membutuhkan bantuan.


“Syukurlah, aku sangat senang mendengarnya.”


Setelah Arang selesai menceritakan apa yang dia lalui hari ini, sekarang giliran Aurelia menceritakan petualangannya.


“Aku tidak merasa ada sesuatu yang menarik untuk diceritakan.”


“Oh ayolah, seharian aku dibuat penasaran bagaimana caramu mendapatkan semua blok serbaguna itu dalam jumlah besar.”


Arang menceritakan jika rumah yang saat ini dihuni oleh seluruh pengungsi sebenarnya dibangun oleh satu orang menggunakan blok dari Aurelia.


Mendengarkan cerita sahabatnya, Aurelia pun berpikir jika orang itu pasti seorang pemain game Mining Craft yang pandai membangun rumah.


‘Mungkin dia bisa mengajariku banyak hal tentang game ini.’ pikir Aurelia.


Game Mining Craft memiliki banyak sekali fitur yang bisa dimainkan player, namun masalahnya tidak ada satupun guide yang disediakan oleh pihak developer untuk mempermudah player mempelajari fitur-fitur tersebut.


Pembuat game seakan menyuruh para player untuk mengeksplorasi sendiri game Mining Craft. Strategi itu membuat komunitas game menjadi begitu hidup karena para player sering berbagi informasi tentang apa yang telah mereka temukan.


Setelah sekian lama, akhirnya seluruh informasi yang berhasil dikumpulkan oleh para player membuat tujuan utama dari game Mining Craft diketahui yakni memburu seekor naga di dunia Akhir.


“Aku ingin tahu bagaimana caranya pergi ke dunia Akhir?.”


Meskipun tidak pernah sekalipun melawan Enderdragon, tapi Aurelia mengetahui jika ada hadiah spesial yang bisa didapatkan oleh player jika mengalahkan raja terakhir dari game Mining Craft.


Aurelia ingin mendapatkan hadiah tersebut, karena itulah keberadaan pemuda yang memiliki pengetahuan tentang game Mining Craft menjadi sangat penting untuknya.


Dia menceritakan itu pada Arang, meskipun temannya tidak begitu mengerti tetapi dua memahami garis besarnya.


“Jadi pemuda itu memiliki pengetahuan untuk pergi ke dunia yang dikuasai oleh Naga?.”


“Ya.... begitulah.”


“Sungguh, itu keren. Bagaimana jika naga itu menjadi hewan peliharaan ku?.”

__ADS_1


***


Bersambung.


__ADS_2