System Play Store

System Play Store
30. Kekuasaan Goblin 1


__ADS_3

Area kaki gunung.


Gary bersama para tetua memakamkan jenazah para korban pertarungan tadi siang. Sementara itu mayat anggota Genk Karbon masih dibiarkan begitu saja tanpa ada satupun yang sudi mengurusnya.


Hingga empat jam setelah matahari terbenam, seperti yang dikatakan oleh Arang, Mayat yang tidak di kubur akan berubah menjadi zombie.


Kejadian seperti itu tidak begitu mengagetkan bagi mereka, karena saat masih di kota mereka sudah sering melihat keadaan yang sama.


Banyak korban yang meninggal akibat serangan konser di malam meteor jatuh, besoknya para puluhan ribu zombie mewabah memenuhi seluruh kota.


“Pelindung yang dibuat oleh wanita muda itu benar-benar bekerja.”


“Bagaimana dia melakukannya?.”


Setiap orang melihat jika tidak ada satupun zombie yang bisa melewati lingkaran pelindung buatan Arang. Zombie seakan tidak bisa melihat orang-orang didalamnya.


Ketika Gary mencoba keluar dari lingkaran, para zombie segera menyadari keberadaannya, tetapi mereka seketika kebingungan seakan kehilangan jejak saat Gary kembali masuk ke dalam lingkaran.


“Aku pikir menang aman untuk sementara berada di tempat ini.”


Melihat berlindung yang dibuat oleh Arang membuat Gary menyesal karena telah bersikap tidak sopan pada perempuan itu. Padahal jika tanpa bantuan dari Arang, sudah dapat dipastikan jika dirinya pun akan ikut ke alam selanjutnya bersama kakeknya.


“Aku harus meminta maaf jika kami bertemu lagi.” pikir Gary.


Malam berlangsung begitu sunyi, hingga suara-suara ledakan terdengar dari arah gunung. Mendengar suara yang begitu mengganggu membuat semua orang begitu penasaran.


Tetapi mereka tidak memiliki waktu untuk memikirkan itu, saat ini semua orang tengah kebingungan dengan nasib mereka sendiri.


Setelah mengetahui jika bantuan yang sedang mereka selidiki ternyata milik sebuah organisasi. Kelompok itu seharusnya kembali lagi ke kota.


Tetapi apa yang akan menanti mereka di kota bahkan lebih menakutkan dari apa yang telah mereka hadapi di gunung ini.


Kehilangan kebebasan dan perbudakan akan mengikat, semua orang dipaksa bekerja keras melawan monster namun tidak ada balasan yang diterima.


Banyak orang yang berpikir jika mati dimakan oleh monster jauh lebih baik daripada menjadi budak. Karena itu para orang tua memilih untuk tetap tinggal di hutan daripada kembali ke kota.


“Tapi bagaimana dengan anak-anak?.”


Pertanyaan Gary membuat semua orang yang berdiskusi di sekitar api unggun menjadi diam seribu bahasa.


Mereka sontak menatap 7 anak usia 6-11 tahun yang saat ini tengah tertidur lelap.


Gary sendiri memiliki keinginan untuk kembali ke kota karena ada seseorang yang mungkin saja masih menunggunya.

__ADS_1


Meskipun dia telah diberitahu jika misi ini sebenarnya hanya sebuah misi 'Pembuangan' yang bertujuan untuk mengurangi jumlah mulut yang harus diberi makan.


Namun Gary memilih untuk mengikuti misi demi kakeknya, dan terpaksa meninggalkan kekasihnya.


Antara kembali ke kota untuk menjadi budak atau tetap bersembunyi di dalam hutan yang sangat berbahaya.


Tidak ada satupun pilihan yang menyenangkan.


Hingga akhir mereka memutuskan untuk beristirahat dan menunggu keputusan esok hari. Mereka berharap gadis berambut pink yang telah menolong mereka dari Genk Karbon kembali membawa kabar baik.


***


Koloni Goblin.


Bom! Ledakan tiba-tiba terjadi di gerbang utama desa goblin. Gerbang yang tertutup rapat itu menghilang karena ledakan tersebut.


Menyadari adanya serangan, goblin yang berjaga segera membunyikan tanda bahaya. Beberapa saat kemudian, goblin dengan jumlah besar berlarian menuju gerbang.


Pemimpin koloni menatap gerbang yang telah dijebol. Saat bertanya makhluk apa yang telah menyerang, para Goblin penjaga hanya mengatakan jika skeleton telah melakukannya.


Mendengar penjelasan itu sontak seluruh goblin tertawa terbahak-bahak, sedangkan pemimpin koloni menjadi sangat marah karena merasa telah dipermainkan oleh para penjaga.


Tidak ada satupun goblin yang akan percaya jika serangan kuat yang bahkan bisa menghancurkan gerbang berasal dari skeleton.


Ledakan besar kembali terjadi, kali ini seluruh tembok depan yang terbuat dari batang pohon hancur dalam sekejap.


Seluruh goblin kembali waspada, senjata mereka terarah pada kabut asap, sesuatu tengah berjalan mendekat. Hingga sosok itu menampakkan dirinya.


Itu hanya seekor goblin, goblin yang sama seperti mereka.


“Kau,” goblin itu menunjuk pemimpin koloni yang berada di tengah dilindungi oleh bawahannya.


“Kau pemimpinnya bukan?. Aku tidak akan bertanya apa kau masih mengingatku atau tidak, karena aku akan langsung ke intinya saja.”


Semua Goblin saling menatap, mereka mencoba mengingat goblin itu tetapi tidak ada yang bisa mengingatnya. Tetapi berbeda dengan pemimpin koloni yang seakan menunjukkan reaksi berbeda.


“Kau adalah pemimpin Goblin Rider sebelumnya bukan?.”


“Ah, itu sebuah kehormatan karena pemimpin koloni masih mengingatku.”


Mendengar perkataan pemimpin koloni, semua Goblin pun teringat dengan sosok goblin yang pertama kali keluar dari goa tempat mereka dilahirkan.


Goblin itu dikabarkan menghilang bersama pasukan Goblin Rider lainnya saat melakukan ekspedisi ke selatan.

__ADS_1


“Aku kembali untuk memberikan peringatan.” wajah serius Goblone memberikan tekanan pada para Goblin.


“Jadikan aku sebagai pemimpin, atau kalian semua akan mati dan yang lainnya menjadi budak.”


Perkataan Goblone sangat mengejutkan semua goblin, terutama ketua koloni yang menjadi begitu marah hingga memerintahkan pasukannya untuk membunuh Goblone karena dianggap telah melakukan pemberontakan.


“Kau telah menghancurkan tembok yang membuat seluruh koloni dalam bahaya, bunuh dia!.”


Mengikuti perintah pemimpin koloni, sepuluh goblin maju berniat menyerang. Melihat itu Goblone mengklik lidahnya.


“Tsk, aku tidak punya waktu untuk ini. Sebentar lagi hantu gentayangan yang suka merasuki tubuh orang lain akan datang. Jika aku tidak bisa menjadi pemimpin koloni ini maka kalian semua akan dibersihkan.”


Tidak ada yang mendengarkan perkataan Goblone, karena perkataannya sendiri sangat sulit dipahami.


Melihat jika pemimpin koloni tidak akan memberikan jabatannya dengan sukarela, Goblone pun tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan jalan kekerasan.


Sepuluh tentara goblin menyerangnya, Goblone dengan mudah menghindar. Gerakan Goblone membuat banyak goblin merasa takjub, tapi itu bukan seberapa.


Zrat! Dengan sebuah belati Goblone menyayat leher para Goblin, hanya butuh satu serangan pada tiap tentara membuat mereka terbunuh dengan bersimbah darah.


Kengerian pun merasuki setiap jiwa goblin yang melihat pembantai cepat oleh Goblone.


Hieee!. Para Goblin berteriak bersamaan saat tatapan Goblone mengarah pada mereka.


“Jangan takut pada pemimpin baru kalian.” ucap Goblone.


“Diam!."


Pemimpin koloni begitu marah karena ada goblin lain yang berani mengklaim jika dirinya adalah pemimpin koloni.


“Kalian semua serang dia secara bersamaan.”


Dia pun memerintahkan pada semua pasukan untuk bertarung melawan satu Goblin. Pemimpin koloni berpikir sebesar apapun kekuatan Goblone tetap saja dua hanya seorang diri, tidak mungkin bisa menang melawan seluruh pasukan Goblin.


Tetapi bahkan sebelum para Goblin mengacungkan senjata mereka, Goblone segera berkata.


“Bukankah sudah menjadi terjadi jika hanya goblin terkuat yang akan memimpin koloni?.”


Perhatian setiap goblin seketika beralih pada pemimpin koloni, perkataan Goblone mengartikan jika dia mendatang pemimpin koloni untuk bertanding satu lawan satu untuk memperebutkan posisi pemimpin.


***


(Bersambung)

__ADS_1



__ADS_2