System Play Store

System Play Store
61. Ratu Semut


__ADS_3

Seluruh bagian kapal terbang telah tertutupi oleh semut bersayap, tidak ada jalan keluar untuk melakukan penarikan pasukan.


Terlihat seolah semuanya telah berakhir.


Hingga cahaya bersinar dari dalam kerumunan serangga itu, cahaya yang semakin terang dan seiring waktu seakan sesuatu tengah bersiap untuk diledakkan.


Lalu ledakan benar-benar terjadi, sinar yang terkompresi memberikan kerusakan ledakan kuat pada setiap objek yang dilalui. itu terlihat seperti tembakan laser dari pahlawan Supersaiya dari planet Namek.


Lubang besar terbentuk dari ledakan tersebut, yang segera digunakan sebagai jalan keluar pasukan Goblone. Sedangkan untuk Arang, aku sana sekali tidak melihatnya keluar bersama para Goblin.


Hingga kapal terbang itu jatuh, aku masih tidak tahu bagaimana nasib Arang.


Screeee!.


Suara berisik dari bawah tebing mulai terdengar semakin dekat, memberitahuku bahwa pasukan semut raksasa yang sejak tadi berusaha mendaki tebing akan segera mencapai tempatku berada.


Pasukan udara telah musnah, dan kini benteng pun telah terkepung. Pertempuran ini berakhir dengan kekalahan kami, tetapi...


“Aku tidak akan menyerah.” ucapku dengan penuh percaya diri.


Arang telah percaya padaku jika aku akan memenangkan pertempuran ini.


Screeee!.


Dari darat dan udara pasukan musuh melakukan serangan serempak. Tidak ada perlawanan yang berarti dari pihak yang bertahan, benteng yang menjadi pertahanan terakhir akhir dikuasai oleh pihak musuh.


Pada akhirnya seluruh daratan di sekitar benteng dipenuhi oleh pasukan semut yang terlihat seperti lautan, sedangkan langit tertutupi semua bersayap dalam jumlah besar yang membentuk kabut hitam.


Jika dibiarkan monster-monster itu akan menjadi bencana besar bagi wilayah sekitar gunung. Bahkan mungkin jauh lebih berbahaya dikarenakan jumlah serangga yang akan terus bertambah tanpa terkendali.


Sekali lagi Dunia tengah berada dalam ancaman.


***


Ratu semut memiliki ukuran jauh lebih besar dari semut biasanya, dengan perbandingan sepuluh kali lebih besar dari semut raksasa.


Ibu dari para semut raksasa itu tidak henti-hentinya mengeluarkan telur dengan kecepatan luar biasa, bayangkan saja dalam satu detik saja Ratu semut dapat mengeluarkan dua puluh butir telur.

__ADS_1


Biasanya Ratu semut tidak akan mengeluarkan telur sebanyak itu karena masalah persediaan makanan.


Tetapi karena serangan yang datang tiba-tiba dari luar telah mengancam sarangnya, memaksa Ratu semut menggunakan insting binatangnya untuk mempertahankan diri.


Ratu semut melihat ke atas seakan merasakan sesuatu, dia pun menghentikan kegiatannya bertelur. Pemimpin dari koloni semut raksasa itu dapat melihat apa yang anak-anak lihat sehingga mengetahui keadaan di luar.


Pertempuran telah berakhir, penyerang telah dimusnahkan. Musuh yang bertahan di benteng yang terletak di atas tebing telah dimusnahkan.


Sedangkan beberapa musuh yang memiliki kemapuan terbang berhasil kabur, kemungkinannya kecil untuk mereka bisa kembali untuk menyerang koloni.


Begitulah informasi yang Ratu semut dapatkan dara anak-anaknya.


Ratu semut merasa lega karena ancaman berhasil di hilangkan. Monster itu sebelumnya merasa begitu khawatir karena ini kali pertama koloninya diserang sejak pertama dibangun.


Kemenangan ini membuat Ratu semut begitu bangga pada dirinya sendiri karena bisa menciptakan pasukan semut yang begitu kuat. Dia merasa jika tidak ada makhluk lain sekuat dirinya di gunung ini.


Ratu semut berencana untuk menguasai seluruh gunung dengan pasukan anak-anaknya.


Ibu dari monster semur itu agak penasaran rasa dari setiap daging musuh yang mencoba menyerangnya. Namun sangat disayangkan jadikan tidak ada satupun hasad dari para penyerang.


Meskipun kecewa karena tidak dapat menikmati daging musuh yang sempat membuatnya ketakutan. Ratu semut masih tetap sabar karena dia bisa memerintahkan semua pasukan semut yang telah dia lahirkan untuk berburu makanan.


Ratu semut sudah bisa membayangkan daging unicorn favoritnya dihidangkan di depannya.


Tetapi itu semua hanya angan-angan Ratu semut saja, karena pada kenyataannya pertempuran belum berakhir.


“Aku menemukanmu!.”


Tanpa sedikit terasa getaran, tiba-tiba seekor cacing sepanjang dya meter muncul dari salah tanah. Ratu semut terdiam karena terlalu terkejut melihat ada monster yang begitu berbeda darinya dan anak-anaknya berada dia ruangan Ratu.


Melihat Ratu semut yang tidak bergerak memberiku kesempatan untuk menjalankan strategi khusus dari arang.


Aku segera mengeluarkan Kastil Klan dari dalam mulut. Fitur yang terhubung dengan Barak tersebut dengan cepat mengeluarkan beragam padukan. Para Giant bergerak lebih dahulu sebagai perlindungan, pasukan Barbarian menyerang semua semut yang berada di dekatnya.


Bahkan pasukan Goblone pun kembali dalam pertempuran.


Setelah berhasil meloloskan diri, Goblone segera menuju ke pabrik, dua sadar jika aku akan menggunakan Klan kastil yang terhubung dengan Barak.

__ADS_1


Dia pun menunggu di depan barak, menunggu hingga aku kembali melatih pasukan sehingga dia dapat kembali ke medan perang.


“Tidak ku kira akan secepat ini.” ucap seorang Healer yang baru saja keluar dari klan Kastil.


Melihat cara Healer itu berbicara tidak salah lagi jika prajurit dari pasukan penyembuh itu tengah dirasuki oleh Arang.


“Aku akui jika kemampuan pelacak yang kau miliki sangat hebat.” pujinya.


“Melacak sarang dari ratu semut tidak begitu sulit, karena meskipun terdapat ribuan jalan bercabang di dalam tanah, aku hanya perlu mengikuti asal dari para semut.” balasku sedikit menjelaskan.


Ratu semut yang sadar jika tengah mendapatkan serangan segera memanggil anak-anaknya di luar sarang. Jika seluruh semut yang ada di luar sarang di datangkan, maka kami akan benar-benar kalah.


Tetapi Arang sudah menduga itu akan terjadi. Dia pun memerintahkan para Builder untuk membuat tembok yang akan mengisolasi ruang Ratu. Dengan begitu cepat puluhan Builder membangun tembok menggunakan blok batu.


“Sekarang masalah kita hanya sang Ratu dan pasukan semut yang akan dua lahirkan.”


Seperti yang Arang katakan, meskipun tidak akan ada bala bantuan dari luar yang akan menyelamatkan Ratu semut, tetapi kemampuan ibu dari semua semut raksasa itu saja masih sangat merepotkan untuk kami.


Dalam waktu lima detik saja Ratu semut sudah menetaskan seratus prajurit semut. Kami harus secepatnya mengalahkannya sebelum ratu semut melahirkan lebih banyak anak-anaknya.


“Semuanya fokuskan serangan untuk membuka jalan menuju Pemimpin musuh!.” Arang memberikan perintahnya.


Pasukan kami semakin maju ke depan, aku pun ikut berpartisipasi dengan ******* semut-semut yang berada di dekatku. Rasa dari setiap semut yang aku makan tidak begitu buruk, rasanya seperti udang dan kepiting yang dihidangkan tanpa diolah.


Melihat penyerang yang semakin mendekatinya, Ratu semut tidak tinggal diam. Sadar jika anak-anak tidak cukup kuat untuk menahan para penyerang, Ratu semut pun turun tangan melawan.


“Apa!.” Arang tampak terkejut ketika di depan wajah Ratu semut tiba-tiba muncul lingkaran yang mirip seperti lingkaran sihir yang sering dia gunakan.


“Sihir? Monster ini bisa menggunakan sihir!.” ucapnya.


Aku tidak mengerti apakah monster yang bisa menggunakan sihir menang begitu langka atau tidak. Tetapi melihat reaksi yang Arang tunjukkan membuatku yakin jika Ratu monster bukan sekedar Mid bos biasa.


“Apakah kita baru saja menemukan Secret Bos?.”


Lingkaran sihir milik Ratu semut mulai bersinar, melihat itu Arang memerintahkan semua Giant untuk maju ke depan sebagai tembok pelindung. Berikutnya semburan api dimuntahkan oleh Ratu semut, membakar seluruh area dan merubahnya menjadi lautan api.


__ADS_1


__ADS_2