System Play Store

System Play Store
86. Sergio dan Bearsatu


__ADS_3

Jangan lupa berikan dukungan.


***


Setelah melihat bagian kantin, tour bunker berlanjut ke bagian yang paling penting. Tempat dengan fitur yang menjadi alasan utama aku membangun semua ini.


Ruang pembangkit listrik. Letaknya tepat di depan ruang kantin sehingga kami langsung sampai di tempat itu setelah keluar dari kantin. Hal pertama yang kami rasakan saat pertama kali menginjakkan kaki ditempatkan itu adalah suara berisik yang cukup mengganggu.


Master Builder terlihat terkesima saat pertama kalinya melihat mesin pembangkit listrik bertenaga panas bumi. Dia mengatakan jika teknologi mesin diruang ini bisa dia gunakan dalam penelitiannya menyempurnakan Battle Machine.


Dibantu oleh sepuluh anak buahnya, Master Builder mulai mempelajari teknologi mesin pembangkit listrik. Arang yang melihat tingkah laku Master Builder hanya bisa menghela nafas panjang. Dia seperti sudah terbiasa dengan sifat master Builder yang selalu menghabiskan waktu untuk melakukan penelitian.


“Mungkin tempat ini akan menjadi sarangnya yang baru.” kata Arang yang kemudian mengajakku keluar.


Ruangan selanjutnya berada di kedalaman ratusan meter dari permukaan tanah. Ruangan yang aku ciptakan dengan cacing tanpa menggunakan fitur apapun dari game Polout 76. Lift yang digunakan sebagai jalan masuk memiliki kode khusus sehingga tidak semua orang bisa memasuki ruangan tersebut.


Tempat paling berbahaya di desa, sebuah penjara yang mengurung Naga Geni.


“Bagaimana keadaan tamu kita?.” Arang mengaggap Naga Geni yang hampir meratakan seluruh desa sebagai seorang tamu.


“Dia masih tertidur, jika kau ingin berbicara dengannya aku bisa membangunkannya.” aku menunjukkan tangan kananku yang kosong, namun perlahan tertutup seakan sedang me rem as sesuatu.


Mendadak bunker berguncang diiring suara auman Naga yang terdengar merasa kesakitan.


“Tidak, hari ini kita memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan.” ucap Arang sembari menurunkan tanganku, setelah itu getaran pun reda dan suara auman tidak lagi terdengar.


***


Belasan cacing keluar dari telapak tanganku, mereka kemudian berevolusi menjadi Little Ware Wurm yang kemudian bergerak menembus dinding menuju permukaan. Tidak lama kemudian para Wurm kecil kembali ke bunker membawa bahan makanan yang diambil dari perkebunan.


“Aku harap semua hasil panen itu masih bisa dikonsumsi oleh semua orang.” ucapku saat melihat Wurm kecil memuntahkan makanan yang mereka simpan di dalam perut.


Aku memang sengaja menggunakan cacing jenis Little Ware Wurm untuk melakukan pemanenan, alasannya karena mereka memiliki keahlian menggali sekaligus bergerak dengan cepat di dalam tanah. Dan yang paling penting mereka memiliki kapasitas penyimpanan makanan yang sangat besar di dalam perut.

__ADS_1


“Aku pikir tidak ada kerusakan sedikitpun pada bahan makanan yang mereka bawa.” kata Arang setelah melakukan pemeriksaan pada makannya yang dimuntahkan Wurm kecil.


Arang dengan perhatian mengusap kepala Wurm kecil sambil berkata ‘Kerja bagus’. Aku dapat merasakan kebahagiaan dari Wurm kecil setelah mendapatkan pujian dari arang.


Saat aku melihat dengan seksama memang tidak terlihat adalah kecacatan seperti bekas gigitan atau cairan yang menempel pada hasil panen. Ini sangat berbeda dengan ingatanku ketika meminta Wurm kecil memuntahkan pedang master.


Setelah merasa yakin jika para cacing bisa bertanggung jawab untuk mengurus panen. Aku pun menelurkan lebih banyak cacing yang kemudiannya menetas lalu keluar dari telapak tanganku.


“Baiklah semuanya, mohon bantuannya!.”


Dengan semangat aku mengangkat kepala tangan ke atas untuk memberikan energi gotong royong. Terasa agak memalukan tetapi nyatanya itu efektif, para Wurm kecil menjadi sangat bersemangat. Mereka terlihat agak imut ketika melompat-lompat seakan ingin mengatakan untuk menyerahkan semuanya pada mereka.


‘Aku merasa rasa jijik pada para cacing semakin menipis. Mungkin ini menandakan jika aku sudah mulai terbiasa.’


Pasukan Wurm kecil pun berangkat untuk memanen di ladang. Sementara itu dapur kantin sudah mulai sibuk, mereka bersiap memasak makanan dalam jumlah besar karena Arang ingin mengadakan perayaan yang telah tertunda.


“Baiklah aku juga akan membantu.” aku bersiap untuk mulai memasak namun arang segera menghentikan aku.


“Kenapa, aku berjanji tidak akan merepotkan yang lain.” aku memohon pada Arang seperti seorang anak yang ingin ikut membantu memasak tetapi dilarang oleh ibunya.


Tidak tahu harus melakukan apa membuatku kebingungan, 'Apakah aku sudah tidak berguna?' pemikiran konyol mulai menghantui kepalaku. Hingga akhir Arang memberikan tugas padaku, sebuah tugas yang sangat penting.


***


Guk! Seekor serigala berbulu putih berlarian dengan sangat gembira di tengah desa. Hewan yang bermutasi akibat pengaruh debu meteorit itu begitu senang karena akhirnya bisa keluar dari dalam Poket Ball setelah terkurung selama tiga bulan lamanya.


“Sergio!.” aku memanggil nama serigala musim peliharaan Arang. Sepotong daging monster aku lempar ke atas, Sergio dengan cepat menyambar daging itu dan memaksanya dengan lahap.


Guoooh! Suara auman terdengar dari belakang , Sepertinya seekor hewan berukuran besar sedang berdiri tepat dibalik punggungku.


“Apa yang kau inginkan Bearsatu?.” kataku pada beruang berlengan empat yang juga binatang mutasi peliharaan Arang.


Guoooh! Bearsatu mendorongku dengan kepalanya seakan protes. Aku sudah tahu apa yang dia inginkan, tetapi mengabaikan karena ingin menggodanya.

__ADS_1


Nguuuuh! Pada akhirnya Bearsatu mengeluarkan suara yang terdengar begitu menyedihkan.


“Oh ayolah, jangan menangis. Aku hanya bercanda oke. Ini makanan untukmu.”


Kemudian aku mengeluarkan satu potong kaki raksa yang entah darimana Arang mendapatkannya. Bearsatu pun memakan daging itu dengan begitu lahap.


Ketika kedua binatang peliharaan temanku sedang menyantap makanan mereka, aku membuka menu statistik untuk melihat peta. Terdapat beberapa tanda pada peta sistem menunjukkan tempat yang harus aku kunjungi karena permintaan dari Arang.


Nanti malam kami akan mengadakan pesta yang diharapkan dikunjungi semua orang, tugasku adalah menyampaikan undangan pada warga di pengungsian dan juga para Goblin di desa goblin .


“Baiklah, apa kalian sudah siap?.” ucapku pada Sergio dan Bearsatu.


Sergio menanggapi dengan gonggongan yang penuh energi, dia sangat bersemangat untuk berpetualang. Sepertinya di dalam Poket Ball begitu lama membuatnya bosan.


Sedangkan Bearsatu masih menjilati tulang raksasa yang dagingnya sudah habis dimakan. Dia begitu sedih saat aku merebut tulang itu darinya, tetap aku memilih untuk mengabadikannya.


Bearsatu terlihat begitu kelaparan meskipun dia dibiarkan bebas berkeliaran tidak seperti Sergio yang dimasukkan ke dalam Poket Ball.


Ini sangat mengherankan, selama tiga bulan Sergio dikurung di dalam Poket Ball tanpa sekalipun diberikan makanan, tetapi dia masih begitu sehat.


Sedangkan Bearsatu sebaliknya, meskipun dia bebas di luar tetapi keadaannya justru mengerikan, dia seakan belum makan selama berbulan-bulan.


Menurut cerita yang aku dengar dari para penduduk desa. Selama ini Bearsatu melakukan hibernasi di dalam goa yang dia buat di dekat desa goblin.


Sepertinya dia segera berlari pulang ke desa setelah mendengar auman Naga.


“Apa kau khawatir pada Arang?.” Tanyaku sembari menggaruk lembut bagian bawah dagingnya. Bearsatu memejamkan mata seakan menikmati perlakuanku padanya. Sergio menatap dengan iri sehingga aku pun memberinya perlakuan yang sama.


Selain memberikan undangan, Arang juga memintaku untuk mengajak kedua peliharaannya jalan-jalan.


Ditemani oleh seekor beruang dan serigala, untuk pertama kalinya sejak tiga bulan tertidur akhirnya aku keluar dari desa.


“Aku penasaran dengan apa yang akan aku temukan di perjalanan.”

__ADS_1


***


__ADS_2